Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Salah kaprah


__ADS_3

Disya tersenyum miring lalu berdehem memasukan pisau kembali di sakunya. Demon membuka matanya dan melirik disya bengis. Dirinya tak suka.


Disya gadis benar bena gila. Melakukan segala cara untuk apa yang dirinya inginkan.


Toktok. Keduanya melirik kearah jendela, disana ada polisi yang mengetuk pintu. Demon membuka pelan kaca mobilnya menatap polisi tenang.” Maaf pak. Kenapa berhenti tiba tiba???? Itu menganggu pejalan lain dan hampir terjadi kecelakaan.” Ujar polis di sana dengan tegas.


Pelan kaki demon mendekati alas kaki ke arah kaki dan gas. Membuka pelan pintu mobil. Disya menatap polisi dingin dan tak berbuat apapun.” maaf pak, kaki saya licin tadi dan alas kaki mobil saja terhimpit di gas hingga hilang kendali, jadi saya menginjak remnya agar tidak membahayakan hal lebih.” Jelas demon menunjukkan alas kaki yang tersangkut di gas dan rem.


Polisi mendekati alas kaki menatapnya dengan tatapan paham.” Lain kali hati hati pak. Untuk keamanan sendiri. Tapi lebih cepat segeralah pergi sebab membahayakan orang lain jika terlalu lama di sini.” Jelas polisi dengan tegas.” Atau mau minta bantuan?” Tanya polisi lebih lanjut.,


Demon menggeleng.” Tidak pak. Permisi.” Jelas demon memasuki mobil. Menatap polisi dengan sopan, tatapan polisi menuju kearah Disya yang ada di dalam mobil bingung.


Dia perempuan botak??? Disya menatap polisi tajam dan bengis lalu membuang muka membuat polisi kaget. Sialan.


Demon melaju mobilnya menjauh dari polisi melirik Disya yang diam saja di tempatnya.” Gara gara loe kita hampir ketangkep. Lain kali dipikir dulu kalo ngelakuin sesuatu.” Jelasnya Demon dingin kepada Disya. Disya menguap pelan dan berdehem enggan merasa bersalah.


Demon melirik tingkah Disya mengepalkan tangan. Perempuan ini. jika saja Disya ini perempuan lain, sudah pasti demon jadikan koleksi patung di rumahnya. Yah Demon suka mengoleksi patung manusia yang ia racik dan ia semen menggunakan bahan bahan yang ia sukai. Salah satunya Hana. Hana salah satu koleksi yang dirinya incar. Memiliki wajah cantik dan polos, rambut panjang nan menawan. Hana benar benar bagus untuk dirinya koleksi. Tapi sayangnya disya juga menargetkan Hana.


Keduanya sampai di rumah Demon, hutan, disana hanya ada rumah Demon yang menjulang besar. Keduanya disana berdehem memasuki rumah demon, bukan hal lumra bagi disya kesini. Sudah berkali kali dan sudah hafal letak bagian bagian rumah.


Berjalan santai diikuti Demon dari belakang, keduanya memasuki rumah lebih dalam, mendekati lemari tertutup dibagian kamar demon, di sana Disya membukanya dengan kode puzel. Pintu terbuka menampilkan koleksi koleksi demon.


Disya menutup hidungnya dan menatap demon tajam.” hobi loe nyimpan bangk3.” Gumamnya mual.


Demon malah menghirup aroma itu tenang.” Ini wangi,.” Gumam Demon.


Disya melirik demon malas dan ngeri. Manusia gila. Disya memasuki tempat yang banyak ragam patung disana, melirik bagian bagian patung yang terpahat. Dimulai dari anak anak hingga orang dewasa Rata-rata terbuat dari semen dan juga secara detail. Disya tau ini bukan sembarang patung.


Jika kalian bertanya ada yang lebih gila darinya, yah jawabannya Demon. dia sudah akut kejahatannya.


Disya menatap tajam kearah seseorang yang sudah tak berdaya tanpa menggunakan apapun di ikat di tiang di tengah ruangan.

__ADS_1


Disya menatapnya dingin dan tidak suka. ditiang itu perempuan itu terlemas dan juga menggigil kedinginan. tak menggunakan apapun dan juga diikat tak berdaya dalam keadaan yang tidak baik baik saja.


