
Keyna menatap Disya menghela nafas malas.” Yah padahal mau saya kenalin sama anak saya. Anak saya can...Tik loh.” Suara Keyna memelan melihat aura Disya yang mematikan. Keyna tersenyum miring melihatnya.
Aura yang Disya miliki adalah aura membunuh yang kental..... Keyna tau hal itu.
Caisar terkekeh melihat wajah Disya yang mulai suram.
Caisar menepuk pundak Disya pelan agar Disya mengontrol dirinya.” pacar saya lebih cantik kok bu. Jangan seperti itu, tunangan saya jadi takut tersaingi dan cemburu loh.” Ujar Caisar disambut gelak Alka di sana. sedangkan Disya masih memandang Keyna dengan memindai nya teliti. Rasa-rasanya dirinya kenal dengan Keyna ini.
Keyna yang di pandang oleh Disya mengangkat satu kakinya, menyilang kan kakinya ke atas kaki lain, tersenyum mengejek melihat Disya yang seakan menantangnya.
Disya tersenyum tipis menatap kedepan menggantikan wajahnya tadi menjadi wajah seperti tak biasa. Keyna melihat hal itu bergidik ngeri, Disya, ini gadis berbahaya, Keyna yakin hal itu.
...----------------...
“ kamu kapan datangnya? Kok nggak bilang sama aku?” Tanya Caisar pada Disya usai acara segera menuju hotel miliknya.
Sedangkan Fardan memilih untuk bergabung dengan rekan bisnisnya untuk membicarakan bisnis.
Disya menatap Caisar dan menggeleng.”nggak tau, tadi tiba tiba om Fardan jemput ajak ke sini. “ ujar Disya dengan tenang.
Caisar mendnegarnya hanya mengangguk pelan menatap penampilan Disya yang sangat anggun dan manis jika orang melihatnya begini, tidak aka nada yang menyangkah jika Disya diujuluki gadis iblis. Dia malah terlihat anak polos memiliki hati murni. “ kamu siapa yang pilih bajunya?” Tanya caisar pelan.
Disya menatap penampilannya polos” kenapa? Nggak cocok ya?” Tanya Disya lirih pada Caisar.
Caisar menggeleng cepat.’'Bukan, kamu lucu pakek baju begini hehe. Kelihatan imut.” Jelas Caisra jujur.
Disya yang dipuji mengulum senyumnya dan melirik caisar dengan lirikan malu malu kucing.” Ini Disya yang pilih. Soalnya kata Om fardan akan ketemu sama rekan bisnis kamu. Aku ngak mau kamu malu kalo aku berpenampilan buruk.” Ujar Disya polos.
“ Kmau nggak pernah berpenampilan buruk kok, selalu tertutup dan cantik, cocok sama karakter kamu. Jadi jangan memaksakan diri yah.” ujar Caisar. Caisar tidak ingin Disya tidak nyaman, membuat dirinya tertekan hanya untuk memberikan dirinya penampilan terbaik.
“ siapa bilang, aku memang suka baju begini, aku terlihat cantik jika pakai baju wrana warni begini pangeran.” Ujar Disya terkikik.” Disya kayak prinses dan pangeran kayak pangeran negri dongeng. Pangeran mau dansa sama Disya tidak?” ajak Disya dengan semangat. Caisar mendengarnya terkekeh pelan dan mengangguk. Disya bertepuk tangan suka dan menarik tangan Caisar menjauh cepat.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka ada alice yang menatap tajam Disya dan juga Caisar, “ Kamu ngapain ngintip mereka?” Tanya Andrian yang melihat Alice di sebelah tembok bingung.
Tadinya ia ingin kembali ke kamar hotelnya tapi melihat siluet alice yang sedari tadi menggunakan baju berwarna biru muda dengan rambut yang di sanggul ayaknya peri membuat ia mendekat. Melihat apa yang sedang dia intip.
Alice melirik Andrian dengan tatapan tak suka.” perempuan itu tu nggak baik buat Caisar. Dia tu penjahat, suka bully orang.” ujarnya dengan sinis melirik Andrian di sebelahnya.
Andrian menaiki satu alisnya.” Kamu kenal dengan Disya?” tanyanya pelan.
Alice memutar bola mata jengah. “ dia yang bully aku saat SD. Sampai aku hampir mati. Dia perempuan jahat sedangkan Caisar itu orang baik. nggak pantes buat pacaran.” Ujar Alice tegas kepada Andrian. Seakan menolak tegas apa yang dirinya lihat.
