Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
CAISAR SAKIT


__ADS_3

Satu minggu berlalu caisar menghabiskan waktu di masa proyeknya, lupa tidur, makan dan bahkan untuk istirahat Caisar benar benar berantakan.


Untunglah pembuikaan hotel milik Andrian di buka diundur oleh andrian karena prihal pekerjaan lain. Karena proyek yang diambil mendapatkan beberapa masalah, salah satunya tanah yang di pilih adalah tanah sengketa. Jadilah harus dialihkan ke tempat lokasi kedua, dan harus diselesaikan transaksinya.


apalagi perusahaan lain yang dirinya ambil proyek nya, Caisar harus segera mendapatkan investor dan kerja Sama kepada beberapa perusahaan besar agar membantunya dalam pendanaan.


Uang Caisar dalam perusahaan masih jauh dari kata cukup untuk pendanaan semua proyek yang dirinya ambil, karenanya Caisar harus kerja lebih keras lagi mendapat kan dana.


Caisar harus membuat banyak proposal yang akan dikirim ke beberapa perusahaan besar, itu cukup menguras otak nya di tengah malam saat dimana harusnya ia istirahat.


Caisar membawa banyak makanan menduduki pinggir tempat proyek. Melambaikan tangan.” Ayo makan dulu, kalian harus istirahat agar tetap sehat. Ayo sudah jam 12.” Ujar Caisar di sana membuat para peerja bersreu mengangguk dan segera berhenti. meski sibuk Caisar selalu menyempatkan waktu untuk mengontrol para kuli bangunan.


Tapi beberapa ada yang masih bekerja.” Ayo kalian knapa masih kerja? Waktu istihat gunakan sebaik mungkin untuk istirahat, jangan sampai menganggu kesehatan kalian.” Jelas Caisar.


“ tangung pak.. dikit lagi..!” jelas yang masih bekerja berteriak.


Caisar mengangguk.” Tunggalkan saja dulu tidak apa apa, sebab masih ada nanti. Istri dan anak kalian di rumah mengkhawatirkan kalian dan berharap kalian tetap sehat. Waktunya istirahat gunakan sebaik mungkin.. “ jelas caisar tegas. Yang masih bekerja di sana mengangguk dan segera menghentikan kerja mereka. Caisar tidak pernah memaksakan pekerjan kepada pekerja.


Caisar pelan pelan memijit kepalanya yang terasa pening. Sangat berat kepalanya karena sudah satu minggu tidak tidur teratur.


” Caisar kamu tidak apa apa?” Tanya Andrian pada Caisar yanmg memijit pelpisnya di pinggir proyek.


Caisar menggeleng pelan melirik Andrian, “ saya ke hotel duluan yah pak, kepala saya sedikit pusing.” Caisar tidak kuat menahan diri untuk tidak istirahat.


Andrian mendekati Caisar dan membantunya untuk berdiri.” Yaudah saya antarkan. Mari saya bantu.” Ujar Andrian menahan lengan Caisar di bahunya agar tidak jatuh.


Caisar menggeleng pelan.” tidak usah pak, saya bisa sendiri.” Jelas Caisar menolak, tapi Andrian seakan-akan tuli, sama sekali tidak menjawab, masih membantu caisar untuk menuju hotel.


“ kalian selesaikan dulu yang di arahkan. Pak Kai sedang pusing jadi harus istirahat. Kalian paham kan?” Tanya Andrian tegas kepada para karyawannya.


“ iya pak.” Jawba mereka menatap caisar dengan kekhawtairan.” Pak Kai sakit apa pak??? Apa perlu kami Panggilkan dokter? Di dekat sini saya ada kenal kok sama dokter.” Jelas pekeja dengan khawtair kepada andrian.


Andrian mengangguk.” Kalian istirahat saja, sebab saya ada kok dokter kenalan di sini. “ jelas andrian


Para pekerja hanya mengangguk pasrah. Dari mereka semua tidak ada yang tidak mengenal Caisar. Caisar selalu memulyakan pekerjanya, tidak pernah mengekang. Kadang di siang hari ia datangkan tukang bakso untuk makan istirahat, kadang membeli es buah, semua makanan yang dia beri selalu yang bergizi.

__ADS_1


Sampai mereka segan kepada Caisar.


