
Diseberang Disya terlihat bersenandung bahagia didalam mobil, menyaksikan jalanan seakan dirinya tak memiliki beban, katakana dia tak waras, tapi memang dirinya tak waras.
Sesekali Disya menyalip.. yah dia akan kerumah caisar bertemu dengan adiknya untuk melakukan perbincangan masalah.
...----------------...
Di lain sisi sosok Andrian terlihat mengerjab menetralkan cahaya yang masuk menusuk matanya. ia mengusap mata terasa terganggu membuka mata pelan menatap sekeliling. Sudah terang.. Andri menguap pelan menutup mulutnya memilih duduk.
Saat duduk ia kaget menatap Caisar yang tidur diatas sofa. Ia terdiam sesat lalu tersenyum tipis. Andri melangkah kekamar mandi dan membersihkan wajahnya. Memilih mencuci muka dan sikat gigi, tetapi saat keluar ia tak juga mendapatkan Caisar bangun dari tidurnya,
Andri mendekati Caisar mengusap-usap kepalanya pelan. Tersenyum singkat.”Kau terlihat lelah.” Yah Caisar tetap stay di sini untuk menunggunya semalaman.,
Andri tersenyum menatap wajah damai Caisar, mengusap hidung dan bibirnya. Terlihat mengingat sesuatu ia mengerjab. Memilih pergi keluar ruangan meninggalkan Caisar yang masih tertidur diatas sofa damai. Andri melirik pelan Caisar menutup pintu pelan agar Cairan tak terbangun.
Tak berkisar beberapa menit Caisar bangun menguap mencium bau aroma yang menggugah selera. Caisar bangkit meregangkan tubuhnya yang terasa nyeri karena tidur ditempat yang kurang nyaman. Ia menguap sebentar karena tak masalah, ini sudah biasa ia lakukan, bahkan bisanya ia tak tidur dua malam karena mencari makan. Bukan masalah besar.
Ingat mengapa dia disini membuat ia segera menatap ranjang. Sudah tak ada siapapun. Caisar panik segera melangkah mendekati kasur. Sudah tak ada Andri.”Di mana dia? Apa dia sudah sehat?”Gumam Caisar pelan karena kaget ia segera mencari dikamar mandi namun tak juga bertemu dengan siapa yang Andri.
Ingat harumnya makanan membuat ia keluar dari kamar menuju dapur. Caisar menuruni tangga cepat menatap arah dapur, terlihat di tangga disana ada Andri yang memasak sesuatu dipatri. Caisar tertegun mengusap leher tak enak mendekati Andri.,
“Pak... bapak Andrian sudah sehat?”Tanya Caisar pelan.
Andri yang sedang masak menoleh.”Eh iya Kai. Kamu sudah bangun rupanya.” Gumam Andri mengangguk.” Jika kamu masih lelah kamu tidur saja lagi, kamu pasti sangat lelah karena menungguku semalaman. maafkan aku merepotkan mu.” Ujar Andri tersenyum merasa bersalah kepada Caisar.
Caisar menggeleng tak enak.”Enggak kok pak. Saya udah biasa jaga adik saya dulu. Jadi bukan masalah besar. Tapi bapak sudah sehatkan?”Tanya Caisar lagi.
__ADS_1
Andri menatap Caisar tersenyum tipis.”Yah saya sudah jauh lebih baik.. hehe duduk saya sedang memasak omelet dan juga roti coklat panggang, sandwich untuk sarapan kita.. “Ujar Andri menyuruh Caisar duduk.
“hmm apa ada yang bisa saya bantu pak?”Tanya Caisar tak enak, sebab Andri baru saja sakit ditambah ia bos. Mana berani Caisar berlaku bak tuan rumah.
Andri menggeleng.”Kau hanya perlu duduk menunggu makanan jadi. “ Ujar Andri menaruh omega diatas roti yang akan dipanggang lagi setelah selesai dua buah roti tadi.
Caisra melirik kulkas, mengambil susu, menaruhnya di tempat penghangat menyiapkan gelas dua buah. Andri meliriknya pun menggeleng.”Sudah ku bilang kau duduk saja..”Ujar Andri geregetan.
Caisra tersenyum mengambil buah di kulkas mengupasnya,.’” Saya tidak bisa diam saja pak hehe.”Ujarnya. Andri disana melirik Caisar dalam sembari menunggu roti siap santap.” Siapa yang akan menikahimu sangat beruntung Kai hehe.. kau menjadi pria idaman.” Gumamnya pelan.
Caisar melirik Andri mengangguk.”Iya. sebab aku tidak akan membiarkan istriku susah nanti, ia harus menjadi ratu dan bahagia di sampingku,. Aku tak akan mau dia kesusahan sendirian.” Ujar Caisar ringan dan tertawa.
