
He mana suara Kelan kenapa sunyi sekali? padahal aku mau up Doble hari ini
Melihat tatapan remeh Morgan Cessy malah tersenyum tipis. “ tapi yang dimaksud gue kesejahteraan di sini nggak harus kaya raya, punya perusahaan atau punya segala hal. Cukup gue dan keluarga gue nggak pusing cari uang atau hidup serba kekurangan, dikumpulkan dalam keadaan sehat dan tertawa sama sama karena kesejahteraan sesungguhnya itu bukan tentang harta atau tahta. Tapi tentang gimana loe bisa nikmatim hidup.” Jelas Cessy tenang.
Memikirkan hidupnya bersama Caisar penuh kekurangan dulu bahkan jauh lebih baik ketimbang disini, sendiri memiliki apapun tapi Cessy sama sekali tidak merasa bahagia.
Morgan mendengarnya tersenyum miring. “ itu karena loe nggak bisa nikmati harta aja sih. semisal kalo loe udah punya semua, loe pasti bakal tau gimana nikmatnya loe punya segala hal yang loe inginkan.” Jelas Morgan mengejek.
Cessy mengangguk tenang.” Tapi loe tau nggak resiko apa yang loe genggam itu apa?” Tanya Cessy tenang.” Loe punya harta. Perusahaan kakek Jems. Itu semua harus jadi tanggung jawab loe. Dikelolah loe, semua orang baik sama loe juga ada landasannya. Loe atas dan loe punya duit. “ jelas Cessy.” Semua itu bukan Cuma impian doang, tapi semakin besar impian loe, artinya semakin besar loe loe harus hidupin peluangnya dalam hidup loe. “ jelas Cessy tegas.
“ loe tau kenapa kakek Jems nggak pernah mau loe yang jadi pimpinan perusahaan? Tanya Cessy tenang.
“ karena gue bukan keturunan dia.” Jelas Morgan pelan.
Cessy malah terkekeh pelan.” kalo gitu kenapa nggak Faren? Faren anak dia, bahkan anak kandung dia. “ jelas Cessy dengan tegas.
“ tapi kakek Jems mau kasih itu semua sama cucu perempuan dia.” Jelas Morgan lagi tegas,
“ terus kenapa Faren usaha buat gue yanhg dapet warisan? Dia nyuruh gue gantikan loe? Bukanya kalo harta itu jatuh di tangan anaknya bakal jauh lebih baik?” Tanya Cessy lagi.
“ karena anak perempuan jems itu bukan anak kandung dia, “ jkelas Morgan mencoba tenang dan tidak mau kalah.
Cessy menggeleng pelan.” kakek Jems mau anak laki laki yang jadi penerus, dan anak perempuan Faren itu hanya sebagai gertakan aja buat loe. Dia gertak bakal kasih harta itu pada cucu perempuan dia, dan nggak nerima loe sebagai pewaris itu karena loe belum masuk ke kriteria pimpinan.” Jelas Cessy.
Cessy menggeleng.” Menjadi pimpinan itu bukan dimana loe jadi raja dan mereka adalah budaknya. Atau bahkan dimana loe bisa milikin apapun yang loe mau dan yang dibawah loe sebagai pengendalinya. Pemimpin yang sebenarnya itu adalah dimana loe tau dimana letak kekurangan perusahaan loe dan dimana loe berpijak disana nama loe harus dikenang.” Jelas Cessy tersneyum.
“ loe bisa jadi bos atau pimpinan, tau nggak ada jaminan loe bisa kendalikan ini perusahaan. Sedangkan menjadi pemimpin itu harus ada jaminan, nggak ada yang Cuma coba coba. Sekali loe gagal jadi pemimpin, disaat itu juga loe bakal tumbang,. Sekali loe ngelakuin kesalahan, disepanjang masa juga itu menjadi kenangan buruk loe yang bakal dikenang sama orang banyak. Loe paham nggak sih apa yang gue omongin?” Tanya Cessy.
Morgan diam dan mengangguk pelan. Cessy menggeleng.” Gue nggak mau terlalu banyak beban hidup gue. jadi gue nggak ada niatan buat jadi pimpinan perusahaan kalian. Kalo semisal loe mau saling rebut ahli waris sama Faren silahkan. Tapi jangan libatkan gue,. gue disini punya misi tersendiri dan gue bukan bagian dari kalian.” Jelas Cessy tenang pada Morgan.
Morgan mendengarnya menatap Cessy dalam dan penuh dengan penyelidikan. Apakah Cessy jujur atau bohong. Tapi mata Cessy tidak ada jejak kebohongan.
