Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
26


__ADS_3

Pilihan hidup ada banyak, salah satunya tentang meninggalkan atau ditinggalkan. Meninggalkan yang kita angap tak baik atau ditingalkan akan kesempatan yang berharga. Tapi satu hal, kita tidak tau yang mana yang membawa kepada kebaikan dikehidupan selanjutnya..... Cleo.___


Caisar meringis tak menemukan Cleo sang adik. Sedangkan sudah pukul 8 malam, ia dan lainnya tak bisa makan dan juga tenang. Sampai pada Cessy yang datang bersama Rafa. Caisar disana dengan cepat mendekat. ”Gimana? ketemu?” Tanyanya Caisar disana pelan.


Cessy menggeleng lemah disnana memilin bajunya, menangis dalam diam. Caisar disana mengusap kepalanya pelan dan menghela nafas. "tenang lah... Cle pasti baik-baik saja ."


“Apa kita lapor sama polisi aja kak?”Tanya Farel pada Caisar.


Caisar menatapnya menggeleng.”Polisi tidak menerima laporan sebelum kehilangan 24jam, jadi percuma dek.”Ujarnya disana miris. Farel disana terdiam mendenggus mendengar fakta itu.


Bagaimana bisa begitu? Padahal nyawa manusia itu bisa saja hilang dalam hitungan detik jika sedikit saja telat bukan? Apakah nyawa manusia sesepele itu sampai bisa ditawar dan dikorbankan? Ia menjadi tak suka mendengar fakta yang ia dapatkan itu. Tapi mau bagaimana lagi? ini sudah menjadi aturan yang dibuat dan pasti ada alasan kenapa dibuat sedemikian rupa. Ia tau hal itu.


“Seeepada.. Cleo cantik pulang..!!”


Teriakan dari luar membuat keempat orang didalam keluar dengan cepat. Mereka sangat kenal siuara itu.


”Cleo.”Gumam Caisar dan keluar... Ia segera menemukan sang adik yang tersenyum lebar kepadanya dengan menarik tali tasnya tersneyum lebar.


Caisar tak bisa menutupi kegusar. Ia mendekat dan meneliti tubuh Cleo.”Kamu enggak apa-apakan dek? Kamu dari mana udah malem? Kakak sama yang lain khawatir tau nggak.”Ujar Caisar dengan cemas kepada sang adik. Hinga tangannya mendarat dipipi sang adik dengan keadaan berjongkok.

__ADS_1


Cleo disana menatap sang kakak dengan rasa bersalah.”Maaf kak. Cle tadi main sama abangnya kakak sampek ketiduran jadi lupa pulang. Tapi Cle bawain banyak buah loh buat kakak..”Ujar Cleo bohong dan tersneyum manis.


Ia tak mungkin bilang tragedy hari ini.


Caisar terdiam melihat sosok disisinya Clleo tertegun, ia baru sadar ada sosok lain.


Sedari Fadly hanya terdiam menatapnya, tadi ia sempat tertegun melihat jalan rumah Cleo yang sangat sempit, belum lagi rumah yang ditempati sangat kecil dan juga hanya papan?? Ini sungguh tak layak baginya membuat ia meringis. Sampai tatapanya melihat Caisar yang datang dengan raut sangat cemas dan segera menginterogasi Cleo. Disana ia bisa melihat Caisar yang masih mengenakan seragam sekolah dan wajah yang kusut. Ia sangat acak-acakan hinga bibirnya terlihat pucat dan wajah yang kusam. Ia jadi sedikit merasa bersalah telah membuat orang lain mencemaskan Cleo dari akibat ulahnya.


Sampai tubuh Cleo melayang dipelukan Cessy. Cessy disana menatap adiknya garang.” Kamu tau nggak si Cle. Kita semua khawatir mikirin kamu. Sampek kak Caisar dan kakak yang lainnya belum makan sampek sekarang. semuanya khawatir sama kamu. Kamu tu nggak si dek. Kenapa enggak pamit dulu kalo mau main?”Ujar Cessy dengan membentak adiknya. Cleo disana terdiam menunduk cessy memang sosok yang paling suka marah dan ganas dibandingkan para kakaknya yang lain. Tapi Cleo tau jika Cessy sangat menyayanginya mangkanya ia terlihat marah.


“Jangan kasar sama anak kecil. Dia enggak salah.”Ujar Fadly disana menatap Cessy tajam. Melihat Cleo yang tadinya ceria sekarang terdiam denganw ajah ketakutan membuat ia tak suka. ia tak suka Cleo dibenmtak oleh orang lain.


Fadly menatapnya tak suka.” Dia adik loe mangkanya jangan dibentak, dia nggak tau apa-apa.”Ujar Fadly disana membentak.


