
Waktu semakin berlalu. Hari sudah berganti sampai pada Caisar yang sudah selesai dalam masa pembelajarannya yaitu 3bulan. Dan selama tiga bulan itu Pula Rafa tidak memiliki perkembangan apapun, Caisar pernah mengeluh, pernah lelah, tapi tidak pernah berhenti untuk berjuang, ia juga pernah rindu tetapi ia hanya diam. Ia memilih menyimpan segalanya sendiri.
Lalu bagaimana kabar Cleo dan juga Farel? Cleo dan Farel tingal dirumahnya Fardan. Lebih tepatnya kemarin Caisar meminta mereka untuk tinggal dirumah kontrakannya saja akan tetapi Fardan memohon padanya agar cleo bersama dirinya saja bersama Farel. Kemarin terjadi sedikit keributan akan perebutan hak asu antara Cleo dan Farel. Farel yang sudah nyaman dirumahnya Gefri dan Gerry sedangkan Cleo yang dipaksa untuk tetap tinggal bersama Fardan oleh Fardan.
Cleo pasti memilih bersama Farel kakaknya karena didirinya sudah tidak ada lagi rasa kepercayaan akan orang lain, tetapi ia juga ibah kepada Fardan yang memintanya tetap tinggal padahal selama ini dia juga yang merawatnya.
Farel? Dia sudah sehat kok meski ia sekarang makin menjadi brutal dan emosional, emosinya paling tinggi diantara adik Caisar yang lain. Ia sudah bisa menerima kenyatannya kerena bantuan adik terakhir nya. Ia sudah bisa bicara dan menerima orang-orang baru
Jadilah Cleo dan Farel tetap tinggal bersama Fardan saja, tetapi kadang juga dirumh Gefri dan Rani karena memang permintaan mereka.
Farel menatap kakaknya Rafa tertidur nanar. Ia mengusap kepalanya pelan.” Kakak jelek kalo tidur terus. Masa kakak tambah putih kan Farel jadi makin keliatan item kak, padahalkan kita kembar.”Gerutunya mengusap tubuh Rafa pelan dengan Kain basah untuk membersihkan dirinya.
Memang benar kakaknya semakin putih bagai manusia dari kutup utara, bibirnya pucat dan juga berwajah tampan berbeda sekali dengan farel yang sedikit gelap meksi tidak hitam tetapi warna kulit mereka cukup kentara.
Farel menghela nafas dan tersenyum.”Kakak harus bangun yah kak. Kak Caisar sama kak Cessy lagi usaha buat bales apa yang kita rasain sama mama. Farel masih yakin kalo yang nabrak kakak itu Marvel. Farel memang lupa kak kejadian itu dan Marvel juga nggak terlalu negliat jelas tapi Farel yakin. kakak sabar yah biar aku cari bukti. Aku belum bilang ini masalah sama kak Caisar tapi aku janji kak aku bajal cari smeua bukti ini sama kakak..!!!” Ujarnya pelan mengusap kepalanya pelan.
Tak terasa hari sudah gelap, ia menghela nafas mengusap kepala kembaranya sayang.”Kak aku menunggu kakak bangun. Baik-baik yah..” Ia mencium kepala kakaknya dan pergi meninggalkan tempat ini. ia harus pulang sebelum jam 9, meski ia hidup tampa orang tua ia memiliki rasa sopan santun yang tinggi. Ia hanya menumpang tidur dirumah Fardan masa juga ia harus pulang larut.. ia masih punya malu.
Btw dia yang biayakan makan dan juga lain kebutuhan dibiayai oleh Caisar yang sudah bisa menghabiskan uang sedikit-sedikit. Ia diberi uang untuk sekolah tapi meski begitu Fardan juga memberikan ia uang, lalu Gefri juga kadang kadang bahkan bukan kadang-kadang lagi tetapi rutin setiap bulannya jadi ia tidak pernah kekurangan lagi uang. Akan tetapi jika boleh jujur ia boleh tidak mengembalikan apapun yang ia miliki saat ini untuk keluarganya yang dulu? Diana mereka bisa berkumpul bersama-sama meski hidup pas-pasan sekalipun.
__ADS_1
Ia mengeluarkan motor matic miliknya, iya hanya motor metic jangan harap motor mahal atau mobil yah. itu motor milik Fardan untuk para penjaga membeli atau mau kemana gitu. Jadi lah ia suka memakainya tetapi ketika tau akan hal itu. Fardanpun berniat membeli kan ia mobil tetapi ia menolak jadilah Fardan membeli motor serupa yang baru. Ia menolak tetapi Fardan menolak penolakan lagi, akhirnyalah ia suka memakai kedua motor itu ganti-gantian.
