
Halo semua. sebenarnya gue mau tamatkan ini novel. mungkin akhir bulan ini atau awal bulan ini ye. sedih banget yg udah aku tulis malah nggak tersave...
“ aku nggak ngelupain semua keburukan mereka Disya. Aku Cuma mau focus sama kesehatan adek adek aku sembari cari jalan untuk membalas semuanya. Aku Cuma cari jalannya saja sekarang.” ujar Caisar dengan pelan dna dingin.
Disya berdecih.” Gini aja. Masalah Malvin serahkan semua di aku aja. Aku yang akan beresin semuanya tentang dia, dan untuk orang tua kalian, itu urusan kalian.” Jelas Disya tegas kepada mereka dengan semua rencana yang ada di otaknya.
Sedangkan Dwi, Fardan dan juga Fadly mendengar hal itu bergidik ngeri. Bukan apa apa sebab jika Disya turun tangan sepertinya Malvin tidak akan kembali dalam keadaan utuh lagi deh. Dan bisa dikatakan jika Malvin jauh dari kata baik.
“ aku nggak mau nanti kalo kamu terlibat dan kamu masuk penjara Disya.” Ujar Caisar melirik Disya dalam.
“ aku udah biasa ngelakuin hal gini. Jadi nggak usah terlalu khawatir. Bahkan satu keluarganya bisa aku habisin detik ini juga.” Jelas Disya dengan tegas kepada caisar,
“ aku ikut kak Disya, aku bakal balas semua yang Malvin lakuin sama Farel.” Tegas Dava kepada Caisar.
Caisar menggeleng tidak setuju tapi Disya malah tersenyum miring menepuk kepala dava pelan.” bagus... kamu tunggu panggilan dari kakak yah, setelahnya kamu serahkan semuanya dikakak.” Ujar disya. Dava mengangguk dan menatap disya tenang, Caisar menatap Disya dan Dava dengan kerutan di dahinya. Caisar bukan tidak punya tujuan tapi tujuan caisar jauh lebih memikirkan adik adiknya ketimbang balas dendam.
Sedangkan Dava sendiri mempercayai Disya karena Disya selama ini selalu membantu mereka jauh lebih baik. Dava ingin semua sakitnya terbalaskan.
Fadan tersenyum melihat Disya. Menepuk pelan pundak caisar.” Kamu dapat cewek kayak gini dimana sih Kai??? Kalo depan kamu aja bucin tapi kalo maslaah habisin orang aja kayak hal yang biasa banget,” gumam Fardan lirih. Ingat bagaimana keadaan Romi dibuat Disya. Gila, bahkan penyiksaan yang disya beri benar benar buruk. Anak kecil saja ia perlakuan secara keji begitu. Bao tak ada rasa kasihan di hatinya.
Sampai detik ini Viona dan Erik terlihat sangat menggila. Bagaimana tidak? Anak nya dikirim ke rumah mereka dalam ekadaan buruk. Hanya tersisa tubuh tak berbentuk oleh Disya selebihnya sudah meninggal, dikirim mayarnya di dalam kardus dengan keadaan semua tubuh yang sudah dipotong potong dan tangan dan kaki sudah beda posisi.
Caisar melirik fardan yang terlihat menatap Disya dengan kagum. Caisar bukan tidak suka dengan sikap Disya. Sebenarnya sikap disya itu keras apabila menyangkut hal yang tidak ia senangi, jika hal itu tiak salah dimatanya dia tidak akan gila. Disya itu dibilang berbahaya sangat berbahaya, tetapi dibilang tidak, dia tidak juga berbahaya. Tergantung orang lain menaruh dia di posisi mana,
“ untuk sementara Caisar dan Dava tinggal dirumah ini saja yah. kalian pasti inginkan melihat perkembangan Farel dan membantunya kembali seperti dulu. Bisa berjalan dan bicara normal. “ jelas Dwi kepada Caisar.
Caisar menggeleng pelan. Dava melirik kakaknya rumit.” Farel bisa tinggal dengan kami kok ma nggak apa-apa. Kami udah terlalu ngerepotin mama, mulai dari farel koma, Cleo yang juga tinggal di sini. Maaf ma tapi kami nggak bisa. biar kai aja yang rawat Farel.” Jelas Caisar tidak enak menerima tawaran dari Dwi. Mereka sudah banyak merepotkan Dwi dan keluarga.
