
Caisar melangkah tenang menuju perusahaan milik andrian. Kembali izin di sekolahan karena memang proyek dan beberapa hal yang harus dibahas.
Caisar sedikit terlambat akibat tranportasi. Andrian sudah menunggu sejak lima belas menit yang lalu. Saat casar sampai didepan pintu, ia tak sengaja mendengar pembicaraan orang dari dalam.
Caisar memilih diam dan menunggu diliar sebab masih ada tamu jadi sangat tidak sopan sekali bicara tapi ada orang di dalam sana.
“ Pokoknya papa nggak mau tau. Mau nggak mau, suka nggak suka kampu harus pulang bulan depan, kalo nggak papa pastikan kalo kamu akan jadi gelandangan diluar sana. Paham kamu ha?!!!” bentak dari dalam dan Caisar tidak berniat menguping tapi suara itu terdengar cukup kuat. mungkin efek ruangan yang sedikit terbuka.
Braj., pintu di tutup keras. Caisar yang berdiri di depan pintu tersentak kaget melihat yang dari dalam keluar. Tatapan pria paru baya yang baru saja keluar sangat tajam dan merah, urat urat dilehernya sangat erat dan kental bak ingin terputus dari teman temannya. Caisar diam mengamati wajah itu dengan biasa saja. Seusainya pria paru baya itu pergi dari sana menjauh.
Caisar jadi ragu untuk masuk, sebab mungkiin ayah dari andrian yang memang sedang ada cekcok dengan andrian. Caisar tidak tau yang pasti apa yang terjadi yang jelas andrian menolak sesuatu tersebut. Caisar mencoba melirik sejenak keaarah pintu yang sedikit terbuka dan mengetuknya pelan,.
Andrian memijit pelisnya karena pusing akan ucapan ayahnya tadi mendongak. Bisa ia lihat Caisar disana. Andrian segera duduk tegap dan menghela nafas.” masuk Kai.” Tegasnya kepada caisar. Andrian mengusap kepalanya kebelakang agar kembali rapi.
Caisar masuk dengan perrasaan tidak enak.” Bapak baik baik saja?” Tanya caisar dengan khawtair. Andrian tertegun mendengarnya, mendongak menatap caisar tersenyum masam. Baru Caisar bertanya apakah dirinya baik baik saja? Bukan bertanya apa masalahnya. Ia butuh pertanyaannya dan ia butuh orang orang yang peduli bukan malah penasaran.
Andrian menggeleng.” bad enough.” jelas Andrian dengan kekehan dan menghela nafas.
“ silahkan duduk Kai. Kamu pasti lelah berdiri terus.” Ujar andrian tenang menyuruh Caisar duduk. Caisar ini typekal disuruh baru duduk. Jika tidak mungkin seharian ini dia akan berdiri.
Caisar tersenyum dan segera duduk dengan pelan.” kadang kita memang butuh keadaan kita yang nggak baik untuk meneruskan hidup.” Jelas caisra tersenyum.
Andrian menaiki satu alisnya tak paham.” Kalo nggak baik artinya punya masalah, mana ada manusia yang mau hidup ada masalah Kai.” Ia terkekeh pelan karena jawaban Caisar terlalu sembrono baginya.
__ADS_1
Caisar menatap andrian ikut terkekeh.” Hidup itu butuh hiburan, nah salah satunya masalah, jika hidup terlalu lurus tanpa masalah maka hidup akan hambar. Ibaratkan game, kalo lurus aja tanpa ada tantangan dan rintangan sang pemain pasti akan bosan dan juga menghentikan permainan secara cepat. Sama dengan hidup. Kalo hidup nggak ada masalah dan rintangan pasti akan hambar dan tidak akan terasa baik baik saja. Baik baik saja itu bukan karena kita nggak ada masalah, tapi baik baik saja itu saat kita sudah menyelesaikan masalah atau sebelum ada masalah.” Jelaa Caisar dengan kekehan,
Andrian terdiam mendnegar jawaban caisar. Mengangguk pelan dan tersenyum tipis.” Benar juga yah.” jawabnya.
