
Setelah kejadian tadi Disya menghantar Caisar pulang kerumahnya mengenakan motor miliknya, iya sebab tadi ia menyuruh orangnya untuk mengambil kendaraan motor supaya bisa memasuki gang rumah Caisar. Jika berjalan yah cukup jauh apalagi ini sudah malam dan sudah cukup gelap, rasanya tak akan tega Disya menyuruhnya berjalan dengan kondisi begini.
“Mangkanya lain kali inget. Enggak usha terlalu baik, enggak usah terlalu suka nolong orang lain, soalnya kita nggak tau orang yang kita tolongin itu butuh atau enggak. Kadang orang terlalu baik Cuma jadi bahan lelucon buat orang-orang jahat,.”Ujarnya Disya terus mengomeli Caisar dibelakangnya. Caisar hanya tersenyum tipis mendengar Dosya mengomel. Yah Caisar berada dibelakang alasanya ia tak bisa membawa motor.. hello jangankan belajar bermotor, punya saja tidak.. mana bisa dia..!!
Sampai didepan rumah Disya menurunkan Caisar.”Sudah malam, cepat masuk,, “Ujar Disya menghantarkan Caisar sampai depan pintu.
Caisar menatapnya dengan lembut.”Terimakasih.”Ujarnya pelan.
Disya mengangguk. ''Kalo gitu aku [ulang dulu yah pangeran.. paypay.. Cup....”
Caisar kaget ketika Disya mencium pipinya dengan menjinjit pelan. Disya tersenyum malu lalu pergi meninggalkan Caisar mematung.
Gerakan Disya sangat cepat karena malu dan meningalkan perkarangan rumah Caisar untuk keluar. Tak lama Caisarpun berteriak.”Hati-hati..”
Disyapun disana memerah dijalanan dna masih membawa motornya dengan pelan meski dadanya bergemuru karena rasa gugup menyerangnya.
Caisar memasuki rumah nya, namun ketika masuk ia dikagetkan dengan sosok yang paling ia hindari sedang duduk dan juga memangku Cleo dan juga ada adik-adiknya disana.
Nampak mereka menatap Caisar canggung dan gugup. “Ehh Ca-Kai sudah pulang?”Tanyanya.
Caisar diam, luka ditanganya tertutup oleh jaket milik disya. Ia melihat Cleo yang dipangkuan ayahnya, Nampak ditangannya ada manisan yang menghiasi speparuh wajahnya itu,.
__ADS_1
“Ngapain kalian disini?”Tanya Caisar disana pelan dan penuh penekanan. Aura tak enak keluar dari tubuhnya.
Kedua orang tuanya menatapnya gugup.”Kakak...”Tahan Rafa disana mendekati Caisar, ia menahan tangan Caisar dan berkata.”Maaf kak,, Rafa yang mengizinkan mereka masuk, jadi tokong maafkan Rafa.”Ujarnya pelan. Caisar mendengarnya menatapa adiknya tajam dan juga menghempaskamn tanganya kasar.
Rafa disana kaget dibuatnya.”kakak..”Lirihnya.
Caisar berdecap.”Lebih baik kalian pergi dari sini.. itu jalannya.”Caisar membuka pintu rumahnya lebar menatap orang tuanya tajam. Ibu dan ayahnya menggeleng.
”Tidak.. kami akan pergi membawa kalian, kami tidak mau kalian ada dirumah ini, kami akan merawat kalian tolong maafkan kami Cai.”Ujar ibunya terisak.
“Iya Kai. Maafkan ayah. Ayah sangat merasa bersalah, ayah sunguh-sungguh ingin memperbaiki semua ini.”Ujarnya.”Rafa dan Farel sudha menerima kami. Cleo dan Cessy juga sudah. Mereka membutuhkan kami sebagai orang tua Cai.”Ujar ayahnya dengan penekanan
Farel menatap kakaknya.”Kakak. kakak sudah terlalu banyak berkorban dan juga kesusahan untuk menghidupi kami. Kami mohon kak, maafkan ayah dan ibu supaya kakak tidak usah susah bekerja lagi, kata ibu kakak tidak usah bekerja lagi jika mau ikut bersamanya.”Ujarnya lirih pada Caisar.
Benar Farrel menerima orang tuanya karena memikirkan kakaknya, ia tak mau Caisar susah lagi, ia tak mau Caisar berusaha keras lagi hingga lupa batas dan lupa jika ia hanya manusia biasa. Ia mau Caisar memiliki waktu dan juga hidup bahagia. jika tidak ia tak akan sudih menerima orang tuanya.
