Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Resiko


__ADS_3

Hana mengepalkan tangan, berusaha berdiri dan menyerang Disya. Tapi Disya segera menekan tangan Hana dan membantingnya kuat, suara nafas Hana tercekat karena rasa sakit bagian dadanya.


“ Disya..!” teriak Gerry dan Fadly mendekati Disya yang hampir menginjak leher Hana. Gerry segera menarik tangan Disya. Meksipun dapat tendangan Disya, leher Hana masih aman


Disya tersenyum miring melirik Hana. Ia duduk di depan Hana yang terdiam memegang dadanya yang terasa bereat dan sakit dan Gerry yang mundur memegang dadanya sakit akibat tindakan Disya cukup kuat. Bahkan Fadly diam tak berani mendekati atau memisahkan Disya karena tak mau bermain sama dengan Gerry. Disya sangat mengerikan. “ loe pikir gue nggak tau kalo selama ini loe yang fitnah gue sama adek kelas kalo gue suka bully orang ha? Dan loe juga kan yang fitnah gue kalo gue yang bunuh culun kelas ?” Tanya disya.


Hana menggeleng melirik Disya nanar. mengepalkan tangan. Disya tersenyum miring.” Calm down Hana. Gue nggak masalah selagi itu fitnah yang loe kasih ke gue. tapi.” Disya memberi jeda apa yang ia ucapkan, ia menggeleng.” Loe ngak bisa rebut Pangeran dari gue. bahkan niat loe aja udah bikin gue murkah. Anggap aja kematian orang tua loe jadi balasan dari niatan busuk loe. Gue udah ingatin loe sebelumnya tapi loe masih mau main-main sama Gue. Hana Gue iblis disini.” Disya tersenyum miring pergi dari sana menjauhi Hana.


“ anjing. Disya biadab loe. Gue pastiin bakal bales apa yang loe lakuin ke gue..!!!” teriak Hana nanar kepada Disya,. Sedangkan Disya mendengarnya diam dan berjalan seakan tak mendengar apapun.


Beberapa orang menatap Hana ina. Hana terduduk tak berdaya, menangis meraung, bahkan berteriak menyalahi Disya dan memakinya. Mereka kasihan. bahkan Gerry dan Fadly disana hanya bisa diam saja,. Sebab tidak ada yang mendengar apa yang dibicarakan oleh Disya.


Berita kematian tentang ibu dan ayah Hana tersebar luas, bahkan semua anak murid cukup kaget dan semakin takut berurusan dengan Disya. Kecelakaan yang dialami kedua orang tua Hana terjadi tadi malam karena salah satu korban kecelakaan beruntun. Mereka tewas ditempat dengan keadaan yang cukup buruk.


Yang meninggal bahkan bukan hanya ibu dan ayah Hana saja, tapi beberapa orang lain juga. Sehingga berita ini sangat tranding dimanapun, terutama di sekokah, semua murid menatap Disya semakin ngeri. Mereka lebih memilih menghindar saja dari Disya.


Disya diam dikelas dijauhi tidak peduli. “ Disya.. loe beneran yang lakuin itu?” Tanya Fadly ditemani Gerry, Bastian Dan Adit temannya di dekat Disya.


Disya membuka kotak bekal yang dibuat oleh Caisar. Benar dalam kesibukan Caisar ia bahkan masih sempat membuat Disya bekal. Disya melirik mereka dengan tatapan santai.” Kalian ada urusan apa sih sama gue???” Tanya Disya pelan.” gue nggak suka basa basil oh.” Lanjut disya tersenyum kepada keempat lelaki yang mengepungnya.


“ Disya kalo bener itu keterlaluan..!” tegas Gery marah pada Disya.


Disya berdehem.” Kemarin gue di rumah Caisar sepenuhnya, bahkan gue ngobrol dan main sama adiknya Caisar. Tiba tiba hari ini gue difitnah padahal kalian tau kan orang tua Hana mati karena kecelakaan beruntun. Kalian pikir apa gue setega itu buat bunuh banyak orang karena Hana?” Tanya Disya tenang memakan nasi goreng miliknya tenang.


