
Disya mendengar percakapan Dava dan pemilik panti hanya diam dan saja, tidak tau harus menjawab apa sebab baginya hitam putih sama saja kan? lagi pulak sekali main bola memang membuat dirinya hitam? “ nak Disya diam terus. Orangnya pendiam sekali.” Jelas ibu panti,.
Disya melirik ibu panti dan menggeleng.”nggak kok bu. Disya memang kurang bisa beradaptasi dengan orang lain.” Dava angkat bicara kepada ibu panti.
Ibu panti mengangguk paham.” Nggak apa apa, terimakasih yah nak udah menyempatkan diri main dan memberikan peralatan sekolah anak anak. Disya anaknya baik sekali padahal masih muda.” Ujar ibu tulus dan kagum.,
Baik lagi? Disya merasa senang dibilang baik secara tulus begini meksipun bukan dirinya yang memberikan semua ini jika bukan Dava yang mengusulkan itu semua. Tapi bukankah kata baik sudah keterlaluan dan tidak pantas untuk dirinya??
Itu kata sangat mengerikan untuk dirinya sebagai manusia yang dikenal tidak berhati ini. bahkan dijuluki iblis.
Dan hanya karena uang sepuluh juta saja... Biasanya habis untuk dirinya beli hal tak penting.
...----------------...
Caisar berjalan menuju proyek yang tidak jauh berada di dekat hotel, karena hari ini dirinya sudah sembuh, ia akan kerja dan segera pulang untuk pembukaan cabangnya andrian, jadi dirinya harus segera mengontrol hal hal yang akan dirinya kerjakan hari ini.
Dirinya juga harus mengambil sejumlah uang dalam pepergia nya besok hari. Di sebelahnya ada Andrian, awalnya Andrian mengajak Caisar untuk naik mobil saja, tapi apa daya Caisar benar benar kekeh ingin jalan kaki dikarenakan jaraknya tak tak terlalu jauh. Jadilah ia hanya bisa menurut saja.
“ beberapa hari ini sangat panas. Kemaren kemaren hujan terus, jadi banyak yang sakit kabarnya selain kamu Kai. “ ujar Andrian kepada Caisar sembari menutup sebagian wajahnya dengan lengannya sendiri. Karena memang cuaca hari ini sangat terik.
Caisar mengangguk pelan.” kabarnya ada ribuan yang terkena DBD, dan sudah ada sebelas sorang meninggal dalam bulan ini.” jelas Caisar mendengar kabar yang kemarin dirinya dapatkan dari TV. Itu cukup membuat Caisar kaget dan menerka-nerka apakah dirinya kemaren juga terkena DBD???
Andrian melirik caisar yang meliriknya dan berdehem.” Hehe iya kamu kemaren DBD tapi dokter Lila tidak mengizinkan aku memberitahu kamu, karena takut kamu kepikiran, sedangkan penyakit DBD harus tenang dan selalu berfikir positif.” Ujarnya kepada Caisar cengengesan.
Caisar mendengarnya menatap Andrian dengan tatapan tak percaya.” Pantas saja seluruh sendiku terasa nyilu dan sakit, mana mual terus menerus.” jelas caisar pelan kepada Andrian.
Andrian mengangguk.” Syukurnya kemaren kamu cepat di rawat dan diberi obat. Jika tidak mungkin kamu harus dilarikan kerumah sakit.” jelas Andrian kepada Caisar jujur.
Caisar mendengarnya agak shok juga, sebab tidak berfikir jika dirinya kemaren DBD. Sebab DBD salah satu penyakit yang banyak mengakibatkan korban., mungkin ini juga salah satunya kenapa Adrian bolak balik untuk mengecek keadaannya, bahkan Andrian mengerjakan tugas tugasnya di kamar mereka.
“ maafin ibu tapi ini tidak ada saldonya.”
Suara dari sebelah Caisar saat caisar dan Andrian menuju ATM mengalihkan pandangan Caisar. Terlihat nenek tua dan juga seorang scurity yang sedang beradu mulut di sana sehingga menyita perhatian Caisar. Andrian melihat Caisar yang berhenti ikut berhenti melihat apa yang menjadi fokus Caisar. Nenek nenek yang menggunakan tongkat, sangat tua,
__ADS_1
Nenek tersebut kekeh menatap scurity menolak percaya.” anak saya baru sudah mengirimkan uangnya kepada saya katanya,. Dia sekarang bekerja di kota besar. Dia tidak mungkin berbohong, tolong cek kembali mungkin sedang gangguan,” jelas neneknya kekeh.
