Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Dava dan Disya


__ADS_3

Caisar mendengarnya mengernyitkan dahinya. Apa katanya tadi??? Meninggal? Kok dirinya baru tau yah???


Mereka mengangguk menatap Erik yang belum angkat suara.” Kami turut berduka yah pak Erik. Semoga anak bapak di tempatkan di sisi terbaik.” Jelas mereka tenang.


Erik disana mengangguk.” Terimakasih.” Bisik Erik.


Diam erik melirik Caisar dan juga Fardan yang melihat dirinya dengan tatapan kasihan. sial Erik tidak suka tatapan itu. Erik melirik Caisar yang malah enggan bertatapan dengannya, seakan akan tatapannya adalah tatapan haram.


...----------------...


Disya melangkah dengan semangat menuju rumah Fardan, saat masuk perkarangan rumah ia bertemu dengan Dwi yang sedang menanam tanaman.” Tante..” panggil Disya kepada Dwi dengan ringan. Tapi wajahnya kali ini di hiasi senyum cerah.


Dwi melirik Disya yang baru datang, segera ia bangkit.” Oh hai Sa. cari Caisar yah?” tanyanya pelan.


Disya berdehem. Dwi terkekeh pelan. cari siapa lagi jika bukan caisar? “ Caisar nya belum pulang, katanya dia ke perusahaan pusat di bandung punya nya om fardan. Mungkin hari ini Caisar pulangnya sore atau malem. Soalnya kan jaraknya cukup jauh.” Jelas Dwi tersenyum kepada Disya yang masih berdiri menggunakan baju sekolah di hadapannya ini.


Disya mengangguk pelan.” kalo Dava ada tante?” Tanya Disya pelan.


Dwi mengangguk.” Baru pulang. Kayaknya dia di kamar Farel ngajarin Farel beberapa hal.” Jelas Dwi tenang.


Disya mengangguk lagi.” kamu sudah makan? Ayok kebelakang makan dulu yuk. Sini tante temenin.” Dwi melambai tangannya kepada Disya agar mendekatinya dan mengikuti jalannya. Ia melepaskan alat penyiram tanaman ditempatnya


Disya bingung harus menjawba apa sebab dirinya sangat jarang diperlakukan baik oleh orang. jadi ia hanya diam ikut dibelakang dwi. Dwi berhenti di meja makan.” Tadi tante masak ayam Pop, tunjang sama lalapan, kamu mau makan apa sayang?” Tanya dwi. Disya meringis pelan mendengarnya. Dia belum pernah makan semua makanan yang di kasih tau oleh Dwi.


“ yang mana aja tante. Disya juga masih agak kenyang.” Jelas Disya pelan.


Dwi mengangguk menaruh nasi diatas piring disya, segera meletakkan ayam, Pop dan tunjang, “ pakek kerupuk kulit beuh enak banget ini sya. Caisar aja sampek nambah tadi pagi makannya. “ jelas nya kepada disya terkekeh.


Disya mendengarnya melirik dwi.” Caisar suka ini tante?” Tanya Disya dengan binar.


Dwi mengangguk.” Caisar sepertinya suka dengan makanan yang berbumbu, jadi setiap tante masakin dia makanan khas Indonesia banget dia patsi banyak makannya. Apalagi pakek lapapan, dia suka sama lalapan mentah.” Jelasnya terkekeh di dekat disya. Ia mengambil tempat duduk di dekat disya dan mengambil minuman.


Disya mengerjabkan matanya melirik Dwi.” Kamu bisa masak?” Tanya Dwi pelan. takut disya tersinggung.


Disya menggeleng tapi juga mengangguk.” Hemm bisa masak nasi goreng. Tapi terakhir kali masak nasinya keasinan. “ jelas disya polos.” Tapi kata caisar nggak apa apa., soalnya kalo Disya yang masak enak kok.” Jelasnya lagi dengan PD.


Dwi terkekeh mendengar ucapan disya.” Jadi kata Caisar begitu?” tanyanya.


Disya mengangguk sembari mengambil kerupuk dan memakannya. Dwi tersenyum tipis, kagum akan sikap Caisar,” itu artinya Caisar baik dan perhatian, tapi Disya harus belajar lebih giat lagi supaya Caisar bilang enaknya bukan karena jaga perasaan Disya tapi karena memang makanan Disya enak.” Jelas Dwi kepada Disya mengangguk semangat,

__ADS_1


Disya mengunyah tenang.”Tapi Caisar bisa masak. Katanya biar dia aja yang masak.” Jelas Disya memakan nasi pelan.