Gerry. Fadly dan semuanya terdiam. “ tega..!!! dia kan iblis..” batin semua orang orang di sana, tapi tidak ada yang berani nyeletuk.


Bruk.. keempat lelaki di sana tersentak kaget tiba tiba Javar datang dan berlutut di kaki disya. Semua orang terdiam melihat tubuh Javar yang bergetar hebat di sana. Banyak memandang nya aneh sekaligus penasaran.

__ADS_1


Disya meliriknya tenang. Bahkan saat Javar menangis terisak.” Disya maafin gue. maafin gue kemarin ikut campur urusan loe. Maafin gue tapi tolong jangan balas dendam sama gue. gue mohon sa.” ujar Javar bergetar takut, disya melihatnya tenang masih menikmati nais goreng miliknya yang terasa lebih menarik ketimbang Javar.


Javar tak putus asa.” Kemarin gue nerima permintaan bapak Hana karena papa gue bangkrut dan dia kena serangan jantung. Keluarga gue sama sekali udah nggak ada lagi biayanya buat bokap Gue Sa. demi Tuhan gue nggak bohong. Gue butuh duit itu. tolong maafin gue.” jelasnya hampir berteriak karena menjelaskan penuh ketakutan.


Semua memandang Javar iba. Sedangkan Disya tetap tenang dengan makananya tanpa terganggu sama sekali oleh Javar. Gerry dan Fadly melihat Disya dengan nanar.


perempuan ini, bahkan dengan keadaan begini dia masih makan dengan tenang seakan akan tidak ada orang di dekatnya.


Javar mendongak menatap Disya pengampunan, mendengar kabar orang tua Hana yang meninggal dan Hana datang kesekolah menyalahkan Disya membuat Javar sangat ketakutan. Javar tidak punya siapa siapa lagi kecuali ayahnya. Jika ayahnya meninggal siapa yang akan menjadi tulang punggung keluarganya?? Javar sangat menyayangi ayahnya. Jika bukan karena ayahnya. Ia tidak akan mungkun bunuh diri dan menyerahkan diri kepada Disya.


Javar menangis lebih lirih dan juga nanar dibawah. Tidak berani memegang lengan Disya. Menangis bak anak kecil yang takut ditingalkan orang tuanya kepasar.


“ kenapa minta maaf sama gue?” Tanya Disya angkat suara tanpa melirik Javar,


Javar tercekat. Ia harus jawab apa? Harus jawab agar Disya memaafkanya? “ Plis jangan ngapa ngapain keluarga gue Sa., “ bisik Javar lirih. Langsung iti dari permintaannya.” Bokap gue nggak ada salah samsek, dan gue ngelakuin semua kemarin itu karena gue takut bokap gue kenapa napa. Sa plis maafin gue.” bisiknya benar benar putus asa.


Javar menatap Disya nanar. kehabisan kata kata. Ia harus bilang apa??? Disya melirik Javar yang tidak menjawab tersenyum miring.” Loe nggak ada alasan buat minta tolong buat gue nggak ganggu keluarga loe kan? jadi kenapa harus ngemis di kaki gue?? “ Tanya Disya mengerjab pelan menepuk kepala Javar pelan seakan Javar adalah anjing peliharaannya.


Javar melirik Disya nanar.” loe.. Gue minta maaf masalah kemarin., gue takut loe apa apain keluarga gue.” bisik Javar. Javar terasa keluh, salah kata sedikit saja yang mati bukan hanya keluarganya, bisa saja dirinya ikut binasa.


Disya berdehem pelan mengangguk. “ Javar Javar. Gue itu iblis, jadi kalo mau minta tolong minta tolong samamalaikat aja, dan kalo minta maaf minta maaf sama Tuhan bukan sama gue. “ bisik disya pelan dan menaruh kotak makanya di bawah laci. Ia tersenyum miring menatap Javar yang masih duduk dibawah menatap disya memelas.” Jangan kasih gue muka memelas gitu. Kesannya gue lagi ngancem loe. Bener kan kawan?” Tanya disya melirik teman teman kelasnya.


“ sa Udah sa. kasihan.” Jelas Fadly nanar melihat Javar yang terduduk menangis meminta pengampunan kepada Disya.


