
Caisar mengantarkan Disya ke rumah milik Caisar lama, karena katanya disya ingin disana saja unytuk istirahat cukup lama, jika di rumah Dwi dirinya tidak enak. ..
Caisar hanya mengangguk dan memesankan makanan untuk Disya disana agar dia tidak kelaparan, Disya pun senang menerima perhatian oleh Caisar. Rumah kontrakan lama Caisar masih lengkap dengan peralatan di dalmanya, memang tempat Disya menyendiri selama ini atau bahkan melakukan kegiatan lainnya.
Caisar sendiri menuju ke perusahaan milik andrian, jam 2 dirinya harus melakukan rapat, sebab itu ia terburu-buru menggunakan baju sma tak lagi menggantinya. Saat masuk Caisar segera menuju ruangan rapat yang ada di lantai tiga.
Toktik.. caisar mengetuk pintu membuat orang di dalamnya menatap caisar yang mengetuk pintu sopan.” Silahkan mausk Kai.” Ujar Andrian kepada Caisar yang baru datang.
Caisar segera masuk dan tersenyum tak enak pada rekan di dalam sana.” Maaf, saya sedikit telat, sebab tadi saya harus ke sekolah mengambil raport.” Ujar Caisar tenang di sana.
“ wah kamu masih SMA?” Tanya Bram kepada Caisar. Yah Bram sedang berada di Indonesia dan sedang mempertanyakan tentang proyek yang akan ia bangun bersama Caisar, itu juga bekerja sama dengan Andrian. Caisar Masih belum cukup modal dalam menerima proyek besar. Sedangkan proyek Bram ini sangat menjanjikan perusahaan yang dirinya pimpin saat ini. bahkan usai mendapatkan proyek dari Bram ia langsung mendapatkan tawaran investan dan beberapa proyek kecil dri perusahaan perusahaan terkenal.
Caisar mengangguk pelan menduduki diri di kursi sebelah Andrian. Andrian diam menatap Caisar yang masuk menggunakan baju SMA. “ Maaf yah pak, saya belum sempat mengganti pakaian, takutnya kalian kembali menunggu saya lama, jadi saya harap bapak bisa memaklumi saya.” Jelas Caisar merasa bersalah membawa seragam yang begini.
Bram mengangguk tenang.” Tidak apa, saya melihat kinerja kamu bukan dari baju kamu. Saya cukup salut sebab kamu masih menggunakan seragam SMA tapi sudah sangat pandai dalam berbisnis. Katanya perusahaan yang kamu pimpin saat ini sedang naik daun dan sangat diminati. “ jelas Bram kepada Caisar memuji dengan tenang.
Caisar tersenyum lebar menggeleng.” Tidak juga. Perusahaan ini sudah lama berkembang dan terkenal, hanya saja sebelumnya cukup tertinggal pada masa sekarang. saya hanya melanjutkan kejayaannya saja.” Jelas caisar.
Bram tertawa mendengarnya.” Caisar ini memang bicara sedikit rendah hati. Tapi kinerja bapak bisa lihat sendiri. Bahkan saya dengar dia mnerekrut dari anak teknik sipil dalam negri yang ditolak mentah mentah oleh perushaaan lain, dia bernakat dalam masalah bisnis. Dan mencari peluang.” Jelas andtian kepada Bram tenang. Caisar disana tersenyum tipis tak enak. Dipuji tidak membuatnya senang tapi malah membuat dirinya tidak tau harus bicara apa,
“ tapi wajah Caisar ini tidak asing. Saya seperti melihat seseorang didiri caisar. Tapi dia bukan orang sini.” Ujar Bram kepada caisar bingung.
Caisar disana terkekeh pelan.”mungkin karena wajah saya yang memang pasaran?” Tanya Caisar.
Andrian disana mengangguk menatap Bram. “ sotoy saja dia sih Kai kayaknya.” Ujarnya. Caisar terkekeh melirik Bram yang berwajah suram,
“ kalian cukup saling mengenal kelihatannya.” Jelas Caisar pada Andrian dan Bram.
Andrian menganguk pelan.” om Bram ini teman papa saya, dan dia tingalnya di hamster selama puluhan taun karena memang pusat perusahaan dia di sana, keluarga besar dia juga di sana. “ jelas Andrian kepada Caisar tenang.
“ dan lagi andrian ini calon menantu dari kakek saya.” Jelas Bram menbcibir pelan.
Andrian melirik Bram malas.” Tapi saya menolak.” Jelasnya.
“ saya jelas lebih menolak, sebab saya sudah punya pria pilihan saya sendiri untuk anak saya. Anaknya baik, perhatian, pintar dan juga kaya. Tidak seperti kamu.” Jelasnya mendesis tak suka pada Andrian yang menolak anaknya, padahal anaknya tidak lah buruk.
__ADS_1
Caisar mengangguk.” Jadi pak Andrian mau nikah? dan kalian calon besan?” tanyanya.
“ TIDAK..!” Keduanya menjawab baik Andrian maupun Bram. Caisar mendengarnya mengerjab kaget. “ tidak Kai. Saya tidak mau menikah.” Jelas Andrian disana menolak cepat.