Caisar ikut tertawa dan mengangguk.” Iya setiap manusia pasti punya masalah karena itu ada yang berani lanjut dan berani berhenti dengan cara mati. Alias bunuh diri.” Jelas Andrian terkekeh pelan karena ucapannya memang benar adanya.
Caisar menghentikan kekehannya. Merasa arahan lain dari Andrian.” Mati bunuh diri itu hanya ulah manusia lemah, karena selemah lemahnya anak kecil. Mereka tidak akan mematikan dirinya sendiri ditengah permainan. Jika lelah yah pous bukan membunuh diri sendiri.” Jelas Caisar dengan tenang. Tapi penuh penyiratan dalam ucapannya.
Andrian memandang ,mata Caisar dalam. Caisar mengerjab pelan dan tersenyum.” Benar anak kecil bahkan tidak pernah mematikan dirinya sendiri di dalam game meskipun game itu sekalipun sangat sulit. Mereka akan terus berusaha agar tidak mati dan menuju hingga puncak selanjutnya.” Gumam Andrian kosong. Tatapan Andrian kosong bak memikirkan hal buruk.,
Caisar mengangguk.” Yah. Setiap orang akan berusaha menuju level selanjutnya. Seusai menyelesaikan semua tantangan dari level satu maka akan berlanjut ke levbel berikutnya. Begitu seterusnya semakin lama akan semakin tinggi levelnya. Apakah mereka akan langsung segera bisa langsung lompat level dalam permainan? Tidak. Mereka harus mati berkali kali terlebih dahulu baru bisa memenangkan satu level, begitu seterusnya hingga semakin tinggi level semakin berat tantangannya.” Jelas Caisar semakin tegas dan dalam.
Andrian diam menatap Caisar nanar. Caisar tersenyum.” Begitu juga sama kehidupan, nggak harus masalahnya langsung selesai, kadang kita butuh waktu dan juga penyesuaian dalam penyelesaian masalah. Tapi percayalah jika semakin kamu bisa semakin tinggi level hidup dirimu. Semakin tinggi juga ilmu dan pmahamanmu dan setiap level pasti ada hal yang bisa membuat kita untuk belajar. Hanya satu kuncinya. Jangan menyerah dan jangan pernah bosan untuk berusaha.” Jelas caisar tersenyum tupis sembari menaruh berkas berkas miliknya diatas meja,.
Caisar terkekeh.” Ingat pasti ada game lain yang patsinya lebih seru dan lebih menggugah selera dalam bermain. Pergi sejenak mencari kebahagiaan lain dan semangat lain, jika usai maka kembali ke permainan awal, intinya jangan bosan dan menyerah. “ jelas caisar lagi dengan tegas.
Andrian tersenyum tipis. Caisar menghela nafas.” saya tidak mneminta bapak untuk cerita. Tapi saya bisa jadi teman cerita bapak. Anggap saja saya adik bapak sebagaimana yang bapak bicarakan kemarin, saya mirip dengan adik bapak kan?? cerita sama saya mungkin tidak akan menyelesaikan masalah bapak tapi setidaknya mungkin bapak bisa legah.” Jelas Caisar kepada Andrian.
Andrian menghela nafas pelan menatap Caisar. Ia menyenderkan tubuhnya di kursi.” Tidak berat sebenarnya tapi karena saya anak satu satunya banyak tuntutan yang harus saya penuhi untuk ambisi orang tua saya. Saya harus ini dan harus itulah. Tuntutan mereka mencekik saya.” Jelas Andrian kesal mengingat orang tuanya.
“ memangnya apa saja tuntutan yang diberikan orang tua bapak??? Contohnya?” Tanya caisar dengan alis yang mengerut mendengar ucapan andrian kepadanya. tatapan dan raut wajah kesal terpampang nyata dibuat oleh andrian.
Andrian menegakkan punggungnya menatap Caisar serius.” Contoh kecilnya itu yah saya sejak kecil harus ikut les ini lah itulah. Les bela diri lah., harus les matematika dan lain lain. Saat di sekolah nilai saya ada yang jelek saya harus belajar dengan guru bimbel lah.” Jelas Andrian kepada Caisar tegas.