Scurity melirik nenek tak enak.” Tapi enek saya sudah dua kali mengeceknya. Boleh saya lihat bukti pengiriman oleh anak nenek keakun nenek?” Tanya scurity ATM di sana sopan.
Nenek menggeleng pelan.” dia tidak mengirim buktinya, semalam dia mengatakan lewat telepon. Dia tidak mungkin berbohong, sebab itu uang untuk saya membayar listrik dan kebutuhan.” Jelas si nenek tegas.
Caisar mendekati nenek dan juga security.” Ada apa yah nek?” Tanya Caisar.
Sih nenek menunjukan scurity dan berkata.” Aku ingin mengambil uang tapi tidak terlalu paham, dan aku bertanya kepada scurity katanya tidak ada uang di dalamnya sedangkan anakku mengatakan semalam dia sudah mengirimkan uang. “ jelas nenek pada Caisar.
Caisar melirik scurity yang menatapnya sopan dan tak enak.” Bisa saya bantu cek?” tanyanya.
Nenek ya segera memberikan kartu.”Ini Pinnya ada di belakang kartunya nak. Tolong yah nak.” Nenek tersebut terlihat memelas meminta bantuan pada Caisar.
Caisar segera menuju ruang ATM melirik nenek yang tersenyum penuh harap padanya.
Andrian mengikuti caisar dari belakang.”ngapain sih KAI?? Jangan ilkut campur urusan orang lain.” Jelas dia dengan kesal pada Caisar.
Caisar membuka dompetnya dan mengerjab pelan, di sana hanya ada beberapa uang saja. Sehingga ia juga mengeluarkan ATM nya, dan mengambil uangnya yang dibutuhkan dan dilebihkan sebagian. Caisar menyimpan kartunya dan menyimpan uang yang dirinya butuhkan.
Andrian hanya diam menatap Caisar dangkal. Sampai caisar keluar dan tersenyum kepada nenek.” Ini uang yang anak nenek kirimkan, hanya segini.” Ujar caisar tersenyum memberikan uang berjumlah tujuh ratus ribu rupiah kepada nenek.
Nenek tersenyum lebar menatap caisar.” Terimakasih yah nak. kamu baik sekali.” nenek terlihat bahagia segera pergi dari sana meninggalkan Caisar.
Scurity menatap Caisar aneh, sebab tadi saat dia mengecek tidak ada uang nya. Andrian menepuk pundak caisar pelan.” kamu ngasih nenek itu duit?” tanyanya kaget.
Caisar tersenyum melangkah menjauh dari ATM. Scurity memandang caisar menjauh dan sejenak tertegun. itu berarti bukan uang nenek asli? Padahal dirinya sudah husuzon tadi.
“ kai.. kamu ngapain ngelakuin hal kayak gitu sih?” Tanya Andrian kepada caisar.
Caisar melirik Andrian dan menggeleng.”memangnya kenapa??? Selagi saya ada uang juga saya pasti akan bantu. Nenek tersebut mengingatkan saya dengan nenek kami yang sudah lama meninggal.” Jelas Caisar kepada andrian jujur. Dulu nenek Mi juga sangat tua dan renta. Sayangnya dia tidak punya anak mangkanya ingin menghidupi Caisar dan adik-adiknya.
Andrian menghela nafas pelan.” tapi yang kamu lakukan itu tidak sepenuhnya benar, semisal kalo anaknya benar benar mengirim tapi salah alamat bagaimana? Uangnya hangus saja kan? sedangkan neneknya tau jika anaknya sudah mengirim uang dan dia terima. Itu juga merugikan orang lih Kai.” Jelasnya tegas pada Caisar.
__ADS_1
Caisar mendengarnya terdiam sejenak menatap andrian.”jika benar begitu mungkin suatu hari kelak uang itu akan menjadi pemberat kehidupan orang yang mengambil uangnya. Andrian beberapa anak kadang membuang orang tua yang sudah tua dikarenakan di anggap menganggu atau mengusik hidupnya, beberapa juga menganggap ibunya sampah. “ jelas Caisar tegas.
