Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
25


__ADS_3

Ditengah kesibukan para kakak-kakak Cleo yang sibuk mencari adiknya yang hilang entah kemana, sosok yang dicari malah memetik buah apel dengan Fadly, mereka memang partner yang baik untuk membuat jantung orang lain sakit cenat-cenut.” Udah cukup belooommmm Cle?”Tanya Fadly yang masih diatas pohon menghela nafas lelah. Ia disuruh memanjat oleh Cleo untuk memetik buah apel ini.


Cleo disana menatap apelnya yang baru berjumlah dikit.”Sedikit lagi kak.. biar nanti Cle bisa bagi lima-lima apelnya sama kakak-kakak cle. Terus bagi sama ayah dan ibunya kakak pati mereka mau.”Ujarnya semangat sembari memakan ape itu. Ia juga sudah makan tadi diberi oleh ibunya Fadly. Ayahnya fadly? Entah ia belum bertemu sedari tadi.


"Dikit gara-gara loe makan Mulu si. " Ujar Fadly membuat Cleo cekikikan. Fadly hanya mengusap kepalanya dan mulai memetik banyak. Hingga mereka mendapatkan satu ember besar disana. Cleo menatapnya penuh binar, ia juga sudah memetik buah anggur tadi diatas genteng. Ahh lebih tepatnya diatas balkon, disana Fadly menanam buah anggur yang juga sudah berbuah cukup lebat dan manis.


“Wahh banyak banget. Pasti kakak-kakak Cle suka semua ini.”Ujarnya semangat menggebu. Tanpa tau kakaknya yang setengah mati mengkhawatirkannya.


Fadly disana memutar bola mata malas.”mereka seneng gue yang encok deh. “Ujarnya. Cleo cekikikan disana dan dengan sekali makan apel ditangannya hingga habis. ini apel ketiga yang ia makan membuat ia kenyang.


”Hemm.. kapan-kapan ajak Cle kesini lagi yah buat metik apelnya. Dibanding mubasir mending Cle yang makan.”Ujarnya semangat.


Fadly disana hanya berdehem saja lalu duduk disampingnya Cle. “Cleo mau pulang. Udah mau malem nanti pasti kakak-kakaknya Cle bingung cari Cle.”Ujarnya disana menepuk pantatnya yang terasa kotor


Fadly menatapnya dengan tatapan tak terbaca.” Hemm. Kalo nginep aja gimana? Nanti gue kasih banyak makanan deh. Sama coklat dan manisan bila perlu.”Ujarnya disana lirih. Ia sangat kesepian dirumah besar ini. ayahnya yang sibuk pergi dengan selingkuhannya hingga lupa pulang dan ibunya yang sibuk menangisi ayahnya yang tak pulang-pulang. Dirumah hanya dirinya dan tak ada teman mengobrol.


Cleo disana menggeleng tegas membuat pipinya bergetar.”Enggak bisa kak maaf. Soalnya nanti kakak-kakaknya Cle khawatir disana. “Ujarnya dengan wajah ikutan murung.


Fadly menghela nafas dan mengangguk saja.setelah itu Cleo pamitan dengan kedua orang tua Fadly. Fadly yang sibuk mandi dan mengganti baju dulu untuk mengantar Cleo. Disana Cleo sendirian diruang tamu, disana ia melihat ruang tamu itu dengan tatapan tanda Tanya. Bagaimana bis orang-orang membuat rumah sebesar ini ini lebih mirip rumah raksasa sungguh..!


Sampai matanya menatap sosok ayah Fadly tadi yang baru sampai kerumah, namun disampingnya ada sosok pria remaja juga. Cleo langsung membuang muka Karena tak suka melihat ayah Fadly.

__ADS_1


Ayah fadly tertegun melihat tatapan Cleo. Cleo terlihat sangat jijik dan tak suka padanya. Apakah ia semenjijikan itu.


“ Dimana anak itu?? Kenapa belum mengantarmu pulang?”Tanyanya pada Cleo.


Cleo disana mendengus.”Anak itu. Anak itu. Itu anak om.. bikin aja maunya., ngakuin aja enggak mau. Situ enggak punya malu yah sampek mau dipanggil ayah? Kalo saya jadi anak situ si ogah manggil ayah.”Ujar Cleo disana sinis.


Ayah Fadly menatapnya tajam.”Kamu enggak diajarin orang tua kamu sopan satun yah?”Tanyanya dengan rendah.


Cleo mengangguk polos.”Iya enggak pernah si. Jadi wajarin aja yah si om. Soalnya orang tua saya sejenis aja sama om, sama-sama iblis. “Ujarnya disana. Fardan terdiam mendengarnya.


Cleo memang sudah tau akan orang tuanya. Caisar tak pernah menyembunyikan kenyataan pada Cleo .


“Saya sedari kecil ditinggalin sama orang tua saya. Awalnya si saya marah sama Tuhan gimana bisa saya dilahirkan sama mereka, tapi ternyata saya salah. Mendingan enggak punya orang tua dibandingkan punya orang tua tapi berasa enggak punya. Malah bukanya ngasih kasih sayang malah ngasih luka. Buat apa yah kan??”Tanya Cleo disana lagi polos.


