
Willy menatapnya tengil.” Eh katanya nggak mau mikirin cewek. Loe ngapain ke ruang cewek?” Tanya Willy terkekeh menunjukan palang seseorang yang menggunakan rok yang artinya itu ruang ganti untuk perempuan. Cessy agak kaget dibuatnya.
Efek dari kebiasaan membuatnya hampir digebuk perempuan di sana. Ia menatap Willy dengan gelagapan dan tidak enak.” Hehe reflek.” Jawab Cessy gambling.
Willy malah terbahak.” Boleh, loe mau ngintip nggak??” Tanya Willy nakal.
Cessy melunturkan senyumnya dan menatap Willy tajam.,” mata loe.” Ujarnya.
Willy malah tertawa mendengarnya. Cessy segera memasuki ruang ganti untuk para lelaki, bvetapa kagetnya Cessy mendapatkan banyak lelaki disana tidak mnggunakan baju atas, bahkan ada yang sedang mengganti celana hingga hanya menggunakan ****** *****. Cessy hampir menjerit dibuatnya.
Usia Cessy belum sampai enam belas tahun tapi pandangan ini sudah ia dapatkan. Luar biasa jika Caisar tau nanti. Willy menepuk pundak Cessy.” Mata loe kenapa jelalatan liat batang orang?” tanyanya dengan menggoda Cessy.
cessy meliriknya kesal.” Nggak yah. gue Cuma kaget soalnya gue baru pernah kesini dan kalian vulgar banget.” Ujar Cessy agak gugup dan segera menuju loker yang kosong.
Tapi berselang beberapa saat seseorang juga berdiri didekat loker dan membuka celanaya, lelaki itu terlihat mengganti ****** *****. Cessy hampir memekik dan melotot tapi ia segera memalingkan wajah dan dengan gugup menjauh dari sana
wajah sampai telinga Cessy memerah dibuatnya. Dia yang ganti celana Cessy yang kali melihatnya.
Yatuhan. Salah sekali pilihan Cessy menyetujui ajakan Willy ini tadi. Matanya tidak suci lagi.
Willy melihat cessy yang hendak pergi mendekat.” Mau kemana?” Tanya Willy heran.
“ gue ganti baju ditolet aja.” Ujar Cessy guup.
Willy disana menaiki satu alisnya bingung.” Loe kenapa sih? Kayak cewek aja susah banget ganti baju. Disini aja, lagian orang lain nggak mungkin mau liatin loe ganti baju. Kan disini kita sama sama cowo semua.” Ujar Willy tenang kepada cessy. Memang benar disini bahkan rata rata cowo berbadan kekar dan atlet juga.
Cessy ingin sekali berteriak. ‘gue cewe’ tapi gimana yah ngomongnya. Cessy tidak mungkin mengungkapkan siapa dirinya. “ Gue nggak bisa Wil. Lagian gue nggak enak dilihat lihat badan gue..” ujar Cessy gugup.
Willy menaiki alisnya.. “ Loe kayak cewek.”
__ADS_1
Cessy menegang dibuat ucapan willy. Willy tersenyum miring.” Ayolah Mo, cowok biasanya nggak suka diomong kayak cewek tapi loe kok diam aja sih. Harusnya loe lawan .” ujarnya nanar.
Cessy menghela nafas mendengar Willy./l” udah lah. Kalo gini terus kita nggak jadi main.” Ujarnya segera pergi.” Gue ganti ditempat yang sama aja sama loe. Jangan tinggalin gue.” ujar Willy segera mengambil tasnya dan segera mendekati Cessy untuk mengganti baju ditempat yang sama.
Cessy segera menolak menggeleng menatap Willy.” Ogah. Ganti aja disini loe.” Ujar Cessy menolak tegas. He apa kata dunia lelaki ini malah ganti baju berdua di dekatnya. Bisa bisa ia ketahuan jika dirinya bukan laki-laki.
Willy mendelik.” Yah gue mau lihat punya loe, siapa tau kecil.” Ujar Willy menggoda.
Cessy mendesis” yang loe kecil. Au akh Wil. Cape gue.” ujar Cessy kesal. Willy terbahak menuju toilet yang sama untuk Cessy masuki.
Willy senang melihat Cessy yang marah marah. Menurutnya wajah Cessy itu lucu jika marah marah. Tunggu apa katanya tadi?
