Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
air keras


__ADS_3

Mencegah taksi yang ada. Taksi berhenti didepanya ia segera masuk, “Tolong pak bawa Cle kerumah sakit. Mata Cle kena air keras..!!!!” Teriak Cleo memegang matanya terasa perih.


Supir mendengarnyapun menatap Cleo kaget dan khawatir. “Pak cepet pak..!!” Dari belakang teriak kaget kepada supir membuat supir segera pergi.


Cleo menarik nafas dalam melirik kebelakang. Ia menutup matanya dengan gelisa dan juga diam, matanya sangat perih. Tapi bahunya ditepuk pelan. Cleo melirik sang empu.. disana ada sosok pria yang menggunakan jas hitam yang ia kenal. Faren, ia tertegun.


Lelaki yang membawa kakak perempuan nya pergi.


“ Cuci mata kamu dengan ini cepat. Bahaya,,.!” Cleo menganguk bersamaan dengan Faren membantunya mencuci mata dna mukanya.,


Cleo merasa matanya terasa sangat perih, ia berteriak kesakitan “Sakit huaa..”Tangisan mendera akibat rasa sakit. Ia terdiam menahan diri bersamaan dengan Faren membuka tas disampingnya. Ia kembali menahan wajah Cleo.


”Ini tetesan supaya matamu dingin, matamu bisa buta jika tidak cepat..!!!”


Cleo segera mengangguk menerima tanpa berfikir panjang. Cleo diam merasakan tetesan semakin perih menjadi dingin sejuk. Ia diam merasakan darah keluar dari mata kanannya. Faren diam menatap Gibran yang didepan memberikan dirinya obat beserta plaster. Faren menatap Cleo yang di sampingnya diam menikmati rasa sakit ikut diam tak bisa berkata apapun. Faren sangat tau apa yang dirasakan oleh Cleo.


Air keras itu mematikan, jika terkena sedikit saja di kulit maka kulit akan melepuh, bayangkan jika terkena mata yang notabene nya sangat lunak. Cleo diam menikmati rasa perih yang masih menderah dimatanya. Sampai saat dirinya menjadi tenang, pikiran dirinya akan buta berkecamuk dan juga mendera sangat menghanyutkan. Cleo takut dirinya buta.


Cleo melirik faren menarik saliva kering.


Matanya tertutup sebela kanan yang perih berkata lirih.” Om mata Cle akan buta beneran?”Tanya Cleo serak dan lemah.


Faren diam menatap Cleo yang berkata lirih. Matanya terlihat sangat dingin dan datar. Faren menatap tangannya yang ditahan Cleo.


Cleo menatapnya kembali lirih.”Om Cle ndakk mau buta. Cle nddak mau bikin abang Cle khawatir Om hiks hiks..!!” Tangisan Cleo terdengar lirih. Sangat lirih.


Faren melirik Gibran. Gibran yang paham lirikan tuannya yang tak mampu menjawanb angkat bicara.” Cle tidak usah khawatir.. mata Cle tidak buta, tetapi mungkin kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut yah..!” Ujar Gibran lembut.


Cleo diam menggenggam tangan Faren erat.. Cleo tidak bisa menahan diri untuk tidak khawatir. Jika dirinya bita pasti akan sangat merepotkan Caisar beserta kakak-kakaknya.

__ADS_1


...----------------...


Di sisi lain Caisar yang sedang dilokasi pembangunan merasa perasaan yang tidak mengenakan menjadi sedikit khawatir kepada adik-adiknya. Di sisinya Andri meliriknya bertanya.”Ada apa Kai? Apa ada yang menganggu pikiranmu??” Tanya Andri memegang bahunya.


Caisar yang risih dipegang pun diam sejenak.” Aku hanya merindukan adikku saja.” Jawabnya pelan.


Andri mengangguk pelan melepaskan Tangan Dirinya Dari Bahu Caisar. Caisar diam melirik Andri dalam menghela nafas., Caisar bekerja sampai malam hari ini. Caisar harus menjelaskan masalah keuangan beserta projek dibeberapa perusahaan yang bekerja sama.


Hari ini Caisar tidak lagi tidur di hotel, ia dan Andri akan tinggal di vila milik Andri disana, itu Vila yang biasanya disewa, kemarin Andri hendak mengajak Caiisar menginap disini.


Hanya saja perlengkapan yang kurang membuat mereka harus menginap dihotel terlebih dahulu. Kurang fasilitas salah satunya adalah sabun mandi, handuk baru. Atau bahan makan dan tukang masak untuk beberapa hari tidak ada. Biasanya hanya ada tukang bersih-bersih saja. Jadilah mereka baru pindah malam ini.


Caisar memilih melangkah ke dapur melihat bahan makanan, Caisar itu jarang makan diluar, lebih memilih makan masakan sendiri karena memang dirinya sangat rajin. Di kulkas dirinya melihat ada banyak sayuran, ada udang, ada ayam dan beberap lainnya.


