Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Lontong sayur


__ADS_3

Pagi ini Caisar sudah siap dengan pakaian kasual berwarna putih, berpadu celana dasar hitam miliknya, dua kancing atas ia buka membuat bahunya sedikit terlihat,. Meksi begitu ia tak terlihat tua, ia masih terlihat di umurnya, malah Caisar terlihat lebih tampan dari biasanya beserta dewasa.


Caisar dan Andri beda kamar, Andri disampingnya kamar Caisar. Caisar menatap jam ditangannya menunjukan pukul 7pagi, ia segera keluar untuk sarapan di hotel bawah, iya, di hotel ini sarapannya sudah disediakan, disana ada banyak pilihan, ada lontong, ada nasi goreng dan beberapa makanan lain.


" Nggak nyangka, ternyata di hotel ada lontong juga.." kekehan Caisar. Caisar melihatnya segera hendak mengambil lontong karena memang ia sering sarapan lontong.


“ Selamat pagi tuan. Maaf tuan sepertinya anda salah ruangan.”


Caisar barus aja hendak mengambil piring kaget dan segera menatap pelayan yang disisinya.


Caisar jadi malu.”Oh tidak boleh makan yah mba?? bisanya makan boleh hehe.”Gumam Caisar meringis menggaruk tengkuknya yang tak gatal.,


Pelayan tersenyum menatap Caisar, pelayan perempuan menunjukan arah lain.”Di sini sarapan untuk paket ekonomis dan tuan berada di paket eksklusif, itu berada di sebelah tuan.” Ujarnya menunjuk ruang sebelah yang terlihat lebih tertutup.


Caisar melihatnya pun mengernyit.”Memangnya beda apanya yah mbak?? Disana ada lontong juga?!” Tanya Caisar heran nan polos.


Pelayan menatap Caisar gemas sebab baru kali ini ia melihat lelaki setampan dan juga sepolos ini. ia menggeleng pelan.”Bedanya disini hanya untuk pengunjung yang paket ekonomis atau paket biasa, tuan sudah didaftarkan oleh tuan Andri di Eksklusif. Hem soal ada lontong atau tidak di dalam itu maaf tuan, tidak ada, sebab di dalam makan sesuai dengan pesanan.” Jawabnya ragu. Pastinya sesuai harga makannya pasti beda.


Caisar menghela nafas pelan. “Saya mau makan disini saja tak apa kan?? soalnya makanan orang kaya nggak ngenyangin.”Bisik Caiisar pelan.


pelayan perempuan tersebut hampir menyemburkan gelaknya jika tidak ingat dirinya siapa, ingin sekali ia mengunyel pipi Caisar yang menggemaskan dimatanya. “Boleh tuan.” Ujar pelayan tersebut.”Tapi dengan syarat nanti tidak ada pengurangan biaya yah tuan, sebagaimana perjanjian awal.”


Caisar mengangguk “Oke deh.” caisar tersenyum cerah.


Pelayan perempuan hampir menyipitkan mata saking silaunya senyum Caisar. Tanpa sadar pelayan tersebut ikut tersenyum.


” Caisar..!” Caisar mengerjab menatap kesamping dimana asal suara.

__ADS_1


Andri datang bersama Bian dan Deon. Caisar tersenyum “Eh pak.” Caisar menyapa ramah.


Andri mengangguk melirik pelayan di samping Caisar datar nan dingin, pelayan tersenyumlah menunduk takut dilirik begitu. “Sedang apa kau di sini?” Tanya Andri pada Caisar. Ia kembali menatap Caisar yang dihadapannya.


Caisar menunjukan STAN makanan.”Itu mau sarapan pak. “ Jawab Caisar cerah.


Andri menaikan satu alisnya melirik makanan yang ada, ia mengernyit jijik." Disini tidak higenis. Ayo tempat makan kita sudah di siapkan di samping. Disini kotor banyak kuman.” Ceplos andri mengundang banyak tatapan tak terima kepadanya.


Caisar mendengarnya menjadi tak enak hati pada orang-orang.” Tidak pak, saya mau makan disini saja, disini bersih dan enak kok. Kan sudah ada pelayan beserta pembersih yang berjaga. Jika bapak ingin makan di samping silahkan.” Ujar Caisar pelan.