Lucu?? Willy menggelengkan kepalanya, apa sih yang ia pikirkan. Bicara laki laki lain lucu? Sialan, jika ada yang tau apa yang ia pikirkan saat ini pasti dirinya sudah dibilang tidak normal atau gay. Willy melirik cessy yang berjalan di depannya. Tapi cessy benar benar lucu. Brak.
Cessy menutup pintu tolet kuat menyadarkan willy. Willy mengerjab pelan ternyata mereka sudah sampai ditoilet.” Morgan buka pintunya. Bareng.” Teriak Willy.
“ mata loe..!” ujar cessy dari dalam berteriak. Entah mengapa Willy malah terbahak mendengar ucapannya. Kenapa sih pria ini sangat lucu?
Willy berkali kali kagum melihat bagaimana Cessy melakukan pashing dan smash yang sangat menakjubkan, apalagi saat Cessy yang menjadi bagian paling depan dan menjaga Nett bola. Dia terlihat sangat luar biasa berdiri dan menahan serangan lawan. Melompat dan bahkan terjatuh mengejar bola.
“ wahh gila. Keren banget loe.” Ujar teman Cessy seusai permainan. Lelaki tinggi dengan wajah rupawan itu tersneyum kepada Vessy. Yah cessy bermain dengan anggota laki laki semua, rata rata dari mereka adalah pemain nasional dan internaisonal yang sedang latihan atau bahkan untuk melatih skill mereka. Mangkanya permainan sangat seru dan luar biasa.
Cessy yang dipuji menatap sang lelaki tersebut tersenyum tipis.” loe jauh lebih keren. “ ujar Cessy jujur. Wajar saja lelaki di dpannya ini bahkan sekali pashing bisa mematikan lawan sebab terlalu kencang dan lawan kurang mampu mengimbanginya. Sangat luar biasa. Cessy sampai kagum melihat permainan lelaki dihadapannya ini dan tim tim lain.
Lelaki itu terkekeh menampilkan lesung pipinya dna matanya yang menyipit. Kulit lelaki tersebut benar benar putih cantik. Rambut dan tubuhnya sudah penuh keringat. Tanganya terulur dihadapan cessy.” Kenalin nama gue Fauzan. Nama loe siapa? Siapa tau nanti kita bisa main lagi kan di lain wajtu.” Ujar Fauzan tersenyum ramah pada cessy.
Cessy berdehem menjabat tangan lelaki bernama Fauzan sembari menduduki Tribun untuk istirhat. “ gue morgan, panggil aja Morgan, nexs bisa lah main bareng.” Ujar Cessy dengan santai. Fauzan tersenyum mendengar jawaban Cessy. Cessy ini adalah lelaki yang cukup pendek jika dibandingkan dirinya, cukup tampan dan juga sekaligus cantik, sebab wajahnya yang kecil dan lekung matanya yang cantik. Jika bukan karena tubuhnya yang tepos dan suaranya yang kasar mungkin ia tidak akan percaya Cessy ini laki laki.
“ Mo.. loe kok ninggalin gue sih?” willy mendesah kesal duduk di sebelah kiri cessy yang kosong. Melirik fauzan dengans ekali lirik dan alis terangkat.” Nih siapa?” belum juga Cessy menjawab dirinya sudah kembali bertanya akan kehadiran lelaki di sisinya Cessy.
__ADS_1
Cessy memberikan minuman pada Willy, sisa miliknya dan willy menerimanya dengan santai.” Kalian kenalan lah kalo nggak saling kenal.” ujar cessy tenang.
Willy mendelik, dan fauzan melirik Willy tidak berminat. Mau siapa yang kenalan duluan? Cessy yang melihat gerak mereka pun menghela nafas.” yaudah fauzan ini WElly temen gue. dan ini Willy fauzan. Baru kenal tadi.” Ujar Cessy mengenali mereka satu sama lain. Ribet menunggu mereka saling kenalan.
Willy membulatkan mata lebar.” Loe fauzan atlet yang baru menang di campion tahun lalu di sekolah alexander yah? loe leadernya?” Tanya Willy menyipitkan matanya menatap fauzan mengingat ngingat benar orangnya atau bukan.
Fauzan mengangguk dan tersenyum menampilkan pipinya yang berlubang.” Yaps gue leadernya, dan yah gue udah tamat dan sekarang gue udha kuliah.” Ujar fauzan tersenyum sangat ramah kepada Willy.