Rambutnya di anyam menampilkan tubuh polosnya secara merata. Disya tak suka hal ini.


Disya mendengus tidak suka. disya tidak menyukai aroma ini, tidak menyukai pemandangan di depannya ini. ini terlalu menjijikan di matanya. disya memalingkan wajah dan berdehem,” lepasin dia Demon. Gue lebih mau lihat dia dihujat ketimbang mati ditangan loe.” Ujar disya kepadanya.


Demon berdehem.,” tapi gue ngak yakin dia masih hidup. “ disya mendengarnya berdehem mundur menjauh dari sana.


Demon melihat Disya menjauh mendesis.” Penjahat tanggung.,” ujarnya mencibir mendekati Hana yang sudah terkulai lemah dalam keadaan buruk.


Tapi sesaat setelahnya Disya datang dengan besi panjang. Demon melihat itu segera menyingkir.


Disya tersenyum miring melihat Hana yang terkulai.” Jadi apa yang harus kita mulai duluan Hana? Perempuan malaikat yang di puja puja sebagai wanita suci oleh semua orang??” tanyanya terkikik. Demon melihatnya terdiam, menarik kata katanya kembali. Disya bukan penjahat tanggung tapi dia penjahat ulung.


...----------------...


Cessy berdehem menyelesaikan semua tugas yang diberi oleh Jems di sana pusing. Pelan pelan ia merasa seseorang memasuki kamarnya. Ia melirik cepat kebelakang dan berdehem saat tau siapa yang datang. Faren dan Gibran. “ apa yang kalian lakukan?” Tanya Cessy padanya.


Cessy membalikan tubuhnya dari kursi dan berdehem melihat Faren,” usai semua harta sudah jatuh di tanganku, harta itu akan ku serahkan kepadamu kan?” Tanya Cessy tenang kepada Faren. Yah siapa yang bilang Faren ini baik? hhaha tidka ada yang begitu tulus kepada orang yang tidak mereka kenali. Semua tidak ada yang gratis di dunia ini. semua memiliki nilai harga,.


Faren mengangguk dan tersenyum miring.” Jangan sampai kau berkhianat Cessy. Sebab aku menghabiskan ratusan juta untuk kesehatan adikmu, kau tau??? Dia mengalami empat oprasi dibagian otak dan juga menghabiskan uang satu miliyar untuk ginjal baru yang aku beli di pasar gelap, dia juga harus oprasi sumsum tulang belakangnya. Jika aku total kan, bahkan saat aku menjual mu saja, itu tidak akan balik modal.” Jelasnya pada Cessy.


Semua yang dikatakan Faren benar. Farel kemarin sangat buruk, sehingga pengeluaran yang dikeluarkan juga buruk. Sampai pada dimana Farel harus membeli peralatan langsung untuk dirinya sendiri di rumah Fardan, belum lagi dokter dan perawat yang stay menjaganya. Harta mutlak yang fantastis untuk satu nyawa. Tidak mungkin Faren sebaik itu membuang uangnya.


Cessy berdehem pelan mendengarnya. Faren mengangguk dan berdehem,”aku hanya mengingatkan, jangan sampai kau lupa daratan sehingga melupakan apa yang sudah menjadi tugasmu. Ingat kamu hanya orang miskin yang tidak punya apa apa, tak ada alasan untuk kamu menjadi manusia kaya.” Jelas Faren menyeringai melihat Cessy remeh.


Cessy mencebikkan bibirnya.” Bahkan apa lagi kamu. Kakek jems saja tidak mau memberikan kekayaannya kepadamu. Alasannya karena apa? Karena kamu jauh dari kata tidak pantas. Kamu lebih tidak pantas dari saya tuan,.” Ujar Cessy terkekeh.


Faren menatap Cessy dingin. Cessy menggeleng pelan menatap faren.” Marah??? “ Tanya Cessy menyeringai.


Faren menggeleng pelan.” kamu sangat berani.” Jelasnya dnegan datar..

