
Haloo semua.... Mau crazy up tidak?.. Jika iya ayoo komentar hehehe.
Caisar tersneyum lebar melihat Dava yang memakaikan Farel baju. Caisar mendekat dan mengusap kepala Dava. Dava kaget menatap kakaknya yang tiba tiba datang.” Kenapa nggak minta bantuan kakak? kamu kan lagi sakit.” ujar Caisar pelan.
Dava menggeleng pelan.” luka nya udah kering kok.” Jelas Dava menunjukan lukanya yang memang sudah hampir kering.
Caisar mengangguk dan duduk di ujung kasurnya menatap Farel yang anteng disana Menatap televisi., “ kamu mau tingal disini aja atau di rumah kita? Soalnya Alhamdulillah kakak udah ada uangnya buat kita beli rumah. Kita udah ada rumah minimalis kecil-kecil buat kita, nggak besar sih tapi cukup buat kita.,” jelas Caisar pelan kepadanya.
Dava tertegun menatap caisar.” Mau sih. soalnya Dava juga nggak enak sama mama Dwi. Mereka memang baik, tapi kan kita bukan anak mereka.” Jelas Dava kepada Caisar.
Caisar mendengarnya mengangguk dan tersenyum.” Kamu bayar dengan preatasi kamu yah. buat mama Dwi dan papa Fatdan bangga sama kamu. Gimana hasil ujiannya? lancer?” Tanya Caisar pelan,
Dava tersbeyum mengangguk.” Lancar dong. Insyallah minggu depan Dava bakal lomba basket. Hehe gantiin Farel, kan farel yang suka basket.” Jelas Dava pelan melirik kembarannya yang akit sendu. Dulu farel selalu memenangkan lomba karate, taiwondow dan juga dibidang olahraga seperi basket, dan juga volley. Tapi sekarang kembarannya tidak lagi bisa.
“ iya Gol..!!” teriakan Farel menggema membuat keduanya menatap farel dna televisi. Caisar tersenyum lebar melihatnya. Tv sport yang memang menayangkan ulang siaran bola tadi malam.
Ia menatap farel yang semangat. “ dia nggak lupa kalo hobynya olahraga kak.” Ujag Dava menangis pelan menatap Farel di sebelahnya.
Caisar menghela nafas mengusap tangis adiknya.” Dia nggak lupa, Cuma butuh waktu. kamu tidak usah bersedih karena sekarang kitakan sudah lengkap. Kita tunggu Cessy yah udah itu kita tentuin hidup kita gimana.” Jelas caisar tegas kepada Dava.
Dava mengangguk pelan mendengar ucapan Caisar.” Kak Cessy gimana yah kak kabarnya?? Dokter terus dateng ke sini buat jenguk dan kasih vitamin dan obat untuk mempercepat pola pikir farel untuk mengingat hal hal atau mudah memahami sesuatu,. Dan itu efektiif banget sampek Farel pinter. Dava pengen kak Cessy masak tempe orek lagi.” jelasnya bergetar.
Caisar terkekeh pelan. Cessy memang sangat pandia membuat tempe orek atau bahkan kentang mustofa. Bukan apa apa, sebab kadang karena gaji caisar yang kecil, Cessy membeli banyak kentang dan juga tempe untuk dirinya masak sekaligus dijadikan makanan kering dan itu awet sampai dua minggu mendatang.
Semisal caisar tidak bisa memberikan uang dapur mereka akan tetap bisa makan dengan tempe orek atau kentang mustofa. Jika ada uang juga Cessy memasak beberapa masakan yang tidak mudah basi sehingga bisa tahan sampai dua hari.,
“ Cessy baik baik aja disana kok.” Jelas Caisar pelan mendengarnya.
Dava menatap Caisar dengan tatapan penasaran.” Kakak udah ketemu sama kak Cessy?” Tanya dava pada Caisar pelan.
Caisar menggeleng pelan menatap Dava.” Mau kalian jauh atau deket dari kakak. kakak akan selalu deket sama kalian., kakak akan tau kalian baik baik aja atau enggak. Kakak tau kalian bohong atau nggak.” Jelas caisar tegas.
“ tapi kalo kak Disya bohong kakak nggak tau.” Gerutu dava.
“ kakak tau kok.” Jelas caisar tegas membuat Dava tertegun menatap caisar. Caisar mengangguk.” Kakak tau kalian bohong sama kakak. baik Disya sekalipun. Cuma kakak ngak mau maksa kalian buat jujur sama kakak. karena apa? Nggak semua hal harus kakak ketahui, dan jika itu penting buat kakak pasti kalian bakal jujur. Dava kakak mengajarkan kalian untuk selalu jujur dan terbuka. Tapi nggak selalu harus tau tentang diri kita. kadang ada saat dimana harus diri kita yang memendamnya supaya orang lain nggak tau kalo kita sedang ngak baik baik aja kan?” Tanya Caisar tersenyum.
