Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Jahat


__ADS_3

"Pipi Cleo kenapa???"


Cleo disana menangis , mengusap pipinya yang kembali basah. Suara kakaknya sangat lirih. “ Papa jahat kak hiks hiks. Ternyata papa sama mama udah cerai, jadi Cle sendiri dirumah papa sama istri barunya, disana ada juga anak-anak nya mereka. Mereka semua jahat sama Cleo., masa Cleo disuruh makan makanan kambing, rambut Cle ditarik-tarik karena mau dikepang. Padahalkan kakak kepangin Cle enggak pernah sakit. Cle dirsuruh pakek baju yang banyak-banyak maniknya berat banget mana gerah. Kan Cle suka baju singlet kak.”Ujarnya menangus semakin menangis. Wajahnya kembali mewek.


Caisra tak kuat mendengarnya memeluk sang adik. Hatinya sangat sakit mendengarnya. Ia tak bisa mengucapkan kata kata lagi saking sakitnya.. Fardan disana menatap lain arah,. Ia bisa merasakan sakit yang Casar rasakan.


Fadly dan teman-temanya disana ikut berpelukan merasakan luka Caisar. Mereka seperti melihat sinetron secara live saat ini.


Cleo disana melihat kakaknya menangis pun menarik wajah sang kakak. mengusap pipi kakaknya.”Tapi-tapi Cleo kuat kok hiks hiks.. Ceo pergi dari sana bawa uang banyak-banyak dari mereka terus juga ada HP buat kak Caisar dan kak Cessy. Ada juga emas dan perhaisan lain yang mereka beri sama Cle. Itung-itung bayaran buat Cle jadi badut mereka hehehe.. Cle pinter kan?”tanyanya disana dengan tanpa beban.


“Kakak tunggu disini dulu.”Ujar Cleo menahan kakaknya yang menangis.


" Udah nggak usah...."


Caisar menahanya tapi Cleo mendorongnya. ”Kakak tunggu disini dulu..”Ujarnya lalu berlatid engan cepat menuju ruang kamar tamu meninggalkan Caisar menatapnya yang berlari takut. Takut adik ya jatuh.


Caisar disana menahan mati-matian untuk dirinya tidak terlihat lemah. Ia mengepalkan tanganya semakin dendam akan orang tuanya. Semuanya hancur ketika mereka pergi dan kembali pun tetap menghancurkan.. tak akan ia biarkan mereka lepas.


Tak berselang lama Cleo sampai dengan wajah sumringah miliknya


“Kakak liat..” Cleo disana menunjukan tasnya yang berwarna ping itu tersenyum cerah. Melupakan kesedihannya. Ia membukanya dan tersneyum Lebar.”liat Cle banyak uang dan banyak emas loh. Katanya ini berlian harganya ratusan dan milyaran rupia.. nanti kita jual buat beli rumah dan juga buat usaha biar nanti kakak enggak usah susah-susah kerja dipasar angkut barang berat. Biar nanti kakak ada banyak waktu main sama Cle.. nanti biar kita juga bisa jadi kaya dan beli banyak-banyak ayam goreng.,” Ujar Cleo polos berbisik layaknya anak kecil berdiskusi.


Air mata Caisar tak tahan. Ia menatap lain arah sebentar lalu menatap Cleo tersenyum mengangguk, mengusap kepala Cleo.. Iya nanti kita jadi orang kaya yah." Ujarnya lirih.


Cleo terus membuka semua isi tasnya.”Ini hp itu loh yang harganya mahal yang banyak dipakek sama orang kaya yang merk apel itu loh kak, punya kakak satu, punya Cle satu nanti satunya biar dipakek rame-rame sama kita kumpul..” Ia disana mengeluarkan satu hp dan dua tablet berwarna hitam..

__ADS_1


Caisar disana terus saja tak bisa menahan tangisnya. Bahkan disana adiknya masih mengingat dirinya? Itu kebahagiaan bagi dirinya, tapi itu tidak sebanding dengan sakit fisik adiknya rasakan. Nyatanya disana adiknya punya banyak hal tapi fisiknya yang menjadi korban. Ia tidak rela.,


Cleo melihat caisar terus menangis menghentikan kerjaannya. Menatap caisar dengan tatapan sendu.”Kakak kenapa masih nangis???”Tanyanya lirih, sangat lirih takut kakaknya terus menangis.”Cle enggak suka kakak nangis terus, maafin Cle bikin kakak sedih.”Ujarnya semakin lirih pada snag kakak,


Caisar menggeleng. “Kakak Cuma bahagia bisa ketemu Cle lagi. jangan pergi lagi yah.. kamu udah taukan jika diluar sana banyak orang jahat?”Tanyanya Caisar lirih.


Cleo mengangguk dengan cepat. “Semua orang jahat kak. Cleo jadi tau kalo bener kata kakak. harta dan uang enggak bisa bikin cle bahagia, keluarga lengkap juga bukan hal yang menjamin kebahagiaan, bahagia itu kalo kita berkumpul sama-sama dan bersyukur..”Ujar Cleo dengan polos." tapi kalo punya semuanya bukanlah lebih baik lagi??" tanya terkekeh.


