Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Di pecat dari OSIS


__ADS_3

Smeua orang tertawa melihatnya. Fadly segera mendektai Cleo dan terkekeh.” besok kita cobain motor baru gimana? Cleo yang pertama cobain sama abang Fadly.” Jelas fadly semangat.


” Abang udah pesen helm buat Cleo. Dan Cle besok abang yang antar gimana?” Tanya fadly lagi dengan semangat kepada Cleo yang merajuk padanya.


Cleo menatapnya malas.” Diel yah.”


Semua orang tertawa melihatnya. Cleo sangat lucu menjabat tangan Fadly. Dan Fadly mengusap kepala Cleo dengan semangat sehingga rambit Cleo yang kriwil Cleo membuat Cleo memicingkan mata. “ adik siapa sih gemes banget.” Ujar Fadly kepada Cleo.


“ adik abang Caisar.’” Cleo menunjuk Caisar di sana membuat semua orang semakin terkekeh dan Fadly yang disana menatap Cleo sebal. Harusnyakan menjawab abang fadly..!!!


...----------------...


Pagi ini caisar sudah akan sekolah dan Disya merengek ingin sekolah juga. Akhirnya disya sekolah juga tapi tidak menggunakan sepatu, ia hanya menggunakan sandal biasa dan Caisar pun menyetujuinya permintaan Disya.


Disya keras kepala memang. “ wahhhh kita naik motor?” Tanya Disya pada Caisar yang menuju motor di bagasi.


Caisar mengangguk semangat.” Ini motor pertama karena udah nyelesaikan proyek pertama dari Andrian, kemarin beli boxes cat dinding dan menang undian. Dapet deh motor baru.” Ujar Caisar senang menunjukan motor bead biasa miliknya.


Disya menatap caisar senang.” Nanti kita makan makan deh., aku traktir kamu, dan buat Disya dan yang lain kita beli aja. Soalnya aku mau ngabisin waktu sama kamu berdua.” Ujar Caisar mengusap kepala Disya


Disya mendengarnya tak bisa mengelak sumraut merah merona dipipinya. “ ih pangeran,. Disya kan malu.” Disya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Caisar membuat Caisar tertawa geli. Disya sangat menggemaskan begini mengapa orang orang tidak berani dengan dia yah? malah dimata Caisar Disya itu seperti kucing. Lucu.


“ Yaudah yuk kita ke sekolah, nanti telat.” ujar Caisar. Ia memasangkan Disya helm tenang dan disya hanya mengulum senyumnya.


Caisra mengeluarkan motor baru tersebut dan segera membonceng Disya melaju di jalan keramaian. Disya tersenyum senang melirik Caisar dari belakang. Bahkan dirinya naik mobil saja selama ini tidak pernah sesenang ini. ini pasti karena di stir oleh Caisar.


Di saat lampu merah Disya mengerut keningnya melirik mobil ayahnya yang ada di sebelahnya, kebetulan. Tak lama setelahnya Alam membalas atapannya dan mengernyitkan dahi.


Setelah sadar itu anaknya ia melebarkan matanya bulat. ' Disya' Batinnya.


Sedangkan Disya di sana melihat ayahnya bersama selingkuhannya Amora dan seorang anak di belakang dengan dingin. “ Disya.” Gugup Amor melirik anak kekasihnya.


Disya disana mengeratkan pelukanya pada perut Caisar dan menaruh kepalanya dibahu Caisar. Casar mengusap tangan Disya diperutnya membuat Disya tersenyum tipis.


Benar, kali ini Disya tak akan lagi peduli apapun perosoalaan tentang ayahnya. Karena dirinya sudah memiliki Caisar. Caisar segalanya.


Lampu merah sudah berganti menjadi hijau. Motor sudah di bawa menjauh oleh Caisar. Sedangkan Alam disana terdiam menatap anaknya nanar.

__ADS_1


Sudah satu bukan anaknya tidak pulang ke rumah, dan sekarang ia lihat anaknya sudah jaiuh berbeda dari sebelumnya. Jika dulu anaknya menggunakan baju skeolah porak poranda, tak tau dimana dasi dimana rompi.


Klusut sana sini karena tidak disetrika. Tapi sekarang anaknya sangat rapi dan manis, menggunakan rompi dan rambut yang diikat menggunakan pita. Anaknya sangat cantik dan menggemaskan sekali meksipun menggunakan helm ia tau itu.


