Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Sempurna


__ADS_3

Cessy menatap kakek Jems didepannya datar, ia disuruh mendatangi ruangan kakek Jems pagi ini. Cessy membasahi bibir bawahnya menenangkan diri.


” Luar biasa dampak dari koma dua tahunmu Morgan... “ Gumam kakek Jems kepada Cessy menggeleng tak percaya,


Menatap kertas-kertas laporan dari guru pendidik Cessy.” Bahkan kau mendapatkan semua angka sempurna di semua mata pelajaran, menyisakan bahasa mandarin yang dibilang cukup hmmmm cukup saja..”Gumam Jems memegang bingkai kaca mata memusatkan penglihatan pada kertas.


Menatap jajaran nilai seratus disetiap lembar hanya kertas dari ujian bahasa Mandarin Cessy mendapatkan nilai 7,5. “Bukankah seharusnya kau juga bisa mendapatkan nilai sempurna dibahasa Mandarin karena sedari kecil kau menguasai bahasa Mandarin?”Tatanya kakek Jems melirik Cessy menuntut penjelasan.


Cessy diam menatap kertas-kertas itu memikirkan jawaban, tak boleh gugup dan harus tenang., kepala nya mendongak. “ Burung tidak bisa berenang, dan Ikan tak bisa terbang. Bahkan kupu-kupu yang bisa terbang luka jika dulu bisa berjalan menggunakan perut, lalu apa masalahnya jika aku memiliki sedikit kecacatan dalam bingkai satu mata pelajaran? Atau bahkan melupakan bahasa Mandarin? Saat kecil aku pandai menggunakan bahas Mandarin dalam bahasa sehari-hari bukan bahasa formal, baku dan efisen.. “ Cessy menjilat bibir bawa menahan degub jantung pelan.


“Kata yang baku dan non baku itu sangat jauh berbeda, apalagi kalimat efisien... kadang yang kita anggap benar masih tetap salah hanya karena huruf EYD, berbeda dengan perhitungan yang berjenis mutlak dalam hasilnya.” Lanjut Cessy lagi kepada Jems.


Di sisi nya ada Faren menatap takjub jawaban Cessy jauh dari pikirannya. Jems menatap Cessy datar tak menunjukan raut apapun, mengangguk dan berkata.,”tapi keturunan kami tidak mengenal kekurangan, apalagi mencari alasan untuk pembenaran kesalahan... “ Ujar Jems dingin,


Cessy menatap Kakek Jems mengerjab merasakan amarah tetapi harus ditahan. “ Manusia tidak ada yang sempurna..”


“Ada..!!!” Jems segera menyangkalnya.


“Siapa??” Tanya Cessy cukup menaiki satu okta suara.


Jems menatap Cessy menyeringai. “Orang yang selalu memperbaiki kesalahannya, karena kadar kesempurnaan itu diukur dari kepuasan yang kita rasakan bukan dari bentuk orang lain inginkan. Kamu puas tidak dengan nilai kamu begini?? Pras..” Jems membanting kertas itu kehadapan Cessy.


Cessy menatap tajam jems yang melempar kertas-kertas itu. jems mengambil tongkatnya meletakkan ujung tongkat dikepala Cessy. cessy diam melirik tongkat yang membuat ia rendah.


“Hidup harus berambisi, jika kau kalah ambisi maka kau kalah harga diri... Aku membenci penyanggahan dan pembenaran seseorang dalam kekurangan...!!”


Cessy mengepalkan tangan menatap lain arah, tak bisa membantah. Faren membasahi bibur bawahnya.”Hemm Pa- “

__ADS_1


"Saya tidak bicara denganmu. Jadi tutup mulut busuk mu itu...!!!” Tekan Jems tanpa menatap Faren yang bicara. Matanya tetap menatap Cessy yang menunduk dengan tongkat dikepalanya menjulak. Faren diam melirik Cessy cemas.


Cessy mendongak menatap Jems lagi, mengangguk.”Yah saya puas dengan nilai itu...”


“Dan itu artinya anda pecundang..!!!!”


Bas.... hati Cessy rasa terbakar mendengar ucapan Jems,. Emosinya meledak-ledak karenanya. Jems tidak tau jika ia harus belajar bahasa Mandarin itu dalam dua bulan belakangan ini, mulai dari kosakata, pengucapan. Verbal. Objek, subjek. Ini tidak adil.. kepala cessy di dorong kebelakang membuat Cessy memejamkan mata.


