
Haloo semua. Maaf yah baru kembali, sebenarnya rada bingung juga, ada beberapa novel yang On Going kan hehe. Oke pertama tama mari doakan aku dulu semoga lekas sembuh... sakit apa nih? Hehe biasa namanya hidup awok awok, ke dua ayoo ucap selamat ulang tahun kepada aku, aku ulang tahun.. Yey berkurang umur ku yah awok awok. Dan yang terakhir aku doain kalian selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan yah.. Ammin, tetap semangat.
.
.
.
Cesyy duduk tenang di salah satu ruangan rumah sakit, sembari membacakan buku buku sekolahnya tadi di depan laki laki yang tertidur di hadapannya. Ia masih membacakan semua dengan tenang. Ha tidak semua, hanya satu bab, setiap satu minggu dirinya ke sini dan membacakan buku buku yang dari sekolah. Cessy menghela nafas, merasa sesak dan segera mengambil minum miliknya.
Cessy mengusap matanya pelan sebab ada lensa di matanya, ia menaruh buku di atas meja tanpa menutupnya. Ia menatap anak yang terbaring di hadapannya, ada banyak alat memenuhi beberapa bagian tubuhnya. ia kasihan, anak ini begitu putih, tampan dan juga berambut lurus, hidung kecilk nan mancung, bibir yang tipis. Cesyy mengusap kepala si lelaki pelan.” maaf.. aku harus menyamar dirimu untuk membantu kakakku,. “ ujar Cessy tenang.
Yah ini adalah Momo yang asli, sosok yang sedang dirinya samari, Momo ini masih hidup dan keris sejak tiga tahun lalu, ia tiduyr tidak bisa bangun dari sini. Cessy merasa bersalah karena memanfaatkan nama Morgan untuk semua yang ingin dirinya gapai. Cessy mengusap tangan Momo.” Aku berjannji untuk tidak akan menggunakan namamu dalam kejahatan Mo, aku akan pergi seusai semua urusanku selesai. “ tegas Cessy serius. Seakan Momo ini masih sadar dan dirinya menjelaskan semua, takut Momo marah kepadanya. Kilatan mata Cessy tidak pernah bermain-main, tidak pernah Cessy merasa tenang dalam seharipun.
Cessy mengambil tasnya dan segera berdiri.” Aku pergi dulu yah. besok jika aku tidak sibuk, aku akan datang.,” ujar Cessy dengan pelan. segera ia melangkah menjauh seusai mengusap pelan kepala Momo untuk tanda perpisahan. Cessy melangkah tanpa melihat ke belakang seusai menutup pintu.
Seusia pintu tertutup selama satu menit. Manik mata biru terbuka lebar, menampakkan mata yang begitu cantik. Ia melirik ke arah pintu dan menduduki diri. Ia menghela nafas. “ dia ini..” gumamnya pelan. ia menatap buku yang masih terbuka di brangkar.
__ADS_1
Mengambilnya pelan dan menatap setiap kata acak. Tadi gadis itu membacakan ia buku ini kepadanya. Dan kalian tahu itu buku apa? Buku tentang penulisan yang baik untuk proposal. Wah lumayan bagus untuk orang koma.
Momo membuka semua alat yang menempel pada tubuhnya, menapalkan kakinya di lantai yang menyengatkan rasa dingin, ia membuka tirai dan menatap jalanan dari sini, menunggu cukup lamat di bagian jalan, pas di sana ia menemukan lagi sosok yang melangkah menggunakan baju sekolah menengah atas dipadukan dengan hodie moca, kepalanya ditutup oleh tudung hodie dan topi. Tas yang di sandang sebela kanan. Ia melangkah tampa melirik kanan kiri.
Momo mengernyit menatapnya, sudah terhitung tiga kali gadis ini ke sini, dimana dirinya tau dirinya lewat Faren dan Gibran, ia sering ke sini hanya untuk sekedar bercerita, membaca dan jading hanya untuk makan atau hanya untuk duduk duduk saja. Dia sangat suka ke sini menjenguk Momo. Padahal selama ini Momo di sini hanya sendiri dan tidak ada yang menjenguknya sama sekali. Momo tidak mengetahui siapa sosok itu, tapi yang dia ketahui dan dirinya dengar jika dia adalah orang yang menyamar menjadi dirinya, orang yang berurusan dengan keluarga Je.
