Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
marahnya Cessy


__ADS_3

Cessy menghela nafas pelan d kerumah Alea olehnya dikaremakan Alice yang kurang sehat ingin di suapi olehnya.


Alea menatap Cessy dengan tatapan memelas.” Morgan tante minta tolong banget yah buat suapin Lia. Soalnya dia nggak mau makan kalo nggak kamu yang suapin dia.” Jelas Alea dengan tatapan sendu pada Cessy,


Cessy mengangguk pelan mendengar Alea bicara.” Ini buburnya. Kamu ketok aja pintunya.” Jelas Lea kepada Cessy.


Cessy mengangguk lagi menuju kamar yang di tunjuk oleh alea. Cessy berdehem sejenak mengetuk pintu.” Kan udah dibilangin alice nggak mau makan kalo bukan Morgan yang suapin..!!!” teriak Alice keras dari dalam.


Cessy membuka pintu pelan menggunakan kunci serap .


Plas. Cessy shok melihat pas bunga yang dilempar. Dibelakangnya bahkan alea juga shok menatap tingkah anaknya.” lia nggak mau makan dibilangin jugak..!” teriak Alice tak melihat Cessy usai membuang pas bunga.


“ ini aku Morgan.” Jelas Cessy tegas.


Alice melebarkan mata, segera berbalik badan menatap Cessy yang berdiri tegas di sana menatapnya dingin. Alice buru buru bangkit menatap Cessy gugup.” Eh yaampun maaf.. aku aku nggak tau.” Ujar Alice kepada Cessy.


Alia dibelakang Cessy diam menatap anaknya yang hampir berlari menuju Morgan. Tapi Cessy terlihat menatap Alice dengan tatapan tidak suka.” kamu minta maaf dengan aku sedangkan kamu tidak merasa bersalah melakukan hal buruk itu kepada ibu kamu? Alice yang melahirkan kamu itu ibu kamu bukan saya. Nggak pantas kamu sopan dengan saya tapi tidak dengan ibu kamu.” Tegas Cessy mendekat dan melewati semua kotoran pas bunga yang usai pecah.


Ia menaruh bubur di atas meja didekat kasur agak kasar dan alice mendekatinya nanar.. Alea diam berdiri di depan pintu menatap Cessy dan alice diam penuh pikirannya sendiri.” Duh aku bener bener nggak sengaja. Maafin aku.” Ujarnmya Alice kepada Cessy nanar dan takut.


“ harusnya kamu mimnta maaf sama mama kamu bukan sama aku. soalnya aku itu bukan siapa-siapa kamu Sampek kamu harus begitu sama aku.” Jelas Cessy tegas.

__ADS_1


Aliuce mendengarnya melirik mamanya yang berdiri di pintu nanar.” dia yang nyuruh aku ke sini karena kamu sakit dan harus makan obat. Dia khawatir dan sayang sama kamu. Tapi perlakukan dia kayak gitu. Kamu nggak punya hati apa gimana sebagai anak??” Tanya Cessy tegas.


Amarah Cessy memang tipis menyangkut kekurang ajaran seorang anak terharap orang tuanya. Dirinya dulu tidak punya ayah dan ibu meliat anak yang di sayang begitu pada ibu dan ayahnya tapi malah di bangkang begitulah Cessy tidak tega.


“ kamu sering kayak gini sama ibu kamu?” Tanya Cessy pada Alice bersedekap dada, Alice memnunduk dibuatnya tak berani Dijawab.


Cessy melirik Alea yang diam saja menatap anaknya sendu.” Kalau saya jadi ibu kamu mungkin kamus udah saya buang. Tidak sopan menjadi anak, sudah dibaiki tapi malah berprilaku buruk. Lia. Kamu hidup dari tajin ibu kamu, bahkan kamu buang air besar pun ibu kamu yang mencucinya. Sudah besar dengan keras dan lantang bicara buruk, berprilaku buruk. “ tegas Cessy.


“ maaf.” Gumam Alice kepada cessy nanar.


Cessy memutar bola mata malas.” Minta maaf sama ibu kamu bukan sama saya. Lain kali berprilakulah baik kepada ibu dan ayah kamu sebelum kepada orang lain. Karena kalo kamu jatuh tidak ada yang lebih baik dari mereka yang menyambut kamu.” Jelas Cessy tegas kepada Alice.


