Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Kabar duka


__ADS_3

“Bagaimana keadaan dia?”Teriak Cessy tapi suaranya terdengar sangat pelan bahkan tak terdnegar saking takut dan kagetnya. Ia sudah tak bertenaga lagi untuk bertanya. Bahkan semua tulangnya terasa lemah dan tak bisa ia kendalikan saat ini.


Disya disana diam dan Menggeleng tak tau menjawab apapun, takut apa yang ia ucapkan malah menambah lupa pada Cessy yang sudah terlihat lemah. caisar mengusap rambutnya kebelakang dengan mata merahnya menahan tangisan.”Bangsat..!!!! gimana bisa adek kita gini .!! mereka kemana? Kenapa adek kita jadi kecelakaan.”Ujar Caisar marah, amarahnya sangat kuat saat ini.


Cessy Menggeleng lemah." Padahal selama ini dia nggak pernah kenapa-napa sama kita.. kenapa baru sebulan sama mereka adik kayak gini???”Teriak makinya. Cessy menangis memeluk sang kakak menenangkan. Caisar tak tahan. Cessy disana itu menangis bersama sembari berpelukan.


Disya menatap lain arah. Ia tersenyum tipis, setidaknya hidup Caisar sedikit berbeda dengannya. Dulu ketika ia menangis frustasi ia hanya memeluk dirinya sendiri sedangkan Caisar punya seseorang untuk ia sandar dan ia peluk..


“Kakak ganti baju dulu yah. baju kakak udah kena darah semua.”Ujar Cessy disana pelan memegang tangan Disya. Ada raut rasa bersalah disana.


Ia menatap Disya dengan tatapan minta maaf."Maafin tadi kau terlalu kalut jadi mikirnya kakak yang salah berakhir menuduh kakak tidak-tidak, aku terlalu kaget..”Ujarnya bergetar. Bibirnya bahkan sanat bergetar saat ini menatap Disya tak berani.


Disya mengangguk menepuk kpalanya pelan.”Aku akan ganti baju setelah adik kalian keluar,”Ujarnya disana tersenyum tak menghiraukan tubuhnya.


tapi Caisar disana memberikan jaket yang diberi Cessy tadi pada Cessy ”Bantuin kak Sasa kekanar mandi dulu buat bersiin tubuh dia.”Ujarnya mengusap kepala sang adik. Lalu ia tersenyum kepada Disya " Maafkan kami." Ujarnya lirih Disya mengangguk pelan.


Aidknya mengangguk membawa Disya. Disya melihat perhatian caisar tersenyum pelan dan mengikuti Cessy menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. sebenarnya bisa saja ia pulang saat ini tapi ia masih ingin tau bagaimana perkembangan sang adik Caisar. Ia tau bagaimana rasanya kehilangan dan ia tak ingin Caisar merasakan tanpa adanya dirinya., setidaknya ia bisa menjadi tonggak hidupnya Caisar sedikit saja. Walaupun hanya sedikit.


Tak berselang lama, keduanya kembali mendekat kepada Caiisar. Operasi belum seelsai mereka duduk disisi-sisinya Caisar yang berada ditengah mereka.


Pintu terbuka menampilkan dokter. Semuanya berdiri kecuali Disya yang masih stay duduk tenang.

__ADS_1


”Bagaimana keadaan adik saya dok?” Tanya Caisar.


Dokter itu melirik Disya kaget. Disya mengangguk sebagai jawaban dari kekalutan dan pertanyaan sang dokter. Dokter tersenyum.


”Kalian kakaknya mereka?”tanyanya, mereka berdua mengangguk menuntut jawaban pada sang dokter.


Dokter menghela nafas.”Maafkan kami. Kami sudah berusah—“


“Dok stoppp.. adik kita baik-baik aja kan. ini bukan sinetron yang suka kami tonton dok..!! bilanga dik kita baik-baik aja..!” BENTAK Cessy.


Air matanya sudah jatuh dengan terurai nanar saat ini. kata-ata dokter sama persis seperti yang ia baca dinovel atau ditelevisi saat sedang seseorang yang tak tertolong. Tulangnya semakin gemetar dan lunglai, ia tak sanggup berdiri lagi jika adiknya kenapa-kenapa.


Dokter menghela nafas.” Keadaan adik kalian sangat buruk.”


Bam... keduanya terasa terhimpit batiu besar dipundak mereka, tubuh mereka oleng saat ini mereka hampir terduduk, Disya yang melihatnya pun segera membantu Caisar dan Cessy duduk disisinya. Ia berdiri menatap sang dokter.”Maksud anda bagaimana dok?”Tanyanya Disya.