Seakan akan Disya akan membunuh ayahnya dan keluarganya. Fadly merasa kasihan akan hal tersbeut. Disya melirik fadly remeh.” Wah kasihan yah??? fadly bukanya ini hoby loe dulu yah?” Tanya disya mengerlingkan matanya. fadly terdiam sejenak. Iya ini dulu hobynya. Tapi entah kenapa sekarang terasa sakit jika melihat orang dibully di depan matanya.


Disya menghela nafas pelan dan melirik Javar dingin.” Duduk aja di sana sampek loe dikubur sekalipun gue nggak akan maafin loe Javar. Mending loe Jagain bapak loe di rumah sakit, jangan sampai nanti bapak loe mati oke.” Jelas disya.

__ADS_1


Javar mengusap air mata yang terus mengalir. Menatap disya nanar dan tak tahan. “ Disya.” Tegas Gerry nanar.” gue aduin loe sama Caisar yah.” ancamnya.


Disya terkekeh pelan.” Gerry. Loe mau kehilangan seseorang dimulai dari mana?” Tanya Disya dingin. Gerry tersentak dan terdiam tak lagi melawan.


“ Loe keterlaluan njir sumpah.” Gumam Fadly menggeleng pelan.


Disya menggeleng.” Gue nggak ngapa ngapain disini?? Kalian yang ngemis dan dateng ke gue dan gue yang dibilang keterlaluan. Salah gue dimana Fadly?” Tanya Disya pelan. Fadly diam melirik Disya bengis. sedangkan teman teman Disya menatap mereka penuh penasaram.


Disya terkekeh pelan.” bahkan gue makan aja dengan tenang kalian nyalahin gue. emang yah kalo dimata kalian itu gue iblisnya dan kalian malaikatnya.” Tegas disya dingin.


“ gue Cuma ngejalanin apa tentang apa pandangan kalian sama gue. gue jadi iblisnya dan kalian malaikatnya. Jangan seakan akan paling menderita kalo kalian sendiri yang cari masalah. Kan udah gue bilang malaikat malikat kecil yang gue sayangin. Nggak ada sejaranya iblis bunuh seseorang tanpa alasan. “ jelas disya tenang.” Jadi pergi dan jangan urusin gue. apa lagi ancem gue, soalnya kalo itu terjadi gue pastiin kalian bakal hilang.” Bisiknya menekan kata-kata nya yang terakhir. tapi semua orang masih mampu mendengarnya.


“ loe gila..!” tegas Fadly. Disya mengangguk pelan. Fadly mendesis pergidari sana.


Gerry membantu Javar untuk bangun tapi javar memberontak.” Lepas. Gue mau minta maaf sama Disya. Disya mafain gue. jangan ganggu bokap gue sa plis.” Teriak Javar di pelukan Gerry.


“ diem Javar. Loe minta sama manusia yang salah. Dia iblis.” Tegas Gerry kepadanya. Javar disana tetap memberontak menatap disya nanar. semua otang menatap Javar keluar dari kelas nanar dan juga kasihan lalu melirik disya yang tenang sulit. Disya manusia tak tersentuh itu.


Sedangkan Disya hanya duduk tenang dibangkunya. Saat melihat mata-mata yang melihatnya semua segera menunduk takut. Disya tersenyum miring.


...----------------...


Pelan Dava melangkah keluar mengetok pintu kamar Caisar yang diisi disya.” Kak ini Dava.” Panggil Dava pada disya.


Krek. Pintu terbuka pelan menampilkan Disya dengan penampilan casualnya. Baju baru yang ia beli diantar menggunakan jasa online, celana dan baju hitam. Jaket hitam dan juga masker. Tidak lupa ia menggunakan topi.


Ia memberikan juga masker. Topi dan jaket kepada Dava, Dava mengernyitkan dahi pelan.” ini jaket buat loe pakek. Mau ketahuan?” Tanya Disya pada Dava. Dava melihatnya tergugup dan menggeleng pelan. segera ia kenakan dan melangkah mengikuti kemana Disya pergi.

__ADS_1


__ADS_2