”Tapi kak rumah kita kenapa hilang? Kakak tau nggak sayur kangkung kita semuanya hilang, tomat.. cabe rawit. Nanti kalo kita enggak ada beras dan enggak ada uang kita makan apa?”Tanyanya lirih. Tapi seketika matanya membesar.”Oh iya kan kita udah punya banyak uang. Kita bikin rumah lagi yuk kak, nanti Cle tanam lagi sayurnya sama kak Cessy.” Moodnya berubah terus kan?


Caisar mendengarnya mengangguk.”Nanti kita bikin, “Ujarnya memeluk sang adik. Merasa lebih tenang. Cleo dipelukan kakaknya mengusap air matanya. berharap ini bukan mimpi.. Yah dia berfikir ini mimpi, ia tidak sadar ini nyata.. ia mengantuk, matanya memberat dan tak lama setelahnya tertidur lagi..


“ Kakak nggak boleh pergi, Cle ngantuk tapi Nggak boleh bangun nanti kakak Caisar ilang lagi.”Gumamnya lirih dalam batin tapi fisiknya mengkhianati dirinya. Ia tertidur dipelukan sang kakak.


“Udah... tidurin aja dulu Cle nya dikamar.”Ujar Dwi yang entah dari kapan melihat. Hidungnya sudah penuh ingus, mata yang banjir air mata. Caisar menggeleng.”Biar saja gendong saja.”Ujarnya pelan mengusap air matanya yang jatuh.


“Nanti dia tidurnya tidak tenang. Kamu jahat sekali jadi kakak cekcekcek..”Fardan menggeleng mengejek melihat caisar, caisar merasa jika orang asing didepannya ini punya dendam dengan dirinya. Ia menghela nafas dan tak mengalah, ia tetap memeluk sang adik seakan tak ada hari lain.


Dwi yang tidak bisa berbuat apapun hanya menghela nafas. Fadly dan temman-temanya mmemilih duduk dibawah dekat dengan caisar. Fadly menatap Cleo yang tertidur dengan penuh keringat, ia mengusap kepala Cleo pelan. Caisar membiarkan saja disana sama-sama menatap wajah Cleo tanpa disa dan tanpa celah. Caisar disana memainkan dagu sang adik dan terkekeh melihat gigi susu adiknya. Salah satu hobinya, ia sempat berfikir tak akan bertemu dengan adiknya tapi Tuhan masih sangat menyayanginya dan memberikan dirinya kesempatan.


“Jangan digituin.”Tangan Caisar ditepis oleh Farhan. Caisar menatap Fardan tajam dan fardan tak peduli, ia tidak suka Cleo digituin., kan dia juga mau..


Caisar menghela nafas pelan.” Terimakasih sudah membantu adik saya Om, tante.. saya sangat-sangat berterima kasih, saya tidak tau harus membalasnya dengan apa." Ujarnya dnegan pelan.


Dwi dan Fardan disana menatapnya.”Harus dong terimakasih dan balas budi. Soalnya kalo nggak ada saya kan kasihan tukang penculiknya. Adik kamu bakal ngerepotiin dia. Cerewet ucapanya agak pedes mana suka makan.”Ujarnya fardan menyelah Dwi yang hendak bicara.

__ADS_1


“Mas..”Gumam Dwi mengingatkan suaminya.


Fardan yang diingat istrinya mendelik. ”Loh memang kenyataanya juga. Kamu memangnya engak terima?? Kakaknya pasti sadar kalo adiknya gitu.”Cetusnya. dwi disana menghela nafas berat merasa malu kepada Caisar.


Caisar disana menatapp Fardan dengan tatapan dalam. “Sejujurnya saya membesarkana adik saya sedari masih berwarna merah sejak saat itu sekalipun saya tidak pernah menghinanya., bahkan mengatakan hal atau kata-kata kasar kepada-nya.”Ujar Caisar pelan. Fardan kicep mendengarnya. Ia tau arti uapan Caisar. Dirinya seorang kakak yang besarkannya saja tidak menghinanya dan berkata kasar. Dirinya siapa? Berani sekali menghinanya?


Caisar menarik nafas dalam menatap fardan yang merasa bersalah dan Dwi yang malu.”Tapi yang dikatakan om bener adik saya cerewet, suka makan hehe.”Ia terkekeh pelan mengingat celotehan adiknya yang kadang mudah berubah-ubah sesuai apa yang dia pikirkan.


“Tuh..” Fardan disana menunjuk Caisar setujuh dan terkekeh, merasa lega. Ia pikir Caisar akan marah karena dirinya menghinanya eh ternyata tidak.. “Emang dia tu cerewet mas bilangin saya om brengsekk kan nggak banget.”Aduhnya berlanjut.


“Cleo orang yang jujur, jika ia berkata begitu yah artinya om harus introfeksi diri. Om brengsek beneran atau nggak?”Tanya Caisar plan.


Fuffff....


Fardan kicep mendengarnya dan yang lain menahan tawa.”Denger tu pa.”Bisiknya Fadly. Caisar terkekeh lagi dibuatnya. Ia jujur..


Cleo memang bisa menempatkan diri dan bicara seusai keadaan..!


.


.


.


lanjut nggak nih?....

__ADS_1


__ADS_2