Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
perkara sama


__ADS_3

...kak lanjut cerita Keyna dan Andes kak. ? haduh maaf yah sayang sayang semua. aku bukan nggak mau lanjut. cuma Memang aku akan Tamat kan ini novel dulu. mungkin bukan depan ini tamat kok. nyelesaikan konflik satu satu, aku akan Spil cerita Andes kok nanti. jadi sabar yah....


.......


.


.


Katanya jodoh adalah cerminan diri sendiri, tapi Caisar tidak, Caisar baik, lugu, lembut dan sopan.


Tapi pacarnya penuh tipu muslihat, wajahnya akan menjadi sangat manis di depan pasangannya tapi dibelakang Caisar, dia sangat menyeramkan.


Mau dikatakan tidak cocok tapi mereka harus dicocokkan.


“ jadi kamu sama papa pulang dulu? Nggak mau main ke air terjun dulu?” Tanya Caisar pada Disya yang ada di sebelahnya.


Disya memasuki kamarnya di jam Sembilan dikarenakan lapar dan ingin makan bersama Caisar. Caisar yang sudyha makan pagi tadi di bawha terpaksa memesna kembali makan hotel untuk di bawa kekamar dirinya.


Disya mengangguk sembari mengunyah nasi gorengnya.” Dua hari lagi kita masuk loh pangeran. Pangeran masih bakal kerja dna nggak masuk skeolah?” Tanya Disya pada caisar polos. Sudah dua minggu mereka libur sekolah dna Caisar menghabiskan dua minggunya diluar mengontrol proyeknya. Pergi sana, pergi sini. Sampai Disya melihatnya yang lelah.


Caisra mengangguk pelan.” waktunya hanya tiga minggu lagi Sya. Jadi aku harus menyelesaikan sekira kiranya proyek yang berada di Baliton. Harus punya tabungan seenggak enggaknya 5 M buat nebus Cessy. Cessy di sana kan dibayar buat Farel, dan agar kontraknya selesai Cessy harus bayar 5 M” ujar caisar pelan.


Benar. Cessy tidak mungkin dipercaya hanya dengan mata yang terang, tapi juga ada hitam di atas kertas. Cessy harus mengabdi dan melakukan apapun yang Faren suruh sampai lima tahun setidaknya untuk mendapatkan warisan tersebut., usainya tidak ada hak sepeserpun untuk Cessy dan Cessy akan dipulangkan ke keluarganya,


Cessy juga tidak bisa membatalkan kontrak jika tidak membayar uang 5 M setara dengan pengobatannya Farel yang dilansir dari dilipat gandakannya. Tapi itu lebih dari yang di tentukan. Sebab Farel sudah lebih dari tujuh kali oprasi, dan itupun belum terhitung dengan biaya alat yang mereka beli sendiri untuk dibawa kerumah Fardan.


Disya mendengarnya mengangguk pelan menatap Caisar kasihan. Caisar yang ditatap bgeitu tersenyum tulus.” Jangan natap aku kayak gitu, maafin aku yah belum bisa kasih kamu lebih, masih dengan dunia aku yang mentingin adik adik aku. Disya harus paham kalo kami nggak punya papa mama, jadi semuanya balik sama aku.” Ujar caisar kepada Disya mengusap pelan pipi Disya.


Disya mengangguk pelan dan tersenyum.”kenapa yah kakak Disya nggak kayak pangeran. Coba aja kakak Disya kayak pangeran, pasti disya nggak butuh apa apa lagi,” ujar Disya nanar. Caisar itu baginya sosok ayah yang sempurna, kakak yang sempurna.


Caisra menggeleng.”nggak boleh dong. Kalo gitu kamu nggak sama aku deh, mungkin juga sekarang kamu nggak suka sama aku. ” Jelas Caisar dengan pelan, jika porsi Disya lebih dai yang ditentukan mungkin Disya tidak akan terobsesi pada dirinya yang artinya tidak akan ada kebersamaan mereka. disya terkekeh mengusap air matanya yang jatuh,.


Menghela nafas pelan.” bener juga yah. kalo gitu nggak jadi deh hehe. Disya bersyukur punya pangeran.” Ujarnya terkekeh,. Benar setiap hal dimuka bumi sudah ada porsi yang ditentukan.