Dijalan sangat sepi,, ia memilih ketoko kue dulu untuk ia bawa untuk Dwi, dwi pasti suka batinya. Ia memilih beberapa donat dan juga disert yang menggoda. Barulah ia melajukan lagi motornya.
Dijalan ia terhenti saat ada mobil yang hampir menyerepetnya. Ia terdiam memegang jantungnya, rasa trauma itu masih dada. Tanganya bahkan smapai gemetar melihat mobil yang didepanya berhenti. Bayang-bayang kecelakaan membuat ia lemah
Matanya melirik siapa yang keluar. Matanya membelalak itu ibunya..!!!!
Terlihat ibunya Farel keluar mengenakan baju yang sangat glamor berwarna navi, matanya menatap Farel sendu.” Farel...”Panggilnya pelan pada Farel. Farel tertegun dan terdiam melihatnya. Ia mengepalkan tangannya rasa trauma diganti rasa benci miliknya. Tau jika itu ibunya yang menjadii salah satu penyebab keluarganya hancur.
Ibunya terlihat mendekat hendak memeluknya tetapi Farel malah menatapnya tajam dan dingin. Ibunya terdiam tak jadi memeluknya.,”Ayo pulang nak. Ibu sangat merindukan kamu. Saudara kamu juga... dan dimana Rafa??? Ayo nak pulang.”Ia menatap anaknya lirih dan juga sendu. Ia sangat merindukan anaknya yang nakal ini.
Farel merasa dirinya ditarik paksa, ia oleng sampai motornya ikut jatuh. kue yang tadi juga jatuh. Ia melirik ibunya lirih. “ Lepas..!” Ia memberontak disana dan melirik disisi lain. Ia mau menyerang tetapi tubuhnya dipegang dan ditahan dalam titik kunci jadi ia tak bisa bergerak sama sekali.
Bruk.. Bruk.. Farel tertegun merasakan ada serangan dari belakangnya terhadap yang memaksanya untuk ikut tadi. Ia melihat kebelakang disana ada dua orang berbadan kekar yang menghajar dua penjaga itu sampai jatuh. Lalu ia melihat ibunya yang ketakutan.
Ia melihat lagi siapa yang membantunya, wajahnya ditutupi masker dan topi hitam. Siapa dia? Pertanyaannya.
“Pergi kalian atau kalian kami habisi.,..!!” Ia mengeluarkan pistol dari sakunya. Farel mundur bergetar kaget dibuatnya. Ia diam melirik ibunya yang mundur memasuki mobil. Kedua penjaganya yang menahanya tadi pun juga ikut memasuki mobil dan pergi. Farel menghela nafas.
__ADS_1
Tangan ibunya terkepal erat didalam mobil.” Farel kamu harus ikut mama nak. Mama sayang kamu.”Gumamnya menghela nafas namun mendengus sebentar karena rencananya gagal. Ia sudah mencari Farel selama ini tetapi baru bisa menemukanya dibeberapa minggu ini. jadilah ia mencari cara untuk membawanya kembali lagi.
Farel menatap pembantunya tadi.”Terimakasih.”Ujarnya pelan yang diangguki oleh mereka dan pergi.”Kalian siapa?”Tanyanya pelan.
Keduanya menatap Farel dan menghela nafas.”Berhati-hatilah, kau harus hati-hati..” lalu ia pergi meninggalkan Farel sebuah kalung. Farel tertegun melihat kalung yang memang disengaja jatuh.
Ia mengambilnya dan terdiam.”Kak Cessy...” Lirihnya. Ia mengepalkan tanganya menatap kepergian mereka yang entah sudah kemana, ia menyimpannya dan bergumam.” Kak Cessy terimakasih..”Ia mengambil motornya dan kue yangs empat jatuh. Ia pun menyimpanya dan melajukan motornya jauh. Ia harus menyeelsaikan ini sesegera mungkin. Ibu dan ayahnya adalah ancaman batinnya.
Hari ini ia masih bisa selamat dibantu oleh kakaknya entah besok atau nanti, jadi ia harus jauh lebih berhati-hati lagi nantinya supaya tidak merepotkan kakaknya lagi,
Disisi lain dua orang tadi menatap keperggian Farel jauh dengan tatapan sullit diartikan.” Bos kenapa masih mau jaga dia? Padahalkan yang nyuru bos juga nggak tau kalo bos ngak ngelakuin yang dia suruh??” Ujarnya tangan kananya menatap sang tuan yang terlihat menatap Farel jauh. Yaaah mereka yang membantu Caisar tadi.
.
.
.
.
__ADS_1
..... Butuh lanjutan hati ini atau besok teman?