Andrian terkekeh pelan melihat tingkah tunangan kecilnya. “ oh jadi Disya yang bully loe sampek nggak mau sekolah lagi sejak SD?” Tanyanya mengejek pada Alice.
Alice melirik andrian dengan tatapan rumit dan andrian semakin terkekeh pelan.” itu artinya loe yang lemah, mau aja kalah sama Disya.” Jelas andrian mengejek.
Alice menatap Andrian dingin, mengingat bagaimana diirnya dulu di bully. Sejak dulu saat masa kecil disya sudah membuat mental orang orang menjadi runtuh dan jatuh, sama layaknya dengan Alice yang sejak kecil tidak dibolehkan dalam olahraga, tidak pernah dihukum jika melakukan kesalahan, tidak pernah di tuntut seperti anak anak lain
Disya yang kecil sangat terkenal dengan kepandaianya dalam olahraga, dia pandai dalam futsal dan juga volley ball. usianya yang mungkin memasuki 11tahun sudah menjadi murid kebanggaan dari guru olahraga di sekolahnya.
Tapi suatu hari Alice terlambat masuk sekolah, sama dengan Disya yang terlambat. Bedanya Disya dihukum berdiri ditiang bendera selama tiga jam sedangkan dirinya tidak dan dia segera dibolehkan masuk.
. Disya tidak main main, malah menghantam kepala alice dengan kursi. Berteriak agar Alice mati saja ketimbang hidup tapi tidak berguna.,
Alice menangis keras saat dimaki oleh Disya, Semua orang menatap dirinya prihatin dan segera dilarikan ke rumah sakit,.
Disya di sidang oleh hlguru dan di sana Disya mengungkapkan kekesalannya kepada semua orang jika dirinya tidak mendapatkan keadilan, tapi di usia kecil mana paham dengan ketidak adilan sih.
adil harus sama sama dihukum? Sama sama diberikan hal yang sama? sedangkan sejak kecil Alice memiliki penyakit jantung lemah, berkali kali hampir mati Karena itu guru guru membiarkan dirinya bebas dan tidak diberikan hukuman.
Disya tidak menerima apapun alasannya, tetap dimatanya alice salah. Alice trauma ke sekolah usia kejadian itu, tapi masih di ajak dan dibujuk sekolah oleh psikiaternya hingga ia kembali sekolah, tapi lagi lagi Disya berulah, melihat dirinya kembali sekolah Disya tak segan segan menaruh ular di dalam tasnya hingga dirinya terkena serangan jantung kembali. Ini paling parah, dirinya hampir mati dan Disya tidak mengaku.
Alice tau itu Disya melakukanya tapi tidak ada bukti kuat.
__ADS_1
“he ngelamun apa loe?” Tanya andrian kepada Alice yang mengepalkan tangan menatap datar kearah Andrian yang menatapnya aneh.”loe kayak dendam banget sama Disya. Loe suka sama Caisar apa gimana?” tanyanya pelan.
Alice menghempaskan tangan Andrian pelan.” lebih dari yang loe bayangin. Gue tau kalo Caisar orang baik, Disya sama sekali nggak pantes buat caisar. Gue pastiin mereka nggak akan lagi sama sama.” tegas alice segera menjauhi andrian di sana.,
Andrian menaiki satu alisnya.,” kayaknya bener dia suka caisar deh. “ gumamnya pelan. tersenyum miris, bahkan tunanganya saja menyukai Caisar bukan dirinya.
Tidak Andrian sama sekali tidak sakit hati, sebab sama sekali tidak menyukai Alice, Alice dan dirinya di tunangkan sejak bulan bulan lalu tapi dirinya selalu menolak, tapi kemaren kakeknya menekan dirinya dan marah-marah pada dirinya akibat menemui banyak foto caisar di kamarnya. Ingatan andrian kearah masa bulan lalu dimana ayah dna ibunya menangis deras melihat dirinya.