__ADS_1


“ sekarang tabungan pangeran ada berapa?” tranya Disya pelan meminum jus orangenya pelan.


Caisar menghela nafas pelan, menggeleng pelan.” tabungan perusahaan sudah sampai dari puncak yang aku tentukan, semua udah aman sya, bahkan perusahaan kakek kamu udah aku renop dan insyallah dua bulan lagi progresnya. Tapi untuk yang pribadi aku baru ada 2m, mangkanya aku nunggu proyek yang selesia di proyek pak Bram, perkiraan aku bisa dapat bagi dua sama perusahaan, aku dapat 1m, tapi nggak tau juga, aku bingung mikirnya.” Gumam Caisar memujit pelipisnya.


Disya memeluk caisar dan mengusap pelan kepala Caisar. “ nggak apa apa. Disya ada tabungan kok, nanti Disya bantu yah,” ujar Disya pelan.


Caisar memejamkan mata malu, ia mendongak menmatap Disya terkekeh.” Uangnya buat kamu aja. Aku bis acari kok tenang aja.” Malu, dirinya malu untuk meminta bantuan Disya lebih banyak lagi,.


Disya menggeleng.” Aku nggak mau kamu sakit karena terlalu ngejar sesuatu pangeran. Pangeran jangan maksain hal hal yah, aku bisa bantu kok, soalnyakan saham semua perusahaan utama papa udah di aku semua,.” Ujar disya polos dan juga tulus.


Caisar mengangguk pelan. menatap Disya nanar.” Itu uang perusahaan nggak bisa kamu gunain sembarangan Disya, kamu harus simpan dan kamu harus kelolah buat perusahaan. Aku bisa cari uangnya nanti, kamu percaya sama aku,.” Ujar caisar pelan.


Disya mendengarnya mengerjab pelan menatap Caisar sendu. Jika saja dulu ibunya tidak tergila gila pada ayahnya dan menikahi laki laki seperti Caisar yang tidak gila harga saja, pasti dirinya akan bisa merasakan sosok ayah seperti Caisar. Sedangkan Caisar meminum minumannya tenang, sudah dua minggu tidak tidur dan jatuh sakit alasan besar Caisar karena terlalu banyak pikiran.


...----------------...


Cessy tidak bisa keluar dua hari dari rumah Willy dikarenakan hujan salju begitu lebat, tidak berhenti. Bahkan badai salju beberapa kali terjadi sehinga aktifitas diluar rumah dihentikan.


Untungnya Cessy diberi kamar sendiri bukan satu kamar dengan Willy sehingga dirinya bisa bebas tak terlalu khawatir. Hanya saja bahan untuk penahan hamster Cessy yang kadang harus dirinya kenakan bahkan saat tidur sekalipun.


Keluarga willy juga sangat baik, tidak ada yang buruk. Loli yang sangat penyabar dan penyayang meskipun maish bersikap merengek seperti anak kecil, ada juga ayahnya Willy yang cuek tapi diam diam sangat perhatian dan lembut. Pernah Cessy lihat dimana Loli yang merengek sakit perut dengan telaten andrian mengompresnya serut Loli dan mengusap kepala Loli.


Cesys meringis iri melihatnya, keluarga Willy sangat harmonis dan kaya raya,. Beda jauh dari keluarganya. Memiliki ibu dan ayah yang cerai, kekayana tidak punya. Hhe cesy tidak boleh iri akan hal itu dirinya harus tetap bersyukur.


“ kamu belum tidur Morgan?” Tanya Andes melihat ada Cessy yang masih stay di dekat jendela menatap luar yang masih turun salju. Semua jalam tertutup oleh salju, bahkan membuka pintu salit karena semua tempat di penuhi salju. Cessy melirik Andrian yang didepan pintu, ada Willy juga di sebelahnya, tapi dilihat lagi mereka memiliki penampilan yang sama, yakni sedang menggunakan baju bola berwana biru dan Willy yang sudah mencoret pipinya menggunakan warna biru putih juga. Tak kalah dari anaknya, Andes bahkan menggunakan atributnya lengkap.


Cessy menggeleng pelan.” tadi siang sudah tidur jadi malamnya susah tidur.” Jelas cessy pelan. Sudah dua hari disini Cessy jarang keluar karena tidak enak, jadi suka ditegur atau di ajak keluar untuk sekedar makan makanan hangat oleh Loli.


