
Cessy mengangguk menatap Willy.” Nggak semua hobby dijadiin cita cita Willy. Harus dipisahin mana yang di sukain dan mana yang dijadiin sandaran terakhir hidup. Contohnya aja yah ini kalo suka sama cewek kita bisa kasih tipe,, cantik putih dan manis la. Tapi kalo buat milih tipe terakhir buat dinikahin apa kita cari yang cantik dan yang sesempurna itu? nggak lah, tapi yang kita cintai, yang bilkin nyaman,” ujar cessy terkekeh.
Plak. Willy menjitak kepala cessy.” Nikah nikah. Umur aja masih kecil. “ ujar Willy sinis.
Entah mengapa dia kurang suka mendengarnya. Cessy mencebikkan bibirnya mengusap keningnya yang terasa perih. Fauzan mnalah terkekeh melihat keduanya. Keduanya sangat lucu dimatanya fauzan.
Dring. HP cessy berdering. Cessy mengeluarkannya pelan dan menatap siapa yang menelponnya. Ia menatap willy dan fauzna tak enak.” Gue kesna bentar buat angkat telepon yah.” ujar Cessy. Keduanya mengangguk dan fauzan menggeserkan kakinya agar Cessy bisa lewat. Saat sudah cukup jauh cessy mengangkat teleponnya dan segera mendekatkan hp di dekat telinganya.
“ Haloo.” Ujar cessy.
“ halooo. Morgan.” Cessy mengerjab menatap nomor di hpnya lagi, tidak ada nama, hanya deretan yang tidak dikenal.
Cessy mendekati lagi hp itu ke telinganya.” Saya jems... mau mengabarkan jika proposal yang kamu ajukan buat perusahaan itu telah di setujui.” Ujar jems di seberang tenang.
Cessy agak kaget mendengarnya. Ia mengerjab pelan mendengar lanjutan jems.” Bisa kamu pulang dan kita diskusikan ini??” tanyanya lagi kepada cessy.
Cessy segera menatap jam di hpnya, sudha jam 9 malam hari ini. ia berdehem,.” Aku sedang berada di lapangan olahraga. Jika kakek tidak keberatan menunggu ku bersih bersih dan pulang sekarang tidak masalah.” Yang artinya Jems harus meluangkan waktu cukup lama untuk dirinya bersih bersih sekarang Cessy siap siap saja untuk menghadap.
Cukup beberapa detik Jems diam berfikir sejenak.” Jam sembilan pagi besok temui saya di ruang kerja. Sekarang pulanglah dan istirahat.” Ujar Jems tenang.
Cessy tersenyumlah mengangguk.” Baik.” Jawab Cessy lagi. telepon di matriks dan cessy membasahi bibir bawahnya menggunakan lidahnya. Cessy senang itu artinya kakek jems sudah memberikan dirinya ruang supaya lebih cpat bergerak dan menyelesiakan tugasnya. Jika sudah artinya ia akan segera pulang.
Seusai mendapatkan telepon. Cessy pun bergegas untuk membersihkan diri dan mengganti baju lebih baik dari sebelumnya. Willypun juga ikut membersihkan diri agar bisa pulang. Jam 10 mereka baru bisa pulang dengan willy mengantar cesyy kerumah cessy tenang. Cessy kembali terlelap di mobilnya willy.
Willy diam di sebelanya cessy dengan menatap wajah cessy bersandar tenang. Ia memegang dadanya yang bergetar sedikit lebih ramai dibanding hari hari biasnaya. Willy tersenyum masam dan memukul kepalanya sendiri.
“ dia cowok Wil.” Gumam willy tenang menatap wajahnya cessy lagi. entah mengapa willy agak resah karena setiap melihat wajah damainya cessy ia merasa jika cessy itu adalah perempuan padahal cessy adalah Morgan, laki laki tulen.
Willy mendekati tangannya ke pipi Cessy, mengusapnya pelan dan menghela nafas pelan. matanya menatap dalam wakahnya cessy. Tersneyum lebih tenang.” Loe lihat, dia cowok dan loe itu cowok normal.” Batinnya pada dirinya sendiri.
Willy segera menjauh dna menyugarkan rambutnya kebelakang. Baik willy harus segera mencari pacar agar tidak menjadi eror begini. Dirinya mungkin sudah terlalu lama tidak punya pacar dan dekat dengan perempuan mangkanya dimatanya Morgan itu adalah perempuan.
