
Caisar tersenyum pada para adiknya.”Kakak punya kabar bahagia buat Farel, karena kakak sekarang punya Laptop. Kakak punya laptop yang bisa digunakan buat adik untuk melakukan hobby nya. Tapi nanti kita bagi waktu pemakaian, ketika kakak sibuk ke Osisi maka kakak akan pakai tapi jika tidak kamu bisa mengenakannya untuk melakukan apa yang kamu suka. semacam meretas atau Hakcer mungkin.”Ujarnya ragu pada sang adik.
Karena jujur saja ia tak terlalu paham akan mengenakan laptop, ia hanya bisa mengetik, membuat proposal, PPT Bahkan itu harus dibantu Cessy tadi siang. Ia tak cukup banyak waktu bermain laptop atau computer kecuali memasuki pelajaran TIK di sekolahnya.
Farel mendengarnya membelalak, ia bahkan menjatuhkan apelnya. caisar disana menunjukan tas yang ia pegang dari tadi dan membukanya. Mata kempat adiknya melebar menatap apa yang kakaknya bawakan.” Kakak... benarkah?”Tanya Farel dengan binar menatap hal yang paling ia ingin saat ini.
Caisar mengangguk.”Ini fasilitas dari sekolah karena kakak menjadi OSIS. Tapi ini bisa kamu dan Rafa atau Cessy gunakan.. kita hanya bagi waktu saja.. “Ujarnya mengusap kepada Farel.
“Apa lagi kamu sangat sukakan dengan laptop? Kakak sangat ingat jika kamu bahkan sampai bermimpi ingin memiliki laptop.”Ujarnya tertawa menatap sang adik.
Farel segera memeluk Caisar”Makasih kakak.. aku memang sangat menyukai Laptop. Kakak aku sangat bahagia.”Ujar Farel lalu melihat laptop yang kakaknya miliki. Matanya berbinar penuh harap. Bahkan air liurnya hampir menetes jika ia tak cepat sadar.”Wahhh laptop ini mahal loh kak.. karena RAM Dan juga ternologinya yang sangat canggih. Wah kakak ini sangat keren.”Ujarnya membuka laptop itu binary,
Semua adik Caisar disana mengangguk.”Benar kakak. ini sangat keren.”Ujarnya Cessy disana tak percaya. Rafa menganguk saja. Sebab ia tak tau mengenakan laptop, ia juga kursus dulu., hanya saja ia memilih masuk kursus bahasa. Jadi ia memiliki kemampuan yakni bisa berbahasa Inggrs, Jepang dan juga bahasa Prancis. Sekarang ia masih kursus bhhaasa Spanyol. Tapi bisa dibilang lidahya masih kaku karena tak punya teman dalam menggunakanya sehari-hari.
Jangan heran sebab Caisar selalu mengutamakan pendidikan para adik.
__ADS_1
“Kakak. apakah ini ada kameranya yang bisa menghasilkan gambar kita?”Tanya Cleo binar.
Caisar mengangguk dengan manis. “ Iya. Bisa. Cleo mau mencoba?”Tanyanya. cleo mengangguk cepat membuat Caisra terkekeh dan membuka cameranya kaku.
“Waahhh ada Cle disana.. kakak hebat.?”Ujarnya Cleo melihat ada gambarnya dilayar mengundnag tawa para kakaknya. “Ayoo kita berfoto rame-rame.. “Ujar Cleo. Semua mengangguk dan mulai mengambil gambar untuk mereka. Mereka sangat bahagia terlebih pada Farel.
Farel tersneyum dan memeluk Caisar lagi lebih erat.”Kakak terimakasih.. kakak yang terbaik.”Ujarnya. caisar disana tersenyum menepuk kepala Farel mengangguk. Caisar tak tahu mengapa adiknya mau memiliki benda ini. tapi ia cukup senang setidaknya ia bisa memberikan adiknya benda mahal meski bukan dari hasilnya dan memanfaatkan fasililitas sekolahnya.