Momo tersenyum miring. Menelpon sosok kepercayaannya. “ apa kau sudah menemukan data datanya dan tujuannya?” tanyanya tenang., hanya berselang beberapa menit teleponm itu sudah di angkat oleh orang yang di seberang.
” Yah Tuan.” Jawab di seberang.
Tangannya mematikan Hpnya dan menatap lamban jalan yang sudah tidak ada Cessy. Momo menutup tirai dan kembali duduk di tempat tidur.,
Cessy melangkah pelan, merasa ada yang melihat dari belakang. Cessy melihat kebelakang tapi tidak ada soapa siapa, ia menatap ke atas dan memicing. Tidak ada apa apa, semua kaca rumah sakit itu terlihat gelap dari sini, mungkin karena terlalu tinggi dan silau. Cessy segera melangkah lagi dan menjauhi rumah sakit. Hari ini sudah cukup.
“ MOMO..!!!: Cessy menoleh menatap siapa yang memanggilnya. Ia tersenyum tipis melihat siapa yang datang.
Alice, ia tersenyumlah melambaikan tangan sembari mendekat, alice berdiri di depan Momo dan memeluknya erat, Momo terkejut dan Nampak gugup. Gugup tidak tau harus melakukan apapun. alice melepaskan pelukannya dan menatap Cessy gemas.” Hehe aku baru tau dada laki laki juga empuk.” Ia menoel dada Cessy dengan telunjuknya. Cessy menatapnya dengan tatapan melotot, apa apaan itu..,!!!
__ADS_1
Hey dirinya dilecehkan sesama wanita!
Alice malah terlihat tertawa lepas dan menepuk pelan pundak Cessy.” Kau seperti seorang gadis yang dulecehkan saja...” ujarnya alice ringan menutupi mulutnya karena tertawa. ‘ dirinya memang gadis hey..1!!” ingin rasanya teriak begitu.
Tapi Cessy bisa apa selain hanya bisa pasrah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Cessy memilih berjalan saja dan Alice mengikutinya pelan.” Momo. Mengapa kau ada di sini? Di hari yang beitu panas ini? apa yang sedang kau cari?” Tanya Alice memegang kipas mini yang terus mengipasi wajahnya. Ia berjalan mengikuti langkah Momo riang.
Momo meliriknya dan berkata.,” menjenguk teman di rumah sakit.” Jawab Cessy tenang.” Kau sendiri dari mana ?” Tanya Cessy balik pada Alice. Eh cessy baru lihat jika baju yang dikenakan alice ini baju pasien yang sama seperti yang dikenakan Momo kan?? warna pink, kok bisa ada diluar sih seperti ini? dan apakah dia sakit????
Alice menatap cessy diam sejenak seperti memikirkan sesuatu hal. “ Hm... ada deh hehe.” Jawabnya dengan ceriah dan tertawa.
Cessy menghentikan langkahnya menatap Alice dengan tatapan rumit. Alice diam mengerjab menatap Cessy gugup dan merapikan anak rambutnya. Cessy melihat alice rumit.” Kamu sakit?” Tanya Cessy tenang dan khawatir.
Alice melirik lain arah, matanya sedikit kesana kemari seperti khawatir dan menyembunyikan sesuatu, “ Hmm sakit biasa.. sebentar lagi juga akan keluar dan akan segera sembuh seperti biasa.” Jawabnya dengan tenang dan juga bangga. Ia mengusap kakinya pelan menatap Cessy tersenyum lagi lebih riang dan lebih tenang.
Cessy melirik kaki alice. Cessy berdecap pelan,” kenapa tidak di dalam saja jika sakit? Mengapa berkeliaran? Harusnya kau tetap di dalam dan di rawat agar cepat smebuh. Kau bahkan tidak menggunakan sandal diluar ruangan. Apa kau pikir kakimu kebal?” Tanya Cessy menatap alice seperti sedang memarahi anaknya.” apa jangan jangan kau kabur yah dari Rumah sakit?” Tanya Cessy lagi penuh penginbtimidasian,
__ADS_1