Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Siapa?


__ADS_3

Happy reading....! Buat Disya nanti ada part-nya kok kenapa dia benci ayahnya..! Udah janjinya yah Doble Up. Mau Up lagi nggak?


Di dunia lain, sosok paru baya yang baru sadar setelah satu bulan tak sadarkan diri, matanya menyiratkan kekejaman yang hakiki. Ia memegang dadanya sakit merasakan bekas jahitan luka dalam disana.”Bagaimana? kalian sudah menemukan dia yang sudah menyelamatkanku?”Tanyanya disana pelan pada tangan kanannya.


Tangan kananya menatapnya Menggeleng. “Kami sudah menemukanya tuan, sedari tuan dirawat kami sudah mengawasinya hingga sekarang. jadi tuan tenang saja.”Ujar tangan kananya tegas pada sang tuannya yang dihadapannya.


“Jelaskan dikit tentang dia Gib.” Nama tangan kananya adalah Gibran jadi dipanggil Gibra saja..


Gibran pun menjelaskan.”Dia bernama Caisar Alviano Mahardika kakak dati empat beradik. Adik Pertamanya bernama Cessy Alviano Mahardika, adik kedua Rafael Alvaro mahardika, adik ketiga bernama Farel Alviano Mahardika dan yang terakhir Cleo Alviano Mahardika. mereka selama ini hanya hidup berlima saja dirumah peninggalan nenek yang mengangkat mereka sebagai cucunya dikarenakan anak-anaknya yang sudah meninggalkannya sendirian,, sedangkan nama Mahardika itu sendiri dibuat oleh Caisar sendiri dikarenakan yakin jika ia bisa membuat adik-adiknya memiliki titel suatu hari nanti dan akan menjadi keluarga yang memiliki marga.” Jelasnya pelan namun jelas.


” Caisar sendiri sekolah di SMA Hight yang terkenal nomor satu terbaik dinegara Indonesia dengan beasiswa pintar, menjabat sebagai ketua OSIS dengan segudang prestasi miliknya."


Karen disana menyeringai mendengarnya. “ Anak yang berprestasi hmm??” Ia mengangguk tertarik mendengar ceritanya Caisar. Apalagi Caisar yang membuat marga keluarga sendiri.


“Ralat tuan. Lebih tepatnya semua dari mereka berprestasi, adik Caisar sendiri bernama Cessy juga memiliki segudang prestasi. Ia juga sekolah dio SMA Negeri Dengan beasiswa pintar. Kemarin dia juga mendaftar disekolah Caisar untuk beasiswa namun ternyata dikala itu sedang tidak ada penerimaan siswa/siswi beasiswa jadi dia hanya sekolah disekolah negeri biasa. Dia pemenang dibeberapa lomba olimpiade, mengetahui empat bahasa secara otodidak atau dengan buku yang kakaknya berikan saja dan pernah kursus bahasa Inggris biasa dari tetangganya. Dia juga terkenal tegas dan tegas meskipun dia perempuan hingga tidak ada yang berani membullynya. Adik kedua dan ketiganya juga sangat berprestasi. Hanya saja mereka masih sangat muda. Adik terakhir juga sangat cerdas. Bahkan digadang-gadang akan meloncat sekolah dari TK ke SMP tahun ini dikarenakan sudah memahami banyak pelajaran. Rupa-rupanya dia suka melihat para kakaknya belajar sehingga ia juga memahami dengan cepat.” Jelasnya tersenyum bangga dengan penjelasnya. Ah ralat ebih tepatnya bangga kepada kakak-beradik yang sedang ia jelaskan ini. sangat bangga jika memiliki anak-anak begini bukan?


Andai dirinya nanti punya anak seperti mereka pasti sangat bahagia bukan?


Karen disana mendengarnya cukup kagum.” Dimana orang tua mereka?”Tanyanya pelan.


Sosok Gibran tertegun sebentar. Ia mengerab.”Itu. orang tuanya dulu membuang mereka di saat perusahaan mereka bangkrut, tapi sekarang malah datang mau membawa anak-anaknya dengan cara menipu. Dia memilih alasan tersendiri hinga kelima anaknya saat ini menderita karena keegoisan orang tuanya. Anak ketiga kecelakaan ditabrak oleh orang yang tidak diketahui, lalu anak ketiga sedang gangguan mental dikarenakan guncangan trauma melihat kembarannya ditabrak didepan mata. Sedangkan anak terakhir dibawa ayahnya dan dikurung. Rumah Caisar dan Cessy adik pertama Caisar yang masih bertahan tinggal dengan kakaknya dibakar. Kemarin Caisar dibantu oleh temannya sebentar untuk menampung mereka hidup, tetapi Caisar tak enak hati memilih hidup dengan adiknya kontrakan kecil yang dia sewa. Mereka sempat menolak dan hendak mengadopsi Caisar menjadi anak mereka tetapi tidak jadi karena tau jika Caisar memiliki tekat dan prinsip yang kuat. Bagi Caisar jika semakin banyak yang membantunya maka semakin banyak utang budi yang harus dia bayar.”