Em enak rupaya batin Disya.” Caisar suka buatin bekal buat Sasa. Kalo Disya suka masak dan bisa masak Caisar nggak mau masakin dan bikin bekal buat Disya lagi nanti.” Jelas Disya jujur kepada Dwi di sebelahnya.


Dwi malah tergelak mendengar ujaran Disya. Rupanya lucu juga mendengar Disya. Disya ini jujur rupanya. “ tapi kan kalo Disya yang masakin Caisar pasti lebih enak Sa. kenapa tidak coba?” Tanya Dwi lagi masih dengan wajah polosnya.


Disya mencebikkan bibirnya.” Boleh sih. Tapi Disya tidak bisa masak dan nanti jika Caisar tidak mau masak buat Disya lagi bagaimana?” Tanya Disya kepada Dwi santai. Tapi dimata Dwi itu tatapan menekan.


Dwi menggeleng.” Masakan caisar dan kamu itu berbeda. Kalo kamu aja senang dimasakin dan dibuat bekal sama Caisar. Sama halnya dengan Caisar. Dia pasti senang mendapatkan bekal dan makanan dari kamu. “ jelas dwi.


Disya mengangguk mengunyah tenang.” Benar juga yah.” gumamnya melirik dwi yang semangat mengangguk.” Mau mama ajarin nggak masak? Soalnya Cleo masih kecil jadi nggak ada yang nemenin mama masak.” Jelas dwi dengan berbinar.


Disya menatap Dwi datar.” Oh jadi mau cari temen masak bareng gitu yah Tante???”: Tanya Disya,


Dwi tertawa mendengarnya.” Sekalian Disya. Kalo tujuan kamu buat masakin Caisar maka tante tujuanya biar nggak sepi. Tante mau masak bareng bareng pasti seru kan?” ujarnya. Disya mengangguk tenang membuat Dwi terkekeh. Rasanya dwi ingin sekali mencubit pipi disya yang wajahnya plat sekali ini. tapi dirinya masih sayang nyawa.


Driing. Disya melirik HPnya lagi yang berbunyi. Nama Demon terpampang nyata di sana. Ia segera mengangkatnya tenang di sebelah Dwi.


“ haloo Disya sayang. Kamu dimana?” ujar dari seberang dengan usuara tenang tapi beberapa ada keributan di sekitarnya,


Disya disebelah dwi berdehem,” lagi di rumah pangeran. Kenapa?” tanyanya tenang.


Disya berdehem pelan melirik jam ditangannya.” Sekarang masih jam empatt, gue mau ketemu sama pacar gue dulu, dan yang turun bukan cuma Yue sih kayaknya. loe siapin aja beberapa hal yang bagus dan aman soalnya dia bukan anak orang sembarangan.” Jelas Disya kepada Demon tak mengecilkan suaranya. Dwi bisa mendnegar secara jelas.


“ bucin banget sih loe. Nggak biasanya, biasanya paling semangat loe.” Jelas Demon di seberang aneh kepada Disya yang lebih mementingkan pacarnya ketimbang mainannya.” Dan yah., dia memang anak orang sembarangan, karena itu gue ada pilihan opsi lain, minta duit sama orang tua dia, jadi kita dapat keuntungan lebih.” Jelasnya dengan semangat.


Disya mendengarnya menghela nafas.” terserah. Tapi jangan libatkan uang sama gue.” jelas disya.


Di seberang berdehem mendengarnya” dan nanti malam gue kabarin lagi. “ Disya mematilkan teleponnya tenang.


Dwi melirik Disya heran.” Siapa?” tanyanya dengan berbisik. Disya melirik Dwi dan tersenyum miring. Dwi yang ditatap begitu hanya menghela nafas. Disya ini mengerikan, sesaat dia gemoy dan cute di saat lain dia sepeti manusia menyeramkan.


...----------------...


“ Dava..!!” panggil Disya usai makan memasuki kamar Farel mencar Dava. Kata Dwi Dava tadi ada dikamar Farel. Jadi ia segera kesini untuk menemui Dava. Dava di sana sedang bermain dengan Fariel yang sudah bisa duduk pun melirik Disya yang memanggilnya.


