
Caisar bukanlah Hacker handal sebagaimana pemeran biasanya, tapi ia bisa memahami dan belajar dengan cepat. Hanya saja ia tidak punya seseorang untuk mengajarinya untuk hal ini. ia sudah mencari tau dimana dan siapa pemilik mobil yang menabrak adiknya,. Namun apa daya. Apa si yang bisa dilakukan dan diandalkan oleh orang yang tak punya uang dan kekuasaan selain pasrah? Ia hanya mengandalkan disya dan juga orang-orangnya.
Hari ini ia diskeolah melakukan tugasnya, dua harilagi akan ada pertandingan disekolahnya, ia tetap harus melakukan tugas sebagai ketua oesismeskid alam keadaan berduka sekalipun, yang namanya tangung jawab yah memang tuntutan hidupnya! Itu sudah menjadi pilihanya sedari awal jadi tidak bisa lagi ia elak. Ia juga masih bersyukur dengan adanya jabatan OSIS ia masih bisa makan dan bayar kontrakan meski tidak bekerja diluar lagi. Setidaknya uang masih cukup untuk ia hidup.
Disudut sekolah yang tak jauh dari parkiran mobil ada beberapa anak sekolah yang mengenakan baju kebangaan sekolahnya. Ada Tiga orang yang berparas tampan menatap satu sama lain. “Gila aja nih buk Sri. Ngajar bahasa inggris kek ngajar bahasa apaan? Bahasa Indonesia aja gue nggak lurus apalagi bahasa inggris. Yang ada lidah gue keseleo njie..”Ujarnya seseorang bernama ALFI mendengus tak suka..
Faro mengangguk semangat mengeluarkan rokok disakunya.”Gue si bisa-bisa aja soalnya bapak gue orang belanda jadi ngajarin gue bahasa Ingris juga secara kan gue bakal nerusin perusahaan. Tapi berhubung gue males mikir yah gue nurut kalian aja.” Ia terkekeh melempar rokoknya pada Rafi dan ditangkap sang empu.
Alfi disana mendengus.”Loe enak anak dari bapak orang belanda campur China, nah gue nih Jawa-sunda Uy. Yang ada gue bahasanya mendokan haha. Untung bapak gue kaya sama usahanya.. “ Ayahnya sebagai pemilik toko bangunan besar yang sukses, dan ibu seorang penjahit baju pengantin yang terkenal juga. Jadi dia lumayan kaya meksi tidak memiliki perusahaan sendiri.
“Nih babang Fadly kok diem baek dari tadi gue liat. Ada masalah apa masbroo? Cerita sama kita. apa gara-gara nggak bisa bahsa inggris juga? “ Tanya Alfi dengan menaik turunkan alisnya menatap Fadly didepanya yang diam saja dari tadi. “ Mau gue ajarin? Tapi jangan lupa cuan bayarannnya ye. Ngak ada yang geratis didunia ini.” lanjutnya.
Fadly menghela nafas tak menuyahut.”Bener nih. Pak bos tadi telat kenapa pak? Apa ada masalah? Bokap loe selingkuh lagi? potong aja tytydnya biar nggak lagi berkembang biak sekalian haha. ehhhapa namanya? Kebiri kalo nggak salha.”Ujarnya semangat mengangguk kepada Alfi.
Fadly berdecak.” Tadi ada kejadian dirumah gue. bukanya nggak mood, gue mau pulang sekarang.”Ia mengingat wajah imut Cleo dirumahnya membuat ia semangat untuk pulang. Pasti nanti ia disambut anak mungil itu. Ahh indahnya bayangan itu dikepalanya..
Kedua temanya menggeleng melihat bos mereka. "baru jam pertama mau pulang baek....!!!
Tap..tapp..tap..
“Mampus keknya ada patroli guru deh..”Humamnya Alfi disana segera membuang rojok dimulutnya kesembarangan arah pamilik. Diikuti oleh Faro juga yang ikutan panic.
“Parfum oy Parfum..” Ujarnya Faro menatap Alfi. Alfi disana dengan cepat mengarahkan parfum ke dalam mulutnya dan ketubuhnya barulah memberi kepada Faro. Fadly hanya diam saja disana menatap teman-temannya.
Lagi pula tidak ada jalan lain untuk kabur dari sini sebab ini hanya ruang paling sudut dan tertutup tembok minim pencahayaan juga disini. Ada si cahayanya Cuma cukup remang-remanhg baguslah untuk setan berhibernasi hehe.