__ADS_1
Seperti yang di katakana Cessy dan Jems kemarin, ia sudha berada di depan ruang kerja jems di jam 9 pagi ini, semalam willy mngantarkan ia pulang dengan selamat sampai di depan gerbang. Willy tidak banyak bicara segera pulang dengan wajah lesuh. Mungkin dia lelah batin cessy dna cessy juga tidak terlalu ambil pusing, dirinya saja lelah.
Tok..tok.. cessy mengetok pintu tenang." Permisi. Kakek Ini Morgan. " Panggil Cessy dengan sopan di hadapan ruang kerja Jems. Cessy harus menunggu beberapa saat di sana. Tidak ada sahutan membuat Cessy kembali mengetok pintu. " Kek....!"
” Masuk.” Suara di dalam membuat cessy berani membuka pintu dan memasuki ruangan tersbeut. Ruangan penuh kertas dimana mana, dan juga satu meja yang juga penuh kertas dan stau computer disana. sosok sudah menua dengan rambut semua hampir putih pun disana menatapnya Dengan tatapan rumit.
“ duduk lah.” Jems berkata santai kepada Cessy yang berdiri di depannya tidak langsung duduk
Cessy barulah duduk seusai disuruh duduk. Sebab dulu caisar mengajarkan dirinya untuk mengetuk pintu sebelum masuk, jika tidak di suruh masuk maka jangan masuk, lalu jika di surtuh masuk jangan duduk jika belum di suruh duduk, dan duduklah jika di suruh duduk. Masalah makan dna minum pun di ajarkan, jika diberi minumlah dan jika tidak diberi jangan ditanya, sebab tidak semua rumah ada gula atau bahkan air.,
Jems menatap cessy dalam sebelum menghela nafas.” ku dengar semua nilaimu hampir sempurna kecuali bahasa mandarin. Mengapik?” Tanya jems setikit aneh. Sebab dulu nilainya Morgan ini malah paling bagus Mandarin, karena memang Morgan ini lihai dalam bahsa mandarin. Ini bahkan nilai Morgan hanya 77 dalam bahasa mandarin.
Morgan mengerjab pelan, agak bingung menjelaskannya, bukannya apa apa, dulu dia tid,ka pernah belahar bahasa mandarin, atau bahkan baru sekolah disini ia di ajarkan bahasa mandarin, itupun dirinya mati matian belajar dna menghafal krosakata mandarin. Bahasanya sangat sulit diingat dan di hafal. Cessy kesusahan dalam menghafal bahasa lain. “ tapi saya nilai tertinggi di dalam kelas.” Jelas Cessy agak linglung. Tapi benar adanya, nilainya tertinggi meksipun dirinya baru belajar.
Jems menaiki satu alisnya mendnegar ucapan Cessy. “ apa mereka semua sebodoh itu sampai nilaimu tertinggi? Bukannya KKm di sekolah kalian itu 80?” tanyanya mengintimidasi.
Cessy agak bingung menjelaskannya.” Tapi itu kenyataannya, “ jelas Cessy mencoba lebih tenang. Jems mengangguk pelan, jika benar adanya mungkin memang dari soalnya atau soal soalnya cukup rumit untuk dijawab murid.
Cessy mengerjab sejenak. Menggeleng.” Akan ku pikirkan nanti.” Jawabnya tenang. Sebenarnya Cessy agak takut salah jawab, takutnya pertanyaan itu hanya jebakan untuk dirinya. Jika ia jawab iya maka kakek jems mungkin yakin jika dirinya bukan Morgan asli.
Kakek jems mengangguk tenang.” Kau sudah jauh berubah dari sebelum kau mengalami koma. Bahkan semuanya benar benar bertolak belakang. Seperti dua orang yang berbeda. Apa yang membuatmu sejauh itu berubah Morgan?” Tanya kakek Jems tenang,
Cessy agak menegang mendengarnya, jantung cessy bergemuru lebih ramai dari biasanya. Cessy jadi bingung harus menjawabnya seperti apa. Jika salah jawab bisa gawat dirinya. “bukan apa apa. Hanya saja aku sudah cukup sadar jika selama ini aku berada di jalan yang salah. Jadi aku hanya mencoba memperbaiki apa yang bisa aku perbaiki.” Jawab Cessy tenang lagi, lebih kea ah mencoba tenang.
Sebab jantung cessy benar benar tidak aman sekarang. Jems tersneyum miring.” Bahkan dalam menjawab pertanyaanku saja. Kau benar benar berbeda yah.” cessy semakin gugup tak bisa menjawabannya.