“Loe ngapain bentak kakak gue ha..!! siapa loe ngatur keluarga gue? loe tau nggak gimana khawatirnya kami sebagai keluarga nggak tau dimana adik kami? Kalopun Kak Cessy ngebentak itu larena dia cemas..”Ujarnya Farel tak terima kakaknya dibentak.


Fadly terdiam disana. “Lagi pula loe siapa kenapa sampek adik kita sama loe ha?”Tanya Rafa disana dengan dingin. Ia tak suka sama Fadly yang sudah membentak kakaknya ini. ia tak tau bagaimana rasa orang cemas, ia saja ingin sekali rasanya memukul pantat Cleo yang sudah membuat mereka serangan jantung.


Caisar disana m menengahi mereka. ”Sudah-sudah jangan bertengkar. “Ujarr Caisar disana dengan lembut. Matanya melihat Fadly dengan tatapan tenang dan berkata.” Nggak usah basa-basi juga kan soalnya kita enggak sedeket itu. Tapi gimana bisa adek gue sama loe?”Tanyanya dengan dingin.

__ADS_1


Cleo disana menggeleng cepat takut kakak ya memukul Fadly.”Kakak, tadi cle yang ikut sama kak Fadly temennya kak Caisar. Soalnya tadi Cle petik buah apel dan buah anggur buat kita. Cleo bawa banyak-banyak buat kita. tadi kak Fadly bantuin.”Ujar Cleo semangat menunjukan kresek dibawa oleh Fadly. Ia segera turun dan mengambilnya. Ia segera mendekati kak Cessynya dnegan takut, ia menjukurkan kresek itud engan takut "Maafin Cle yah kak. Cle tau cle salah. Mafain yah.”Ujarnya dengan pelan dan juga takut.


Cessy disana menghela nafas dna membuang muka. Ia disana masuk tanpa melihat Cleo, rasa takut kehilangan adik sangat besar sampai ia tak sadar membentak sang adiknya. Cleo melihatnya mendadak murung disana. Ia merasakan pipnya dicubit pelan membuat ia mendongak.


Caisar tersenyum disana dan berkata.”Susul gih. Kakak Cessy khawatir banget sama kamu sedari tadi soalnya. Maafin yah udah bentak Cle, “Ujar Caisar lembut. Cleo disana mengangguk kaku dan masuk menghiraukan semua orang.


Caisar melirik Farel dan Rafa.”Kalian masuklah.. bersihkan tubuh kalian dan makan, istirahat lah. Kakak tidak mau kalian sakit..”Ujarnya mengusap kepala kedua adiknya yang masih sebahu nya tingginya.


Rafa dam Farel mengangguk dan berkata.”Kakak juga yah jangan lupa istirahat.”Ujar mereka lalu masuk meninggalkan Fadly dan Caisar. Namun memberikan tatapan tajam pada Fadly sebentar.


Caisar sama sekali tak melepaskan tatapan nya pada Caisar dan adik-adiknya yang lembut, ia terenyah melihatnya. Ia baru kali ini melihat Caisar sangat lembut, seketika ia menjadi iri karena tak memiliki satupun saudara.


Caisar menatap Fadly dan berkata.,”Masuk.. maaf sudah mengira kamu berbuat jelek terhadap adik saya.”Ujar Caisar.


Fadly mengangguk masuk, melepaskan sendalnya melihat Caisar yang melepaskan sendalnya lalu melirik segala sisi. Rumah ederhana yang tapi nyaman? Ia duduk disalah satu kursi mellihat semua isi rumah, ada tv kecil yang ukuran gendut tak seperti dirumahya yang kerempeng, ada juga foto-foto beberapa disana, kebanyakan foto adik-adik Caisar yang berprestasi. Bahkan Fadly terenyah melihatnya ada satu meja yang isinya semua piala yang berjejeran disana mulai dari yang kecil hingga sangat besar, ada didinding rumah juga banyak mendali, mulai dari emas sampai perunggu.


Fadly jadi tersentil karena sedari kecil tak pernah mendapatkan penghargaan. Ia juga bis melihat fot-foto Caisar. Cessy ataupun semua adiik Caisar yang berfoto bersama menerima piala dari beberapa pejabat tinggi. Lagi-lagi ia tersentil. Kenapa mereka semuanya berprestasi? dan dia tidak?


Sampai tak sadar Caisar datang membawa teh hangat “Diminum.” Fadly tersentak lalu mengangguk, ia meminum teh itu dengan pelan masih menelisik rumah yang warnanya sudah memudar dimakan rayap. Beberapa bagian ditutup Koran membuat ia tak bisa berkata- apa-apa. Ia mau pulang karena insecure.

__ADS_1


__ADS_2