Tap..tap..tap.. lamnglah kaki Caisar berjalan santai menuju parkiran. Keningnya mengernyit melihat ada asap dilain arah sudut parlkiran. Ia menghela nafas dna mendekat. Tap..tapp..tap.. ia memang selalu patrol dibeberapa jam pelajaran dikarenakan tuntutan. Seperti saat ini,
__ADS_1
Dugh. Sampai disana ia melihat ketiga orang yang suka membullynya dulu, sekarang tidak lagi si. Ketiganya duduk menatapnya dengan senyum polos dan mengerjab “Ngapain loe??”Tanya Faro tak suka.
jujur Faro tak suka Caisar jadi ketua osis sebab dulu ia juga mencalonkan diri. Eh padahal ia menang suara tapi malah kalah dikarenakan Disya yang seenak jidadnya mengganti dirinya. Bisa dikatakan Caisar curang baginya. Padahal mah tidak juga. Mereka kalah karena Faro membayar orang-orang supaya memilih dia
Caisar beberapa hari ini sangat dingin, tak Tersenyum sedikitpun menatap semua ketiga dari mereka.”Kalian bolos lagi?”Tanyanya pelan namun tegas.
Faro menggeleng. “Enggak. Guru kita lagi ada kerjaan jadi kelas kosong jadi kita kesini.” Mana mungkin dia jujur. Bisa dihukum dia.
Caisar mengerjab. Mana mungkin dia percaya dengan omongan tanpa landasan. “Udah dosa bolos, dosa bohong juga.”Gumamnya mengeleng. Ketiganya tergagap. Eh ralat hanya dua orang yang gagap. Caisar mencium bau rokok mengulurkan tangannya.”Mana rokok kalian. Sini.!”Ujarnya
“Kita nggak ngerokok.”Ujar Alfi dengan bantahan.
“Dikantong..,!” Tegas Caisar. Alfi disana mendengus melempar rokoknya Faro tadi. Caisar disana menerimanya dan kembali menatap mereka datar.”Kenapa merokok? Masih muda juga..?”
“Yah karena gue nggak bisa hidup tanpa rokok.”Ujar Alfi diangguki Faro.
Ketiganya kicep, mereka baru sadar jika aura Caisar beda dari sebelum-sebelumnya. Caisar tidak pernah sedingin dan juga sekejam ini biasanya. Ada Apo??
“Lu makin lama makin nyebelin tau nggak.”Ujar Faro sengit kepada Caisar. Mengibar bendera perang dan sekana menunjukan pada dunia
Hey ayo kita perang..!!
Caisra menaikan stau alisnya.”Emang kapan kita sedeket itu??”
Alfi terdiam. Benart juga. Memang kapan si mereka sedeklat itu?
Caisar menatap Fadly yang dari tadi menatapnya dalam”Kenapa loe ngeliat gue?”Tanyanya.
__ADS_1
“Loe ngappain disini? Bukannya loe masih harus kekelas? Malah keluyuran ngomongin kita aja.”Ujarnya Fadly pelan.
Caisar disana diam menatap langit.”Gue lagi nyrai anak nakal.”Ujarnya pelan.
“GILA..!! LOE SENGAJA NYARI ANAK NAKAL BUAT DIHUKUM GITU?”Teriaknya Faro tak kuasa menahan amarahnya menatap caisar.
Caisar disana menatapnya sendu“ Bukan..” Ujarnya pelan.
" Terus ngapain? Nambahin jajan loe atau nyari tukang sapu jagat gratis?” Biasanyakan hukuman yah disuruh nyapu halaman, suruh bersih toilet dan lain-lain kan?
Caisar diam sebentar sebelum menjawab.”Biasanya orang nakal itu pinter Cuma ketutup sama sikap jeleknya aja.” Ketiganya diam menatap caisar.
Caisar menghela nafas menatap ketiganya.”Dan anak nakal baisanya bisa ngehancer atau nyari sesuatu dengan mudah, contohnya jadi stalking atau kopasus, anak nakal punya analisis yang tajam. Gue nggak bisa ngehack atau apapun itu. Sedangkan gue butuh mereka. Dari kalian ada yang bisa bantu gue nggak?” tanyanya to the pont tanpa malu bertanya pada rivalnya sendiri.
Faro dan Alfi mengernyit. :”Loe nanya sama kita nggak salah? Lagian kita enggak sedeket itu si.” Balasnya.
Ia disana terkekeh pelan juga tak kalah kaget melihat Caisra yang tiba-tiba begini. Biasnaya juga ribut. Tapi semenjak Caisar jadi ketua osis saja mereka berhenti membullynya. bisa-bisa mereka dibunuh oleh Disya pacarnya yang pesikopat itu.
.
.
.
.
Lanjut? atau segini aja dulu?
__ADS_1