Cleo disana menggeleng.”Dan setau apa si tuan sama orang dewasa sampek bilang gitu? Kalo masih gagal dan enggak becus jadi orang dewasa jangan sok nasehatin orang deh. Telinga saya tu rasanya mo meledak dengernya, apalagi situ yang ngomong kan saya mau jadi ketawa.”Ujarnya sinis.


Fardan disana tertegun, hatinya menggebu tersayat. Apakah ia segagal itu jadi orang tua?? Ia tersenyum masam mendengarnya. Ia duduk dihadapan Cleo disana. Ia diam menatap Cleo yang diam saja melihat jam dan menunggu Fadly.”Mau jadi anak saya tidak?? Saya punya banyak uang.”Tanyanya entah dari mana pertanyaan itu tapi ia hanya asal bicara saja.


Cleo mendelik.” Saya lebih baik engak punya orang tua seumur hidup kalo orang tuanya macam situ. Perbaiki dulu akhlaknya, baru bisa jadi bapak-bapak. Masa istri sendiri dipukul tapi perempuan lain dielus-elus. Situ enggak sadar dosa?”Tanya Cleo disana tak suka.


“Kamu belajar dari mana si bicara kasar? Dari tadi perasaan ngomong kasar terus sama saya perasaan saya engak salah apa-apa deh sama kamu.”Tanya Fardan disana tak suka pada Cleo. Ucapan Cleo itu menancapkan pisau didadanya seakan kalbunya terbuka menampilkan betapa jahatnya dirinya sebagai orang tua.

__ADS_1


Cleo disana menghela nafas.” Salah anda terlalu banyak jadi enggak bisa dibilangin satu-satu. Lagi pula ngomong sama situ memang harus kasar biar sadar.. Jangan bisanya Cuma ngasarin orang aja sukanya kasar balik nangis.” Ujarnya. Fardan yang geram ingin mengangkat tangan memukul Cleo. Cleo disana segera bergeser dan berdiri.


Fardan hampir kelepasan ingin memukul Cleo. Cleo disana mendelik.” Sekali om pukul bakal dibalas sama kak Farel seribu kali.. inget yah Om Cle punya abang-abang yang kuat. om enggak ada bandingannya, apalagi mereka baik enggak kayak om, bodoh dan juga jahat. Iss bisa bisanya yang kayak gini ditangisin sama tante Dwi yang cantik jelita dan baik. Kalo cerei sama om pasti banyak yang antri.”Ujarnya lalu berlari menjauh.


Fardan terdiam terenyah.


Tak lama disana Dwi dan Fadly datang. Mereka melihat semuanya tertegun. dwi disana diam mendengar ucapan Cleo.


” Gimana ma disadarin sama anak kecil? Anak kecil aja tau mana yang harus dipertahankan dan mana yang enggak. “Ujar Fadly menghela nafas. lalu mendekati Cleo untuk pulang.


Tadinya ia ingin berteriak melihat ayahnya ingin memukul Cleo, tapi untunglah Cleo refleknya sangat bagus jadi ia tak jadi teriak dan marah-marah,


“Yok Cle kakak anterin. Buahnya udah didalam mobil tadi.”Ujar Fadly. Cleo disana mengangguk menggenggam tangan Fadly erat lalu menengok kebelakang.


“Wlee..,”Ujar Cleo menjulurkan lidahnya kepada ayahnya Fadly. Fardan disana mendelik melihatnya namun diam saja sadar itu bocil.


Dwi disana diam melihat Cleo dengan tatapan sendu, ia disadarkan oleh anak kecil membuat ia malu. Bagaimana bisa ia masih stay disini sedangkan ia sudah tak dianggap, tak dihargai dan dihormati? Bahkan sudah dihina dan dipukul mundur berkali-kali. Ia wanita bodoh atau murahan ha?? Ia memang mementingkan masa depan Fadly tapi bagaimana bisa ia melupakan mental Fadly.?


“Dwi..” Panggilan itu dari Fardan. Dwi disana terdiam sadar akan pikirannya. Sudah lebih dari empat tahun suaminya jarang pulang bahkan tak pernah lagi menyentuhnya. Empat tahun suaminya suka menamparnya Dan juga memukulnya. Ia tak tahu apa-apa dikala itu sampai pada ia mendapat kabar suaminya berselingkuh. Ia tak percaya sampai ia memergokinya sendiri. Ia melihat didepan matanya sendiri bagaimana suaminya yang mengerang dan mendesah dengan perempuan lain. Dari sanalah suaminya meminta ingin bercerai dan menikah lagi. ia tak mau sampai-sampai disiksa dan dipukul, dihina dan dicemooh makin jadi.


Istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya selingkuh, suaminya yang berubah saja sudah menyayat hatinya. apalagi perselingkuhan?

__ADS_1


Dwi disana menatap suaminya dengan sendu.


”mari bercerai.” Ujar istrinya. Fardan tertegun mendengarnya. Ini petama kalinya istrinya meminta cerai setelah apa yang ia perbuat. Bukankah ia harusnya senang? Tapi kenapa ia merasa tak terima??


__ADS_2