__ADS_1


“Berapa umur Caisar?”Tanya Karen mendengar penjelas Gibran heran. Ia terdengar sangat dewasa.


Gibran terdiam sebentar.” Memasuki delapan belas tahun tuan, cukup berumur diusianya yang masih kelas 2SMA saat ini, itu karena dia kehilangan empat tahun dalam pendidikan dikarenakan menghidupi adik-adiknya.. tapi dia bisa mengejarnya dengan cara lompat kelas dan juga suka membaca dibeberapa buku yang ia beli ditempat penjualan buku timbangan tukang rongsokan. Begitu juga adik-adiknya. Adik-adiknya banyak tertinggal sekolah selama dua tahun tapi mereka bisa mengejar ketertinggalan hanya saja mereka hanya tinggal dua tahun beda dengan Caisar dikala itu.”


Tuannya menatapnya penuh minat.


“Waw..”Gumamnya., ia tak bisa menyembunyikan rasa kekaguman akan jalan hidup Caisar. Itu mengagumkan dilakukan oleh anak kecil. “Lalu bagaimana ia menghidupi adik-adiknya?”Tanyanya pelan. Mana mungkin anak usia delapan tahun bisa menghidupi mereka?


Gibran terdiam tak bisa menjawab. Ia sendiri tak tega mengatakan bagaimana kisah hidup Caisar menghidupi adik-adiknya, tak pernah ia bayangkan bagaimana Caisar bekerja pagi menjual ubi yang ia ambil dulu dari pedagang, lalu siang bekerja menjual Koran, sore dia akan pada tukang jual bakso yang jualannya hanya sore sampai tengah malam untuk menjadi pelayan. Ia cukup marah mengetahui orang tua Caisar begitu egois tanpa tau jalan Caisar menghidupi adik-adiknya. Tapi ia menunggu Karen tuannya bertindak.


Karen menyeringai jahat. “ Dia cukup menarik minatku. Bagaimana menurutmu Gibran?”Tanyanya pelan.


Gibran menatapnya tak enak, ia merasa jika tuannya memiliki niat yang buruk terhadap Caisar.” Tuan jangan macam-macam, jangan menambah beban kehidupan dia tuan. Dia sudah membantu tuan buat hidup jika dia tidak menyelamatkan tuan bisa dipastikan jika tuan sudah mati sekarang.” Ujarnya mengancam sang tuannya.


Gibran menatapnya memelas.”Tuan. jangan macam-macam tuan, mereka bukan orang yang bisa tuan ajak bermain dalam poros hidup. Hidup mereka sudah menderita jangan ditambah lagi.” Ujarnya lirih. Ia tak kuasa jika Caisar mendapatkan lagi masalah oleh tuannya yang memiliki sisi iblis ini.


Karen mendengus.”memang apa yang akan ku lakukan? Akukan hanya bilang mau ke sana dan menemuinya. Kenapa kamu seperti melihat aku akan menyiksanya saja?”Tanyanya mendelik tak terima.


”Emang ada hal baik diotak tuan Selain kejahatan?”Tanya Gibran.


Karen menyengir mendengarnya. Benar juga? Karen menggeleng.”Aku tidak akan melakukan kejahatan aku berjanji, tapi aku akan mencari keuntungan dengan dia. Dia memilih potensi besar dalam keuntungan hidupku.”Ujarnya dengan tersenyum mematikan. Gibran menatapnya tak suka.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaan anakku Alice? Apa dia baik-baik saja selama aku tidak berada disana?”Tanyanya pelan pada Gibran. Ia merindukan anak gadisnya satu itu.


Gibran tak mau menjawab malah memilih pergi meninggalkan Karen yang bertanya. Tuannya sangat jahat batinnya.


Karen yang ditinggal hanya menghela nafas pelan. “Kenapa si? Apa salahku?”Tanyanya merasa tak bersalah.


Brak.... Gibran menutup pintu kencang meninggalkan Karen yang kaget memegang jantungnya. Ia berdecak.” Gibran Sial4n..!!”Gumamnya. ia menghela nafas pelan,.


“ Apa si Cuma main-main juga... aku Cuma mau berterimakasih sama mereka. Tapi jika ada yang lebih kenapa tidak?”Gumamnya terkekeh disana lalu memilih tertidur setelahnya. Akhhh ia lelah...


.


.


.


Siapa Karen?


Apa niat nya?


Lanjut nggak ni?

__ADS_1


BTW kenapa ada angkat di tulisan itu emng ditypoin supaya tidak di bintang-bintang kan atau disensor hehehe...


__ADS_2