
Ada yang bilang sekolah negeri itu adalah sekolah yang paling aman tentang hal berbauh akan bully. Berbeda dengan sekolah swasta yang memakan uang besar dalam pembayaran uang SPPnya. Yah karena mereka menggunakan sistem nilai dan derjat orang tua. Itu tidak benar, pembullyan masih tetap ada, malah bahkan lebih parah hanya saja tak diusut,. Tak tanggung-tanggung, bahkan jika stau membully maka yang lain ikut membully. Itu tetap berlaku.
Sama galnya dengan Cessy. Cessy sekolah disekolah negri dengan beasiswa. Ia tak punya teman satupun sedari SD disebabkan satu pristiwa dimana ia tak mau disuru-suru dan dibully dikalah itu. Ia tak bodoh yang mau-mau saja begitu membuat orang yang ia lawan sangat marah dan tak terima. Akhirnya ia pun memfitnah dan menyebarkan rumor bahwa Cessy adalah orang munafik dan miskin. suka mengutang dan pelit hingga semua orang menjauhinya.
Cessy itu suka bertengkar, ia sosok pembangkang bukan sosok lemah lembut. Ia tak suka dimanfaatkan. Ada yang mendekatinya tapi hanya mau kepintarannya saja. Ia tak suka hal itu, ada juga yang mendekatinya hanya mau menjadikannya babu. hey dia itu tetap manusia meski bukan dari orang kaya raya..!!
“Cessy denger nggak si. Loe gue liat pelit banget sama tugas yah..!! gue suru beli makanan juga nggak mau. Wajar aja nggak ada yang mau temenan sama loe. Selain miskin loe juga pelit.”Ujarnya salah satu teman Cessy dikelas yang marah ketika Cessy tak mau disuruh membelikan ciki-ciki.
”Gue bayar deh upah loe. Cepetan beli anjing.!!” Bentaknya membuang uang dua lembar berwarna biru dihadapan Cessy.
Cessy disana mengernyit menatapnya, ia menghela nafas dan melangkah meninggalkan kelas dengan diam.
“Punya mulut loe? Ngomong dong..”Ujar salah satu lelaki dikelasnya bernama Harun. Lelaki yang menjabat sebagai ketua kelas. Ia cukup geram melihat Cessy yang sangat tak menurut begini. “Apa salahnya si loe beliin? Nggak bakal patahkan tangan loe?”Tanyanya mendesis disana.
"Terus kenapa nggak loe aja? patah nggak tangan loe kalo beli sendiri???" Tanya Cessy sinis
Cessy tersenyum lebar menatap Harun. Ia menepuk pundak Harun dengan pelan sebelum menjawab lagi. “Loe tau?? Kadang diawalin dengan gue yang mau aja nurut perintah kalian ini dan itu dengan dalih nggak mau kalian ngangep gue jahat dan pelit. Gue nggak yakin hal itu bakal terjadi sekali ini aja. Gue yakin sekali gue jadi orang sok baik kalian nganggep gue lemah dan terus kalian manfaatin pada akhirnya gue dijadiin babu dengan dalih kata 'Teman atau orang baik' Padahal kalian cuma nganggep gue pesuruh dan babu bukan?”Ujarnya Cessy disana pelan.
Cessy disana mengacak rambutnya dengan pelan membuat ia sangat santay.”Denger yah. gue lebih baik kalian jauhi, sekelas, seluruh anak sekolah. Bahkan seluruh dunia sekalipun. Tapi jangan anggep gue orang bodoh yang bisa kalian manfaatin. Gue enggak semunafik itu buat nerima apapun yang kalian lakuin. “Ujarnya disana melenggang pergi.
Semua terdiam menatapnya. “Gue kira gosif dia pelit itu Cuma gossip doang. Ternyata bener dia pelit banget asli. Masa Cuma disuruh beli ciki aja ngak mau. Padahal dibayar.. “Ujar wanita yang menyuruh Cessy tadi sinis. Harun disana menghela nafas melihatnya. Iya memang si benar kata Cessy ia akui.
Terkadang manusia lebih banyak memanfaatkan kebaikan orang lain demi kesenangan diri sendiri. Cessy hanya membentengi diri. Lagi pula yang menjalankan hidupnya Cessy? Buat apa menyimpang uang dua ratus ribu dengan pecahan 2ribuan didalam dompot bukan???
__ADS_1
Disisi lain Cessy memilih kekantin, ia menghela nafas kesal karema teman sekelasnya. Ini bukan sekali dua kali ia dapatklan. Sudah berkali-kali. “Emang dikira gue babu apa.”Gumamnya tak suka.
Jadi dulu pernah di waktu SMP Cessy disuruh membeli ciki juga dan makanan teman kelasnya. Dan polosnya Cessy disana mau-mauu aja karena baik. Tapi eh berkelanjutan sampai berkalii-kali membuat Cessy kesal dan mereka berani membentak Cessy. hingga suatu hari Cessy menolak dan semua orang marah dan mengatakan dia pembangkang hinga ia dibully meski tak bisa karena Cessy melawan. Tapi tetap saja bagi Cessy baik dengan hal babu itu bukanlah hal baik.. tak ada orang baik yang selalu memperalatkan orang lain hanya untuk kepuasan diri sendiri.
Kata baik hanya menutupi sikap bodoh... Yah bagi Cessy.