Jems menaruh proposal di depan Cessy.” Bagus. Aku menyukai perubahanmu yang benar benar pesat, seusai janji ku kemarin, kau lanjutkan semua kerja sama bersama perusahaan ini. “ ujarnya ,memberikan proposal itu kepada Cessy.
Cessy menatap proposal yang tertulis acc tersebut tersenyum tipis.” Jadi diterima?” tanyanya dengan senang.
Jems tersenyum miring ” ini hanya langkah awal ,Morgan, perusahaan nya itu tidak semudah yang kau bayangkan saat ini. “ ujarnya Jems pada Cessy.
__ADS_1
Cessy mengangguk.” Itu artinya langkah awal kan? setidaknya aku sudah stau langkah kedepan kakek.” Jawab Morgan tersenyum.
Jems diam menatap mata Cessy dengan tatapan rumut. Tidak ada yang tau apa yang dpikirkan olehnya, yang pasti ia sangat menyukai morgan yang ini dibandingkan Morgan yang dulu pernah menjadi cucunya.
...----------------...
Cessy dengan semangaat pergi ke rumah sakit, dimana Morgan dirawat, disana ia tersenyum membawa beberapa makanan dan minuman dingin. Saat masuk ke dalam ruangan ia kaget karena disana tidak ada Morgan, buru buru ia taro makanan ke atas meja yang ada dalam ruangan dan mendekati kasur.
” Dimana dia?” gumam Cessy dengan kaget dan takut, kaget tidak ada orangnya dan takut Morgan asli kenapa napa.
Krek... Cessy menoleh merasa pintu toilet terbuka. Matanya membulat jaget melihat sosk yang dicarinya berdiri tak kalah kaget melihat dirinya ada di sana. Cessy kaget tidak bisa berkata apa apa, hanya bisa mengngkat telunjuknya melotot menatap Morgan tak percaya. Sedangkan Morgan menegang disana akibat kaget menatap ada Cessy di sana berdiri tak jauh dari sana menatapnya melotot. Mengapa lelaki ini ada di ruangannya??
Cessy mencoba tenang menatap morgan.” Ka kau sudah sadar?” Tanya Cessy dengan takut. sebenarnya ia bukan takut kepada Morgan, lebih ketakut jika Morgan sudah bangun, berarti dirinya sudah tidak diinginkan lahgi kan untuk menyamar menjadi dia? Dan apa kah dia akan masuk penjara karena sudah berpura-pura??? Cessy takut disana.
Morgan menatap Cessy tajam dan dingin. Dengan langkah lebar ia mendekati Cessy dan mendesis.” Sedang apa kau kemari?” tanyanya dengan tajam. Cessy menggeleng pelan. ia enggan menatap wajah Morgan.
Rupanya mata Morgan ini sipit membuat dia terlihat lebih muda dari umurnya. Cessys egera mendekati tempat ia menaruh makanan tadi.” Jika begitu aku akan per..”
tap. Tangan Cessy ditahan oleh Morgan, morgan menahan Cessy dengan kasar dan Cessy segera menoleh menatap Morgan dengan tatapan kaget. Apakah Morgan tau jika dirinya sedang menyamar menjadi dirinya?
“ kau pikir dengan mengetahui jika aku sudah bangun, kau bisa pergi begitu mudah?” Morgan tersenyum miring mnatap Cessy mengintimidasi. “ dan mudah lepas begitu saja sesudah menyamar menjadi diriku hmm?” tanyanya lagi dengan dingin.
Cessy kaget mendengarnya, tapi setelahnya ia merilekskan diri, menatap Morgan lebih santai.” Berarti selama ini kau hanya pura pura koma?? “ Tanya Cessy mencoba agar tidak takut atau bahkan terintimidasi oleh Morgan.
Cessy enggan terlihat kalah dan lemah. Morgan mengangguk menatap Cessy.”sebenarnya itu bukan urusanmu untuk tau hal itu. “ jelasnya.
Cessyy berdehem tak menjawba lagi dan segera melepaskan diri dari Morgan asli. Tapi Morgan menahan tanbgannya lebih erat.
Brak.. morgan menarik tangan cessy terlalu kuat dan Cessy menahan tangannya di meja hingga meja ikut bergerak. Morgan menatap cessy sangat tajam dan Cessy tak terintimidasi sama sekali. Cessy menghempaskan tangan Morgan.” Apa mau mu?” Tanya Morgan pada cessy.
Cessy menggeleng.” Aku tidak ada alasan untuk menjelaskan apa yang aku inginkan kepadamu.” Jelas Cessy tegas pada Morgan.
__ADS_1