
Caisar mengernyitkan dahi menatap anak anak yang sednag meliriknya dengan tatapan kasihan.” gue pikir dia nggak sekolah lagi karena pindah jadi Cio yang jadi ketua osis, eh rupanya maish yah.,” gumam salah satu dari mereka .
” Iya gue juga mikir kemaren dia nggak lagi sekolah disini, eh masih rupanya yah.” gumam anak lain.
“ nggak papa, yang penting cogan kita nggak berkurang,” sahut perempuan lain tersenyum senang.
Caisar jadi ingin tau bagaimana sosok yang mereka bicarakan. Caisar memilih menaiki tangga dan menuju kelasnya, saat di jalan tak sengaja seseorang menabrak sebela kanan tangannya. Ia melirik ke sebelahnya, di sana ada sosok pria tinggi nya hampir sama dengannya tapi masih sedikit dibawahnya, berkulit putih dan rambut ikal, wajah wajah indo cina terlihat kentara diwajahnya memandangnya mengejek.” Eh sorry tadi nggak sengaja.” Ujarnya dengan santai terlihat sama sekali tidak ada niat minta maaf secara baik baik kepadanya. Hanya basa-basi.
Tapi caisar bukan tipe yang akan marah hanya karena halk begini. Ia mengangguk saja dan memandang kedepan sembari melangkah. Sosok di sebelahnya terlihat tidak suka akan responnya Caisar.” Oh yah gue denger denger loe Caisar yah ketua osis di sekolah ini. “ ujarnya lagi kepada Caisar.
Caisar menoleh menatapnya dengan ekor mata. Oh jangan jangan ini anak baru yang dibicarakan Hana tadi yah, pantas dirinya tidak pernah melihatnya tadi. Ciasar hanya berdehem dan tersneyum sejenak.” Iya gue caisar ketua osis di sini. Ada yang bisa dibantu?” Tanya caisar tenang kepada lelaki di hadapannya ini. Caisar tidak mungkin langsung bertanya prihal pengganti ketua panitia. Bisa nanti ia tanyakan kepada penyelenggara atau Fadlynya langsung.
“ Oh iya. Kenalin, gue Cio yang gantiin loe jadi ketua osis selama loe nggak ada disini. Dan semua data data yang rumpang atau nggak jelas yang gue buat loe bisa Tanya langsung ke gue yah soalnya selama lo nggak ada, gue yang handle.” ujar Cio tersenyumlah. Tapi senyumnya terlihat seperti orang yang sedang mengejeknya.
__ADS_1
Caisar menaiki satu alisnya.” Gantiin gue sebagai ketua osis?” Tanya caisar tenang kepada Cio. Agak rumit dan tidak enak di dengar sebenarnya.
Cio terlihat mengangguk bangga.” Iya gue yang gantiin, “ jawabnya dengan mengeja kata katanya dengan penekanan.
Caisar mengerutkan kening menatap Cio.” Gantiin gue sebagai osis atau panitia penyelenggaraan champions?” Tanya caisar dengan alis terangkat kepada Cio. Beda nih yah gantiin jadi osis atau gantiin jadi ketua festival.
Cio menatap caisar dengan tersenyum miring.” Dua dua nya lah. loe nggak seneng yah? keliatannya. Sorry soalnya yang nyuruh gue yang gantiin loe kepala sekolah, katanya loe nggak focus sama osis jadi dia kesel sama loe. Katanya juga gue yang bakal gantiin loe jadi ketua osis.” Ujarnya lagi dengan tenang dan mengejek kepada caisar.
Caisar tersenyum mendengarnya, Cio menghentikan senyumnya menatap Caisar tidak suka, Dimatanya, Caisar seperti tersenyum mengejeknya. “ ambillah jika memang begitu, jika kamu lebih pantas dari saya silahkan kamu ambil dan kamu tempati. Tapi setiap orang harus paham posisinya kan?” Tanya caisar dengan tenang dan memilih pergi. Bukan takut dengan Cio tapi casar bukan tipe yang suka keributan atau mencari keributan. Jika bisa dihindari Caisar memilih menghindar saja. Type Cio seperti ini suka memutar balikkan fakta, suka membuat orang terlihat salah padahal dia biang keladinya.