“ kakak.” gumam Dava bergumam nanar,
caisar mengangguk.” Nggak usah nangis. Adik adik kakak kuat dan kesayangan kakak kakak. kakak sayang kalian semua,.” Jelas Caisar dengan matanya yang memerah. Dava mengangguk, matanya masih menitihkan air mata. Dava memeluk Caisar tenang dan nyaman., hah Dava sangat beruntung punya kakak yang sebaik Caisar.
__ADS_1
Bahu yang tegar, tubuh yang kokoh. Tidak pernah Dava melihat Caisar menangis saat berjuang. Bahkan mengeluh saja tidak, yang ada hanya senyum hangat, pelukan lembut dan juga penyelesaian yang baik. Dava merasa jika dirinya adalah manusia yang paling beruntung di dunia.
Di pinggir pintu ada Fadly dan Dwi yang saling berpelukan.” Dava beruntung banget yah ma punya kakak kayak Caisar. Fadly jadi iri liatnya.” Jelas Fadly kepada ibunya sendu.
Dwi mendongak merasa air mata terus jatuh.” Kan Caisar kakak kamu juga sekarang. Fadly saat ini kita Cuma butuh satu, buat Caisar tetap tinggal sama kita dan dia jadi kakak kamu dan adik adiknya juga jadi adik adik mamu ternasuk Cleo.” Tegas Dwi,. Dirinya sangat tidak rela jika mereka berlima akan pergi dari rumahnya. Dwi sudah sangat menyayangi mereka semua,
Fadly mengangguk pelan. hubungannya dengan Caisar memang sudah lebih baik tapi Fadly sebagai gengsi yang tinggi jarang bicara dengan Caisar. Caisar juga sangat sibuk diluar kota pulang lalu kerja,. Sekolah lalu pergi kerja lagi. Fadly kadang kesal melihatnya. Caisar seperti bos besar saja.
...----------------...
Disya melangkah dengan tenang memasuki rumahnya. Rumah asli miliknya bukan rumah kontrakan Caisar yang sering ia tempati., saat masuk ia mendapatkan Alam yang tertawa bersama Amore selingkuhannya, dan seorang anak??? Bahkan di sana juga ada Jef yang duduk di tengah tengah mereka semua. Mereka kaget saat Disya membuka pintu. Alam bahkan sampai melotot melihat Disya anaknya memasuki rumah sedangkan ada selingkuhannya di rumah.
Disya berdecih disana. ia sengaja meludah bahkan sudah berada di dalam rumahnya.
“ Disya..” Gumam pelan Alam melihat Disya yang masuk dengan tenang. Amor juga bahkan menatap Disya yang masuk penuh aura membunuhnya. Ia menggendong anak perempuan di dekatnya dan menatap Disya takut.
Jef menghela nafas pelan.” Sya... papa sama dia udah menikah. Jadi jangan ngelakuin apa apa oke?” ujar Jef lembut kepada Disya yang berada di depan mereka.,
Disya menatapnya dan mengangguk.” Disya juga udah enggak peduli lagi sih sama papa. Kak Jef atau bahkan semua yang ada di sini.” Jelas Disya kepada mereka. Alam mendengarnya menenang di tempat. Ada titik dimana rasanya ada yang menyengat dan menusuk.
Tangan Disya terkepal karena gemetar tidak bisa ia tahan. Rasa trauma, marah,. Ingin membunuh,. Menghancurkan. Di dalam otak Disya selalu berteriak. Bunuh bunuh bunuh. Hancurkan. Pijak kepalanya. Tusuk perutnya.
“ JAGA OMONGAN KAMU DISYA..! IYA DIA ANAK PAPA.!!” Tekan Alam kepada disya marah melihat Amore disana menatap suaminya takut.
Disya bertepuk tangan, tertawa lebar.” Woh anak haram.. anak haram.. anak haram.!!!” Teriak Disya mengelilingi Amore dan mereka semua.
“ DISYA..!!” Tekan Alam menghentikan Disya. Tapi Disya sudah mundur duluan dari sentuhan papanya.
” Papa udah terlalu kotor buat sentuh Disya pa. dan mau gimana pun papa nahan Disya buat manggil dia anak hatam udah nggak bisa. soalnya kalo udah anak haram yah nggak bisa di ganggu gugat, karena urusannya sama Tuhan kan?” Tanya Disya kepada ayahnya tenang.
Alam mengepalkan tangan mendengar ucapan Disya. Jef memegang lengan adiknya.” Disya udah cukup. Kamu harus terima kematian mama, mama udah lama nggak ada dan papa berhak hidup bahagia----.”
“ siapa bilang papa berhak hidup bahagia?” Disya memotong ucapan Jef yang melarangnya.
Disya menggeleng.” Selama gue masih hidup. Papa nggak akan bisa bahagia. loe cam kan itu Jef.” Tekan Disya menunjuk dada bidang kakaknya.