Dokter tersenyum, diname tagnya berisikan nama Dwilanda, dipanggil dokter Anda. Caisar dan Cessy sudah tak kuat mendengar, ini mimpi buruk. “Hem mungkin keluarga pasien butuh waktu mendengar kabar ini. saya tidak bisa memaksakan.”Ujar dokter Anda pelan paham akan piskis mereka.


”Jika boleh tau dimana orang tua kalian? Bisa saya bicara dnegna orang tu-“


“Orang tua kami udah mati..!” Ujar Cessyy disana menekam kata matinya. Mata merah dan tangan yang terkepal menguatkan hati. Tatapanya memburam karena air mata yang berserakan. Ia mengusap air matanya kasar.”Bagaimana dok keadaan adik saya? Saya dan kakak saya kuat mendengarnya tolong.”Ujarnya disana menahan sesak dan laju air mata yang bukannya berhenti malah semakin deras.

__ADS_1


Dokter Andes melirik Disya. Disya tak tau menjawab apa, ia hanya mengangguk saja sebagai jawaban jika dokter boleh bicara.” Adik kalian ,mengalami kecelaakaan yang sangat parah.”Ujarnya pelan. Caisar diam dengan tatapan kosong, Cessy menatap penuh luka.


“ Dan kondisinya yang cukup parah dibagian tulang ekornya membuat kaki bertindak cepat, tadi kami baru saja mlakukan operasi ditulang ekor dan pangkal pahanya yang ternyata remuk. Mungkin akibat terlindas truk membuat tulang mereka sangat parah.”Ujarnya.


Dam... tertabrak truk??? Dada mereka naik turun. Caisar sudah menangis Cessy disana menggigit bibir bawa supaya tak menangis terisak. Disya memeluk Caisar dan Cessy pelan, ia tak tau harus apa. Ini bukan keahliannya untuk memenangkan orang lain.


Dokter menatap kduanya iba namun tak bisa berbuat banyak.”Dan karena kepalanya terhantam benda keras sangat kuat. sepertinya terkena aspal membuat dirinya geger otak.. kalian sebagai keluarga pasti taukan jika jantung dan juga penyakit saudara??? Dan itu memperparah keadaan pasien, kami sempat tak bisa mendeteksi denyut nadi pasien beberapa saat Tapi Untungnya kami teliti dan ternyata beliau masih hidup. “Ujarnya pelan.


“Lalu bgimana dok aik saya dok??” Tanya Caisar dengan lemah. Air mata tak mau hilang dari pipinya.”Dok saya tidak mau kehilangan adik saya dok. saya tidak mau dok. tolong bantu saya dok, beri yang terbaik untuk adik saya dok, tolong. Saya akan lakukan apapun dok bahkan ginjal dan nyawa saya dok...”Ujarnya nanar.. ia bahkan menyatuhkan tanganya didada meminta pertolongan. Ia tau ia miskin..!


Dokter tak kuat menahan tangisnya dan memeluk Caisar. “Kami tidak tau, kami sudah melakukan yang terbaik. Saat ini hanya menunggu takdir. Tapi kecelaakaan itu sangat-sangat parah. Kemungookinan dia bertahan sangat kecil dek.”Ujarnya menangis menepuk kepoala Caisar.


Caisar merosot kelantai. Cessy disana memeluk ddadanya mendengarnya. “dok.. saya ..hiks hiks. Saya harus bagaimana dok?”Tanya Caisar lelah, ia tak bisa berkata cukup lagi,. pikisnaya kosong, ia tak bisa berbuat apapun.


”Dook toong dok. tolong Ya Tuhan.”Ujarnya lirih. Ia menangis kuat hingga lorong rumah sakit terdengar sangat menyakitkan . Disya disana memeluk Cessy pelan mengusap bahunya yang bahkan bukanya menenangkan malah menambah Cessy untuk menangis.


Disya disana menatap dokter dengan tatapan nanar, ia ikut menangis meski tak terisak. Didepan matanya sendiri melihat bagaimana tabrakan itu, ia melihat sendiri bagaimana kerasnya dan parahnya tabrakan itu. Ia sangat tau jika sbenarnya selamat itu jauh dari prediksi manusia. Sungguh ia pikir Rafa sudah meninggal setelah diperjalanan tadi. Ternyata ia masih punya sedikit nyawa. Sungguh ia tak tau jika Rafa sekuat itu. Atau Takdir masih menginginkan melihat kesengsaraan nya seakan itu hiburan tersendiri baginya?


“Dok jadi kita sekarang harus bagaimana dok?”Tanya Disya. Kedua kakak beradik tak bisa berhenti menangis tak lagi jelas untuk berfikir. Hanya Disya yang masih bisa bertindak dan bicara. Hanya dia.


”Apakah masih ada harapan buat adik kami selamat?”tanyanya. ia sudah mengangap Rafa adiknya meksi ia pernah dihina.

__ADS_1


__ADS_2