Cio bukan orang yang gampang menyerah. Dimana mana dirinya harus jadi nomor 1 dan tidka boleh menjadi bayangan, begitu juga di sekolah ini. mendengar dari perkataan orang orang jika Caisar disini yang paling di kenal dna paling dinomor satu. Jadi tugas Cio adalah menggulingkan caisar di posisinya.
Disya merapikan bajunya dengan baik hari ini. caisar pulang dan dirinya harus jadi anak baik, tidak boleh telat ke skeolah, tidak boleh nakal dan harus menggunakan pakaian yang lengkap. Saat langkah kaki Disya menggema di lantai, semua murid melihatnya segera merunduk dan mengerjakan tugas lain. Tidak ada yang berani menatap Disya.
__ADS_1
Beberapa orang dijalan memilih mundur dan menghindar. Disya berjalan di jalamn yang bersih tidak ada orang yang berjalan atau berani menganggunya. Disya seperti sosok virus yang sangat dihindari dan ditakuti oleh siapapun yang ada di sana. Dan disya tidak mempermasalahkan hal itu.,
Brak... Disya diam menatap sosok yang jatuh di kakinya. Tatapan Disya terlihat datar dan tidak suka.” ups sorryyy “ ujar yang jatuh menatap Disya dengan tatapan nanar dan juga sendu. Dia Hana.
Hana ia tidak bangun. Malah duduk di hadapan Disya layaknya orang yang sedang dibully habis habisan oleh Disya. Bahkan Hana sudah menangis dengan lututnya yang memerah akibat terjatuh.
Disya memundurkan kakinya dan mengusap sepatunya menggunakan tisu, semua orang tidak ada yang berani mendekati Disya ataupun Hana. Tapi banyak pandangan iba kepada Hana. Disya menghela nafas dan melangkah lagi menjauh. Hari ini ia sedang bahagia tidak mungkin marah marah, ia mau manja manja sama dengan Caisar..
Tapi kakinya malah dipegang Hana dan dipeluk olehnya.” Dis maafin gue hiks hiks. Jangan keluarin gue dari sekolah, mafain gue gue nggak sengaja.” Ujar Hana disana, Disya tidak senang kakinya dipeluk dan dipegang hingga roknya tersingkap pun menendang dagu Hana menggunakan lututnya. Hana termundur memegang bibirnya yang berdarah akibat benturan cukup kuat dengan lutut Disya. Disya menatapnya tajam dan menjambak rambut Hana kuat.” loe cari mati yah sama gue culun..!!” teriak Disya telinganya Hana. Hana memejamkan matanya karena merasa pening dengan suara Disya.
Semua orang memandang heboh kearah keduanya. Disya marah menjambak sangat erat hingga helai rambit Hana terlepas dari kulit kepala. Hana menangis menampilkan giginya yang berdarah.,” Gue nggak mau cari masalah sama loe tapi loe cari masalah sama gue. loe pikir gue kayak gini loe bakal keliatan jadi angel dan gue devil nya ha?? Iya? Kalo iya pun gue nggak peduli mau loe di sukain sama orang dan jadiin gue tamengnya???? Loe pikir loe bisa selamat ditangan gue ha?” tanyanya dengan senyum evilnya.” Gue beneran evil asal loe tau. Dan buat hancurin loe kecil bagi gue.. plas. “ kayak.. semua orang berteriak melihat tangan Disya menarik rambut Hanya kuat hingga benar benar di genggaman Disya penuh dengan rambut Hana. Rambut Hana cepak dibuat Disya.
Hana berteriak kuat karena kaget dan takut melihatnya, ia mengusap kepalanya berdarah nanar, rambutnya sangat banyak rontok dan tercabut. Sial. Ia menatap disya yang tersneyum evil dengan rambut yang dia pegang. Disya mengambil tong sampah di sebelahnya dan bras... ia banting di kepala Hana. Semua orang benar benar takut dan kaget kepada tindakan Disya. Hana memegang kepalanya menangis histeris,. Sakit...
__ADS_1
Sudah berdarah dimana mana. Disya melempar tong sampah jauh dan menatap Hana datar. “ Loe salah cari target Hana. Gue nggak suka main drama.” Ujar Disya dingin. Hana diam memegang kepalanya bergetar. Disya mengerikan.
Kali ini ia tidak ekting ketakutan, sebab ia benar benar ketakutan dibuat Disya