Disya tersneyum lebar mendekati Dava dan farel. Farel menatap Disya yang mendekat dengan tatapan polos. Dava menepuk pelan pundak farel. Farel meliriknya dengan bingung.” Namanya kak Disya. Kak Disya ini pacarnya kak Caisar.” Jelas Dava kepada Farel dengan tenang. seperti menjelaskannya kepada anak yang berkebutuhan khusus.


Farel melirik disya. Disya memaksakan senyum di wajahnya dan melambaikan tangan.” Haloo. Nama gue Disya. “ ujar Disya.

__ADS_1


Farel mendengarnya mengernyitkan dahi.” Disya pacarnya abang caisar?” Tanya Farel kepada Dava dan disya.


Disya dan dava tersenyum lebar mengangguk.” Bener. Disya. Panggil kak Disya. Oke.” Dava mengangguk.


Farel mengangguk dan bertepuk tangan.” Pacar kak caisar.” Jelasnya dengan semangat kepada Dava.


“ pacar itu apa?” Tanya Farel menghentikan kegiatannya dan bertanya lagi kepada Dava polos di sebelahnya.


Dava melirik disya dna Disya menghela nafas. “ pacar itu kalo cewek cowok berdua dan saling suka.” jelas Dava pelan dan penuh hati hati.


Farel mengerjab menatap disya.” Kakak cantik pacar Caisar karena suka?” tanyanya.


Dava dan Disya mengangguk.” Berarti kalo Fariel suka kakak cantik kakak cantik pacarnya Fariel dong?” Tanya lagi oleh polos.


Disya dan dava menggeleng tegas. Farel melihatnya mengaruk tengkuknya.” Kan kak Disya tidak suka Farel jdi tidak bisa jadi pacar gitu. Kalo jadi pacar harus saling suka.” ujar Dava kepada Fariel lagi mencoba memberi pengertian.


Farel memegang kepalanya.” Aduh pusing.” Ujarnya polos.


Dava dan Disya segera gelagapan mendekat. “ eh pusing kenapa? Coba lihat” ujar Dava mendekati kembarannya nanar. disya pun menatap Fariel melotot.


“ tapi boong hahahaha.” Farel tertawa disana hingga tertidur membuat wajah Dava dan Disya mendatar melihatnya.


“ siapa yang ngajarin Fariel suka boong?” tanyanya.


” Cleo. Kemarin malam dia ajarin katanya Cuma buat main main biar seru.” Jelas farel polos lagi.


Dava dan Disya menghela nafas pelan. jadi begini jika orang sudah besar amnesia. “ gue baru tau kalo amnesia itu separah ini? kalo difilm film dan di yang gue tau amnesia tu Cuma lupa orang, tempat dan hal hal lain. Rupanya amnesia tu lupa segala galanya. Ibarat hp harus keriset dari awal.” Gumam Disya kepada Dava. Berarti pengertian dirinya selama ini salah.


“ katanya sih Fariel ini faseh yang lumayan bagus ketimbang yang biasanya., biasanya itu ada yang malah kayak orang gila. Suka joget dan putus urat malunya. Tergantung kesukaannya dulu apa. Farel nggak lupa cara baca buku syukurnya. Jadi dia tau mana hurup abjat a sampai z. gimana cara baca buku dan nulis, gimana cara menghitung juga


.Mungkin karena dulu hobynya dia suka baca buku,. “ jelas Dava kepada Disya,.


Disya mendengarnya bergidik ngeri pelan. Berarti jika dirinya amnesia yg dia bisa hanya membunuh orang. haha


gatel mendengar mereka hhanya diam saja.” Mungkin karena kak farel dulu cerdas jadi dia mudah nanggepin. Gue ajarin aja dia mudah menanggapinya, setiap hari ajak ngobrol besoknya dia udah paham.” Jelas dava lagi.


Disya mengangguk pelan menatap Fariel yang mulai menghitung menggunakan penghitung anak SD. Syukurlah jika begitu.


Disya mengangguk pelan saja. “ cerdas. Farel cerdas yey.” Farel bertepuk tangan dan Dava tertawa lirih. Tawa bercampur senang dan juga sedih. Senang kembarannya sudah jauh lebih baik dan sedih kembarannya mendapatkan keadaan buruk begini. Ini kabar buruk apa kabar sedih?

__ADS_1


__ADS_2