
...Hello semuanya. yang nanya Kapan Mike dan Rani terbit tunggu ini novel tamat dulu ya. insyallah akan aku tamatkan sebentar lagi. Hanya menunggu sejenak yah! ...
” Dava saudara tiri kamu sekarang masuk rumah sakit karena dia hampir dibunuh sama orang di jalan. kaki dia patah. Kamu nggak mau jenguk dia???” Ujar Lina nanar dan sendu,
Dava diam tak bergeming, dirinya sudah tau dan itu cukup menyenangkan ditelinganya. Lina mengusap pelan pipi anaknya.” pulang yah nak, mama rindu sama kamu. Mama mau kamu di rumah sama mama.” Gumamnya sendu pada dava.” Dimana farel??” tanyanya melirik sekitar.” Kakak kakak kamu mana?” tanyanya lagi kepada Dava.
Dava melepaskan tangan Lina dari kepalanya dan menggeleng.,” maaf anda sapa yah?” Tanya Dava kepada Lina.
Lina terdiam memandang Dava kaget. “ kamu? Kamu bercanda? Sayang?” ia terbata-bata menatap anaknya kaget. Bagaimana bisa Dava melupakan dirinya.
Dava menaap keseluruhan dari Lina, tubuh ibunya sangat bagus, lembut jika dilihat begini mungkin orang lain tidak akan tau dia sudah memiliki lima anak, baju berwarna cerah bak anak muda. Tatanan rambut yang bagus, tas mewah dengan harta ratusan juta. Jam tangan dan perhaisan. Ia diam menatap hal itu, ibunya sangat bahagia yah tanpa dirinya dan keluarga,
“ maaf tante saya nggak kenal sama anda. Mungkin anda salah orang” ujar dava menjauh menarik troli miliknya.
“ Dava. Kamu lupa sama mama? Dava ini mama sayang.” Ujar Lina menarik tangan Dava, menahan troli milik Dava. Ia menggeleng.” Kamu lupa mama? Sayang kamu--” ia kehilangan kata katanya pada Dava yang tidak mengenalnya.
Dava menatapnya diam sejenak.” Mama saya sudah membuang saya dan kakak kakak saya. Jadi saya tidak punya mama lagi.” ujar Dava tenang.
Lina merasa hatinya dicubit akan ucapan Dava.” Sayang mama minta maaf, mama udah mau memperbaiki semuanya kan? sayang maafkan mama.” Ujarnya lirik memegang tangan anaknya.
“ kemarin juga anda bilang begitu, tapi rupanya saya, kakak saya dan adika-adik saya malah dipisahkan, “ ujarnya Dava tersenyum tipis.” Kalian sadar Tidak jika kalian menghancurkan kami?? Sekali kalian buang, dan yang kedua kalian hancurkan kami. Kalian manusia yang tidak bermoral. Pantas anda saya sebut mama?” Tanya Dava bergetar.
Lina memegang dadanya, menatap Dava penuh luka. Dava melepaskan tangan Lina pelan. menatap ke lain arah dna berdehem.” Bodoh sekali saya mengikuti kalian, mempercayakan kalian sampai meninggalkan kakak saya. “ jelas dava pelan.
“ Dav. “
“ saya yang melahirkan kamu, .“ jelas Lina nanar menitihkan air mata. Sudah banyak memandang mereka kaget dan beberapa juga ada yang hendak mererai menatap Dava dnegan tatapan menyalahkan karena tidak mau menerima ibunya.
“ Saya sampai tak habis pikir apa kesalahan kami? Apa kesalahan kami sampai kalian memperlaklukan kami begitu buruk? Kenapa kalian lahirkan kami jika tidak ada rasa tanggung jawab?”
" Dav berhenti bicara begitu!!!!" Tegas Lina menggeleng.
“ Di Usia Kecil anda buang kami? Bukankah kalian sendiri yang meminta kami melupakan kalian dan tinggalkan kalian??? Kami masih ada suratnya. Di saat itu kalian bahkan membiarkan kami jika di buang atau bahkan dibunuh.” Jelas Dava masih tenang.
Ia menggeleng pelan.” Lina..? mama?? Tante?? bahkan saya rasa tidak ada kata yang pantas untuk anda.” Jelas Dava menjauh darinya.
Lina shok, menatap anaknya nanar.
