
Dokter Gea Menggeleng pelan.” Bukan lemah nona, tetapi tidak semua orang bisa menerima kenyataan dengan lapang dada.. ada juga yang tidak bisa dikarenakan fisikis nya tidak sekuat orang lain menerima kenyataan. Faktor utamanya dikarenakan terlalu bergantung dan menyayangi saudari hingga merasa jika salah satu tiada maka dirinya juga harus tiada. Ada juga yang tidak pernah disakiti karenanya sekali disakiti akan merasa jika itu sangat menyakitkan. Pisikis semua orang berbeda-beda tidak bisa disamakan. Jadi tolong jangan salahkan Farel tapi salahkan diri kita sebagai orang dewasa yang belum bisa sabar dan memahami diri mereka dnegan baik sehingga kejadian ini yang terjadi. Kita juga tidak bisa menyalahkan diri kita, ini antara faktor fisikis dan juga faktor takdir.” Ujarnya pelan. Kesal kepada Disya yang keras malah memukuli Farel yang tak berdosa dan bersalah.
Disya yang ditatap sinis dan kesal paham jika dirinya salah.”Saya hanya membantu dia keluar dari dunia mimpinya menyadarkan dia jika ini dunia nyata.”Ujarnya ikut ketus.
Dokter disana mendengus.”tapi tidak begini caranya nona..!!” Tetgasnya panas.
“ Dok.. Dis..” Dokter Anda menengahi. Dokter Andi memegang tangan dokter Gea dan menariknya. ”Sebaiknya kalian menenangkan diri terlebih dahulu, tidak baik bicara dengan kepala panas.” Ia menarik tangan dokter Gea menjauh.”Kami permisi nona.”Gumamnya.
“Dia itu keterlaluan Da. Jadi saya harus bicara kepada dia.. supaya dia sadar jangan ditarik-tarik tangan saya.”Gerutunya Gea tak sukapun memukul tangan dokter Anda.
Dokter Anda melotot menggeleng.”Jangan main-main. Diam dulu kita harus pergi.”Ujarnya. dokter Gea memberontak pelan tapi pasrah jadinya karena kekuatan dokter Anda bukan main.
Disya menghela nafas mengusap kepalanya. Ia memilih menelpon orangnya saja berselang beberapa detik barlah telepon diangkat.”Gimana? kamu sudah menemukan soiapa pemilik flat mobil tersebut dan dimana keberadaanya sekarang?”Tanyanya cepat.
“Maaf nona, Kami tidak mendapatkan info apapun nona, identitas ditutup dengan rapat, bahkan ketika kami meretas akun perusahaan milik mobil ternyata sudah terhapus semuanya nona, sepertinya ini memang disengaja baik dari pemilik mobil dan juga perushaan mobil. Tidak ada yang bisa kami temukan nona.”Ujarnya pelan diujung sana.
Brak.. Disya membuang ponsel itu kuat kedinding. Ia mengusap rambutnya yang kusut dan mengusap wajahnya.”Sialan... bagaimana bisa kalian tidak ada yang becus..!!! mencari satu orang saja tidak bisa..” Teriaknya menggila, dadanya naik turun karena amarah.
Sudha lima hari ia tidak menemukan satu jejak sekalipun. Ia menghela nafas pelan.” Gue harus cari tau sendiri.. yah itu jalan satu-satunya..”Gumamnya memejamkan matanya. rasanya ia membutuhkan pelampiasan.. apa yah yang harus ia gunakan untuk melampiaskan hasratnya yang buurk ini?
...----------------...
__ADS_1
Apa yang kita lakukan diumur delapan tahun? tidur tanpa beban, tak ada yang harus dipikirkan tentang kehidupan. Yang ada hanya main-main dan main, makan-makan dan makan. Sekolah. Minta jajan dan tertawa berlarian bersama teman-teman diluar sana. Menikmati masa kecil yang indah bersama dunia yang dikenal anak-anak bukan?
Apakah ada anak yang disini sebagai pembaca yang tidak selalu merasakan semua itu? Disaat semua anak mau main-main dibelikan, maka anak itu harus berfikir dua kali jika ingin mainan Karena tau jika orang tuanya tak punya uang? Berdalih jika ia tak suka mainan kepada semua orang. Berpose baik-baik saja padahal hati memendam rasa iri mendalam?
Ketika semua anak memainkan boneka Barbie tapi dirinya malah diberikan boneka jerami atau boneka dari batang pisang yang dibentuk ada rambut panjangnya dan diberikan hisan bagus?? Berbedan dnegan yang lain namun tetap PD memamerkan dengan semua orang dan berkata jika ini dibuat dengan tangan sendiri membohongi dunia dan anak-aak polos lainnnya jika dia bahagia meski hanya itu yang ia dipunyainya?