Cessy membuat jarak di keduanya.” saya pergi, kalo kaju nggak makan dan minum obatnya saya ngak akan mau main sama kamu lagi. dan kalo kamu begitu lagi sama ibu atau ayah kamu, saya nggak akan mau ketemu sama kamu lagi.” tegas Cessy kepada Alice.


Alice menatap Cessy menjauh nanar.” morgan nggak boleh gitu ih. Morgan,,” cessy segera pergi usia marah marah meninggalkan alice yang mencebikkan kebawa, dengan lindangan air mata yang terus mengalir menatap Cessy menjauh.


” Maafin Lia mama.” Ujar alice kepada alea yang tak jauh dari dirinya.


Alea menatap alice nanar dan segera memeluknya. Seoreang ibu tidak pernah tega melihat anaknya menangis terseduh seduh begini. Dengan batin luluh ia tetap merangkul anak anaknya bagaimanapun kondisinya.


Hanya terkadang anaknya saja yang tidak tahu diri. Tidak pernah bisa menempatkan diri di posisi hidupnya.

__ADS_1


Cessy menghela nafas pelan keluar dari rumah Cessy, sata keluar ia bertemu dengan anak laki laki yang berjalan masuk ke rumah. Keduanya berpapasan tapi Cessy memalingkan wajahnya. Itu anak angkat keluarga ini, anak laki laki yang Cessy sendiri tidak tahu namanya.


Cessy memilih segera berjalan mencari taksi. Kalian bertanya apakah cessy ada mobil? Tidak ada, dia di sini menggunakan taksi atau berjalan kaki. Jadilah ia harus mencari taksi dulu dijalan baru bisa menuju ketujuannya. Cessy menghela nafas pelan menatap langit sudah hendak turun salju. Untung hari ini dirinya menggunakan jaket hitam.


“ eoy ngapain loe disini?” Tanya willy yang tiba tiba berada dibelakanbg Cessy.


Cessy mendengarnya memutar tuuhnya menaik satu alisnya menatap Willy yang terluhat menggunakan baju santai.” Loh harusnya gue yang nanya. Ngapain loe di sini?” Tanya Cessy heran. Perasaan suka sekali dirinya bertanya Willy di jalanan.


Willy menunjukan stau rumah tak jauh dari rumah alice tadi. “ itu rumah gue, tapi gue lihat loe jalan kaki dari sana. jadi yah gue turun, eh nggak tuanya beneran loe. Loe dari mana malem malem gini?” tanyany heran kepada Cessy yang berada tak jauh dari jalan dekat dipekarangan rumahnya.


Cessy melirik rumah willy,wm wah besar sekali, tidak jauh ebda dari rumah Cessy, bedanya rumah Cessy lebih luas dan perkarangan rumahnya juga banyak tanaman yang tinggi, jjika rumah milik willy ini tidak terlalu luas. Type perumahan mewah biasa yang sangat besar dan lapangan yang tidak terlalu besar. Rumahnya sendiri berwarna goldrose yang dipadukan dengan putih.” oh ini rumah loe? Tadi gue ke rumah Lia.” Jelas Cesst kepada Willy.


Wily memutar bola mata jengah."malem malem gini?” tanyanya padanya.


Cessy berdehem mengangguk.” ngapain sih nemuin cewek manja kayak dia. Udah yuk ke rumah gue aja Mo. Bentar lagi bakal ada badai salju katanya di kominfo. “ jelasnya merangkul Cessy agar mengikutinya.


“ iyakah?” Tanya Cessyy hendak mengeluarkan HPnya.


” demi Tuhan nggak boong, ini aja udah mau turun salju. Kalo loe nyari taksi nggak ada lagi sekarang. nggak berani taksi pas salju turun. Mending loe ikut gue kerumah gue aja nginep. “ jelas Willy pada Cessy.


Cessy menggeleng.”ggak usah. Nanti gue pulang gimana kalo udah badai.” Jhelas Cessy mencoba tidak ingin ikut. Tapi bukan Willy namanya jika tidak memaksanya.

__ADS_1


__ADS_2