Dwi melirk Caisar tidak senang.” Kai kamu mau sekolah, ditambah kamu juga harus mengerjakan kerjaan kamu diperusahaan baru kan? kalo kamu merawat Fariel bagaimana dengan semua rutinitas kamu? Kamu nggak akan bisa bebas bergerak. Dan kamu ggak pernah ngerepotin sama sekali. Mama dan papa pasti senang kok kalian disini. Kami ngerasa rameh dan juga senang,. Mama juga udah nggak kerja dan dirumah aja., gatel bisa mama yang ngurus dan bantu dia buat normal lagi.” tegas Dwi kepada caisar tidak mau dibantah.
__ADS_1
“ bener kata mama Kai. Kamu nggak usah khawatir ngerepotin kami.” Jelas Fardan menengahi.
Caisar menatap fardan tidak enak. Fardan tersenyum.” Kalo kamu ngerasa nggak enak kamu inget aja kalo kami ini orang tua kamu, dan dihari tua kelak kamu harus membahagiakan kami dan hidup bersama kami. Hanya itu kok.” Fardan selalu merasa takut sejak dulu, takut jika masa tuanya akan sangat sepi tidak memiliki anak yang akan merawat dan menjaganya.
Ia kan tidak bisa memiliki anak, dan tau jika Fadly bukan anak kandungnya, sejujurnya Fardan sangat sangat takut akan hal yang dipikirkanya terjadi. Tapi sekarang tidak, ia merasa memiliki hal yang bisa ia pertahankan. Caisar dan adik-adiknya sudah ia anggap menjadi anaknya. ternyata memiliki anak tidak harus dari benih dirinya kan?
Caisar tersenyum menatap fardan haru.” Pasti, kalian akan aku bahagiakan karena kalian orang tua kami.” Jelas Caisar.
Fardan terkekeh disana melirik Dwi. Dwi tersenyum menatap suaminya haru, dwi tidak pernah menyangkah jika suaminya akan berubah sejauh ini, dulu dirinya sering dipukul secara tidak manusiawi dan sekarang ia selalu disayang dan dimanja. Dwi sangat bersyukur akan kehadiran Caisar dan adik adiknya,. Baginya caisar dan adik adiknya adalah sebuah karunia terbaik dalam hidup.
Caisar mendekati Fariel dan mengusap pipi Farel yang ada sausnya. Caisra tersenyum menatap Farel yang menatapnya polos.” Kamu sudah kenyang?” Tanya Caisar. Farel mengerjab polos seperti tidak paham.
“kenyang.” Jawba Fariel.
Caisar terkekeh pelan mendengarnya. Ia mengusap kepala adiknya." Iya, kamu sudah kenyang belum?." Caisar menunjuk perut Dava.
” Gorilla kenyang.” Ujar Fariel lagi mengulang kata kata kemarin.
Disya menepuk pelan bahu caisar, memeluk lengannya ringan.,” pangeran nggak boleh sedih. Kalo kata pangeran kita harus selalu bersyukur dan nikmatin hidup. Jika saat ini ada kesedihan berarti Tuhan sednag menyiapkan kebahagiaan. Lagi pula tidak ada yang harus pangeran seidhkan, sebab Farel sudah sembuh, hanya butuh proses saja.” Kelas Disya dewasa kepada caisar.
Caisar tersenyum mendengarnya. Disya bicara dewasa itu luar biasa sekali dimatanya. Disya tersenyum melihat Caisar yang tersenyum kepadanya.” nah kalo senyum gitukan enak lihatnya.” Ujar disya mengusap lengan Caisar tersenyum manis menampilkan senyum manisnya.
“ Disya kalo senyum manis yah?” tany faren kepada Dwi di sisinya. Ia memeluk perut istrinya dengan lembut .
Dwi tersenyum mengangguk.” Iya manis, tapi sayang dia jarang senyum haha. Lebih suka natap orang kayak mau membunuh. Mama aja kalo sama Disya nggak terlaku berani. “ jelas Dwi jujur melirik Fardan.
Fardan terkekeh.” Dikira papa berani? Dia agak gila soalnya.” Ujar fardan jujur.
Dwi malah terkekeh pelan mendengarnya. Memang disya itu gila.” Tapi sayangnya punya pawang yang baik dan tulus kayak Caisar. Disya bisa juga yah milih cowo.” Jelas Dwi kepada Fardan.
__ADS_1
Fardan menganggiuk.” Nggak kebayang kalo semisal Disya milih cowo yang sama kayak dia, seram dan juga punya kelainan kegilaan yang sama. bisa bisa keduanya skongkol ngelakuin kejahatan. Atau Caisar yang punya cewe yang sama baik dan sama sabarnya kayak dia. Bisa bisa mereka dimanfaatin. Memang dasarnya mereka satu paket.” Gumam Fardan tersenyum. Dwi mengangguk pelan mendengarnya.
...----------------...
