Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Bukti


__ADS_3

"Ini apa maksudnya???"


“Itu adalah salah satu bukti, Sejujurnya aku dulu pas membantu adika-adiknya kalian aku melihat ibu kalian disini, Dia berkata kasar dan mengatakan jika pionnya hilang.. lalu aku menyelidikinya, ternyata dia memiliki niat buruk kepada adik-adik kalian. Ibu kalian mencari Caisar sebenarnya dikarenakan Caisar anak pintar, tetapi berhubung Caisar menolak maka ibu kalian menerima saja kembar yang mereka bawah to mereka juga sama pintarnya kan? alasan utama mereka menjemput kalian itu karena ibu kalian sudah tak bisa lagi mengandung anak karena kecelakaan beberapa waktu lalu. ” Ia memberikan jeda dalam bercerita untuk mengambil nafas. Cessy mendengarnya kaget melihat Disya.


Disya angkat bicara lagi.” Dia sempat hamil usia 7bulan dan terpeleset ditangga, tanpa tau penybabnya terpeleset. Pas dia bangun ternyata dia diberitahu jika rahimnya diangkat dikarenakan kerusakan yang didapat dari ia jatuh. Anaknya yang dikandung meninggal dan menyisahkan dia yang defresi mendengarnya.. ia tak punya anak dari suaminya.. hari-hari berlalu hingga ia tiba-tiba mengatakan ia punya anak dan ingin menjemput nya. Keluarga itu setuju dan menerimanya saja supaya nyonya mereka bisa bahagia lagi. tetapi fakta lain yang ia sembunyikan adalah ia hanya memanfaatkan adik-adik kalian untuk mendapatkan warisan, ia takut seandainya suaminya meninggal ia akan hidup terantar dan tak memiliki warisan. Ia memanfaatkan kalian untuk mendapatkan warisan..” Bisiknya pelan. Ia mengepalkan tangan mengingat kejahatan ibunya Caisar.


Caisar mendengarnya menghela nafas. sudha tak kaget mendengarnya.”Sejujurnya aku sudah tebak, tidak akan ada abu jika tidak ada api, tidak akan ada hujan jika tidak ada awan. Mereka datang dan mneminta sesuatu yang ditinggalkan. Apa yang membuat seorang menggali sampah yang sudah dibuang?” Tanya Caisar pelan.


Cessy menghela nafas menahan tangisnya. Disya tersenyum miring.”yahhh kau benar. Jadi sekarang cara untuk membalas ada ditangan pangeran dan Cessy., jika mau terima yah silahkan jika tidak yah tak masalah, tapi satu yang harus kalian tau,, bertemu dengan orang memiliki kekuasaan tinggi dan memiliki banyak uang tak bisa disamakan dengan kalian bertemu orang baisa atau tak berkedudukan. Mereka punya puluhan jadwal untuk dipertimbangkan pertemuan mana yang paling menguntungkan. Dan kalian? Kalian hanya salah satu orang yang terbuang karena diangap sampah..!!” Ucapan Disya memang selalu keras dan juga menyakitkan, tapi semuanya yang ia katakana adalah fakta nyata..!


Cessy mengepalkan tangan. Caisar melihat Disya dengan sendu. Mereka tak bisa mengapik ucapan Disya. Disa itu paling jujur dengan apa yang ia ucapkan, ia tidak pernah sok manis hanya untuk suatu perhatian., ia akan melakukan apapun yang ia anggap benar.


“Baik. Aku akan ambil yang kami tawarkan.”Ujar Caisar pelan disana. Disya dan Cessy melihatnya. Cessy menatapnya dengan sendu, ia juga tidak bsia menolak sang kakaknya memilih pilihan.


Disya mengangguk.”Bagus. tapi satu hal lagi yang harus kau tahu. Aku tau kau orang baik dan berhati lembut. Dikedepan hari singkirkan itu semua karena itu akan memghambat semuanya. Lakukan secara egois tanpa menyangkut dengan hati atau perasaan, karena pada dasarnya banyak orang gagal dan orang yang jatuh karena terlalu bermain perasaan.”Ujarnya dengan tegas.

__ADS_1


Caisar diam mendengarnya. Disya tersenyum miring.”Dunia atas itu sangat keras, kau tidak akan pernah mendapatkan ketulusan hanya karena mulut manis mereka, kebanyakan mereka hanyalah penjilat dan pencitraan. “Ia Menggeleng pelan.” Dilingkungan mereka itu 90% adalah manusia yang menuhankan harta dan juga tahta. 10% mungkin bersih tapi mereka punya sisi yang bisa memilih siapa yang bisa dijadikan sekutu dan siapa yang dijadikan musuh. Jadi jangan pakai hati, tapi pakai otak..!!” Ia mengetuk bagian otaknya pelan disana.