Andri mendengus menatap ke Caisar. Caisar kembali berujar.” Saya mau ambil dulu tuan, disini enak enak kok makanannya, apalagi ini, suah lama sekali saya tidak makan.” Ujarnya terkekeh mengambil piring kembali.


Andri meliriknya diam tak menjawab, Caisar tak peduli mengambil lontong, dua telur beserta kuah nya yang berisikan kulit ayam dan juga kacang buncis, ia mulai mengambil kerupuk dan minum, disana juga ada buah yang boleh di ambil sesuka hati yang berisikan buah pepaya, buah naga dan buah semangka yang sudah dipotong. Caisar mengambil juga buah dalam piring kecil yang disiapkan, ia taro dinampan besar. Ia mengambil minuman jus jambu memilih duduk di ujung yang kosong.


Andri melihatnya tetap diam.”Hey bung. Jangan menghalangi jalan manusia kotor ini untuk makan..” Andri kaget saat orang mendorongnya.


Caisar melirik hotel yang ia inap.”Hotel ini terlihat sangat besar tetapi kenapa lontongnya seperti ini? ini terlihat sangat tidak masuk akal.”Gumamnya mendengus kecewa, sebab lontong yang ia makan sedikit lembek, belum lagi kuahnya yang santannya terasa cair, ia hanya makan sebagian, sisanya ia makan buah beserta makanan penutup manis saja.


“ Masih enakan lontong harga 10ribu,.”Gumamnya menghela nafas. memang yah makan ditempat mahal tidak menjamin rasa enak.


Lain sisi Cleo yang sekarang memiliki banyak teman di Sekolah Nya, Cleo dianggap anak baik dan ceria, anak orang kaya juga sehingga ada banyak teman yang ia miliki. Cleo senang sekolah, sesekali pula ia dan trio setan terlibat konflik, tapi bukan hal besar. Hal anak-anak biasa.,


Sedangkan Riko yang terkena kencing kodok kemarin katanya melakukan operasi dimatanya dikarenakan matanya terkena infeksi. Cleo merasa bersalah akan hal itu, tetapi tak juga menutup rasa senang sebab rasa kesal dan dendamnya terbalaskan pada bocah nakal itu.


hem Cleo malas mengatakannya tapi ia puas.


Cleo duduk di halte menunggu jemputan hari ini, sepertinya hari ini supir biasa telat menjemput, ia menguap sebentar melirik semua orang sudah pulang hanya tersisa dirinya. “Yaampun mang udin rasanya mau Cleo udengudeng deh.”Gumamnya kesal.

__ADS_1


Plak. Cleo menutup matanya kaget saat ada sesuatu yang memasuki matanya. terasa perih, untung refleknya cepat. Ia segera mengusap pelan matanya.


“hahahaha... lagi bang lagi..!!!” teriak dari depan.


Cleo mendengarnya pun menatap sang empu. Ia kaget, ia segera berlari dari sana meninggalkan dua anak yang menyemprotnya menggunakan pistol mainan yang berbau busuk itu.


Cleo berlari tanpa arah. Dengan kedua anak yang mengejarnya. Cleo mengepalkan tangannya dan berteriak.”Tolongin Cleo..!!!!!” Teriaknya keras mengundang beberapa orang. kedua anak tetap mengejarnya dengan cepat.


Tapi Cleo lebih cepat. Karena lelah Cleo melempar keduanya menggunakan tas yang ia sandang hingga keduanya jatuh. Cleo berbalik dengan mata merah, mengambil batu dengan cepat melempar kepala Romi yang hendak mengejarnya lagi.


Argh semua berteriak karena kepala Romi yang mengeluarkan darah. Cleo kembali berlari meninggalkan Romi yang menangis memegang kepalanya. Raka yang di sampingnya kaget memegang kepala sang saudara.


“Romi astaga Romi..!!!” Mereka melupakan pistol berisi air di sisinya. Cleo disana berlari berhenti menatap keduanya dari jauh tajam. Ia mengusap matanya yang perih dan menciumnya. Itu berbau busuk, ia mengepalkan tangannya.


Mencegah taksi yang ada. Taksi berhenti didepanya ia segera masuk, Ia tak melihat ada atau tidak nya orang di dalam.


“Tolong pak bawa Cle kerumah sakit. Mata Cle kena air keras..!!!!”


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2