Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Alasan bolos


__ADS_3

Kedatangan caisar bersama Disya yang botak kesekolah menarik perhatian para orang sekolah, sudah dua minggu ini Disya memilih sekolah di rumah saja untuk ujian akhir sekolah dikarenakan sakit. Lalu ke sekolah kali ini dalam keadaan botak. Dan yang membuat aneh lagi Disya tetap terlihat cantik dengan kepala botaknya. Apalagi Caisar terlihat biasa saja dengan Disya yang botak di sebelahnya.


Disya disana yang ditatap aneh oleh orang orang menatap Caisar dengan kesal.” Ih pangeran liat deh mereka liat Disya kayak Disya lucu gitu. Emang Disya kenapa sih? Disya jelek yah botak?” tanyanya merengek.


Caisar melirik semua orang yang curi curi pandang pada Disya. Ia menatap Disya dan mengangguk.” Kamu nggak lucu sih tapi gemoy hehe. Tadikan udah dibilangin pakek Wig sama mama Dwi tapi kamu nggak mau.” Jelas Caisar pelan. Disya ini keras tidak bisa di suruh suruh. Alhasil akan menyalahi orang begini. Padahal sudah diingatkan,


Disya mencebikan bibirnya.” Pakek wig gatel. Disya nggak suka, gini aja adem gitu.” Jelasnya tenang. Apalagi bekas lukanya perih dan panas jika pakek wig.


Caisar menghela nafas pelan.” yaudah kalo gitu jangan lihat orang kalo adem.” Ujarnya.


Disya menatap Caisar mengangguk.” Cuma mastiin aja kalo Disya cantik meskipun botak. Disya takutnya pangeran berpaling gara gara disya botak.” Ujar disya mengerjab pelan.


Caisar menggeleng,” nggak Yaampun Disya sayangku, cintaku. Kamu bagaimana pun akan tetap cantik dan yang paling pangeran ini cintai., ayo masuk sayang ayok.,” jelas Caisar sabar yang membuat Disya malu malu mengangguk dan mengikuti Caisar,. Caisar hanya terkikik geli melihat Disya yang menggemaskan. Bayangkan sajah wajah Disya yang menggemnaskan di sertai kepoalanya yang botak. Dimata Caisar Disya seperti tuyul.,


” Njir Disya botak aja cantik gitu.” Ujar salah satu murid.


Murid lain mengangguk pelan.” asli sih. sayang banget sebenarnya dia tu psiko, kalo dia nggak psiko udah gue pacarin dari lama,.” jelas pria di sebelahnya dengan tampang polos.


“ loe rubah aja muka loe jadi kayak Caisar pasti dia mau jaid pacar loe.” Ujarnya yang lain tergelak.


“ muka kayak caisar mah gampang. Yang nggak gampang tu punya sikap kayak caisar, pintar kayak Caisar. Semisal gue punya muka kayak Caisar udah ajdi fakeboy gue. kalian semua gue hamilin.” Jelasnya dengan mengejek. Kepalanya digeplak teman temanya disana. dan ia hanya terkekeh.


...----------------...


Sebagaimana yang dijelaskan tadi pagi. Caisar akhirnya masih mendapatkan juara satu pararel, di susul oleh Chio sebagai pararel dua, Caisar tersenyum senang melihat nilainya yang memuaskan. Salah satu guru mendekati Caisar dan menepuk pundak caisar.” Caisar selamat yah kamu masih bertahan di juara kamu.” Jelasnya tersenyum senang.


Caisar mengangguk menyalani tangan guru.” Terimakasih ibu.” Ujar caisar sopan ,.


Guru mengangguk.” Nilai kamu hampir sama kayak Chio juara umum 2, Cuma karena dia anak baru kami tidak bisa memberi dia juara satu umum, dan lagi nilai kamu hampir semuanya sempurna. Jadi pertahankan yah.” jelasnya sebelum pergi.


Caisar menatap Chio yang menatapnya tajam dan mendenggus sebelum pergi. Caisar disana menaiki bahunya pelan dan menatap kedepan dimana para juarawan dipanggil satu persatu., Caisar menghela nafas pelan, dirinya sudah dua bulan tidak sekolah, Caisar yakin ini pasti karena ulah Disya membuatnya masih tetap juara satu.