Benar katanya. Bahkan adik-adiknya saja tak pernah Caisar suruh susah, begitupula istrinya kelak. Caisar berjanji pada dirinya jika kelak ia menikah istrinya tak akan merasa kesusahan dalam hidup.
Caisar mengiris buah terhenti menatap andri. Mengerjab pelan merasa kikuk.” Pak.. kan bapak cowok, harusnya bapak jadi seperti saya bukan cewek. “Gumam Caisar. Andri terlihat tertawa tak membalas. Andri lebih memilih mengangkat roti bakarnya memotongnya dan menaruh diatas piring. Disana juga ada sandwich,. Tapi tanganya terlihat gemetar jika diperhatikan.
Sedangkan Caisar? Ia menatap semua pergerakan Andri meringis, terasa merinding sesaat tapi cepat-cepat ia berikan mayones dan susu kental manis dibuah yang sudah ia iris. Ia membuat saaod buah. Caisar mengambil bok kecil yang cukup untuk ditaro salad buah ini. ia menaruh didua kotak.
Caisar duduk di kursi setelah Andrian menyiapkan semua sarapan. Caisar menaruh sisa salad tadi didua piring dan dua susu disana. “ Ini buat bekal nanti pak jika bapak suntuk. Saya satu dan bapak satu.”Ujar caisar pelan memberi satu kotak kecil salat.
Andri menerima dengan gembira dan cerah.” Terimakaish Kai. Kamu sangat baik.”Lirihnya menerimanya ceria.
Caisar tersenyum mengangguk meminum susu. Mengambil sandwich dan mulai memakannya. “ Hmm bapak bisa masak juga rupanya. Ini enak banget,,”Ujar Caisar.
Pipi Andrian terlihat mmrah tersipu mendengar pujian Caisar.” Aku hanya bisa bikin hal lecil begini tapi jika masak berat aku tidak bisa. tapi jika Kai mau aku bisa belajar supaya Kai bisa memakan makananku setiap hari.” Ujar Andri terdengar cepat dan juga girang.
__ADS_1
Caisar yang sedang makan terhenti hampir tersedak menatap Andri yang bertingkah aneh. Meminum susunya ringan menatap kikuk Andri. Andri terlihat murung karena Caisar diam tak menjawab malah menatapnya aneh.”Jika tidak mau tidak apa-apa kok Kai. Jangan menatapku begitu.” Ujar Andri pelan menunduk sedih.
Caisar membasahi bibirnya pelan.” Ti-tidak... aku hanya mengingat kekasihku hehe. Aku harus menghubunginya pagi ini karena kemarin aku lupa menghubunginya. Aku ke atas dulu yah pak.”Ujar Caisar dengan pelan melangkah bangkit meninggalkan Andri sendiri.
“Masalah makanan, makanan bapak sangat enak, ingin lain kali aku makannya lagi tapi bapak tak perlu repot karena ingin memberikan aku makanan lain yang bapak tidak bisa masak.. sekali lagi terimakasih yah pak. Saya ingin mengabari kekasih saya dulu.” menekan kata kekasih, Caisar terlihat tersenyum paksa mengambil salad yang ia bikin melangkah menuju kamarnya meninggalkan Andrian gemetaran.
Andrian menatap caisar menjauh datar dengan mengepalkan tangan. Pisau yang ia genggam untuk memotong roti digenggam erat olehnya, menelisik punggung Caisar yang menjauh.
Prang..... pisua itu dilempar kearah piring Caisar hingga piring itu berbela dua. Wajahnya terlihat suram dan datar.”Kekasihnya yah he....” senyum miring tercetak jelas menguliti siapapun yang melihatnya.
Dilain sisi Caisar melangkah cepat kedalam kamarnya menggigit kukunya sedikit tak tenang.” Astaga... itu pak Andria tidak kemasukan Jin kan?”Gumamnya lirih merasakan bulu kuduknya meremang..
Ciasar terduduk diatas lantai memegang dadanya.”Yaampun-yaampun Tuhan. Dia nggak G4y kan? dia nggak suka aku kan???? “ Caisar mengerjab menenangkan diri.. melihat tingkah Andrian begitu Caisar lebih memilih melihat pocong siang bolong.. itu lebih mengerikan dibanding melihat hantu. Sungguh..!!! tolong selamatkan dirinya saat ini...!!
" Nggak mungkinkan itu efek sakit nya semalam?!!"
Caisar merasa bulu ditubuhnya berdiri berdesir geli mengingat wajah malu milik Andrian... Apalagi pipi yang merah itu . Yaampun Caisar ingin meninggal rasanya.
.
.
.
.Hay Hay... jangan lupa tinggalkan jejak yah...
__ADS_1