Willy mendekati Cessy dan berseru heboh.” Kita harus nonton pertandingan bola Mo, ini piala dunia..” ujar willy merangkul pundak Cessy.


Cessy mendengarnya berdehem pelan, “Ini baju buat loe kita satu Tim.” Ujarnya menunjukan jersey buat Cessy yang sama dengan milik mereka.


Cessy menggeleng menolak.” Sorry tapi gue portugal.” Ujar Cessy.

__ADS_1


Willy melebarkan mata menatap Cessy dengan tatapan pernusuhan.”nggak asik loe.. mending Argentina aja. Gue jamin menang.” Ujarnya dengan membujuk Cessy.


Cessy menggeleng.” Bintang gue Portugal.” Ujar Cessy menepuk dadanya bangga,.


“ ah lu ma.” Gumam nya Willy menepuk pundak Cesys kesal.


Cessy malah menatapnya mengejek. Andes melihat perdebatan keduanya menggeleng.”nggak apa apa. Kalo ada lawan kan jadi makin seru. Ayo ayo nonton di ruang keluarga, udah mau mulai ini.” ujarnya menunjuk jam di tangannya.,


“ yaudah ayok Mo.” Willy menarik tangan Cessy agar mengikutinya. Cessy berdehem segera menggunakan sendal berbulu nya.


Tidak menggunakan jersey yang sama. cessy tersenyum tipis sampai di ruang tengah, rupanya sudah ada Loli juga yang menyiapkanm makanan hangat, asap hangatnya bahkan terlihat mengepul di sana.


“ eh udah ada Morgan. Ayo ayo kita nonton sambil makan yang hangat. Cuacanya dingin banget.” Ujarnya Loli mengajak ketiganya dengan semangat, sama dengan dirinyua tidak menggunakan jersey yang sama dengan Willy dan ayahnya.


“ ayo ayo sini. Kamu kenapa nggak pakek seragam sama mereka? Kamu nggak dukung argen?” tanyanya dengan mata melebar.,


Cessy terkekeh mengangguk.” Saya Portugal tante.” Ujar Cessy dnegan menaik turun alisnya.


“ omo omo omo.. arghj akhirnya kita sama, tante jadi punya temen uahauauau. kita harus deketan karena kita satu tim, ayok ayok sini.” Uijarnya menepuk sisi duduknya di sebelahnya.


Cessy melihat antusiasnya Loli sampai melompat lompat ,melebarkan mata.


Willy melirik andes dnegan malas dan Andes pun menatap anaknya pasrah.” Mama mu itu.,” ujart Andes pelan.


“ isytri papa juga sih.” ujarnya.


Andes terkekeh mendengarnya segera duduk di sisi ujung. Willy memilih duduk dibawah untuk segera menikmati mie udon yang di soapkan LOli.


Cessy pun segera turun juga mengikuti Willy. “ kita duduk di bawah aja sekalian biar bisa makan dulu. Kan elu mulai itu masih sibuk ngomong orangnya.”ujar Loli kepada keluarganya.,


Cessy mengangguk pelan. Mata Cessy kembali melebar saat mie udon miliknya diberi toping lagi oleh Loli.” karena kita satu tim jadi tante akan aksih kamu doble. Go Morgan Go. Yey yey Portugal Jaya Jaya Jaya.” Ujar Loli dengan mlenggok tubuhnya dan menaruh basreng di atas piringnya Cessy.


“ma, itu basreng pedes jangan kasih Morgan, kalo dia sakit perut gimana?” Tanya Willy mendelik melihat mamanya yang menaruh basreng di dekat Cessy.

__ADS_1


Cessy menatap basreng binary melirik willy menggeleng.” Gue suka basreng kok apalagi pedas, tenang aja.” Ujar Cessy pelan.


Loli semakin berteriak mengapit pipi Cessy semangat.” Omo omo. Akhirnya ada yang satu aliran sama mama. Yamapun Morgan kamu tau? Mereka nggak suka basreng padahal basrengkan enak.” Ujar Loli menatap Cessy gemas, bahkan tak sadar dirinya sudah meremas pipi Cessy begitu kuat sampai Cessy meringis.


__ADS_2