Andrian diam melirik caisar yang bicara begitu lugas seakan akan tersambai dari hatinya sendiri. “ andrian, kadang kita beri uang sedikit itu adalah uang milik kita, sedangkan uang yang kita genggam dan kita kenakan itu milik Tuhan yang kapan saja bisa dia ambil. Jangan selalu memikirkan hal negatif untuk melakukan kebaikan, sebab kebaikan datang itu dari hati bukan dari alasan.” Jelas caisar tegas.
Andrian diam memandang Caisar yang berjalan mendahuluinya. Andrian menghela nafas pelan menatap caisar yang kelewat baik. sikap caisar yang kelewat baik begini membuat dia selalu terlihat sempurna dan ingin dimiliki, termasuk dirinya sebagai laki laki.
Andrian menyusul caisar dan berdehem.” Kita mau makan apa hari ini Kai?? Besok kan udah berangkat masa mau fokus kerja terus. Kamu nggak ada mau nyoba kuliner di sini apa?” tanyanya kepada Caisar berusaha mencair suasana mereka,.
Caisar mengangguk setuju.” Boleh. Bapak mau makan apa?” Tanya caisar melirik andrian santai, sebab baginya tadi itu hanya hal yang membuatnya kesal atau marah. Setiap orang berharap beranggapan sesuai yang diinginkan bukan? Begitu pula dengan Andrian mengenai kenaikan.
Andrian berdehem.” Katanya di sini ada restoran seafood kerapu gitu, jadi kita makannya sambil lihat ikan di dekat pantai. Bahkan rumah makannya itu di atas laut. Kamu mau?” tanyanya kepada Caisar lagi meminta persetujuan.
Caisar berdehem.” Boleh pak.” Andrian tersenyum lebar dan segera menelpon supirnya untuk menjemput mereka di sini agar nanti segera langsung kesana saja.
Caisar hanya diam membalas beberapa pesan dari Disya yang menanyakan kabarnya. Andrian melihat chatan Caisar yang tertuju pada Disya dan mendengus.” Kamu ini tetap saja bucin.” Jelas Andrian.
” Ayo itu mobil kita masuk.” Andrian menarik tangan Caisar memasuki mobil yang datang menjemput mereka.
Caisar mengangguk segera memasuki mobil menuju tempat yang dituju, sesekali membalas pesan dari Disya tapi juga melihat pemandangan sekitar.” Oh kita bakal ke danau toba ka? Wah ini danau toba? Bagus sekali.” Caisar terlihat berbinar menatap danau toba di medan. Ini sangat indah dimatanya, sangat luas hanya saja di sini memang sedikit berisik oleh suara klakson.
“ ayo turun kita beli seafood nya dulu di sana. nanti kita ke kedainya.” Ujar Andrian menunjukan pasar ikan segar.
Caisar turun dan menatap andrian polos.”kita beli sendiri bahannya apa gimana?” tanyanya pelan pada andrian.
Sebab caisar kurang tau dengan hal yang berbau makanan begini.
Andrian mengangguk.’ “ iya kita bisa pilih apa saja makanan yang kita mau beli, dan nanti di sana kita hanya membayar upah memasaknya, tergantung berapa kilo dimasak dan mau dimasak apa saja. Tapi disini terkenal sangat enak loh. “ jelas andrian semangat.
” Katanya supaya orang orang bisa memilih sendiri makanan yang diinginkan, dan kadar ke fresh, makanan bisa terjamin.” Jelasnya lagi,
Caisar melihat dan mendengarnya mengangguk paham.” Wah inovasi orang orang sangat bagus yah. dengan begini tidak akan ada complain makanan kurang fresh atau hal hal lain.” Jelas caisar dengan semangat.” Ini bisa menjadi bisnis baru kita.” jelas Caisar lagi dengan semangat.
Andrian memukul kepala Caisar pelan.” kamu ini dimana mana memikirkan bisnis. Ayolah kai kita mau makan bukan mencari uang.” Ujar andrian terlihat kesal pada caisar. Caisar malah terlihat tertawa saja.
__ADS_1