Willy melotot heboh menatap fauzan.” Yaampun bang. Gue fans loe tau nggak..!!!! gila pantes aja smash loe keren banget.” Ujar Willy heboh. Cessy diam menatap keduanya dengan heran saja, enggan menyahut atau memotong perkataan mereka.,
Fauzan terkekeh pelan.” loe dari sekolah sebelah yah lawan alexander??” Tanya fauzan mengangguk. Willy mengangguk semangat.” Iya hehe. Tapi gue sering lihat loe tanding kok, apalagi tahun lalu loe yang menang di kejuaraan champion sekolah kita. gila si bang. Btw sekarang abang kuliah jurusan apa?” tanyanya dengan bingung.
Fauzan tersenyum, memang ada banyak yang menyukainya dalam permainan Volly, dan ada banyak juga yang memujinya dalam permainan.” Gue kuliah jurusan kedokteran .” ujar fauzan tersenyum manis kepada willy.
“ loh kenapa nggak ngambil jurusan olahraga?” sahut Cessy agak kaget juga. Jika prestasinya banyak di olahraga kenapa tidak lanjut saja kan?
Fauzan menggeleng mengusap lehernya yang basah menggunakan handuk kecilnya.” Gue cita citanya jadi dokter bukan guru pejok. Lagian ini Cuma hobby kok. Kalo citacita atau tujuan gue punya impian tersendiri, lagian nyokap, bopak, kakek nenek gue semua juga dokter, jadi entah kenapa gue juga suka dna mau jadi dokter.” Jawabnya tenang.
Cessy mengangguk paham.” Tapi sayang banget yah bang.. padahal loe kalo lanjut di olahraga pasti sukses banget.” Sahut Willy agak menyayangkan pilihannya Fauzan, skil dan prestasi milik Fauzan sangat banyak dibidang olahraga. Tiba tiba dia memilih ke dokter apa tidak sayang semua prestasi dan skill yang dia miliki?
“ Nggak ada yang rugi sih selagi itu memang pilihan dia, nggak selalu harus kita menetap di zona yang sama. Kadang ada saat dimana kita harus bangkit dan hidup di zona baru agar kita tau potensi terbesar dalam hidup kita itu apa. Kalo stay kita nggak bakal tau potensi lain dalam hidup kita. kalo semisal ada rugi dalam memulai, atau terlalu takut dalam memulai hidup kita juga bakal sulit buat berkembang.,” sahut cessy kurang setuju dengan argument milik willy.
“ Nggak gitu maksud gue MO.” Ujar Willy kepada Cessy.” Maksud gue kan kak Fauzan ini prestasi dalam bidang olahraga bener bener gede, udah masuk nasional, bahkan udah go internasional. Tinggal di asa dan di lanjutin mungkin menurut gue dia bisa sukses. Jangankan gue, mungkin bang Fauzan udah dikenal banyak orang. dia udah lomba ke Singapura dna Philipina asal loe tau.” Ujarnya Willy kepada Cessy lagi dengan tujuan yang dimaksud dalam ucapan,
“ tetep aja.. selagi kalo bukan itu tujuan hidupnya. Pencapaiannya Cuma sebatas itu, nggak lebih. Beda saat kita jalanin hidup memang pilihan kita, tujuan kita sama tujuan dan keinginan orang lain. Hidup tu bukan selalu tentang apa yang orang lain sukai dari kita. kita yang jalanin dan kita pasti punya tujuan lain.” Ujar cessy lagi kepada willy.
Willy menatap cessy dengan tatapan rumit, ucapan cessy ada benarnya tapi kan dibayangkan saja skil yang dimiliki fauzan.
Fauzan melihat keduanya berdebat hanya bisa terkekeh.” Bener kok yang dikatain Morgan, kalo hidup tu bukan selalu urusan suksesnya atau pilihan orang lainnya Wil. Tapi tentang gimana kita jalaninnya. Gue di dunia olahraga Cuma sebagai hoby dan kalo buat tujuan dan profesi, gue udah punya cita cita lain. Yaitu dokter. Entah kenapa gue ngerasa dokter tu keren.” Ujar Fauzan kepada wiilly yang masih belum mau kalah.
__ADS_1
Cessy mengangguk menatap Willy.” Nggak semua hobby dijadiin cita cita Willy. Harus dipisahin mana tujuan hidup mana yang disukai."