__ADS_1


Tapi nilainya memang tidak anjlok meski dirinya tidak sekolah dan semua tugas ia kirim via online.


Chio mengepalkan tangan menatap Caisar kesal. Bisa bisanya dirinya kalah,. Dirinya selalu menjadi juara satu tapi mmengapa malah kalah dengan Caisar yang bahkan sudah bolos hampir sebulan. Dirinya merasa tidak adil sekali, dan dirinya haruslah menjadi nomor satu juga disini.


Chio melirik Disya yang kalem duduk di kelasnya. Ia berdehem pelan, bahkan Disya perempuan paling cantik dan menarik saja Caisar dapatkan. Iya baginya Disya paling cantik dan menarik, bahkan botak saja dia masih terlihat cantik dan PD akan dirinya sendiri. Choo mendekati Disya yang menatap raportnya malas.” Kamu juara berapa?” tanyanya lepada Disya.


Disya menatap Chio dan menatap nilainya sendiri.” Kenapa mau pamer juara kelas? Sana sana bikin muak tauk.” Ujar Disya kepada Chio kasar.


Chio yang ditolak mentah-mentah menatap Disya tidak suka, meliik nilai Disya yang cukup mengejutkan. Wah wah, dia memiliki empat nilai merah, wajar sih., pasti banyak pelajaran tugas yang tertinggal, dia terlalu suka bolos


“ Gue Cuma mau nanya aja kok.” Ujar Chio. Disya meliriknya tajam membuat Chio mendesis kesal dan segera pergi meninggalkan disya.


Disya mengusap kepalanya kasar menatap nilainya yang kacau. Menggigit kukunya pelan.” pangeran pasti marah banget lihat nilai gue.” gumamnya pelan. Disya mengusap kepalanya kasar sekali lagi. sialan, ini sangat membuat dirinya murah


Disuya segera keluar dari kelasnya untuk ke keruang guru untuk mengganti nilainya. Tapi sata keluar kelas dirinya gelagapan karena Caisar sudah ke sini.


Caisar tersenyum lebar melihat Disya yang berada didepannya.” Disya... “ ujarnya tenang kepada disya. Ia bahkan mengusap kepala Disya sayang.” Gimana hasilnya? Bagus?” Tanya Caisar kepada Disya lembut.


Caisar menatap dalam nilai nilai milik Disya. Rata rata adalah C, bahkan nilai A hanya dua buah, dan ada nilai D tiga buah dan nilai E satu. Ini Disya ada empat merahnya? Ia menatap Disya yang tersenyum polos padanya, seakan tidak melakukan kesalahan apapun.


Disya dulu tidak pernah memikirkan nilai jadi guru juga tidak segan memberikan dirinya nilainya yang sesungguhnya.


Disya memainkan jari jarinya ditatap Caisar gugup.” Maaf.” Gumam Disya pelan pada Caisar.


Caisar menghela nafas pelan melihat di bawah sekali ada keterangan, naik kelas. Sepertinya guru guru menaikan disya ke kelas tiga juga karena mereka takut dan tidak berani membuat Disya tidka naik kelas. “ Disya disya.” Gumam Caisar menggeleng pelan.


Disya melihatnya semakin menciut.” Jika semester depan kamu nilainya nggak bagus dan ngga lulus juga. Kita batal nikah..!” tegas Caisar kepada Disya.


Disya mendengarnya seperti di sambar petir di siang bolong.” Pangeran kok ngomong gitu?” Tanya Disya kepada caisar dengan mata yang sudah berkaca kaca hendak menangis.


Caisar menggeleng tegas. Ia berdiri dari duduknya. “ kamu pikirkan saja apa kesalahan kamu. Kalo kamu mau nikah tahun depan, nilai kamu rata rata harus B, dan semua nilai harus diperbaiki. “ ujar caisar tegas sebelum pergi,

__ADS_1


Disya melihat Caisar menjauh karena marah melihat nilainya mencebikkan bibirnya.” Is pangeran mah.” Gumamnya dan menghela nafas pelan. gagal nikah yah? disya ingin menangis rasanya melihat caisar sudah jauh.” Pangeran.. maaf.” Teriak Disya lalu segera menyusul Caisar. Disya takut Caisar lebih marah lagi pada dirinya.


