
“ Hayo kalian lagi ngomingin gue yah??”
kyak.. Aldi dan Oreo dissana berteriak saat ada Disya di belakang mereka dan bertanya.
Oreo dan aldi diam merasa jantung mereka jatuh. Tubuh mereka meleas bahkan tak lagi bertenaga. Disya disana hanya tersenyum melihat mereka padahal tidak melakukan apapun.
“ Disya.” Gumam Oreo pelan dan gugup.
Disya disana melipat kedua tangannya dan menatap mereka dengan tatapan tajam.” kalian ngomingin gue?” Tanya disya pelan. tapi pertanyaan itu seperti mampu membuat bulu kuduk mereka merinding, jantung mereka semakin bergetar karenanya.
“ Disya. Kita nggak ngomongin loe kok. Cuma bicara biasa.” Chuo bicara kepada Disya santai dan ikut tersneyum.
Disya berdehem.,” gue nggak suka orang yang berbohong. “ jawba Disya mengangguk.
Aldi disana berdehem gemetar memegang lengan Oreo cemas. sungguh mereka sangat takut. “ tapi buat hari ini gue nggak masalah kok soalnya kalian nggak gangguin gue.” jelas disya lalu menatap Chio.” Jangan ganggu gue.,” bisik Disya terkikk lalu pergi.
Sata Disya pegi sata itu juga Oreo terduduk memegang dadanya. Aldipun merosost kelantai. Sumpah mereka begitu takutnya dengan Disya. Sedangkan Chio hanya bisa mengusap lehernya pelan. mengapa kesannya disya horror sekali yah?
" Anjing loe Ngompol...!" Seru Chip pada Oreo yang terduduk lemas.
Oreo menatap celananya. benar dirinya ngompol.! astaga dirinya benar benar takut.
...----------------...
Langkah kaki caisar sangat ringan. Hari ini pertemuannya dengan kolagen bisnis baru. Ia tidak diundang sebab perusahaaannya masih baru dirintis, tapi ia di ajak oleh Fardan untuk mmeperkenalkan perusahaan barunya. Caisar yang sehabis ada acara dengan andri pun segera kesana. Tapi rupanya Andrian juga ada kerjaan yang sama, jadilah mereka pergi ke sana dengan bersama sama. Caisar yang memang hemat ongkos setuju saja kesana bersama sama.
Sesampai di perusahaan Fardan. Caisar sudah di sambut banyak kolagen lain. Andrian di sebelahnya hanya menepuk pelan pundak caisar.” Tidak usah tegang. Mereka tidak akan memakanmu kok.” Ujarnya terkekeh kepada Caisar.
Caisra melirik andrian dan tersenyumlah tipis.” Saya bukan takut dimakan kok. Tapi di culik soalnya sayakan paling muda.” Jelasnya jenaka kepada Andrian.
Andrian tergelak mendengarnya.” Saya baru tau kamu narsis juga.” Jelas andrian menepuk pundaknya lagi.
“ saya bukan narsis, itu fakta yah.” jelas Caisar. Andrian terkekeh mengangguk pelan membawa Caisar mendekati beberapa orang disana. “ Caisar..!!!” Caisar melihat kearah Fardan yang memanggilnya.
Fardan tersenyum melambaikan tangan kepada caisar. Caisar melirik Andrian dan andrian mengangguk.” Saya kesana dulu yah pak.” ujar Caisar dan segera mendekati Fardan.
__ADS_1
Fardan menepuk pelan pundak Caisar. “ kamu baru sampai? Syukurlah sebab acaranya belum dimulai. Kamu sini duduk dengan saya. Saya akan mengenali kamu nanti dengan beberapa collagen saya. Kamu sudah menyiapkan proposal proposal nya?” Tanya Fardan lepada Caisar lagi.
Caisar mengangguk menunjukan berkas ditangannya dan juga flasdist.” Sudah kok pa.” jelas Caisar.
“ Bagus.. kamu harus bisa oke.” Jelas fardan kepada Caisar. Caisar mengangguk gugup melirik beberapa orang di sekitarnya. Ada banyak dari mereka rata rata sudah tua, ada yang paling muda yah andrian, dan ada juga yang muda tapi itu mereka sekretarisnya. Caosar jadi sangat gugup dan takut. memang aura orang orang kaya itu sangat mewah dan mengerikan yah. Caisar merasa tertekan di sana, mereka smeua terpancar dan berbau uang. “ kamu tidak usah khawatir begitu. Santai rileks. Ini minum dulu.” Fardan memberikan Caisar minum agar tidak gugup.