Lalu siapa lagi yang mengutus Disya secantik itu jika bukan Caisar? menyetrika, menyiapi baju hingga mengepang rambut Disya? Disya cemburu melihat Caisar mengepang rambut Cleo dan ingin juga meskipun rambutnya pendek.


“ mas ayo.” Ujar perempuan di sebelahnya. Alam mengangguk segera menjauh.


Disya dijalan diam saja membuat Caisar agak heran, biasanya Disya banyak bicara.” Disya kok diam aja??? Kamu kenapa?” Tanya caisar lembut.


Disya mengeratkan pelukannya pada caisar.,” Disya nggak apa apa. Tapi Disya mau sesuatu boleh?” Tanya Disya kepala Caisar pelan.


Caisar mengernyitkan dahinya.”memangnya Disya mau apa hm?” tanyanya pada Disya tenang.


Disya menghela nafas.” Disya mau nikah sama pangeran biar pangeran enggak ninggalin Disya.” Jelas disya tenang.


Caisar terkekeh pelan.” iya nanti kita nikah yah.” jelas Caisar tenang.


“ tapi maunya sekarang.” jelas Disya kepada Caisar rumit.


Caisar mendengarnya diam melirik Disya dari spion motor. Ada apa sampai Disya mau nikah sekarang juga? “ Sa kita mau berangkat sekolah loh masa mau nikah? Besok aja gimana?” Tanya Caisar bercanda kepada Disya.


Caisar gelagapan mendengar jawaban Disya,. Dirinyakan hanya bercanda.” Soalnya Disya mau gantin semua asset keluarga atas nama Disya dan pangeran aja. Katanya kalo disya udah umur 20 tahun baru bisa ngambil asetnya, atau nggak Disya udah nikah baru bisa. tapi kalo nunggu tiga tahun lagi kelamaan. “ jelas Disya pelan.


Caisar mendengarnya terdiam sejenak. Jadi alasannya itu. “ tapi aku nggak ada uang nikah sekarang.” jelas Caisar pelan.


Disya mendengarnya menepuk pelan pundak caisar.” Kamu tenang aja. Kan aku ada uang jadi masalah uang aman kok.” Jelasnya semangat.


Caisar di sana terkekeh pelan. Caisar harap ini hanya bercandaan saja yah, bukan karena dirinya tak mau menikahi Disya tapi karena dirinya merasa belum mampu membahagiakan Disya. Dirinya harus sukses dulu baru menikahi Disya. Gadis impiannya.


Tak terasa motor mereka sudah sampai di parkiran sekolah. Caisar segera turun di ikuti Disya. Caisar membuka helm Disya dan helm miliknya. “ makasih pangeran. Pangeran Disya mau digendong boleh? Soalnya kakinya masih sakit.” jelas Disya memelas menunjukan kakinya.


Caisat menggeleng pelan.” nggak boleh, soalnyakan tadi udah dibilangin nggak usah sekolah tapi Disya mau sekolah. Jadi resiko sakit ditanggungin yah.” jelas Caisar pelan kepada Disya.


Disya cemberut.” Pangeran ngak sayang Disya ih.” jelas disya kesal kepada caisar.


Caisar menatap disya malas.” Bukan nggak sayang. Tadi yang maksa sekolah kamu jadi rasaiin sendiri. Bandel nggak nurut ucapan orang.” Ujar Caisar memegang tangan Disya.

__ADS_1


Disya di sebelahnya melirik Caisar malas tapi mengeratkan pegangannya. Caisar terkekeh melihat disya lucu menggemaskannya. Caisar tidak mau Disya memperlakukan dirinyua seenaknya kelak. Takutnya disya akan selalu mencari alasan. Tapi di sisi lain Caisar suka dengan Disya yang begini. Manja dan membutuhkan dirinya.


“ Idih idih., baru sekolah udah Gandengan aja. Yaampun lama nggak sekolah pulang pulang bucin deh.” Ujar Gery melihat sepasang sejoli di jalanan.


Disya melirikl Gerry dan melirik Caisar yang berada di sebelahnya. Caisar melihat Gerry dan berdehem.” Kenapa? Iri?” tanyanya Caisar.


Gerry mendengarnya menganga agak kaget.” Bisa loe gitu Sar? Yaampun haha.” Keduanya terkekeh pelan.


Gerry menepuk pundak caisar di sebelahhnya.” Makin wibawah aja loe bro. Eh Btw gimana kabar loe? Kenapa nggak sekolah udah seminggu ini?” Tanya Gerry sembari berjalan.


Caisar menggeleng.” Ada urusan sedikit.” Jelas Caisar tenang.