__ADS_1
Dava menggeleng pelan.” anda pergi, rawat anak orang lain, sedangkan anak anda sendiri diluar sana lontang lantung di hidupnya. Mau saya ceritakan bagaimana penderitaan kami kepada anda?” Tanya Dava tenang kepada Lina.
Lina menatap Dava menggeleng, pelan air matanya menggelinang di wajahnya. “ kami kecil ditinggain sama mama papa nangis, nggak tau harus pulang kemana. Dan kak Kai harus kerja di kebun bantu nenek yang mau nampung kami. Dia harus nanam padi di sawah orang. anda tau gaji kakak berapa?” Tanya Dava mencoba tenang menatap Lina.
Lina diam tak berkutik. “ gajinya Cuma lima pulih ribu, dan uangnya buat beli susu Cleo yang masih merah ditinggalin Anda, “ bibirnya bergetar menghela nafas pelan.
Lina diam menggeleng hendak bicara.” Dulu ada nenek Mi yang bisa bantu kami buat ngurus Cleo sampai usia satu tahun dan kak Kai bisa kerja di ladang setiap hari buat cari makan, lading dibayar sama ubi, dibayar sama sayur. Kadang pun di upah beras. Kami mikir bagaimana caranya makan. Bahkan Cleo harus lepas susu sebelum usia dua tahun karena memang kami udah ngak sanggup lagi. nenek mi meninggal dan kak Caisar nggak bisa kerja Full. “ jelas Dava mengusap air matanya tenang.
Lina menjatuhkan air matanya pelan.” Dav.”
Dava menggeleng tenang. Menarik ingusnya pelan.” kak Kai harus nyangkul,. Kami sering main di sawah buat bantuin nangkap belalang buat kami jadikan lauk hehe. Itu kalo diinget inget hal yang bahagia buat kami. Kami bisa punya kakak yang terbaik dan hidup bahagia.” jelas Dava nanar.
" Kami dihina sebagai anak tidak punya orang tua, dimaki. Bahkan sulit untuk masuk sekolah karena tidak punya KK atau wali...!"
“ Anda lihat, dari saya dan yang lain, apakah ada yang terlihat kurang gizi? Apakah ada yang nggak sekolah?” Tanya Dava kepada Lina. Lina memnatap anaknya memburam. Kehilangan kata katanya. Rasanya kelu.
“ Nggak ada kan. kami sehat, kami pinter, kami bahagia.” jelas Dava kepada Lina menahan gejolak emosinya.
“ kak Kai mati matian hidupkan kami. Sekolahkan kami, pergi pagi buat sekolah pulang subuh buat kerja. Dan anda datang janjiin kami kebehagiaan. Kami ikut anda kemarin berharap agar kehidupan kakak kami jauh lebih baik, dia bisa tidur nyenyak di malam hari, nggak harus kerja sana sini. Atau seenggaknya kakak kami tidak merasakan lagi susahnya kehidupan.” Jelas Dava pelan.
Lina menggeleng menatap Dava.” Mam, mama ngelakuin itu biar kakak kamu ikut kita,” masih membela diri pada Dava.
Dava terkekeh pelan menatap ke bawah.” Anda mau kakak kami menjadi salah satu anak yang mendapatkan warisan dari suami anda dan anda tidak usah hidup susah lagi. anda sangat licik, anda buruk. Mengorbankan anak anda dua kali untuk kebahagiaan anda.” Ujar Dava pelan melirik lina.
“ Kembaran saya hampir mati, kehilangan akalnya usai ditabrak anak tiri anda Mlavin.” Ujar Dava nanar.
Lina membelalakkan mata menatap Dava. “ ti..”
“ saya saksinya. Bagaimana kembaran saya dia tabrak, berlumbuh darah kembaran saya. Dan usai kejadian itu anda tau siapa yang menanggungnya lagi?” Dava memotong ucapan Lina.
Lina menatap dava dnegan raut nanarnya.” Kakak kami. Kembali pada kakak kami yang menanggung masalahnya. Saya jadi bertanya Tanya., mengapa kalian setengah itu kepada kami.” Bisik Dava terkekeh hambar pada ibunya.
“ bagaimana kabar Farel?” gumam Lina terisak menatap Dava.