Cessy diam saja menatap sang kakak sebab ia sangat tau perasaan kakaknya. Caisar disana menghela nafas menahan air matanya. Ia memilih pergi dari sana. Namun tanganya ditahan Cleo yang didekat jalan. Caisar menatap Cleo lirih, adik yang sangat ia sayangi.
“kakak.. bukankah kata kakak kita harus saling memaafkan??? Kenapa kakak tidak mau memaafkan ibu dan ayah? ,mereka berjanji untuk tidak lagi membuat kita hidup susah kak. Ayo kak ikut mereka, mereka banyak uang, dan kakak tidak perlu lagi mencari uang susah payah.”Ujarnya lirih.
Caisar menahan tangannya.”Kamu mau bersama kami karena uang?”Tanya ayahnya kaget.
__ADS_1
Cleo mengangguk pelan.”Iya. ayah punya banyak uang dan kami tidak punya uang.. apalagi?”Tanyanya polos. Nampak ayah Caisar terdiam dengan wajah rumit.
Caisar menatap lain arah.”Jadi menurut kalian kakak hanya membuat kalian susah mangkanya kalian mau bersama mereka??? Hhehe maafkan kakak.”Ujar Caisar terkekeh.
Keempat adiknya Caisar menggeleng lemah mendengarnya. Meeka hendak memeluk Caisar namun Caisar menghindar dan menahan tanganya menadakan tidak mau dipeluk.
“Bukan begitu kak. Kami hanya tidak mau kakak capek dan lelah..”Ujar Farel lemah.
Tadi mereka dikagetkan ketika Rafa pulang membawa kedua orang tua mereka, mereka sempat marah dan menolak. Tapi racun yang dibawa ayah dna ibunya sangat kuat. mereka berjanji dan mengatakan jika mereka akan hidup layak dan Caisar tidak akan lagi susah mencari uang jika mereka mau hidup bersama mereka. Mereka berjanji jika Caisar akan hidup bahagia. mereka sebagai adik yang sangat menyayangi Caisar pun menerima dengan berat hati. Bukan karena masih mengharapkan mereka sebagai orang tua, lebih tepatnya mengharapkan masa depan Caisar. Jika begini terus mereka takut kakaknya kehilangan masaremajanya dan juga kehilangan pendidikannya, dimana kebutuhan mereka semakin melonjak naik. Mereka tak kuat melihay kakak mereka yang mereka sayangi menjadi sakit.
Caisar mengeleng. “Pergilah.. kakak tidak akan menahan kalian, kalian juga mau bersama mereka. Maafkan kakak yang tidak bisa memenuhi kebutuhan kalian, maafkan kakak yang gagal.”Ujarnya tegar, air matanya ia tahan tak ingin jatuh. Ia tak mau menatap keempat adik yang ia sayangi.
“Kak bukan begitu.. kami sangat menyayangi kakak.”Rafa disana sudah menangis menahan tangan kakaknya.”Kami tidak pernah merasa kekurangan bersama kakak, kami sangat-sangat tercukupi baik dari kasi sayang ataupun uang. Kakak adalah kakak terbaik kami kak. Hiks hiks. Tapi kami mohon kak, kami hanya ingin kakak punya waktu bermain kayak kami atau seperti anak lain hiks hiks. Kami tau kakak tidak pernah main semenjak ada kami kak. Kakak tidak pernah bisa hidup dengan tenang dan selalu kesusahan karena kami kak.”Ujarnya dengan tangisan pilu. Ia tak kuat kakaknya bicara begini. Sedangkan Caisar kakak terbaik sedunia bagi mereka.
Caisar disana mendengarnya tak bergeming. Ia memilih pergi meninggalkan keempat adiknya dan kedua orang tuanya.
“Kakak.. maafkan Rafa kak.”Lirih Rafa hendak menarik bahu kakaknya dengan pelan.
Inilah yang mereka takutkan sebenarnya. Caisar tak menerima kedua orang tuanya dan salah paham..
Farel menahan tangan kembarannya dan mengeleng.”biarin kakak sendiri dulu, dia pasti butuh waktu, kakak mungkin sedang lelah.”Ujarnya sangat paham. Rafa disana menatap kakaknya memelas. Dan kedua orang tuanya pun memeluk rafa hangat. Rafa semakin menangis memeluk kibunya., ibu yang sangat ia harapkans elama ini.
__ADS_1