Caisar bukan sosok yang boros hingga harus memasak berbagai menu dalam sekali makan. Jadi ia hanya memilih udang untuk dirinya sambal balado dan juga sayur sawi untuk dirinya buat capcai ala dirinya. Iya dia suka capcai sayur tetapi sayurnya tidak terlalu matang.


Hampir satu jam masak makanannya matang, ia menaruh diatas meja makan, caisar melangkah mengajak Andri makan malam bersama saja. Tok..tok...


tidak ada jawaban membuat Caisar mengernyitkan dahinya kembali mengetuk pintu.”Pak ini saya Caisar... mari makan pak..!!!” kembali tak ada sahutan membuat Caisar bimbang. Apa ia buka saja pintunya yah? saat dirinya coba ternyata benar, pintu tak di kunci membuat dirinya tertegun,


Caisar membuka pelan pintu melirik sela penjuru kamar. Sangat rapi, tapi Caisar tertegun saat melihat Andri yang tertidur diatas kasur.” Duhh bangunin nggak yah? “Gumamnya ragu.


“Tapikan Pak ANdri belum makan dari siang. Pasti laper.”Gumamnya pelan, Caisar memilih mendekati Andri untuk membangunkan dirinya.


Andri terlihat diam dalam tidurnya. Caisar terkekeh.”Duh kalo orang ganteng tidurnya aja tetap ganteng,.” Caisar terkekeh menggelengkan kepalanya sejenak. Caisra mendekati Andri memegang bahunya.


Tapi caisar tertegun, rasanya panas padahal masih diluar baju. Caisar memegang dahi Andri mkaget.”Pak.. bangun, bapak sakit?”Tanya Caiisar khawatir.


Andri terlihat mengerang pe;lan bergerak gelisa membuka mata berat. Matanya terlihat merah, tak lama terdengar suara ringisan dari bibirnya. “Eh yah Kai?” Tanya Andri serak,.

__ADS_1


Caisar menatapnya khawatir.”Bapak sakit? Kenapa tidak bilang..” Tanya Caisar.


Andri tersenyum hendak duduk tapi meringis memegang kepalanya yang terlihat sangat sakit.”Duh pak nggak usah duduk pak istirahat saja.. saya ambilkan kompresan dan obat dulu yah pak. Kemarin Disya udah siapin obat juga buat jaga-jaga kalo saya sakit. Bapak bisa minum dulu.” Ujar Casar bergegas pergi meninggalkan Andri.


Andri menatap Caisra menjauh datar.”Kayak gini aja maish ingat pacar.”Dengusnya mengusap kepalanya sakit. Tak lama setelahnya caisar kembali membawa satu kotak obat. Dirinya juga membawa satu botol air. Caisra, kembali keluar memgambil air dingin dan kompresan. Caisra meletakkan di sisinya Andri.


Andri diam melirimya saja. Caisar menaruh kompres dikepala Andri menggunakan kompres es batu. Andri merasa kepalanya sangat dingin. “Bapak kayaknya belum makan deh. Saya ambilin makan dulu yah, tadi saya udah masak. “ Ujar Caisar pelan melangkah pergi.


Andri ia melirik caisar tersenyum tipis. Berselang beberapa menit caisar datang dengan dua piring nasi dan dua gelas air. Andri diam melirik caisar yang duuduk di sisinya. Caisar membawakan dirinya nasi beserta sayur. Kenapa bukan bubur batinnya?


Tapi Andri tidak angkat bicara. “Sini pak saya suapi, nanti jika sudah makan bapak baru bisa minu obat.”Ujar Caisar.


Andri mengangguk tersenyum menerima Caisar menyuapi dirinya. Caisar menyuapinya penuh ketelatenan membuat Andri makan dengan lahap, mungkin dirinya kelelahan hari ini batinnya.


Caisar memberikan dirinya obat dan membantunya tidur. Caisar mengambil nasi satunya lagi dan mulai makan. Andri menjadi diam melirik caisar yang makan.”Kamu belum makan?”Tanya andri serak.


Caisar menggeleng.”Ini makan kok pak hehe. Bapak istirahat saja saya temani yah, “Ujar Caisar.


Andri menatap caisar dalam. Bahkan caisar makan di kamarnya karena ingin menemaninya. Rasa hangat menjalar di dadanya sampai rasa kantuk menyerangnya membuat dirinya tidur.


Dalam tidur pun ia tersenyum karena merasa hangat.


sedangkan caisar? Dia mlakukan semua ini karena mengingat adik-adiknya. Caisar selalu takut meninggalkan adik-adik yang sakit.


Karena dulu Cessy hampir terkena epilepsi akibat demam panas dan dirinya lamban mengetahuinya.


.


.

__ADS_1


.jangan lupa jejak nya yah!


__ADS_2