Mengusap air matanya. Dava menggeleng.” Anda tidkya perlu tau, yang pasti kembaran saya jauh dari kata baik, sekali ini saya minta sama anda dan juga Erik. Tolong..” ia mengusap air matanya pelan menatap Lina.
“ Tolong jangan ganggu saya, kembaran saya. Atau Cleo lagi. kami sudah sangat sakit dibuat kalian. Sebagai anak yang dilahirkan kami kembalikan perkataan kalian., hidup lah kalian dengan tenang bersama kehidupan kalian jangan ganggu kami, dan kami pun tidak akan mengganggu kalian, anggap kita bukan siapa siapa lagi.” ujar Dava menaruh tangannya di depan dada kepada Lina. Seakan dia benar benar memohon pada ibunya,
__ADS_1
Lina mengerutkan keningnya, rasanya sangat keluh mendengar permintaan dari anaknya sendiri, lina tidak tau harus bicara apa, seakan-akan separuh dari tubuhnya hilang,. Bahkan otaknya menjadi kosong.
Dulu dimana dirinya meminta anak anaknya tidak mencarinya, atau bahkan menggangunya. Tapi kali ini anaknya yang meminta dirinya pergi.!Lina tidak bisa berkata apa apa lagi.
” Mama..eh ada kak Dava. Uh Dodo kangen.” Sosok yang Dava kenal memeluknya erat.
Dava menajamkan mata menatap siapa yang memeluknya, mengusap air matanya yang jatuh.
Dodo, adik tirinya, memang Dodo ini sangat baik dan menerimanya saat di rumah mamanya.
Dodo memukul pelan perutnya Dava.” Ih Dodo kangen sama kakak sama kak Farel, tapi kalian malah nggak ngabarin Dodo lagi. kalian kemana aja?” Tanya Dodo sendu menatap Dava rindu. Dodo Tika pernah membenci Dava ataupun Farel. Malah sangat senang memiliki kakak seperti mereka. Kakaknya Malvin sangat kaku dan tidak bisa di ajak main sedangkan Dava dan Farel sangat baik.
Lina diam menatap Dodo yang memeluk dava. Dava mengusap kepala Dodo pelan dan melirik ibunya yang menatapnya sendu.” Kakak ada kerjaan, kapan kapan kita main yah.” ujar Dava. Dodo mencebikkan bibirnya kebawah memelas menatap Dava.
Dava tersenyum tipis menfacak kepala Dodo. Menatap ibunya lamban sejenak .” saya pergi.” Ujarnya.
Lina diam meremaskan tangannya pada troli yang ia genggam. Menatap lamban Dava yang menjauh. Lama rasa itu menjadi debu.
Niat hati ingin anaknya bersamanya dan mendapatkan warisan dan hidup makmur, kini malah berharap anaknya kembali menatapnya dengan senyuman.
“ mama. Kak Dava keliatannya marah sama mama. ?” Tanya Dodo memelas pada iibu tirinya. Lina menatap Dono menggeleng tersenyum tipis. Dodo anak yang ia besarkan bersama suami nya Partrik sejak balita. tapi anak kandungnya malah ia terlantarkan. Buruk memang, dirinya sangat buruk.
“ eh mama nangis?” Dodo baru sadar wajah ibu tirinya sembab menatapnya bingung.
Lina diam memejamkan matanya dan menggeleng pelan, rasanya ingin Lina menangis keras, menghancurkan seluruh yang ada di sekitarnya. Tapi tidak bisa, ia melihat sekeliling yang beberapa masih menatapnya tajam dan tidak suka.
Lina sadar dirinya perempuan buruk, tapi Lina tidak bisa menahan tangisnya yang lebih dari tadi sata dimana ada Dava. Dodo melihat ibu tirinya menangis shok segera memeluknya erat.
” Tidak usah menangis. Bahkan jika saya anak anda nyonya, saya tidak akan sudi bicara selembut dia.” Ujar perempuan tua menatap Lina sinis.
Lina memejamkan mata memeluk dodo. Dodo diam menatap Lina yang menangis terisak isak.” Mama ada apa?” Tanya dodo nanar. lina tidak menjawab, rasanya hati miliknya terluka, ada goresan tak kasat mata membuat dirinya peruh sekujur tubuh. Tidak lagi mampu mengendalikan diri selian menangis keras dan berteriak.
.
.
Kalian mau happy ending atau sad ending ges?
__ADS_1