“ apa tujuan asli loe Kai??” tanya Morgan.
Cessy menggeleng.” Nggak ada. Itu bukan jalur loe buat tau tentang gue. Tapi mungkin gue disini Cuma satu bulan lagi. semisal loe mau memang hartanya kakek Jems di mulai dari sekarang. Ubah mensaid loe dan atur apa yang harus loe lakuin. Soalnya Faren itu licik.” Ujar Cessy tennag.
“ loe tau Faren licik tau loe mau jadi boneka dia.” Ujarnya Morgan mengejek lepada Cessy.
“semisal kalo gue ada pilihan lain gue juga nggak bakal mau Morgan,” jelas Cessy pada Morgan malas. Ia menghela nafas.” loe kan tau gue miskin, posisi gue kejepit,” jelansya kesal
__ADS_1
Morgan malah terkekeh mendengar ucapan Cessy yang jujur dan blakblakan.” Oke. Tapi kalo loe bantu gue. loe berkhianat dong?” tanyanya dengan aneh.
Cessy menggeleng.” Gue nggak berkhianat. Gue juga nggak bilang bakal bantuin loe kan? gue Cuma ngingetin. Selebihnya yah di elo. Urusan loe dan kerjaan loe. “ jelas Cessy.
Morgan mendengarnya menatap Cessy lempeng.” Gue kira loe mau bantu gue.” jelasnya malas.
Cessy mendengarnya meneguk sodanya pelan.” sory. Kalo kata loe, di dunia ini nggak ada yang gratis. Semuanya ada harga pantas.” Ujar Cessy pelan.
Morgan menghela nafas memijit pelipsnya yang terlihat lelah.” Loe kenapa??? Mabok?” Tanya Cessy.
Morgan meliriknya dan menggeleng. “ gue nginep disini yah malam ini.”
“ sorry. Gue nggak terima tamu.” Ujar Cessy menolak.
Morgan hanya diam, sebenarnya Morgan sendiri tidak begitu minat dalam harta milik Jems. Tadinya ia hanya mengetes Cessy agar tau jika tujuan Cessy yang pertama itu apa. Tapi mendengar semua penjelasan Cessy Morgan jadi yakin jika Cessy bukan orang yang munafik. Dia benar benar tidak melakukan hal curang,
Dring... Cessy melirik HP nya yang berbunyi.
Alice. Ia meliriknya enggan menjawab, tapi suaranya sangat menganggu hingga ia silent suaranya. Morgan melihatnya menggeleng.” Kenpa ngak di angkat? Sapa tau itu penting.” Ujar Morgan padanya,
Cessy mendnegarnya menggeleng.” Dia emang suka chat tengah malem, atau telpon tengah malem.” Ujar Cessy menghela nafas pelan.
Cessy menggeleng.” Temen, mungkin dia ngajak nongki biasa.” Jelas Cessy pada Morgan.,
Morgan menghela nafas pelan mendengarnya.” Coba angkat.,” ujarnya tenang.
Cessy mendengarnya ucapan Morgan menggeleng.” Udha lah. Loe pergi dari sini. Gue mau tidur, udh..---"
” Morgan..!!” tegas dan ketukan pintu dari luar membuat Cessy kaget menatap kearah pintu, Morgan yang duduk saja di sana bahkan tak kalah kaget. “ kakek Jems." ujar Cessy pada Morgan. Morgan melebarkan mata kaget segera bangkit untuk pergi.
Cessy buru buru membuka pintu balkon dan menatap kebawah.” Pergi sana cepet.” Ujar Cessy.
Morgan disana berdehem ragu untuk terjun, " Cepetan keburu ketahuan!!" Ujar Cessy hendak mendorongnya.
" Sabar. mau bunuh gue loe?" Tanya nya sinis pada Cessy yang memaksanya terjun. dipikir tidak mati apa segera terjun bebas dari lantai dua meninggalkan Cessy.
Dessy melihatnya meringis pelan, pasti itu sangat sakit. ia melirik kea rah pintu yang diketuk semakin keras.” Iya sebentar.” Ujarnya mencoba tenang menuju pintu. Dimana jems mengetuk terus menerus.
Sedangkan dibawa ada Morgan yang memegang pinggangnya sakit menatap ke atas dimana Cessy sudah tidak ada.,” sialan.” Gumamnya pelan.
__ADS_1
Segera ia menjauh dari sana agar tidak ketahuan.” Siapa disana?” suara dari penjaga semkain membuat ia kaget dan buru buru menjauh.