“ Disya papa bukan pelaku pembunuh mama kita. Mama kita bunuh diri.” Jef masih meyakinkan adiknya agar adiknya tidak selalu menyalahkan ayahnya dalam kematian mereka.
" Disya, semakin lama papa semakin tua, dia butuh teman buat cerita, buat bersama. kita nggak bisa tahan papa terus buat sendiri terus. papa berhak bahagia..!!" Jelas Jef lagi saat Disya diam menatapnya dalam.
__ADS_1
“ tapi mama bunuh diri karena dia selingkuh sama perempuan ini..!” tekan Disya menunjuk amore.
Jef disana menatap Disya tak percaya. “ papa dulu sayang banget sama kita, nggak mungkin..!!!” Tekan Jef. Disya terkekeh ini alasan mengapa dirinya tidak mau mengatakan hal hal fakta pada kakaknya.
Kakaknya selalu menolak fakta dan kenyataan. Ia selalu mencari cara untuk mendukung ayah mereka yang bejat.
“ papa punya anak kan segede kita sama dia?” Tanya Disya pada Alam dan Amor. Keduanya menegang ditempat mendengarnya.
Disya melihatnya tersenyum lebar, jef bahkan menatap bingung mereka yang terlihat saling tau satu sama lain. Disya mendekatinya ayahnya dan mengangguk.” Tapi lima tahun lalu meninggal. Kalo nggak salah tepat usia dia 12tahun di sekolah karena dia dibully sebagai anak haram, dan dia mati tengelam di danau nggk jauh dari sekolah dia?.” Ujar Disya lagi.
Alam dan Amor menatap disya genmetar dan juga marah.” Kamu tau?” Tanya Alam.
Jef melebarkan mata menatap ayahnya. “ pa? Jadi bener?” Tanya Jef kepada ayahnya kaget. Alam diam mendekati Disya. Tak mengapik pertanyaan Jef.
“ Disya papa nanya kok kamu tau???” Tanya Alam kepada Disya membentak.
Disya menatap ayahnya tersenyum lebar.” Karena pembunuhnya ada di depan kalian. Gue yang bully diaz gue yang bikin hidup dia menderita selama dia hidup,. Gue yang dorong dia ke danau, gue yang pukul kepada dia pakai batu . Dan dia mati deh di gigit buaya. “ ujar disya tersenyum manis. Alam tertegun menatap Disya nanar dan blank.
Amor mendnegarnya mendidi menatap Disya.” Dan papa tau nggak kenapa anak papa yang ke dua dan ketiga papa yang bayi itu mati di rumah sakit? papa harusnya punya anak empatkan sama dia?” Tanya Disya lagi pada Alam.
Disya cekikikan melihat wajah mereka yang tegang.” Karena Disya juga yang bunuh. Kemarin disya sentrum di rumah sakit. “ disya tersenyum miring.
” Yang ini.." .Disya menunjuk anak kecil digendong Amor membuat Amor refleks menjauhi anaknya.
" Disya nggak bunuh soalnya dia bukan anak papa. Anak kandung papa itu aslinya Disya jual sama temen disya. Dia suka koleksi boneka gitu, tapi bonekanya dari manusia asli. Kalo papa mau lihat Disya ada kok Fotohnya.” Ujar Disya mengamuk Hpnya dan berdiri di depan Alam yang lemas di depannya.
Disya melebarkan lagi senyumnya dan menunjukan foto boneka yang menyeramkan di depan alam. Mata satunya copot dan dijahit menggunakan benang merah. Mata satunya lagi terbuka dengan mata boneka. Rambutnya panjang dari boneka di anyam bawah.
” Cantik kan anak papa?? Yey... selamat yah udah ketemu anak kandungnya.. selamat.” Teriak Disya kesenangan di hadapan alam yang tersnetak nanar, Alam bahkan mundur mendengar Disya mengatakan selamat padanya.
“ kamu ?” Tanya Alam sesak pada Disya. Bukan hanya Alam yang menatap Disya takut dan juga marah. Alam kehilangan kata-kata dan kepercayaan, alam tidak percaya anaknya melakukan semua hal mengerikan itu pada darah dagingnya bersama Amor.
Tapi juga Amor, tapi Jef di sana terdiam menatap mereka tidka percaya. Dirinya tidak tau apa apa tapi menbdnegar kabar mengerikan.
Yah yang dikatakan Disya itu benar, ia memiliki empat anak bersama Amor, satu seusia Disya bahkan dia lebih tua lima bulan, tapi meninggal saat usia 12tahun di danau ditemukan dalam keadaan buruk, setengah kakinya sudah dimakan buaya dan tubuh yang terkoyak dimana mana,
Lalu anak kedua mereka kembar tapi dikatakan meninggal usai dilahirkan.
Dan yang terakhir sekarang dipelukan mereka usia 3tahun, rupanya dia bukan anak kandung mereka.
__ADS_1