“ Eh Eh BTW loe tau ngak kalo sekarang ketosnya diganti jadi Chio??? Karena loe nggak aktif lagi udah lebih dari tiga bulan. Loe diberhentikan secara tidka hormat.” Jelas Gerry kepada Caisar.


Caisar mendengarnya melirik Gerry dengan kerutan di dahinya.” Kata siapa gue nggak atif lagi?” tanyanya bingung. Pasalnya ia Sudah menyampaikan pada beberapa guru dan menjadikan Fadly menggantikanya,.


Gerey menggeleng.” Lagi lagi Fadly di tolak gantiin loe. Katanya dia ga kopenten Sar dan sekarang yang jadi ketos itu Chio anak baru, karena dia udah sukses cari sponsor melebihi yang dibutuhin gitu.” Jelas Gerry kepada Caisar tak enak,


Caisar mengangguk pelan. “ Caisar diberhentikan tampa sepengetahuan dong?” Tanya Disya.


Gerry melirik Disya dan mengeleng.”nggak usah ngelakuin hal hal aneh sa.” jelasnya kepada Disya.


Disya meliriknya dengan kerutan di dahinya. Caisar sendiri meterai keduanya untuk saling menjauh.” Yaudah Ger gue anter Disya kekelasnya dulu yah.” ia memisahkan diri dari Gerry dan Gerry mendengus.


“ bucin.” Guymam Gerry mencebikkan bibirnya.


“ pangeran sedih karena di keluarin dari osis dan diberhentikan secara tidak hormat?” Tanya Disya kepada Caisar yang di sebelahnya.


Caisar mengeleng pelan melirik disya. “ nggak sedih, Cuma agak berasa tidak di hargain aja, soalnya aku belum ada dikasih tau sama kepala sekolah, sebelumnyakan aku juga udah utus Fadly dan konsep konsep yang aku tinggalin buat acara minggu depan tapi mereka nolak tanpa konfirmasi dari aku dengan dalih fadly nggak dipercaya. Kalo gitu harusnyakan mereka bilang sedari awal sama aku, supaya aku bisa siapin orang lain buat mapar konsep dan tugas tugas anak osis. Tapi mereka nggak ada kabar sama sekali.” Jelas Caisar menceritakan kekesalannya.


“ dan pas aku Tanya sama guru pendampingnya, katanya aku nggak bisa dihubungin dan dia udah kasih tau Fadly buat ngasih tau kamu tapi pas aku Tanya sama Fadly, dia memang ggak ngabarin aku disuruh sama gurunya. Takutnya aku tersinggung kan.” jelas Caisar memilih duduk di salah satu tangga. Disya diam mendengarnya dengan serius.,


“ kemaren aku pergi lagi sama guru pendamping bilang kalo aku harus pegi lagi minggu ini, dan semua sekolah yang bakal di undang udah aku buat proposal dna dada data bahkan undangan desainya udah aku bikin. Anak OSIS tinggal sebarin itu semua kesekolah sekolah yang dituju. Aku akuin mungkin memang aku nggak maksimal jadi ketua osis, aku mungkin masih banyak salahnya. Tapikan seharusnya mereka bisa bicarain sama aku dulu sebelum ganti ketua osis baru. Nggak masalah aku digantiin kan soalnya karena aku sekarang waktunya kurang. “ jelas caisar kesal kepada Disya.


Disya mengangguk mengerti.” Benar sih. yang bikin Caisar marah dan kesal itu karena guru nggak ada konfirmasi dulu sama pangeran gitu kan kalo ada penggantian, dan lagi rumor yang mengatakan Caisar nggak tanggung jawab?” Tanya Disya.


Caisar mengangguk.” kayak komunikasi sebelum ngambil keputusan begitu loh.” Jelas caisar lagi.

__ADS_1


Disya berdehem pelan menepuk pundak caisar tenang.” Nggak apa apa kok. Nanti kita cari ‘solusinya’ yah caisar nggak boleh sedih. Kan ada Disya.” Jelas Disya kepada caisar.


Caisar menghela nafas pelan mengangguk.” Nanti kayaknya aku harus nemuin itu guru sama kepala sekolah deh buat konfrmasinya.siapa tau itu Cuma berita hoaks.” Jelasnya. Disya mengangguk pelan mendengar Caisar. Ia tidak tau berita sekolah, selama ini ia hanya datang belajar yah sudah. Mana tau gossip gossip. Dirinya saja tidak di masukkan kedalam grub sekolah.


__ADS_2