
happy reading...!
Fardan kicep, lah benar juga. Mau semahal apapun sepatu harganya tetap saja kan dia berada dikaki tempatnya? Mau harganya satu miliyar, triliunan sekalipun.
Sial kata-katanya terpatahkan oleh bocil. Matanya menyipit lalu menjatuhkan satu kakinya meletakkan tas kantornya dilantai menatap Cleo yang memeluk mobil diperut yang terlihat membuncit itu.”Eh bocah kulihat kau pandai sekali bicara. Kan aku letakkan parfum di kakiku jadi yah wangi kau harus cium biar kau tau.”Ujarnya dengan tak suka.
Cleo menatapnya tak kalah sengit. Dengan tangan yang berdecak pinggang mengangkat dagunya tinggi.”Coba om duluan yang cium biar Cle yang nilai beneran wangi atau nggak.”Ujarnya dengan menantang Fardan.
“Mana bisa begitu. Kau saja yang cium lah bukan aku..!” elak Fardan tak mau.
Cleo disana tersenyum miring. ”Bilang aja nggak tahan kan, bau jadi mau jebak Cle huuu.. om aja nggak mau apalagi Cle. Cle itu bukan orang bodoh yang bisa dibodoh bodohi taukkk!!” Ujarnya menekan kata-katanya kepada Fardan.
Fardan mendelik tak terima meski yang dikatakan Cleo fakta.”He mana ada, saya menyuruh kamu kan karena kamu menghina saya jadi yah kamu yang mencium kenapa juga saya, sayakan tau kaki saya wangi kenapa pula saya yang cium..!” Tetap kekeh ingin Cleo yang cium.
“Kalo gitu kenapa om menolak kalo wangi? Kan tinggal cium dan Cleo liat.. lagi pula kaki kakinya om, mana ada orang menghina diri sendiri. Apalagi om yang tingkat kepercayaannya membumbung tinggi bak paling sempurna dimuka bumi ini. kaki yang bauk aja dibilang harum,. Apalagi akhlak, duh om nggak usah mengada-ngada deh.”Ujarnya mengibas tanganya kepada Fardan.
Fardan mengerang menatap Cleo. Tanganya dengan cepat melepaskan tasnya dan memegang pipi Cleo.”Anak siapa si ini suka banget bikin saya kesell ihhhh..!” Ia menguyel-nguyelnya sampai Cleo menepuk tanganya, pipi Cleo lembut dan putih pun memerah dibuatnya.
Wajah Cleo terasa perih.”Duh tolong ini penyiksaan terhadap anak tolong,. Pipi gemoy Cleo ternistakan huuuuu. Tolong huuuuuua..!!!! om dajjal.” Teriaknya memukul Fardan dan mencakar.
Fardan mendengarnya menepuk pelan bibir Cleo.”He siapa yang ngajarin kata-kata gitu?”Tanyanya Fardan tak suka.
Cleo mengerjab dan mengusap pipinya perih. Ia mengusap keningnya juga yang berkeringat.”Itu bang Faro sama bang Alfi temennya bang Fadly. Lagian kan memang anak dajjal. Suka banget cari masalah. Pembuat masalah.”Ujar Cleo mendelik dan menjulurkan lidah meledek.
Fardan mendengus dan mengusap keningnya, seperti nya ia harus memberi hukuman untuk anak nya dan teman anaknya nanti karena sudah mengajar anak kecil berkata kasar.”Terserahlah kau Cleo.. saya capek denger kamu..”Ia bangkit dan melangkah pergi meninggalkan Cleo.
Cleo disana pun mendelik tak terima.”Ihh nyebelin banget..”Gumam Cleo menghentak kan kakinya menatap Fardan menjauh.
Fardan tersenyum melihat Cleo lalu mengawil rambut Cleo yang kriwil dan mengusap mengacaknya cepat.
__ADS_1
’” OMMM..” Teriak Cleo. Fardan berlari dan tertawa meninggalkan Cleo yang kesal.
Dwi yang menyiapkan makanan menatapnya menggeleng akan kerjaan suaminya dan Cleo tiada hari tampa ribut, suaminya seperti balik lagi menjadi anak kecil yang suka mengusik adiknya.
“Cleo sini deh biar tante bersihin tu mukanya. Liat keringet semua ganti baju yuk. Bentar lagi makan malem nanti kami sakit.”Ia menggamit tangan Cleo membawanya ke dapur. Cleo hanya menurut saja kepada Dwi masih dengan bibirnya yang dimaju-majukan.
Dwi tersenyum bahagia semenjak adanya Cleo keluarganya berubah, suaminya suka pulang setiap hari bahkan kadang ia pulang random, siang ia pulang dengan alasan mau makan bersama atau menjemput Fadly pulang sekolah bersama Cleo. Lalu malam ia juga selalu pulang untuk menjahili Cleo. Sudut rumahnya ramai akan suara cerewet Cleo dan Fardan sering beradu mulut tapi tetap saling menyayangi satu sama lain.
Kadang juga Fadly ikut-ikutan berebutan bermain dengan Cleo. Al hasil Fardan diserang Fadly dan Cleo bersamaan membuat ia kalah telak. Akhir-akhirnya ia akan terlihat merajuk dan marah sedangkan Fadly dan Cleo tersenyum bahagia. dwi menyukai suasana hidup begini. Suasana yang ia idam-idamkan selama ini dipernikahan mereka yang memasuki usia 24tahun ini.
