
Jauh dari sana ada Caisar yang menghela nafas berkali-kali karena ini proyek pertamanya, ia menatap keruangan nanar dna juga dalam.” Mari tuan muda kita masuk. acaranya akan dimulai sebentar lagi.” Ujar dari sekretasinya saat ini. dia lebih tepatnya adalah lelaki yang selama ini menyurusi usaha dari keluara Diisya ini. dion namanya.
Caisra mengangguk dan memilih masuk,wajahnya ia beri wajah manis sekaligus ramahnya, ia tersenyum dengan beberapa orang yang melihatnya.. sebaran jantungnya semakin tak karuan hingga ia merasa gemetar.”Ingat tuan. Angap saja mereka semua adalah lawan anda melakukan loma.
Anda sering bukan melakukan lomba akademisi nah anggap saja saat ini ada berusaha untuk berjuang memperebutkan juara tersebut.”Bisik Dion yang sadar jika tuannya sangat gugup dan takut.
Caisar mengangguk pelan, ia melirik dari beberapa agensi yang ada, lalu tatapannya terhenti pada satu laki-laki yang sangat ia kenali. Oia tersenyum sinis dibuatnya. Itu dia yang ia ingin lihat dan ia ingin tau saat ini. “Dia ada disini tuan, mari duduk tuan..” Ujarnya memberikan ruang untuk Caisar menduduki satu kursi dan ia pun duduk disampingnya Caisar.
pria yang Caisar tatap melihatnya kaget beberapa saat lalu baru ia terdiam berdehem menetralkan wajahnya. Caisar jadi tersenyum miring melihat nya
Semua mata melirik kearahnya. Tetapi Caisar malah diam dan tersenyum tipis memberi kesan sangat manis.”Wahh kelihatanya kau sangat muda nak. Apa kau salah alamat?”Suara itu terdengar mengejek Caisar sedangkan Caisar malah diam meliriknya dan tersenyum manis.
“Oh maaf tuan, saya memang masih sangat muda dan saya juga tidak salah alamat, ini memang tujuan utama saya kemari.”Caisar menjawab tenang. Ia sudah sering melakukan Publik speaking jadi ini bukan hal yang sulit. Ia masih gemetar bukan karena takut tetapi lebih kepada asing, biasnaya ia kan hanya bicara dengan anak murid atau teman-teman tapi ini orang yang jauh diatasnya Hey..!!
__ADS_1
pria itu menatapnya terkekeh.”Jika boleh tau kau dari perushaan mana? Aku lihat kau bari disini?” Tanyanya menatap Caiisar. Caisar mendengarnya hendak angkat bicara tetapi suaranya tenggelam dalam perut saat instrtuksi masuk dan itu membuat semua orang diam dna bangkit dari kursi milik mereka.
“Presdir memasuki ruangan..!!” Mc mengatakan dengan suara formal, beberapa orang membungkuk member hormat.. termasuk Caisar yang membungkuk pelan lalu mengangkat kepalanya melihat sang Presdir. Ia menatapnya kagum, Presdir sangat tampan, ia memiliki kulit sawo matang dengan jambang diarea bawa Dagunya memiliki kumis tipis dan mata berwarna hijau, sangat unik dan juga langkah didunia manusia sepertinya. dia visual yang seperti tidak manusiawi.
“Tuan muda duduk.”Bisik Dion tersenyum Malu melhat Caisar yang masih termenung menatap mata indah hijau itu. Presdir menatap Caisar dengan tatapan dalam dan juga tertegun. caisar disana sadar pun mengerjab lalu memilih duduk, ia memaksakannya tersenyum meski sedikit malu. Ia menghela nafas pelan.
”Sepertinya ada orang baru disini. Bisa kau perkenalkan dirimu ?” Suaranya sangat berat dan mengerikan batinya Caisar. Huu ia tak boleh takut.