“ saya tidak pernah mengajarkan kamu untuk hidup menyimpang begini Andrian hiks hiks. Tidak ada hukumnya laki-laki mencintai sesama jenisnya..!!! tidak ada..!! Dan di dalam keturunan kami tidak pernah ada yang separah kamu..!!! kami pikir kamu tidak punya pasangan karena kamu pilih pilih pasangan, rupanya kamu pilih laki laki..!!!” teriak kepala keluarga tegas hampir menempeleng kepala Andrian kuat jika tidka ditahan oleh istrinya. Pukulan yang kesekian itu kembali melaju kearah kepala Andrian
Sedangkan Andrian sudah terkujur di bawa dengan ringisan kecil usai di hajar habis habisan oleh ayahnya dan juga kakeknya di sana. “ malu saya sebagai orang tua kamu. Saya didik kamu, saya beri kamu yang terbaik andrian., tapi apa? Ini abalsan kamu terhadap saya ha? Ini?? saya tidak pernah semarah ini usai kamu melakukan kesalahan, ini kesalahan kamu paling mutlak.. kamu sudah diluar nalar otak Andrian,,.!” Teriak ayahnya menangis didepan anaknya.
Jarang seorang ayah menunjukan air matanya kepada anak anaknya. tapi kali ini ayah Andrian sudah diluar batas, jengah dan marah, lebih kepada kecewa terhadap dirinya yang gagal mendidik Andrian menjadi laki laki sejati. Sedangkan Andrian hanya diam memegang luka di pipinya, tidak berani menjawab atau bahkan untuk menyahut ucapan sang ayah.
Awalnya Andrian tidak tau, tiba tiba saja kepala dirinya dihantam keras, dipukul membabi buta oleh ayahnya dan kakeknya saat memasuki rumah, andrian sempat memberontak tapi kalah talak sebab ayahnya dalam keadaan sangat sangat marah kepada drinya. Usainya mereka melempar foto foto caisar di hadapannya, Caisar melebarkan mata kaget. Sontak menatap ayahnya dan kakeknya yang marah besar, melirik ibunya yang sudah menangis nanar di belakang mereka.
Andrian paham mereka memaki dirinya karena dirinya ketahuan menyukai sesama laki laki, bukan apa apa, foto Caisar dikamar nya cukup banyak dalam keadaan yang tidak baik. caviar yang bangun tidur, Caisar yang hanya menggunakan singlet atau bahkan Caisar menggunakan handuk saja,.
Andrian benar benars alah. Andrian tau, lagi pula selama ini andrian tidak pernah berniat memiliki caisar, dirinya hanya sampai pada mengagumi dan menyukai. Obsesi memiliki Caisar tidak ada sebab dirinya sadar jika Caisar mencintai Disya.
“ Mama nggak tau dosa apa mama mengandung kamu dulu Andrian sampai kamu melakukan ini kepada kami. Karma apa yang ibu miliki.” Ibunya menangis histeris memukul dadanya sendiri.
Andrian memejamkan mata tak tega mendengar tangisan ibunya yang begitu menyakitkan dirinya. “ mama caisar ada perempuan, dia ada pacar jadi Andrian tidak mungkin bersama dia.” Ujar andrian menjelaskan talak.,
“ jika dia tidak punya kekasih kamu mau dengan dia iya? Mau kemana kalian? Ke jerman?” Tanya ayahnya berteriak keras di hadapan Andrian.
Andrian memejamkan matanya sesak mendengar teriakan ayahnya yang sangat murka. “ dia normal mangkanya kamu cuma kagum kan? kalo dia nggak mormal kamu suka sama dia? Sekarang kamu menemui caisar yang normal, bagaimana jika kamu menemui laki laki lain tapi juga sama tidak normalnya dengan kamu?” Tanya ayahnya bergetar menatap Andrian nanar.
“ kalian menikah? Kalian pikir kalian bisa punya anak iya? Nggak..” ujar ayahnya berbisik menangis.
Andrian menggeleng pelan.” kamu anak satu satunya kami, harapan kami satu satunya. Tega kamu memperlakukan kami begini andrian, tega kamu.” Ujar ayahnya menangis memeluk istrinya nanar.
__ADS_1
“ kalian yang terlalu berharap sama andrian. Bukan salah andrian.” Jawab Andrian mnelirik ayahnya m nanar.
“ jika bukan sama kamu kami berharap sama siapa lagi?” Tanya ayahnya dengan keras. “ jika kamu bukan anak kami juga kami tidak akan berharap sama kamu, jika kamu begini bunuh saja kami andrian, bunuh..!!!! lebih baik kami mati dari pada mendapatkan anak seperti kamu, tidak normal..!!!!” teriak ayahnya mendatangi andrian.