”Yaampun Cle, ini kamu keringetan banget, tadi kamu makan coklat yah.”Ia mengusap sisa-sisa coklat di pipi Cleo yang sudah mengering lalu disingletnya juga yang ada sisa coklat.
Cleo disana mengernyit cukup merasa tersiksa akan Dwi yang membersihkan layaknya emak-emak.”Ini tu es krim tadi Cle makan dikasih bang Fadly sama bang Alfi,. Enak banget loh. Cle sisain buat tante sama om burik di kulkas nanti cobain deh..”Ia memberikan jempolnya.
Dwi tersenyum mengusap rambut yang ikal cantik Cleo terkekeh. Ia mengangguk pelan disana. memang kebiasaan Cleo jika makan pasti disisakan sebagian untuk orang lain baik itu dikit maupun banyak, ia tidak pernah mau makan makanan itu sendirian katanya sudah kebiasaan. Dulu kakak-kakaknya juga begitu ketika makan enak., pasti pulang dibawa untuk mereka nikmati bersama. Katanya makanan enak itu harus dibagi dengan orang lain dan saudara supaya orang lain bisa merasakan enak juga.
Dwi kagum akan ajaran kakaknya Cleo yang bahkan sudah bisa mengatur dan mengajarkan hal baik dengan anak yang usianya baru 7tahun.
Cleo mengalungkan tanganya dilehernya Dwi mengangguk.”Cle suka gosok Gigi kata bang Kai nanti kalo nggak gosok Gigi ada ulat digiginya makan gigi Cleo sampek gigi Cle ompong... nanti Cle gosok gigi lagi kok tante tenang saja.”Ia dengan polos bercerita dan berceloteh.
Dwi menghela nafas mengambil singlet dan baju.”Tante Cle enggak mau pakek baju., Cleo mau pakek singlet aja panas tante.”Ujarnya menggeleng menolak diatas kasur yang Dwi letakan tadi.
Dwi menggeleng.”No, harus pakek baju. Nanti kamu masuk angin, ini udah malem nggak baik anak kecil nggak pakek baju.”Ujarnya menggeleng memakaikan Cleo singlet.
Cleo disana menggeleng.”Nggak mau tante. Panas.”Rengekannya tak mau.
Dwi menggeleng.”Mangkanya tante iket rambutnya biar nggak panas Cle., ini baju tidur enggak bikin panas kok, nanti kamu sakit.”Ujarnya.
Cleo menggeleng.”Nggak mau risih tante.”Rengek nya.
__ADS_1
Kebiasaan Cleo itu tidak suka panas, ia itu jika panas maka kulitnya akan merah merah ruam mangkanya ia tidak suka, ia suka singlet saja yang membuat ia nyaman, meski dingin sekalipun ia tak akan sakit, ia lebih memilih kedinginan dibanding kepanasan.
Dwi disana menghela nafas pelan mengangguk kalah. ”Nanti tante beli baju lain yang lengannya pendek aja yah biar nggak tipis gini. Kamu bisa sakit cle kalo gini terus.”Ujarnya lirih. Cleo susah sekali diatur dalam memakai baju.
Cleo disana mengangguk.”Boleh juga tapi yang jangan panjang yah tante. Nanti tangan dan badan Cle merah-merah. “Ujarnya dengan pelan.
Dwi mengangguk menyisir rambut Cleo. Ia mengambil karet pelangi dan mengikatnya tinggi, “Sakit nggak?”Tanyanya takut menyakiti kulit Cleo karena tertarik dalam.
Cleo menggeleng memberikan jempolnya.”Enggak kok. Mama vio yang iket rambut sakit kalo tante enggak. Tante the best.”Ujarnya memuji.
Dwi disana ingin rasanya menggigit pipi Cleo.”Yaampun anak siapa si gemes banget. Bisa aja mujinya kan jadi pen tante karungin.” Ia menguyel pelan pipi Cleo.
Cleo disana tersenyum.,”Adiknya kak Caisar dong hehe.”Ia disana memberikan jempol bangganya.
Dwi disana tersenyum sendu menutupi rasa kasihannya. Bahkan Cleo tidak mau mengakui dirinya anak dari orang tuanya dan malah mengatakan dirinya adik Caisar. Apakah Cleo sebenci itu dengan orang tuanya?? Ia menjadi dendam pada orang tua Cleo. Bagaimana bisa mereka menelantarkan anak seimut dan secerdas Cleo si?
Cleo disana tersenyum tak ada beban tentang perkataannya yang baginya benar. "Tante Cleo mau turun...."
Ia bergegas turun dengan cepat merosot mengambil kucing pemberiannya Fardan kemarin di dalam kandangnya.”Toby ayo kebawah kita makan ikan, nanti kamu dagingnya Cle kepalanya. Kita ganggu om fardan cepet..! Rebut ayam miliknya buat dia marah..!” Serunya heboh Dwi terkekeh benar-benar Cleo itu suka cari rebut dengan Fardan.
Sudah tau Fardan emosian masih saja suka diganggu. Siapa lagi kalo bukan Cleo.
sedangkan kucing nya ikut mengeong saja. Yah itu kucing Persia Yang berbulu keabu-abuan jenis Peaknose yang ia bawa dari Rusia. Itu harganya fantastis ia ambil dari hasil lelang pulang dari kerja samanya. Entah saat melihat kucing itu ia jadi teringat Cleo yang hanya dirumah dan Homeschooling pasti sangat kesepian jadi yah dia beli saja.... Dan itu jadi kucing kesayangannya Cleo...
.
.
.
__ADS_1
Duh ternyata banyak fans Cleo yah hahaha