Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Alasan lagi


__ADS_3

”Lalu dikala itu dimana kakakmu yang tertua? Aku tidak mendengarnya sedari awal kau bercerita?”


Disya menggeleng mengingat kejadian itu lagi.” Kakak ku tidak tinggal dengan kami, dia tinggal diluar negeri bersama kakekku. Dia lelaki satu-satunya di keluarga dari Papaku. Ia pewaris seharusnya.” Ujarnya.


Caisar diam mendengarnya. Disya mengerjab pelan.” Akan tetapi teryata keluarga dari ayahku bangkrut mangkanya kak Jeff yang seharusnya mewarisi perusahaan papa tidak memiliki warisan ataupun hak. Sebab yang hanya punya harta hanya warisan dari mendiang mama. Mama dulu berfikir jika kak Jeff sudah ada tanggungan jadi hanya memberikanku saja warisannya. Jadilah semua yang ada sekarang atas namaku dan hanya ada beberapa persen milik kak Jef. Seperti perusahaan yang dikelola papa saat ini. aku memiliki saham sebesar 65 persen, lalu kakak punya dua pulih persen, selebihnya milik perusahaan yang harus disimpan dan mengembangkan perusahaan.”Ujarnya menjelaskan.


Caisar mengangguk paham sekarang, ia mengusap kepala sang kekasihnya pelan.”Jadi sekarang kamu maunya gimana Sa? Tapi bolehkah saya kasih saran?” Caisar bertanya karena tau ia hanya orang luar, ia tak memiliki kuasa mengatur.


Disya mengangguk menatapnya lirih. Caisar tersenyum.”Tinggalkan yang menyakitimu, aku tidak menyalahkan rasa sakit mu terhadap siapapun termasuk membenci ayahku, karena pada dasarnya aku tidak ada diposisi dirimu, ku tidak merasa bagaimana sakitnya,, aku juga tidak melarang tindakan apapun darimu selagi kamu tidak keluar batas. Tapi aku minta tinggalkan yang membuat kamu terluka. Kamu sekarang punya aku yang akan menjaga kamu.” Ia mengusap pipi Disya.


Disya menatapnya dalam.”Aku tau kamu baik dan bahkan masih memiliki hati nurani, kasih sayang yang begitu berlimpah untuk ayahmu dan kakakmu, meski kau marah dan kau benci sekalipun kau tak membunuhnya ataupun mengumbar kan aib dan kesalahan ayahmu. Kamu anak baik tetapi semua orang hanya melihat kejahatan dirimu.” Bisiknya.


Hati Disya mencelos, baru kali ini ada yang mengatakan hal ini, biasanya orang selalu mengumpat dan menghinanya., ia hanya bisa diam dan melakukan sesukanya. Caisar menghela nafas.”Tinggallah disini bersamaku., biarkan saja ayahmu dan selingkuhannya menikah. Biarkan mereka bahagia, tetapi saat waktunya tiba kau bisa lakukan apapun pada ayahmu karena kamu pemegang kekuasaannya. Aku yakin wanita itu ingin harta ayahmu. Kau tak perlu khawatir jika aku akan merebut harta mu atau ingin kamu jatuh diperlakukan karena hartamu, itu hanya milikmu dan kakakmu, tetapi alangkah baiknya buat dia bahagia dan liat apa yang terjadi selanjutnya? Jika perempuan itu menerima ayahmu mungkin dia wanita baik dan kebahagiaan ayahmu, tetapi jika tidak kamu hanya perlu tertawa.”Ujarnya.


Disya menatap Caisar lirih. ia ragu, ia takut, bukan tak mempercayai Caisar,, lebih tepatnya ia takut salah langkah seperti ibunya dulu,


“Caisar ayo hamil kan aku biar kamu tidak meninggalkan aku..!!!!”

__ADS_1


...----------------...


Didunia lain ada sosok yang menghela nafas menatap langit. Hari ini salju datang lebih deras, semua pemukiman penuh dengan salju, tetapi ia tetap harus berlatih dan berlatih. Ia menghela nafas pun akan mengeluarkan uap hangat yang mengepul saking dinginnya.


“Heyyy kau melamun lagi. apa yang kau pikirkan?”Samuel menyenggol lengan Cessy yang menatap langit dari tadi.


Cessy diam menatap Samuel yang tiba-tiba datang.”Aku sedang menunggu temanku untuk pergi bermain.”Ujarnya pelan pada sang penanya.


Samuel mengangguk.”Lukamu?”Tanyanya pelan.