Disya mengisap cerutunya pelan di dekat jalan, melirik dimana jalan dna rumah malvin. Ia tersenyum miring menatapnya. sudah satu jam ia disana di depan diindo**
Tin. Disya melirik motor yang baru saja sampai dan mengkalksonya sekarang. disya menatap sesoerang itu dari ia memarkirkan motornya hingga ia turun dan duduk di depannya. Disya tersenyum miring memandangnya yang datang tersenyum lebar memandang Disya. “ hallo sayang. Apa kabar?” Tanya nya tersenyum manis pada Disya.
Disya mentapnya tajam membuat lelaki itu terkekeh pelan.” yaampun masih aja kaku. Ada apa nih?” tanyanya pelan kepada Disya.
Disya mendengus dan menatap ke rumah besar yang berpagar tinggi di depannya.” Loe cari tau yang namanya Malvin, seminggu kedepan jadwal dia keluar dan jalan mana aja yang bakal dia lewatin. Gue bakal kasih loe bayaran yang loe mau.” Jelas Disya tegas.
“ kalo gue mau bayarannya elo gimana?” tanyanya tersneyum miring kepada Disya.
Disya meliriknya dengan sinis.”Bahkan dalam mimpi aja loe nggak akan manpu.” Jelas Disya berbisik melirik lelaki itu dengan dingin. pelan ia mengusap lagi cerutu itu. Lalu menjatuhkan di kakinya untuk ia injak.
Lelaki itu malah terbahak dan merangkul Disya tapi Disya sudah menghempas duluan tangannya.” Aduh loe masih aja kaku yah. Btw. Memang Malvin cari masalah apa sama loe sampek loe incer gitu?” tanyanya mulai serius kepada Disya. Agak tersinggung sebenarnya tapi karena sudah terbiasa ia anggap saja itu candaan.
Disya menatap lagi rumah malvin dingin.” Dia nabrak adik pacar gue, dan gue mau dia harus cacat ditangan gue,.” jawab Disya berbisik pelan.
wajah lelaki itu terlihat lebih datar daris ebelumnya.” Loe masih aja sama cowo cupu itu?? kenapa sih loe mau sama dia?? Udah miskin juga. Gue denger denger dia nggak punya orang tua juga loh. Kuli panggul dipasar dan tukang semir sepatu. Loe nggak malu?” Tanyanya pada Disya meremeh.
Disya meliriknya dengan alis terangkat, “ loe ngehina cowo gue?” Tanya Disya dengan alis terangkat menatap lelaki itu rene, wajah lelaki itu keruh mendapatkan pandangan mengjek dari Disya. “ loe nggak pantes hina cowo gue sedikitpun meksipun dia miskin dan Cuma kuli panggul. Soalnya dia hidup pakek keringat sendiri, loe Masih pakek keringat mami papi Delon.” Jelas Disya sinis.” Dan apa yang caisar lakuin sama sekali nggak bikin gue malu, yang bikin gue malu tu Cuma mulut busuk loe yang berani beraninya hina cowo gue yang punya segala kelebihannya dan loe segala kekurangan loe.” Tegas Disya lagi menatap Delon sinis.
Delon menatap Disya terkekeh, sama sekali nggak tersinggung. Mereka sudah kenal sedari kecil, disya ini bicaranya memang blak blakan, transparan dna tidak dibuat buat, semuanya melalui kebenaran yang nyata dalam hidupnya ia. Disya tidak pernah suka bermain muka di hadapan orang lain. Delon itu bukan sahabat hanya saja teman melakukan kejahatan. Disya yang suka menargetkan lawannya dan Delon suka mengawetkan tubuh manusia dan juga menyakiti mayat mayat dalam ruangannya.
Jadi mereka adalah gabungan dari kejahatan yang nyata.. Delon tak pernah berfikir untuk menjauhi Disya, sebab saat Disya melakukan kebusukan atau membunuh orang. ia ayang di suruh untuk membereskan mayat mayat atau korban hingga bersih tanpa meninggalkan jejak. Dengan senang hati Delon mengiyakannya dan menerimanya. Sebab bagi Delon. Ia akan mendapatkan mainan baru dalam hidupnya. Disya sumber kebahagiaan dna hobbynya.
Inpaskan. Disya membunuh dan Delon membersihkan nya.
__ADS_1
“Oke deh... tapi gue tetap sayang kok sama loe Disya... “ Delon mengedipkan satu mata pada Disya dan segera dihadiakan putaran mata jengah oleh Disya. Delon malah terkekeh melihat kedepan. Kerjasama mereka hanya sebatas tentang keuntungan satu sama lain., Disya untung tidak meninggalkan jejak korbannya secara Cuma Cuma dan Delon mendapatkan tumpukan mainan.
Hanya itu.