__ADS_1
“ pas sekolahpun jurusan jurusan yang akan saya ambil juga harus di atur. Saya maunya ambilnya IPA tidak dibolehkan. Harus mengambil IPS, lalu saat kuliah saya mau ambilnya biologi tidak boleh malah harus ambil managemen bisnis, bahkan saya sudah cape s1 tapi dipaksa ambil s2 oleh orang tua saya.” Jelasnya Andrian menggebu gebu akan penderitaan yang ia hadapi,.
“ belum lagi saya mau mengenarai motor tapi mereka sama sekali tidak mengindahkan permintaan saya,. Mereka tidak ingin dan tidak mengizinkan saya. Mereka malah mencari supir untuk mengantar jemput saya sejak saya TK. Berakhir saya dibilang anak mami dan tidak maco karenanya. Mereka itu keterlaluan.” Jelas Andrian kepada caisar kesal.
Ia sangat kesal. Setiap orang punya pilihan masing masing dan tujuan hidup masing masing, tiak bisa dipaksakan atau di tuntut harus begini dan harus begitu seenaknya saja. Tapi orang tuanya seakan sudah menjadikanya robot dan dirinya hanya melaksanakan programnya saja. Selebihnya andrian merasa tidak memiliki hak apapun terhadap dirinya sendiri.,
“ lebih parahnya dulu, saat saya punya kekasih, kekasih saya tiba tiba menghilang entah kemana, sata saya usut ternyata orang tua saya mengancamnya dan menyuruhnya pergi dari saya sebab dia hanya orang miskin. “ jelas lagi Andrian Masih bercerita.,
Caisar mengangguk mendengarkan saja. Andrian menghela nafas mengusap kepalanya.” Rasanya tu saya nggak ada hak apa apa dalam diri saya. Saya mau ini tidak dibolehkan, saya mau itu tidak dibolehkan. Saya hanya boleh melakukan apa yang mereka suruh. Tapi saat saya tidak mau mereka mengancam saya ini dan itu. mereka pikir saya ini bukan manusia apa?? “ Tanya Andrian lagi meskipun Caisar hanya diam mendengarkan.
“ saya capek Kai jika boleh jujur. Saya mau hidup normal bukan kayak gini. Yang bisa melakukan hal hal secara bebas.” Jelas andrian lirih menatap nanar ke meja dihadapannya. Tangannya mengepal kuat menatap mejanya yang bertumpukan kertas tapi pikirannya sudah berlalu lalang entah kemana.
Caisar mengangguk pelan. “ jadi kamu tau alasan orang tuamu melakukan itu?” Tanya caisar pelan kepada Andrian.
Andrian melirik caisar dan mengangguk.” Karena saya anak satu satunya seusai adik saya meninggal.” Jelas Andrian dengan nanar dan kesal.
Caisra mengangguk lagi.” yah itu kuncinya.” Tegas Caisar pelan.” kamu tau bagaimana sakitnya kehilangan adikmu?” Tanya caisar pelan. andrian mengangguk nanar.
” saya sangat menyayangi adik saya, jelas saya merasa sedih hingga saat ini.,” tegas Andrian menyatakan jika ia juga sedih,
“ lantas apa kamu pernah berfikir bagaimana perasaan orang tuamu yang kehilangan adikmu?” Tanya Caisar.
Andrian mendongak lagi menatap Caisar dalam. Mata mereka bertemu tak terputus.” Kamu tidak tau bagaimana ibumu dan ayahmu trauma akan kehilangan adikmu saat itu. seberapa sakitnya dia dan takutnya dia., “: jelas Caisar lagi.” kamu hanya seorang kakak yang tahu ini adik kamu, tapi kamu sudah sesedih itu dan sesakit itu, lantas bagaimana ayah dan ibumu? Mengandung melahirkan, merawat mengajarkan kalian merangkak, memberian kalian makan hingga semua hal hal tentang kalian?" tanya caisar.
__ADS_1
Andrian diam mendengar semuanya seksama. Caisar mengusap pelan meja di depannya.” Mereka hanya trauma kehilangan anaknya yang lain, sedangkan dia hanya punya kamu dna tidak memiliki siapapun lagi. karena itu mereka tidak ingin kamu kenapa napa, Karena itu mereka tidak mau kamu dalam bahaya.” Jelas Caisar lagi dnegan pelan nadanya kali ini.