“ pangeran jangan tinggalin Disya. Iya Disya janji bakal perbaiiki nilai Disya dan bakal serius sekolah. Tapi jangan batal juga dong.” Jelas Disya mengejar Caisar di depannya yang berjalan jauh lebih cepat.” kan pangeran sudah tau disya bodoh. Otaknya kecil jadi nggak bisa dipaksain.” Jelas disya lagi menggerutu.


Bugh. Disya meringis memegang kepalanya yang tertumbur punggung caisar. Caisar membalikan tubuhnya menatap caisar dinginl “ kamu bilang apa? Bodoh? Disya kamu bolosnya bahkan lebh dari enam puluh kali. Semisal ini bukan sekolah kamu atau kamu sekolah negri kamu udha nggak bakal naik Disya. Ini bukan perkara kamunya bodoh tapi ini kamunya males, apa yang buat kamu males sekolah ha?” Tanya Caisar tegas pada Disya.


Disya menatap caisar memainkan kakinya dilantai.’” Belajar bikin sasa sakit kepala.” Ujar Disya memelas.


. Caisar menggeleng.” Nggak ada nggak ada. Aku nggak mau denger alasan kamu lalai dalam mata pelajaran, kalo ada yang sulit kamu Tanya sama aku, kalo ada yang kamu nggak paham Tanya sama aku, Disya pendidikan itu penting. Semisal saat ini kamu ngerasa itu nggak penting di kemudian hari bakal kamu sesalin.” Tegas Caisar.


Disya berdehem menatap kakinya.” Maaf pangeran. Disya janji akan belajar.” Ujar disya polos.


Caisar menghela nafas menarik dagu disya agar menatapnya.” disya saya nggak mau kamu bohong. “ jelasnya tegas.


Disya menggeleng.” Disya nggak bohong. Disya janji bakal serius.” Ujarrnya menaiki tangannya menunjukan janji.


Caisar mengangguk pelan.” Kamu juga yang buat aku juara satu pararel? Aku udah bolos hampir satu bulan lebih tapi kok masih juara pararel?” tanyanya bingung..


Disya melebarkan mata., menggeleng cepat.” Nggak loh. Disya nggak pernah nggak dengerin pangeran, kan pangeran sendiri larang Disya buat nyuruh guru curang sama nilai. “ jelas Disya cepat.


Caisar mendnegar ucapan disya menatap disya dingin dan menelisik kebohongan. Disya menggeleng tegas.” Demi Tuhan disya nggak boong. Mungkin karena pangeran masih ngisi tugas dan juga nilai paling sempurna. “ lanjutnya.,


Caisar mengangguk pelan, baru percaya. Ia pikir dirinya juara kembali karena Disya. Ia sadar kok banyak bolos beberapa bulan belakangan, dan dikeluarkan dari osis. “ katanya kepala sekolah kita di turunin dari jabatannya dan katanya juga dia dipindahkan ke sekolah lain.itu ulah kamu kah?” Tanya Caisar lagi kepada Disya.


Disya menggeleng menatap Caisar kesal.” Pangeran mikirin Disya yang enggak enggak terus. Dia harus diganti karena dia udah salah gunain wewenang sekolah. Disya Cuma menjalankan tugas Disya sebagai pemilik sekolah. Dia nerima sogok dari anak baru itu buat bisa jadi anak OSIS. Dan disya nggak mau seolah Disya ada manusia manusia main sogokan. Dia aja bisa nerima sogokan dari anak baru itu, pasti udah banyak dia dapat sogokan lain.” Jelas Disya


Disya mengangguk pelan meyakinkan caisar.” Dan yang gantiin pak Muklis, kan kamu tau pak Muklis yang paling disiplin dan juga paling bisa dipercaya. Disya juga bolos kemarin buat nyelidikin kecurangan sekolah, baik kepala sekolah dan juga anak barunya.” Jelas Disya kepada Caisar pelan.


Caisar mendengarnya tertegun melirik Disya yang bicara gambling.,” kenapa nggak bilang ?” Tanya Caisar. Ia sudah marah marah pada Disya.


Disya menggeleng pelan.” pangeran udah banyak beban, selagi Disya bisa bawa beban disya sendiri disya nggak akan mau nambahin beban pangeran.” Jelasnya tenang. " Dan selagi Disya mampu Disya bakal lakuin yang disya bisa ko.' Jelasnya dengan polos

__ADS_1


__ADS_2