Ketika semua anak saling pamer baju bagus dan mahal ia juga ikut pamer dan juga ikut tersenyum tanpa mau menyebutkan harga karena tau jika itu tak mungkin. Ketika semua teman mebawa bekal dengan lauk yang sangat enak tapi dirinya tidak. Ia hanya bawa nasi goreng atau hanya telur dadar saja? Tapi ia tetap bahagia. sangat bahagia memiliki itu semua. Bahkan lebih dari bahagia.
“Papa kapan pulang?” Fardan yang baru saja sudah selesai siap-siap pergi kekantor itu menatap kedepannya dimana ada anak laki-laki satu-satunya.
Fardan disana memilih duduk. ”Subuh tadii.” Jawabnya pelan mengambil roti menatap Fadly yang mengangkat bahu acuh tak peduli.
Fardan jadi ingat Cleo yang ia bawa tadi malam.”Oh iya. Coba kau lihat dan bangunkan Ulet dikamar tamu, dia pasti belum makan semalaman.”ujarnya pada Fadly. Tepat disaat ibunya Fadly datang dengan membawa makanan disana menatap Fardan dengan tatapan tak terbaca.
Fardan menghela nafas, Fadly yang mendengar ayahnya tak suka pergi kekamar tamu untuk mengusir pelakor dirumahnya. Rumahnya sudah cukup damai satu bulan ini tanpa adanya perkelahian antara kedua orang tuanya yang dulunya hendak becerai tapi tidak jadi. Ayahnya mendadak tidak mau bercerai dan berkata jika ia tak lagi berhubungan dengan selingkuhanya.
Meski masih dingin dan cuek tapi setidaknya mereka tidak berpisah itu saja. Tapi ini?
Brak... Fadly mengebrak pintu kamar tamu kuat. fardan yang melihat anaknya yang terlanjut marah hanya menghela nafas dna kembali makan. Dwi pun ikut mendekati sang anak melihat siapa pelakor yang dibawa suaminya Lagi ini. “Saya tidak akan bergikir dua kali untuk bercerai kali ini mas.”Ujar Dwi tegas. Fardan bahkan terhenti mengunya dibuatnya menatap istriinya tertegun, ada rasa tak suka dihatinya mendengar hal itu., Ia memilih ikut mereka.
Cleo yang tadinya enak-enak tidur terkaget memegang dadanya mendengar suara gebrakan pintu yang kuat. ia menatap diarah pintu linglung sama hal dnegan Fadly yang juga bingung. Keningnya mengernyit menatap gadis yang ia rindukan satu bulan ini ada disini.
__ADS_1
” Dimana pelakornya Cle?? Kamu liat?”Tanya Fadly mendekat kepada Cleo.
Cleo yang baru bangun menatap Fadly dengan tatapan polos dan kepala yang pening. Ia diam memegang kepalanya yang sakit, ia baru tidur beberapa jam hari ini.
Fadly yang melihatnya mendadak panic dan mendekati Cleo.”Ehh jangan-jangan ulet yang dimaksud itu kamu Cle? Auh maafin aku yah Cle. Aku pikir tadi papa bawa selingkuhannya eh ternyata kamu. Aku bikin kamu kaget yah?”Gumamnya lirih. Ia merengkuh ubuh itu kedalam pelukanya dan mengusap kepalanya pelan.
Cleo diam menghela nafas menetralkan degub jantungnya karena kaget. Ia memeluk Fadly juga diam sembari mengumpulkan nyawanya, tak berselang lama Dwi dan Fardan juga ikutan amsuk kedalam melihat anaknya memeluk Cleo anak yang ia rindukan juga,.”Loh Cleo.. kok disini? Yaampun bunda kangen loh.”Ia memeluk cleo membuat Fadly melepaskan pelukannya.
Cleo disana mendekat dan memeluknya juga. Merasakan hangat dari Dwi.”Mangkanya kalo orang ngomong itu jangan dipotong dan jangan asal tuduh.”Fardan mendengus duduk diujung kasur.
“Mangkanya jangan suka jahat jadi orang tidak lagi percaya kan sama situ. Jadinya mau baik atau jahat tetap saja kamu terlihat jahat dimata orang lain.”Ujar Dwi. Fardan kicep mendengar hal itu. Memang dasar istrinya ini.
Kok sakit yah?
.
.
.
.
__ADS_1
Lunas...!