Hanya satu, saat bekerja Caisar selalu aerius, tapi saat istirahat atau diluar jam kerja dia sangat terkenal royal dan juga baik.


Kemarin ada salah stau yang izin karena istrinya melahirkan, dengan baik hati Caisar memberikan dia uang untuk melahirkan dikarenakan istrinya harus cesar. Awalanya dia hanya berniat meminjam tapi Caisar memberi secara Cuma Cuma. Mereka sangat bersyukur mendpatalan pimpinan yang sangat baik seperti caisar.


Caisar di antarkan ke hotel oleh andrian, di saat linglung kepalanya semkain berputar Caisar di letakkan di atas kasur. Kepala Caisar angat berat seperti berputar dunianya. “ bentar saya telepon dokter dulu yah.” ujar andrian. Caisar hanya berdehem membuka kemeja yang ia kenakan. Menghela nafas memijit pelipisnya.


Sekian beberapa menit dokter datang dan segera memeriksa caisar, Andrian di belakang dokter menatap caisar khawatir dan juga bingung, ia tidak pernah merawat orang sakit, dan bingung jika melihat Caisar yang sakit begini ia harus apa. Jadi ia hanya diam dan menatap caisar penuh rasa penasaran.


“ pak Kai sepertinya kurang istirahat dan mineral. Lain kali harus jaga pola tidur dan makannya yah pak. Kan jika sakit begini bapaknya kasihan, untung lambung bapaknya masuh sehat jika sudha magh lebih sulit untuk diobati pak.” Ujar dokter kepada caisar.


Caisar menghela nafas pelan menatap dokter lemah. Dokter membuat resep dokter lalu berdehem.” Saya tidak ada obatnya, silahkan beli di apotik yah pak. Ini resepnya saya tunggu di sini untuk saya cek.” Jelas dokter.


Andrian dnegan kaku mengambil resepnya.” Biar saya yang beli oak.” Ujarnya


“ di bawah hotel ada apotik, kamu beli saja di sana jalan kaki saja yah. “ ujar dokter kepada andrian.


Andrian mengangguk segera keluar,ia sendiri membeli obat obatan caisar karena memang mereka hanya berdua di sini, dokter mengusap kepala caisar yang terasa panas.” Saya infus saja yah, kamu demam panas.” Ujarnya. Caisar hanya diam tidak menjawab. Kepalanya teramat sakit. “ sejak kapan sakitnya?” Tanya dokter pelan.


” Terus semalam kamu bergadang dan tidak makan. “ jelasnya menggeleng pelan menatap caisar


“ kamu lupa sama saya?” tanyanya lagi pada caisar.


Caisar melebarkan mata menatap dokter yang tersenyum di depannya, ia mengerjab pelan menatapnya.” siapa?” Tanya caisar kepadanya serak.


Dokter terkekeh menatapnya. dokter cantik dengan bibir merah dan juga wjaha bersihnya. Menggunakan hijab sopan.” Saya Lila, dulu waktu pas kamu maish kecil kita bertemu di jalan. kamu pulang dari kerja dan saya yang hilang karena tertinggal oleh ibu saya dijalan.” Jelansya pada Caisar.,


Caisar mengernyitkan dahinya mengingat kejadian yang dimaksud. Dokter Lina mengusap tangan Caisar.” Tidak usah dipikirkan jika tidak ingat. Itu saat kamu masih kecil dan saya yang sudah besar malah nangis dan kamu bertanya kepada saya. Saat itu saya bilang saya sedang lapar, dan kamu memberikan saya bakso. Kamu juga yang mengantarkan saya ke pos polisi untuk di sebarkan beritanya kehilangan saya.” Jelas Lila kepada caisar.,


Caisar melebarkan mata menatap Lila.” Oh kamu anak kecil yang di jalan itu??” Tanya caisar ingat.


Lila mengangguk mendnegarnya.” Yang ingusnya kemana mana karena menangis terus saya ajak ke kantor pos malah tambah menangis karena takut??? itu pas kamu udah usia 12 yah? eh tapi kok sekarang udah jadi dokter?” Tanya Caisar menatapnya dengan tatapan Tanya dan heran.


“ iyakan kita beda lima tahun.” ujar Lila terkekeh kepada Caisar. Caisar menatapnya sayu dan mengangguk pelan.