Pasti suaranya jatuh tadi cukup keras.
“ kenapa lama sekali?” Tanya Jems melihat Cessy tajam dan juga kesal. Cessy menggaruk tengkuknua yang tidak gatal. Membuka lebar kamar miliknya.
Jems melihatnya menatap computer milik Cessy yang masih hidup. Segera ia mendekat dan menatap isi dari computer.
Word berisikan proposal. Cesys hanya diam menatap jems yang meliriknya.” Makan, kata bu Ima kamu belum makan sejak tadi siang. Sekarang sudah jam sepuluh. Kamu mati saya yang repot buat beli tanah kuburan kanh..” Ujar Jems kepada Cessy kesal lalu pergi meninggalkan Cessy.
Cessy mengangguk menatap jems yang menjauh.” Ingat makan dulu.” Ujaer Jems pada Cessy yang hendak menutup pintu. “ iya kakek sayang.” Ujar Cessy pelan.” ini morgan tutup komputernya dulu oke.” Ujarnya tenang.
Jems meliriknya dan berdehem. Masih dengan wajah angkuh miliknya. Cessy hanya menggeleng pelan saja melihat tingkah jems yang perhatian tapi pura pura ganas.
...----------------...
Disya pulang ke rumah lama milik caisar, pelan tapi pasti menyugar rambutnya tenang menatap aliran darah di kakinya menyusut. Mengerjab pelan dan menatap kedepan. Disya menghela nafas pelan segera menyelesaikan maninya.
Pelan pelan disya mengerjab menggantikan bajunya dnegan baju milik caisar. Disya punya baju sendiri tapi entah mengapa baju caisar itu rasaya lebih enak, lebih nyaman dan juga seperti ada hal istimewa begitu. Jadi disya suka sekali baju caisar, wangi juga.
Tring. Disya menatap HP nya. Nomor baru, berdehem sejenak ia mengangkat teleponnya.” Halo. Disya... disya ini kkakak Jef. Kamu dimana?” tanyanya pelan dari sebarang.
” Ini ada orang datang ngusir kita katanya kamu udah jual rumah mama? Beneran??” Tanya Jef dari seberang. Suara berisik di sekitar terdengar jelas dari sambungan telepon.
Disya menuju patri makanan, mengambil Mie cup dan juga sosis dan bakso instan., “: yah.” ujar Disya tenang.
Jef mendengar jawaban santai Disya mengerang emosi.” Disya. Apa yang kamu lakuin? Ini rumah mendiang mama, dan kamu jual? Kamu nggak salah?” Tanya Jeff terdengar sangat marah, intonasinya sudah jauh berbeda dari sebelumnya.
“ iya. Dan tempat mama bunuh diri juga kan di sana?” Tanya disya pelan.
Jef mendengarnya diam sejenak aebelum menjawab.” Sya, itu masalalu., tapi ini peninggalan mama, kamu nggak boleh jual rumah ini.” jelas Jeff menentang kuat.
“ terus membiarkan papa dan pelakor itu tinggal sama sama di rumah milik mama? Jeff loe udah tau semua kenyataannya. Mereka pacaran semenjak mama papa menikah, bahkan mempunyai anak segede kita.” ujar disya tenang.” Mama gila dan mati bunuh diri karena papa dan pelakor itu.” ujar Disya lagi. emosinya menguat membuat ia menghentikan kegiatannya.
“ iya tapi kamu nggak harus jual rumah ini. ini banyak kenangan sama mama.” Ujar jeff pelan, suaranya sudah tak lagi sekeras tadi.
Disya mengangguk.” Yah. kebanyakannya kenangan buruk. Jadi mending di jual. Jeff gue harap loe punya otak buat berfikir. Semisal papa bukan darah yang bikin gue hidup di dunia ini, dia orang pertama yang gue bunuh di dunia ini.” jelas disya mematikan teleponnya.
Disya menghela nafas pelan menatap log telepon yang sudah tidak ada, Disya menjatuhkan diri di belakang kompor gas dan memeluk kakinya sendiri, bayangan ibunya yang gila, membencinya, bahkan berteriak menangis sendiri sangat terngiang dikepalannya.
__ADS_1
Disya membenamkan kepalanya di dalam kaki, sejenak menghela nafas pelan, tidak teriakan tapi ia menangis. Ingatan disya sangat kental bagaimana melihat lindangan darah ibunya mati di depan matanya, berlari mencari arah dan tau apa yang ayahnya lakukan. Disya hampir mati hati dan perasaannya.