Caisar tersenyum mengangguk. Caisar menghela nafas mencoba minum untuk menenangkan dirinya. Setelahnya acara segera dimulai. Semua sudah berkumpul di meja rapat. Caisar paling muda di antaranya. Dan Caisar sadar jika banyak tatapan yang menatap dirinya. Caisar ajdi semkain gugup. Tapi Caisar menenangkan diri dan memberikan wajah wibawah. Berusaha agar tidak kalah tatapan.
Tapi tatapan Caisar terhenti di satu tempat. Entah mengapa Caisar mentap tempat di sana. Sejenak rasa gugup dan takut caisar sgeera berganti dengan aura menegang dan tidak mengenakkan. Caisar meliriknya dingin dan tangan terkepal, sesaat tatapan keduanya bertabrakan. Caisar segera memalingkan wajahnya sehingga yang menatap tertegun, ia juga kaget dengan adanya Caisar di sini.
“wah siapa ini Fardan? Apa ini anak laki-laki mu?” Tanya salah satu dari mereka yang menggunakan kaca mata, hampir seluruh rambutnya memutih menatap Caisar penuh tanda Tanya. Tatapan Caisar beralih kea rah yang bertanya dan tersneyum.. Mereka rata rata laki laki semua, ada dua perempuan, selebihnya laki laki.
Fardan melebarkan senyumnya.” Iya dia anak saya namanya Caisar. Dan baru membuka perusahaan kecil, lebih tepatnya perusahaan lama yang akan segera dirinya kembali kembangkan.” Jelas Fardan menepuk pundak caisar.” Perkenalkan dirimu nak.” Ujar fardan kepada caisar lembut.
Caisara mengangguk dan segera berdiri.” Terimakasih semua. Perkenalkan nama saya Caisar Mahardika, dan saya baru memimpin di perusahaaan PrioGrub.” Jelasnya kepada seluru tenang. Mereka disana melebarkan matanya menatap caisar.
” Wah itu salah satu perusahaan terbesar dimasnya kan? saya pikir perusahaan itu sudah pakum.” Jelas salah satu berbinar.
Caisar mengangguk.” Tidak terlalu benar tuan. Perusahaan kami tidak pakum, hanya beristirahat sejenak, dan sebentar lagi akan kembali melaju pesat atas bantuan kalian semua.” Jelas caisar dnegan percaya diri membuat mereka semua bertepuk tangan tertawa.
“ tidak usah memanggil tuan. Panggil saja kakek jems, orang orang memanggil saya begitu.” Ujarnya kepada Caisar. Caisar terkekeh pelan mengangguk.,
“ baik kakek. Terimakasih.” Lalu di sambut oleh beberapa yang lain.
" Saya Bram.." Ujar Bram tenang kepada Caisar.
Caisar mengangguk dan memberikan salam membungkuk kepada mereka. Caisar melirik ke sudut dan tersenyum miring. Sebab ada yang terbakar disana. di sana ada Erik ayahnya.
“ baik pak Fardan. kita mulai saja yah acara rapat kita pada hari ini.” ujar dari Jems. Mereka menganggung dan mulai mempresentasekan keuntungan dari perusahaan mereka. Ini adalah rapat untuk menarik minat dan kerja sama satu sama lain. Caisar menganalisis semuanya dengan baik, sesekali juga ia mencoret kertasnya dan juga mengangguk pelan. bahkan bagaimana dari lawan memberi salam dan cara presnetase pun caisar ingat dan catat. Beberapa melihat caisar pun sedikit kagum. Luar biasa Caisar sangat semangat.
“ Ini apakah kamu sendiri yang membuat proposal nak Kai?” Tanya winda salah satu wanita yang mengikutii rapat kepada Caisar.
Caisar mengangguk.” Benar Ibu. Saya sendiri yang membuatnya, tapi sedikit dibantu dengan adik saya, sebab adik saya mencintai dunia teknologi. Jadi kami berkolaborasi. Mengingat perusahaan saya bergelut di dunia produsen tetapi disini teknologi saya meminta bantuan adik saya sehingga meluncurkan beberapa proyek yang mungkin diminati oleh bapak ibu sekalian.” Jelas Caisar tanpa berbohong jika memang benar adiknya ikut membantu. Caisar tidak memiliki banyak pengetahuan tentang teknologi berbeda dengan Dava yang memang sangat menyukai dunia teknologi,
“ wah adikmu masih sekolah?” Tanya Winda berbinar kepada Caisar.