__ADS_1


Lila terkekeh pelan.” senang ketemu sama kamu lagi, kamu sama sekali tidak berubah mukanya sejak kecil yah.” jelas Lila lebih lanjut.


Ia berusaha memasukan jarum infus di tangan Caisar dan berdehem. Caisar meringis saat jarum itu harus tertusuk ditangannya.” Sabar yah. ini memang sedikit sakit. “ ujar Lina pada Caisar. Caisar nerdehem melihat Lila yang gagal menyuntikkan uratnya. Dua kali.


Lila disna memerah malu melirik Caisar yang menahan sakit. sampai ketiga kali baru masuk dan Caisar menghela nafas rasanya sangat skait dna nyeri.” Kamu baru jadi dokter?” Tanya Caisar kepada Lila pelan. bisa bisanya tiga kali gagal memasang impus. Caisar bukan orang yang kebal..


Lila mengangguk.” Hehe, aku baru udah koas sebenarnya dan gantikan dokter yang dihubungin karena memang dia sedang ada oprasi. Maaf yah aku juga maish belajar,.” Ujarnya tidak enak pada caisar, segera menyelesaikan tugasnya. Caisar sangat lemah berdehem pelan saja. Lila menatap Caisar yang sangat lemah berdehem pelan.


“ Ini dok obatnya.” Lila melirik andrian yang masuk dan membawa obat yang di suruh, ia membawanya dan menatapnya Dengan tenang.


“ yah bener kok. Tunggu dulu yah.” ujarnya, ia segera menulis beberapa berkas di atas meja dan menulus obat yang akan caisar konsumsi.


Andrian mendekati caisar yang memejamkan matanya. binir caisar pucat.,.” gimana? Kamu masih sakit Kai?” Tanya Andrian mengusap rambut Caisar kebelakang.


Caisar tidak menjawab, ia hanya diam saja. Dokter Lila mendekati Andrian dan Caisar.” Kamu bisa siapkan kompres untuk mengkompres kepala Caisar yang terasa hangat, dia demam cukup tinggi, suhu tubuhnya bsangat tinggi.” Ujar Limna pada andrian.


Andrian melirik Lina.” Kalian saling kenal?” Tanya Andrian bingung.


Lila mengangguk.” Dulu kami teman.” Jelasnya.


“ yasudah saya akan mimnta sama pelayan hotel.” Jelas andrian.


Lila mengangguk menatap caisar yang menggigil.” Kamu keidnginan Kai.” Tanyanya.


Caisar sama sekali tidak menjawab. Lila segera menarik selimut dan menyelimuti Caisar yang menggigil. Caisar meringis memegang kepalanya yang terasa sakit. Lila menatapnya iba.


Andrian mendekat kembali dan hendak mengompres kepala Caisar.” Biar saya saja.” Ujar Linl mengambil nampan berisikan lap bersih dan air dingin.


“ ngak usah. Biar saya.” Ujar Andrian mengelak pada Lila. Lila menatap Andrian dengan tatapan tidak suka.


Andrian tidak peduli, segera mendekati kasur dan memeras lap yang basah, ia taru di atas kepala Caisar yang terasa panas. “ Yausah Jika begitu saya pulang yaah. Semoga lekas sembuh Kai.. selamat siang pak Andrian. Jangan lupa beri tuan Kai makan dan minum obats esuai anuran. Nanti jika infusnya habis silahkan hubungi saya.” Ujarnya Lila kikuk.


Andrian berdehem saja meliriknya, Caisar yang tidak peduli hanya diam saja di tengah tengah tengah kesadaran. Lila segera pergi dari kamar milik keduanya dan andrian menghela nafas.


‘” kan sudah sayang bilang kai. Jangan terlalu keras dengan proyek ini. kamu ngeyel sekali,. Lihat jadinya sakit.” ujar Andrian kepada Caisar pelan.

__ADS_1


Caisar hanya diam tak menjawab. Andrian mengubah posisi kompres dan kembali memasukanya ke dalam air dan di peras.” Saya akan membeli bubur terlebih dahulu untuk makan siang. Kamu tunggu sebentar, saya akan suruh pelayan saja.” Ujar Andrian segera keluar lagi. menyisahkan Caisar yang sakit sendirian sejenak,


__ADS_2