Samuel menatapnya sendu, sejujurnya ia sendiri kasihan kepada Cessy yang disiksa habis-habisan, mungkin orang lain sudah memilih pergi dari sini tapi tidak dengan Cessy, ia melakukan ini semua dnegan giat tanpa perseteruan, mengeluh ataupun semua hal berbentuk menyuarakan rasa sakit. Jika Cessy lelah ia lebih memilih tidur atau makan, jika tidak akan pergi mencari angin. Cessy anak yang sangat baik dan kuat baginya.


Tak berselang lama Cessy bangkit melihat mobil terparkir didepannya. Ia melirik Samuel.”Itu temanku paman, aku duluan,”Ujarnya. Samuel melirik kearah mobil, ia diam menatapnya. Tapi ia seperti kenal dengan mobil itu. mobil siapa yah batinnya? Ahhh mungkin juga mobil orang lain yang hanya sama, lagi pula kan mobil itu tidak hanya satu.


Didalam mobil Cessy menghela nafas melirik kesisinya. Pria itu tersenyum menatap Cessy.”Bro kau terlihat sangat tua dengan hiasan salju di kepalamu haha..” Ia terkekeh melihat rambut Cessy yang banyak salju memenuhi kepalanya,.


Cessy mengusap kepalanya, ternyata benar.”Kau tak salah mengajakku memancing di musim salju begini?? Bukankah ikannya akan bersembunyi?”Tanyanya pelan. Liem disana mengernyit menjalankan laju mobilnya.”Hey jangan sembarangan, kita bisa jatuh karena jalan sangat licin.,” Ujarnya Cessy kaget. Ini musim salju dimana-mana akan basah dan banyak salju menyebabkan jalan sangat bahaya dan licin.

__ADS_1


Liem menatap Cessy remeh.”Kau tak tau jika mobol ini mobil mahal.!! Karena memiliki fungsi yang luar biasa, ini bisa melalui salju atau licin sekalipun tanpa tergelincir. Ayolah ini dunia modern punya banyak kecanggihan. Jangan terlihat norak karena kau miskin.”Ujarnya meledek. “Lagi pula kita akan mencari ikan dilaut, kau lihat saja nanti.”Lanjutnya tak mau mengalah.


Cessy menghela nafas menyandarkan tubuhnya, ia memejamkan matanya, ia hanya bergumam malas menjawab Liem . liem mengernyit melihat Cessy.” Jika sudah sampai bangunkan aku. Aku ingin istirahat sebentar.”Ujarnya pelan.


Liem mencebik.” Kamu sibuk sekali sepertinya, setiap ku ajak bertemu kau tak pernah mau, sekali mau pergi mau mau istirahat,. Kau melakukan apa? Kau kerja memangnya?”Tanyanya menatap Cessy. Cessy diam tak menjawab dan juga tak merespon.


Liem mengernyit melihat lebih dalam lagi dilehernya Cessy yang memang terbuka lebar dikarenakan ia mendongak menatap langit mobil, ia melirik pipi Cessy. Seperti lebam yang ditutupi bedak? Iya bukan si? Apa itu kissmark?? Ia menggelengkan kepalanya pelan karena menyeka pemikiran bodohnya satu itu.


“Hey bro ku lihat kau tak memiliki jakun. Apa jakun mu sangat kecil mangkanya suaramu tidak terdengar seksi sepertiku?”Tanyanya memancing Cessy bangun.


Cessy mendengarnya kaget namun masih menutupi matanya.”Mungkin karena masih masa pertumbuhan, atau mungkin karena aku UKE. “ Ujarnya pelan.


Liem menatapnya horror dibuatnya. Cesy tersenyum tipis.”Hanya bercanda Liem. Bawalah mobil dengan fokus. Jika kita tersesat atau menabrak aku akan menuntutmu sampai di Alam baka sekalipun.,” Ujarnya pelan.


Liem mendengus mendengarnya.”Hey aku ini bukan supir.. !!” Liem tak terima. Cessy diam menggeleng memejamkan matanya, tak berselang lama ia tertidur lelap. Liem melihatnya menghela nafas.,


Cessy itu tak bisa ditebak, jika dibilang dingin ia tidka dingin, tapi jika dibilang ramah ia tidak ramah. Pendiam? Ia tidak pendiam ia akan bicara panjang jika dibutuhkan. Akan tetapi Cessy sosok yangs sedikit tertutup, Liem tau jika Cessy mungkin mengatakan mereka teman tapi dalam hidupnya sendiri Liem tidak memiliki arti apapun. Liem sadar hal itu, tetapi tak dipukul mundur untuk maju.

__ADS_1


__ADS_2