Pagi ini sangat cerah, caisar yang biasanya hanya mengenakan rompi biru dari sekolah tapi tidak hari ini, ia mengenakan rompi unggu khusus untuk anggota osis, ia dnegyan tersenyum menatap harinya. Ia sangat bahagia mencapai titik ini. langkah kaki lebarnya memasuki sekolah ini pelan hingga ia melihat sudut kelas ada seseorang yang berteriak dan menangis, akh tepatnya ia melihat bayangan dan mendnegar hoho. Ia yang penadaran pun segera mendekat dan melihat apa yang terjadi disana. Langkah pelannya mengayun mendekat dan.. Dugh.. itu Disya sedang membully seseorang.
” Berhenti..”Ujar Caisar. Disya yang melakukannya terkejut. Matanya melebar melihat Caisar yang mendekat kearahnya dan gadis yang ia bully.
Caisar menatap Disya lirih dan menatap korban Disya yang sangat mnengenaskan, hidungnya mengeluarkan banyak darah dan lebam-lebam diskeitar wajahnya. “Pa-pangeran.”Gumam Disya gemetar disana, ia takut sekarang.
Caisar mendekati gadis yang Disya bully, ia menatap Disya dengan tatapan tak bisa diartikan. Disya yang melihat tatapan itu mendadak takut.”Pangeran... ini tidak seperti yang kau bayangkan. Ini-ini salahnya karenanya menabrak ku tadi hingga aku jatuh. Itu ha-“Bibirnya keluh untuk bicara,
__ADS_1
Caisar diam mendengarnya, ia tak berniat menjawab dulu dan memilih menggendong gadis yang Disya lukai ke UKS. Disya yang melihatnya gtak terima, ia ingin angkat bicara tapi sudah dipotong Caisar.” Kembali kekelas dan datangi aku diruang osis.”Ujarnya dingin. Disya tertegun, matanya menyorot dengan dingin sekaligus sendu. Dingin karena Caisar lebih memilih gadis itu dan sendu karena Caisar mendingin.
Disisi lain ada dua sosok yang bertemu dicafe dengan pakaian formal dan juga salah satu yang glamor saling tatap.” Apa kau sudah menemukannya Erik?”Tanya perempuan itu pada sang lelaki dihadapannya saat ini tegas.
Lelaki yang bernama Erik itupun mengangguk. “ Yah aku sudah menemukannya. Ternyata benar dugaan kita jika dia tak membuang atau menjual adik—adiknya. Mereka tumbuh sangat baik disana Lana.”Ujarnya disana lirih pada wanita dihadapannya ini. keduanya saling tatap dan juga menyenduh.
Lana disana mengepalkan tanganya dan berkata.” Syukurlah jika begitu. Jadi kita tidak sia-sia mencari mereka dua tahun ini bukan? Aku sangat merindukan mereka sekarang. aku-aku menginginkan mereka kembali denganku.”Ujarnya lirih dan juga sendu pada lelaki dihadapanya ini.
Lelaki dihadapanya mengangguk dengan pelan.” Aku sebenarnya tidak juga. Hanya salah istriku menginginkan anak perempuan tapi dia tak lagi bisa hamil karena insiden beberapa tahun yang lalu menimpahhnya. Jadi aku hanya ingin anak terakhir dari mereka, kau bisa mengambil semua dari mereka.”Ujarnya dengan jujur dan juga tersneyum tipis mengingat istrinya yang akan mendapatkan papa yang ia inginkan.
Sosok wnaita iu menataponya dalam.”Aku tak masalah,. Hanya saja tolong jaga dia dengan baik, aku tak ingin kau menyakitinya, sedangkan aku. Aku akan membawa mereka untukku. Aku akan mereawat mereka dengan baik.”Ujarnya dengans endu.
Lelaki dihadapanya mengangguk dan menepuk pundaknya.” Baiklah. Kita akan menjemput mereka nanti malam, mereka memang berhak bahagia setelah sekian lama mendapatkan penderitaan.”Ujar dari lelaki yang berna Erik tersebut. Diangguki oleh wanita dihadapannya kaku. Ingatannya mengalir pada kelima anak yang dulu menghiasai harinya dengan ceria dan bahagia, namun semuanya buyar ketika pristiwa itu terjadi . Mereka terpisah dan mereka kehilangan jejak.
Mereka kehilangan' kelima anak tersebut...
__ADS_1