Pras... Cessy melirik proposal yang didepannya dilempar kakek Jems. Cessy melirik tua Bangka didepannya itu penuh tanda Tanya.


Kakek Jems kembali membersihkan kaca mata.” Menangkan proyek itu,,.. dalam hitungan bulan..” Ujar jems pelan.


Cessy melotot melirik Faren. Faren juga terkejut melihatnya. Cessy dan Faren menatap proposal itu dan lambangnya,. Perusahaan Farco? Astaga.. Cessy diam melirik Faren yang ikut terkejut.


Perusahaan Farco bukan perusahaan main-main. Sangat besar. “ Tap tapi kakek jika kau berikan ini kepada dia kita akan rugi jika gagal., ini kesempatan besar untuk kita..!!!!” Faren membantah karena tak terima. Ini bukan masalah sepele apalagi Cessy tak memiliki pengalaman dalam bidang ini.


“Tapi itu tidak adil kek. Bagaimana bisa? kita saja gagal menjalankan hubungan perusahaan dengan perusahan Farco? Apalagi dia yang belum memiliki skil atau pengalaman dalam bidang ini. bukankah itu artinya kakek menjebak kami supaya dia tidak jadi penerus lagi?”Faren menolak mentah-mentah ajuan Jem yang dirasa tak adil, tangan dan leher miliknya penuh urat akibat menentang sang ayah.


Jem tersneyum angkuh.”Yah itu ada ditangan kalian, jika kalian merasa aku tidak adilk maka kalian yang harus mendapatkan keadilan itu,, jika kalian merasa jika saya menentang dia menjadi penerus maka kalian yang mencari jalan supaya saya menjadi pendukung. Semua ada ditangan kalian..!!!!”


Faren ingin menolak tetapi mata angkuh ayahnya membuat ia bungkam. Cessy dari tadi hanya diam menatap semua yang ada didepannya, terlalu tak kuasa membicarakan apapun ditengah anak dan ayah. “Bagaimana Morgan?”Tanya Jems menekan nama Morgan pada Cessy.


Cessy mengangguk.” Yah.. saya akan menemukan jalan saya sendiri.”jawabnya. Jem tersenyum puas jawaban Cessy, Faren yang diam dengan pikiran berkelana, memikirkan cara Cessy untuk mendapatkan proyek itu.


“Dan jangan sampai berfikir untuk membantunya seujung kukupun. Jika tidak habis kau ditanganku,.!!” Pikiran Faren butar sata ditekan oleh Jems seakan tau apa yang dipikiran miliknya. Faren mengerang menatap ayahnya penuh permusuhan.


Terlihat sekali buka. jika ayahnya tak mau jika Cessy menjadi pewaris?

__ADS_1


...----------------...


Cessy keluar dari mansion menggunakan mantel tebal karena cuaca sangat dingin, mengingat ucapan dari jem tadi semkain menekannya. Menghela nafas merasa hawa semakin dingin membuat ia menatap tempat makan diujung jalan. Makanan hangat. Ia tersenyum melangkah mendekati tempat makanan itu, memesan beberapa makanan tersebut. Memilih duduk didalam ruangan yang di sediakan.


Cessy duduk menatap sekeliling... “ Momo..!!!” Cessy melirik ke kiri, disana ada Alice membuat ia tersenyum tipis.


Alice terlihat tersneyum lebar.”Kau ngapain disini?”Tanyanya pelan.


Cessy mengerjab “ diluar sangat dingin. Jadi aku berfikir makanan hangat cukup nikmat untuk disantap.” Jawan Cessy pelan.


Alice mengambil tas jinjitnya memilih duduk di meja yang sama dengan Cessy. “ Kau benar juga... Udara seperti ini memang sangat cocok dengan makanan panas dan pedas untuk menghangatkan tubuh.” Ujarnya ringan.


Cessy mengangguk melirik baju Alice yang cukup tebal, tapi bibir Alice terlihat cukup pucat dan sedikit bergetar,” Kau kedinginan?”Tanya Cessy.


Alice mengangguk pelan” Iya aku kesini karena diluar sangat dingin, mantelku bahkan tak mampu menahan dinginnya.”Ujarnya tersenyum culas.


.


.


.


.


.


...Haiiii tinggal kan jejak yah... Aku lanjut ngetik hehe......

__ADS_1


__ADS_2