Caisar menatapnya sayu, pipinya diusap pelan dengan Disya, pipi yang tirus tetapi lingkaran mata yang membengkak karena menangis.” Jangan perlihatkan kelemahanmu sedikitpun, jangan perlihatkan terlalu banyak kebaikan jika tidak mau kalah. Ini permainan yang membutuhkan otak bukan hati. Pahamkan? ”Tanyanya disya datar. Caisar mengangguk. Disya tersenyum menepuk kepala Caisar pelan. Ia sejujurnya tidak mau melibatkan orang sebaik Caisar tetapi harus bagaimana lagi.


“Kakak.. aku tidak mau kakak kenapa-napa. “ Lirihnya Cessy dnegan pelan membuat pandangan metreka terarah padanya,. Matanya bergetar.”Tapi aku akan percaya pada kakak jika kakak bisa melakukan segalanya untuk ini... aku percaya pada kakak.”Ujarnya pelan. Caisar pun memeluk adiknya hangat.


Puk..puyk..puk...


“ Kau benar, dunia itu sangat kejam nona.. ku pikir kau tau banyak tentang dunia tatas..!!”


Caisar. Disya dan Cessy melirik asal suara. Disana ada satu lelaki paru baya yang duduk diatas kursi roda dan didorong oleh seorang berbaju jas. Paru baya itu tersenyum miring pada Disya.


Tatapan patu baya itu jatuh pada Caisar yang diam menatapnya, Cessy yang juga disampingnya Caisar. Ia cukup kaget melihat mereka, mereka smeua cukup tampan dan cantik-cantik.”Hallooo. kau masih ingat denganku nak?”Tanyanya kepada Caisar.


Caisar mengeryitkan keningnya sembari memeluk dokumen ditanganya. Ia disana mengingat siapa orang didepanya lalu tatapanya terjatuh pada porang yang mendorong paru baya itu. rasanya ia tak ingat sama sekali dengan mereka. Apa mereka saling kenal? “Maaf pak, saya tidak ingat. Bisakah kalian memberi tahuku siapa kalian?”Tanyanya sopan dan pelan.

__ADS_1


Pria paru baya itu terkekeh pelan. “Pertanyaamu sangat sopan nak.”Bisiknya. Caisar diam menatapnya heran.” Aku orang tua yang kau bantu disaat dijalanan diwaktu malam itu. kau membantuku karena dikeroyok oleh puluhan para pembunuh bayaran itu. Maafkan aku baru bisa mengatakan ucapan terimakasih., itu karena aku harus mengalami perawatan yang intensif cukup lama.” Ujarnya jujur.


Caisar disana membuka mulutnya bulat.”Ohhh yang hampir mati itu yah.. saya kira anda sudah mati pak soalnya kemarin bapak kena tulusan atau tembakan yah.”Ia mengetuk dokumen ditangannya mengingat hgal itu. ia ingat bagaimana mengenaskan orang yang ia tolong dimalam itu, sampai beberapanorang dan membantunya masuk mobil caisar ditinggal dengan luka parah dibagian lengannya.


Paru baya itu terdiam dengan dlam menatap Caisar, alisnya terlihat menatap pemuda yang membantu dirinya dimalam itu. “ Kau menyuympahiku mati?”Tanyanya hampir berbisik namun penuh penekanan.


Caisar Menggeleng pelan.” Aku bertanya bukan mengatakan.. lagi pula kenapa tersinggung jika kamu masih tetap hidup.—“


" Tinggal jawabn masih hidup saja susah.” Ketusnya Disya pelan melihat orang didepanya ia memotong ucapan Caisar karena tidak suka melihat pangerannya disudutkan.


Pria paru baya menatap Disya dengan tatapan menyeringai.ia menatap Caisar yang dia menatapnya.


” Kakak kapan membantu pria tua itu? Kenapa tidak beritahu dna cerita dnegan Cessy? Dimanba kakak luka?”Cessy mendekati kakaknya dnegan lirih dan jyga khawatir. Ia tidak mau lagi ada yang terluka dari orang disekelilingnya.


Caisar menggeleng.”Itu hanya luka lama, bulan yang lalu dan sudah kering.”Ia menunjukan bekas luka yang ditangannya.

__ADS_1


Cessy menutupi mukutnya yang terbuka lebar karena kaget. Ia kaget melihat luka yang cukup panjang dilengan kakaknya, itu juga terlihat snagat dalam.”Kakak... ini-ini kenapa bisa?”Tanyanya lirih. Ia baru tau dilengan dalam kakaknya luka begini besarnya.


Caisar disana menggeleng.”Ini biasa kok. Kamu tenang saja.. lagi pula ini sudah diobati oleh Disya dan teman kakak.”Ujarnya, cessy disana menatap kakaknya tidak suka. lalu apa gunanya Cesys kalo kakak nggak mau minta bantuan Cessy?”tanyanya lirih.


__ADS_2