
Langkah kaki Cessy terasa sangat berat memikul beban dikakinya, ada satu buah buntalan dari Karet yang dibuat melingkar yang disikan pasir dengan berat tiga kilo gram disana yang harus ia tarik dengan keadaan berlari didekat pantai, dan semakin hari maka berat yang ia bawa akan semakin besar dan semakin bertambah. Ada yang bertanya kenapa tidak menggunakan besi atau alat lain yang memang khusus? maka alat yang Cessy gunakan memiliki masa lebih besar dan lebih terasa berat dibanding alat lain.
Ia harus mengelilingi pantai dengan jarak dan juga tempu yang ditentukan. Jika ia gagal dalam waktu yang ditentukan maka ia akan mendapatkan hukumman yang sangat mengerikan, salah staunya cambukan atau ia harus melawan sepuluh orang laki laki diwaktu yang bersamaan seperti kemarin, ia mendapatkan banyak sekali pukulan tanpa hati dan tanpa perasaan dari mereka. Ia menghela nafas dan mengusap keringatnya.. kakinya terasa termor gemetar lelah dan juga tidak kuat tapi dipaksa untuk kuat.
Dari jauh ada Gibran yang menatap nya prihatin. Gadis yang usianya baru memasuki 17tahun tetapi malah memikul beban seberat itu membuat ia iba. ia mengepalkan tangannya tak bisa membantu. Karen sangat kejam kepada anak perempuan itu. tapi ia juga tidak bisa marah sebab ini adalah pilihan dari anak itu sendiri bukan paksaan atau permintaan dari orang lain.
Cessy menghela nafas mengusap dahinya yang tidak pernah lelah. Sudah tiga hari ia melakukan ini masih sangat berat.
“Ya Tuhan apa pilihannya salah atau dirinya yang terlalu suka mengeluh? Pertanyaan orang lain.
Hahaha Tentu saja tidak ada keluhan dibibir tipisnya. Ia selalu melakukanya dnegan sungguh-sungguh tanpa ada keluhan dan tanpa ada yang ia sesali. Baginya yang ia lakukan sebanding dengan apa yang ia dapatkan nanti. Tunggulah ia akan membalas pada dunia jika dirinya bisa menjadi kuat.
“Cessy beristirahatlah dulu, kau sudah selesai dan kau berhasil.”Teriak dari pria yang berusia 39tahun disana. dia adalah pelatihnya Cessy yang diiberi oleh Karen. Lelaki yang menjabat sebagai panglima perang dulunya tetapi dipecat dikarenakan melakukan kesalahan itu bekerja dibawa tangan Karen mangkanya ia yang diutus.
Cessy disana terduduk diatas pasir tanpa mencari tenpat yang dingin, ia menarik nafas dalam dan juga meneguk saliva kering miliknya. “Minumlah.” Ia mendongak menatap sang empu. Samudera namanya, sang pelaku yang memberikan ia Ion segar yang tidak dingin dikarenakan tidak baik untuk orang yang berolahraga berat sepertinya.
Ia segera menerimanya.”Terimakasih paman.”Ujarnya pelan. Samudera disana mengangguk menatap Cessy dengan tatapan datar. Ia cukup prihatin akan keadaan anak yang ia didik saat ini, dibawa naungannya Karen bukanlah suatu hal yang baik. Karen itu memang baik tapi tidak sebaik yang orang lain pikirkan.
Lalu ia terdiam ketika Cessy menyodorkan setengah minum didepanya dan tersenyum.”Ini paman terimakasih.”Ujarnya pelan..
Samudera Menggeleng menatap Cessy”Buat kamu semua.”Ujarnya.
__ADS_1
Cessy menggeleng.”Sudah cukup. paman belum minum kan? minumlah. Tidak usah takut paman tadi bibirku tidak menyentuh kok dibagian permukaan minumnya.”Ujarnya memberikan minum ditangan pelatihnya.
Pelatihnya memang hanya punya satu karena ia lupa membawa dua. Dan lagi Cessy membawa minuman tapi didalam mobil jika ia harus mengambil minum didalam mobil ia akan poingsan dijalan bukan? Ia tetap diam dan mengeleng.”Kamu pasti belum cukup untuk minumnya. Saya belum terlalu haus.”Ujarnya pelan.
Cessy menggeleng.” Jika mengatakan cukup atau tidaknya suatu hal, itu tidak akan ada habisnya paman, salah satunya minum ini, jika dipikiran ku saat ini ketika aku habisi minum ini sekalipun itu belum tentu cukup, lalu aku akan berfikir aku sekarang membutuhkan air mineral bukan air yang kurang menghilangkan dahaga karena rasa manisnya. Semuanya selalu kurang jika mengikuti hawa nafsu kita.”Ujarnya pelan menatap Samuel.