Presdir itu mengangguk.”Ohh kau dari perusahaan tua itu.. silahkan duduk.”Ia mengangguk dengan suara yang dingin. Casar mengangguk memilih duduk lagi.
Presdir melirik Ciasar dalam dan berkata lagi.
”Oke kembali kepada saya. Perkenalkan saya Andriana pertama Pranata dari keluarga Pranata, saya presir utama di Grub SWX Prana. “Ia memperkenalkan diri sebentar lalu memberi jeda, tapi matanya melirik Caisar dalam sebentar.”Lalu disini saya sebagai presdir utama sudah mengundang kalian semua mengucapkan terimakasih karena sudah mau memenuhi undangan kami.” Lanjutnya.
__ADS_1
Caisar diam menyimak semua yang presdir itu katakan, mulai dari pekenalan dan juga kata basa basi untuk ia pelajari, ia harus mempelajari ini supaya suatu hari kelak ia tidak babo atau ia tidak linglung untuk melakukan perwakilan dalam bicara. Ia harus bisa melihat gerak tubuh Andrian dan juga gaya bicaranya. Bukanya ia mencontek yah tetapi baginya semua itu adalah ilmu yang sangat besar, bahkan dengan cara duduknya Andrian itu juga ikutkan, dengan tak menyender dan menatap lawan bicara tajam. Oh iya.. Sekali lagi ia katakan semua hal disekitarnya itu adalah guru dan ilmu. Ia bisa belajar dengan apapun yang ada begitupun dengan orang lain, selagi orang lain mengangap apapun disekitarnya adalah pelajaran, ilmu dan guru..
“Kami juga mengucapkan terimakasih untuk presir utama dari perusahaan Prana sudah mengundang kami dari perusahaan kecil ini dalam kompetensi projek ini, kami harap kami tidak mengecewakan bapak.” Ujarnya pelan dan ringan.
Presdir Pranata menatap siapa yang bicara disana ada lelaki yang berkepala hampir botak tersenyum, terlihat sekali senyum penjilat. Huu ia membenci sosok seperti ini, Ia tau ini ciri-cii orang yang suka melakukan korupsi Batinnya.
Presir itu mengangguk-angguk. Jumlah yang datang memasuki sepuluh orang anggota yang artinya ada dua puluh orang yang ada, sangat ramai. Ada empat belas lelaki dan enam perempuan, “Baik jika begitu kalian dipersiapkan dalam ,melakukan seminar projek kalian, dimulai dari preusahaan yang mencalon diangka pertama untuk mempersingkat waktunya. Saya memberikan waktu selama 10menit dalam presnetasi dan juga 10 menit dalam pertanyaan. Silahkan.”Itu mutlak tidak ada yang bisa negosiasi sebab tidak ada kata untuk bertanya. Caisar jadi mengangguk paham, ia memiliki banyak pelajaran kali ini sungguh, ia tersenyum tipis sebab sosok presedir Andrian mengajarinya banyak hal.
presnetasi mulai.
Caisar menyimak banyak hal dari presentasi, Caisar jadi semakin mempelajari dari cara gerak dan juga gerik, dari tatapan mata dan juga banyak gerak tangan. Ia mengangguk-nganngguk menatapnya dengan serius. Tanpa ia sadari jika Andrian menatapnya sedari tadi dan tersenyum tipis, wajah serius Caisar sangat-sangat membuat ia terhibur, berkali-kali Caisar mengangguk seperti memahami dan belajar memang apa yang ia pelajari dari presentasi ini hmm?
“Baik dari perwakilan perusahaan Grambel Corps diberi waktu untuk melakukan presentasi projeknya silahkan mengamil alih tempat yang disediakan,,!!” Caisar disana segera berdiri dengan Dion yang segera bergerak membawa beberapa fole dan laptopnya. Caisar diam disana melirik dari sang yang sedari tadi menatapnya. Ia tersenyum miring tetapi tak ada yang menyadarinya kecuali mereka berdua.
__ADS_1