__ADS_1


Cessy mengangkat bahu acuh. Faren mendengus segera pergi dari kamar Cessy. Gibran di belakangnya melirik Cessy rumit lalu menjauh. Cessy melihat mereka menjauh mendatarkan wajahnya.


Enak saya menghina dirinya, memangnya dia sudah sehebat apa sehingga menghina begitu keras. Jika memang mampu kenapa meminta bantuan padanya??


Bugh.. Cessy melihat seseorang yang baru saja menaiki balkonnya, menyipitkan matanya, saat seseorang tersebut membuka tudung dan melambaikan tangannya. Cessy segera mengunci pintunya dan membuka pintu balkonnya. Membiarkan orang tersebut masuk.


“ ngapain kamu disini Morgan?” tanya Cessy pada Morgan bingung.


Morgan mengusap kepalanya pelan dan menghela nafas menatap Cessy yang terlihat bingung menatapnya.” aku tadi mendengar semua percakapanmu dengan Faren.” Ujarnya lalu mengambil coklat panas di atas meja.


“ he itu minumku.” Jelas Cessy malas kepadanya.


Morgan melirik Cessy dan menghabisi sisa minum di gelas. Ia menaruh gelas dan menghela nafas pelan.” gue haus.” Ujar Morgan


. Cessy menghela nafas pelan menuju brangkar tempat penyimpanan makanan di sana. Lalu memberi pada morgan yang berdiri mengikutinya. “ itu.” cessy memberikan mineral.


Morgan mendekati Cessy dan mengambil satu toples makanan yang diminati. Cessy melihatnya menatapnya malas.” Ini semua harusnya memang milik Gue, karena Loe hanya orang yang menyamar menjadi gue.” jelas Morgan menjauh membiarkan Cessy yang mulai mengikutinya dengan soda ditangannya. Morgan sangat seenaknya sama seperti Faren.


“ usai ini, loe akan kasih semua harta kakek Jems sama Faren?” Tanya Morgan.


Cessy menggeleng pelan mendengarnya.” Nggak sih. gue nggak tau, posisinya gue balas budi sama dia. “ jelas Cessy tenang dan membuka soda yang ia ambil tadi.


Melirik Morgan tenang.” Loe juga mau merebut harta kakek jems?” Tanya Cessy lagi curiga.


Morgan mengangguk.” Siapa yang nggak mau? Kalo gue nguasain harta kakek Jems otomatis kehidupan gue berikutnya bakal sejahtera dan terjamin.” Jelas Morgan dengan malas kepada Cessy. Hanya orang bodoh yang tidak menyukai harya, tahta ataupun orang. yah itu dimatanya Morgan. Sebab apa pun di dunia ini bisa dimiliki jika kita memiliki ketiga hal tersebut,,.,"


Cessy mendengarnya menggeleng.” Abang gue pernah bilang gini, setiap orang itu punya porsi masing masing, dan porsi masing masing tidak bisa di samakan dengan porsi yang orang lain miliki saat ini. kalo kakek Jems saat ini hidupnya sejahtera karena duit dan juga jabatan atau bahkan kekayaan dia, belum tentu kemudian hari diposisi yang sama loe juga seperti dia. “ jelas Cessy dengan tenang.


“ terutama karena otak kalian beda, tujuan hidup kalian berbeda, dan pemikiran kalian beda. Semua itu mempengaruhi kehidupan kalian di kemudian hari. Kalo kakek Jems berfikir gimana caranya perusahaan ini bertahan dan terus hidup, sedangkan loe mikir gimana supaya bisa jadi orang kaya raya. Itu aja udah beda Morgan. Jadi akhir kalian udah pasti berbeda.” Ujar Cessy tersenyum miring.


Morgan mendengarnya menatap Cessy dengan tatapan paham. “ porsi kita beda yah.” ujarnya mengangguk .” kalo porsi loe?? Emang loe nggak minat sama harta Jems?“ tanyanya kepada Cessy pelan.

__ADS_1


Cessy menggeleng pelan. “ gue nggak munafik, hidup dalam kesejahteraan itu adalah hal yang gue impikan dalam kehidupan gue.” jelas Cessy tenang dan jujur membuat Morgan menatapnya remeh,.


__ADS_2