__ADS_1
Caisar mengangguk.” Iya bu. Adik saya masiih kelas 2smp, tapi kemarin saat saya beri dia laptop dia sudah membuat beberapa aplikasi yang memang sangat bagus. Jika ibu berminat untuk melihat detailnya. Saya akan sangat bersedia memberikan proposal kepada ibu.,’’ jelas Caisar dengan tegas dan bangga,
“ wah ini tidak bisa dibiarkan ini. Caisar saya saja yang merekrut. Saya berminat.” Tegas Jems kepada caisar memotong Winda yang tadi bicara duluan.
Caisar belum menjawab di balas oleh ibu Winda.” Enak saja. Saya duluan yang bertanya. Nak Caisar harus beri adik nak Kai untuk saya saja.” Tegasnya pada Jems kesal membuat banyak orang tertawa di sana.
Benar saja. Sebab Jems dan Winda itu bergerak dibidang teknologi dan mesin. Karenanya mereka sangat tertarik. Apalagi bagian Winda itu memiliki perusahaan yang bergerak dibidang gamers yang sangat digemari oleh semua kalangan.
Merekriut adiknya Dava pasti sangat menguntungkan mereka..!!
“ luar biasa. Pak Fardan diam diam memiliki anak yang sangat berbakat. Pantas saja tidak pernah mempublish anaknya dengan orang orang. rupanya takut berlian dicuri orang.” jelas dari yang lain. Pak Marwan dengan mengejek Fardan. Bukan mengejek lebh kepada menggoda dan menjahili Fardan yang tidka pernah mengenalkan anaknya kepada media ataupun teman temannya.
Semua orang tidak pernah tau bagaimana anak Fardan. Jika di tanya mengenai anak-anaknya. ia akan diam saja tidak akan pernah menjawab. Tapi hari ini tiba-tiba membawa anak dan membuat mereka kagum bagaimana tidak kaget? Mereka pikir Fardan memiliki anak yang memalukan.
Fardan disana terstawa bangga mendengarnya. “ iya rupanya dia menyimpan berlian karenanya takut di curi. Sekali muncul membuat beberapa dari kita rebut. Ayo Fardan keluarkan semua berlianmu agar kami curi.” jelas Winda membuat seluruhnya tertawa kecuali satu orang yang berwajah masam mendengar ucapan mereka semua.
Fardan terkekeh pelan menatap Caisar haru. Caisar pun melihat mereka dengan percaya diri dan bangga,. Fardan tidak pernah bermimpi dipuji seperti ini karena keturunan. Tapi kali ini Fardan benar benar percaya. Tidak harus melahirkan anak untuk mendapatkan pujian. Tapi tetaplah lakukan kebaikan, sebab kebaikan itulah yang akan melahirkan anak kebaikan kelak.
“ tapi saya dengar cucu pak Jems baru saja mendapatkan kejuaraan debat di sekolah swasta terkenal dinegara asal bapak yah pak?” Tanya Winda pada Jems.
Jems melirknya dna tersenyumlah bangga.” Iya. Dia baru saja menenangkan lomba debat dan juga tenis meja. “ jelasnya dengan tenang.
“ wah rupanya bapak memiliki calon penerus yang luar biasa juga rupanya.” Ujar winda tersneyum kagum kepada Jems.
Jems tersenyum dna berdehem.” Tentu saja. Marga Hoang tak pernah ada yang gagal dalam mendapatkan penerus.” Jelas jems sombong. Di angguki oleh yang lain juga karena memang perusahaan Jems ini salah atu perusahaan terbesar dari Negara tetangga. Tetapi ia punya anak cabang di Negara Indonesia salah satunya ia bekerja sama dengan Fardan, karena mereka satu perusahaan yang saling membutuhkan. Jika Jems memberikan produk jadi maka Fardan bisa menyiapkan bahan mentahnya.
" Kami Winda, ayolah menikah
usia mu tidak lagi muda Lo. " Ujar Jems.
Winda meliriknya malas. " Yah pak tua." Jawabnya malas. Jems malah terkekeh melihat Winda yang ogah-ogahan mengenai pernikahan.
“ oak Erik tkami lihat diam saja sejak tadi? Apa bapak tidak tertarik dengan pembicaraan?” Tanya dari Jems melirik Erik yang diam saja. Fardan dan Caisar melirik Erik tersenyum miring. Bahkan Fardan sempat mendengus. Fardan baru tau jika Erik datang, tidak dirinya undang tapi erik datang karena memang ini rapat dibuat oleh Jems.
Erik melirik mereka dengan tatapan padam.” Bapak erik pasti maish berduka akibat kematian anak tirinya Romi.” Jelas dari bu indah sendu. Yah anak tiri nya meninggal belum satu bulan
__ADS_1