“Ngelamun aja mbak.. kenapa nih?”ujar suara dari samping Cessy.. Cessy yang meminum Es tehnya mendengus.”Tu biasalah. Manusia beban nyuru-nyuru sembarangan. Dia kira gue babu apa yang mau-mau aja disuruh. “Ujar Cessy kesal.
Ari terkekeh menepuk kepalanya.” Jangan ladenin. Inget kata abang loe. Biarin semua orang berbuat jahat ke loe tapi jangan sampai loe berbuat jahat ke orang lain. Biarin aja mereka begitu, jangan ladenin sebab Cuma buat loe sakit hati sendiri.”Ujarnya disana.
“Tapi gue cape dijauhin terus sama seluruh orang Ri. Apa si salah gue sampek gini banget.”Ujar Cessy lirih. Tak ada teman dan tak ada sahabat kecuali ari. Tak ada yang mau berdekatan dengannya. Banyak alasan yang Cessy tak terlalu pahami. Apakah ia sehina itu.
“Inget.. yang dijauhin kadang bukan suatu hal yang buruk. Inget madu asli nggak bakal mau Semut deketin. Kecuali madu palsu. Buat apa nampung manusia beban? Mending loe focus buat bahagia keluarga loe kayak yang loe impikan Ces.”Ujarnya. Cessy disana menatapnya nanar. Ia ingin sekali cerita dengan banyak orang, tertawa dan bercanda.
Tappi kenapa hidupnya sesulit Ini? Ia bukan orang introvert yang suka kesunyian. Ia hanya manusia biasa yang menyukai hal keramaian.
“Apa yang loe lakuin bangsat..!!!” Teriakan dari perempuan itu. Perempuan cantik bersama tiga temannya.
“Hiks hiks.. aku ngak sengaja kak..!” Ujar perempuan yang menumpahkan jus dengan menangis terseduh-seduh menunduk. Cessy mengernyit melihatnya. Nggak sengaja? Bukankah seharusnya minta maaf? Tapi kok?? Ia melihat tadi tau jika itu hal yang sengaja.,
“Gue enggak cari masalah sama loe sialan..!!! tapi loe beraninya Plak.. siayalan loe.. minta maaf." Teriak perempuan yang terkena jus setelah menampar wajah sang perempuan yang sudah menjerit dan menangis mengalihkan atensi semua orang. Semua menatapnya iba.
“Ampun kak hiks hiks. Ampun kak Gea..” Teriakan gadis yang menangis membuat semua orang salah paham bukan? Cessy tau itu. Kenapa bukan kata maaf yang keluar? Tapi kenapa kata ampun? Apa ini? Cessy disana tak boleh berburuk sangkah bukan? tapi kenapa semuanya terlihat buruk?
__ADS_1
Ghea apa yang loe lakuin ke Arin.. lepasin dia..!!!!” teriak lelaki yang baru sampai dihadapan Ghea menarik perempuan yang menangis itu bernama Arin.
Ia menatap tajam Ghea.”Dia menggali sengaja bukan berarti loe boleh nampar dia.”Ujarnya kembali membentak.
Ghea menatap lelaki itu terdiam dnegan mata panasnya.”Tapi kak dia nggak minta maaf.”Ujarnya lirih.
“Dia nggak sengaja..!!!| Teriak dari lelaki itu kuat.
"Dia Cuma drama kak. Dia ****** sialan selalu cari masalah sama gue supaya kalian benci sama gue kak. Dia itu cum-Plak... Plak... “ Cessy meringis ,melihat tamparan itu. Tamparan bolak balik dari salah satu lelaki yang ada disana.
Cessy tau itu Harun..!!! ketua kelasnya membuat ia bungkam. “Loe ****** sialan..!! Arin anak baik jangan suka fitnah orang..!!” Teriak Harun menggelar.
“Kak Gibran.”Gumam Ghea menangis dengan muka lebamnya menatap sang kakak tak percaya meski ini bukan yang pertama kali nya. Ketiha temanya hanya diam melihat itu tanpa jiat membantu membuat Cessy geram,.
“loe liat Kan Cess? Punya temen yang dibayangin loe enggak selalu tentang mengasikkan. Liat dia punya banyak temen tapi satu pun nggak ada yang ada didepanya buat ngebantuin dia. Bahkan ketika ditampar sama kakak-kakaknya sendiri.”Ujarnya Ari menunjukan Ghea.
Cessy disana terdiam dengan kaget.”Harun sama cowok itu kakaknya cewek itu?”Tanyanya kaget.
Ari mengangguk mengunyah makanannya,.”Mangkanya gue bilang, kladang yang kita anggep menyenangkan nggak selalu menyenangkan. Nggak punya temen lebih baik ketimpang punya temen tapi Cuma manfaatin loe. Ibaratkan penyakit dalam yang nggerongotin badan manusia. Awalnya memang nggak kerasa sampai akhirnya habis karena rasa sakit. Buat apa?”Tanya Ari.
"Ada banyak jenis manusia didunia ini. "
.
__ADS_1
.
Yang menakutkan itu bukan ketika kamu sendirian ditempat sunyi. Tapi ketika kamu ada ditengah manusia terlihat Baik tanpa dosa tapi menodong pisau ketika gelap gulita.—setidaknya ketika kamu sendiri kamu tak perlu takut ada yang menyakitimu. Baik fisik maupun kepercayaan..... Cessyyy