Samuel diam mendengarnya.”Jadi cukup itu tentang kita yang membatasi diri untuk bersyukur, menerima dan juga mengetahui porsi diri kita dan poirsi untuk berbagi. Jika aku habisi ini lalu bagaimana dengan paham? Apalah arti sebuah minuman paman, Tidak ada kecuali penghilang dahaga. Apakah aku seegois itu hanya untuk tengorokan melupakan yang sudah berjasa melatihku?” Tanyanya pelan dengan nafas yang memburuh.
Dug... Samuel mendengarnya termenung dan merasa hangat direlung hatinya. Anak yang begitu dewasa atau terlalu mementingkan orang lain? Tanganya kaku mengambil minum dari Cessy dan juga meneguknya satu kali.
Cesy disana tersenyum tipis dan menjatuhkan tubuhnya diatas pasir menatap langit yang sudah semakin mengoren pertanda akan malam. Ia seharian ini melakukan banyak hal, mulai dari beladiri, belajar fisik, ia makan dengan teratur dan makan makanan sehat. Ia juga diberi jam tidur yang cukup.
Samuel menatap Cessy dengan dalam.”Kau sedang memikirkan apa?”Tanyanya. Cessy Menggeleng pelan memejamkan matanya.
“Mau pulang sekarang? Bukankah senjanya terlihat indah?”Tanyanya Samuel. Ia masih canggung dengan Cessy jadi ia disana hanya bicara yang tidak penting saja belum berani bertanya apapun.
Cessy mengeleng dan berkata.”Aku membenci senja.”Gumamnya lalu pergi.
Samuel menghela nafas pelan.”Tuan Muda sanat dingin.”Gumamnya tertekan.
Tak biasanya ada yang membenci senja seperti ini. Semua orang banyak pengagum senja bahkan ada banyak juga yang menunggu meluangkan waktu untuk melihat warna orange indah miliknya? kenapa dia membenbci senja?
__ADS_1
itu karena Cessy ingat bagaimana dirinya ditinggal oleh orang tuanya digkegelapan malam, ia ingat bagaimana dinginya malam yang ditinggalkan senja. Ia ingat bagaimana tersiksanya kehidupan mereka tanpa rumah ketika datangnya senja. Senja membawa kegelapan dan ia tidak suka gelap. Ia membenci bukan trauma,
...----------------...
Dilain bagian dunia ada Caisar yang sedang sibuk dengan kerjaanya sebagai ketua osis. Ia memang harus tetap melakukan tugasnya untuk mengatur murid. Dengan banyaknya kerjaan dan juga olimpiade liga tahunan disekolahnya ia fokus.
Disini ada banyak pertandingan dari beberapa skeolah bahkan drai luar kota sekalipun. Mulai dari futsal, voly dan bakset hanya saja harinya dibeberapa saja tetapi mereka kan memiliki banyak lapangan jadi yah dibarengkan saja lombanya untuk mempersingkat waktu. Kan akan ada tu sesi dimana ada penyisihan dan sesi pertandingan final jadi jika disatu akan memakan banyak waktu. Panitia osis juga banyak jadi tergantung murid mau lihat yang mana. Toh juga acara ini sampai dua minggu kedepan jika kurang pastinya akan diperpanjang,
bukan hanya itu, disini juga ada bazar yang wajib disetiap kelas ikuti, kelas Caisar pun juga ikut dengan menjuakl pek-empek hasil buatan anak perempuan kelasnya. Mereka kebanyakan tidak bisa masak jadilah mereka masaknya asal buat saja.
“Kak Caisar... lihat deh kami jual cake coklat loh. Mau coba nggak? Geratis buat kakak..!!!”
Caisar yang sedang gabung dengan bazar kelasnya pun melirik gadis yang sedang mengajaknya bicara. Acara sekarang ada bakset dan juga volly jadi dia bukan panitia juga mending disini jaga stand bisa makan gratis haha.
Gadis itu tersenyum malu menyisihkan anak rambutnya karena gugup ditatap oleh Caisar. Caisar berfikir apa ia harus menerimanya atau tolak saja? “Maaf yah. gue udah makan jadi mending kasih ke yang lain aja.” Ujarnya pelan. Caisar lelaki yang bisa memahami sikon, dari raut wajah perempuan itu ia bisa tau jika dia menyukai Caisar. Jika Caisar menerima makannya bukankah nanti ia akan lebih menyukainya dan lebih menaruh berharap padanya.?
.
.
.
__ADS_1
.
Yeeyyyyy kalo banyak yang Komen aku bakal Doble Up..!