Caisar terkekeh,” mau nikah juga nggak apa apa kok pak. Kan bapak sudah berumur,.” Ujar Caisar kepada Andrian. Andrian bungkam menatap Caisar rumit. Benar juga tapi kenapa ada rasa lain dalam dirinya. Ia menatap Bram yang mencibirnya.
Andrian hanya mendengus pelan.” mari kita lanjutkan saja bisnisnya dan proyek kita. besok kita akan berangkat ke proyek kan.” jelas nya Andrian kepada Caisar dan juga Bram disana. baik Bram maupun Caisar mengangguk setuju,
Benar seperti yang sebelumnya, Caisar akan berangkat ke Medan besok hari karena pembukaan proyek yang udah dimenangkan satu bulan yang lalu, karena memang perispan dari wilayah, tanah dan material sudah selesai. Hanya pengukuran dari bangunan yang diinginkan sudah cukup atau masih kurang. Mereka tidak bisa tidak menyelesiakan proyek besar secara lepas tangan.
“ saya sudah membawa hasil dari arsitek saya,. Dan dia menyarankan ini.’' ujar caisar memberikan hasik gambar arsitek yang ia bawa.
Bram menatap nya dnegan kagum.” Wah ini cukup unik. Siapa arsitek yang kamu maksud Kai?” Tanya Bram.
Caisra tersenyum tipis, “ Dia hanya lulusan lokal,. Tapi dengan skil dan bakat yang dia miliki, saya bisa menjamin yang terbaik untuk bapak.” ujar caisar.
“ saya pikir arsitek terkenal. “ ujarnya bram terkejut menatap Caisar kagum.
Caisar mengangguk.” bukan, dia sama dengan saya. Pemula, tidak harus yang terkenal untuk hasil yang terbaik. Hasil terbaik terlahir dari orang orang yang bekerja dengan hati dan juga kesenangan dalam melakukannya. Bukan karena keterikatan begitu erat. Arsitektur saya mencintai dunia gambarnya.” Jelas Caisar. Bram mengangguk setuju akan hasil dari yang diinginkan oleh caisar,.
“belum.” Ujar Caisar pelan.
“ kita pesan makan dulu jika begitu,. Kamu istirahat saja dulu.” Jelas andrian menepuk bahu Caisar.
Caisar berdehem dan menduduki sofa lebih nyaman, memejamkan mata sejenak.,” Kai kamu mau ayam bakar atau apa?” Tanya Andrian.
Caisar hanya diam tak menjawab membuat Andrian menaiki alis mendekatinya Caisar. “ Kai.” Gumamnya,.
Tapi Caisar tidak juga menjawab, nafasnya terdegar teratur. Andrian memegang hidung caisar dan menatap Caisar dengan tatapan tanda Tanya,.” Tidur?” gumamnya pelan. ia terdiam menatap wajah lelah dan kusut Caisar.
Apa Caisar semalam kurang tidur karena mempersiapkan proyek ini? sebab setahu Andrian proyek ini bersamaan dengan proyek di batam. Pasti Caisar sangat bekerja keras.,
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Langkah caisar kembali menuju keluar dari perusahaan Andrian, menggunakan sepeda motor caisar melihat ada salah satu tempat perhiasan. Tadi ia ketiduran di sana selama satu jam seusainya ia segera pulang.
Ingat tadi ia mendapatkan tips Caisar mendekati tempat itu dan berdehem sejenak menatap seluruh perhiasan yang ada.” Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?" Penjaga tokoh mendekati Caisar dan tersenyum tulus.
Caisar mengangguk menatap seluruh perhiasan” saya mau tiga cincin yang bagus bisa?” Tanya Caisar pelan. penjaga tersenyum mengangguk membuka etalase yang disana.
“ mau yang perak atau yang emas tuan?” tanyanya lagi dengan sopan.
Cvaisar berdehem sejenak, mengingat tadi ia mendapatkan bonus sebesar sepuluh juta, dan itu uang pribadi yang dirinya dapat dari andrian karena sudah menyesaikan proyek mereka. Mungkin dua minggu lagi akan dibuka.
Caisar menimang sejenak.” Saya mau yang emas asli saja. “ jelasnya tenang kepada penjaga tokoh, uang caisar sudah jauh lebih banyak, mungkin bisa mencapai ratusan juta. Tapi Caisar belum berani mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengembangkan perusahaannya lebih besar kelak kan butuh modal lebih besar.
Penjaga mengeluarkan beberapa perhiasan yang terlihat cantik. Caisar diam mengamati seluruh perhiasan.” Ini kak ada model yang biasa dan yang begini, tergantung semakin sulit ukiran maka semakin mahal harganya. Emas asli 24karat dan tuan bisa menjual kembali disini dengan harga jual sama dengan keadaan waktu.” Jelasnya pada Caisar.
Caisar menyentu beberapa cincin yang terlihat menawan. Ia berdehem.” Jika saya mau beli cincin dengan bentuk seperti ini, dengan jumlah empat apakah bisa ?” Tanya caisar.
Penjaganya ini adalah perempuan muda, mungkin usianya masih 21 satu tahun, menggunakan jilbab sopan dan terlihat ayu. Tapi tatapan kagum pada Caisar tidak bisa ia tutupi. Siapa yang tidak menyukai laki laki tampan?
Penjaga tolkoh mengangguk pelan.” bisa kak, tapi kakak harus menunggu terlebih dahulu untuk proses pembuatannya.” Jelasnya.
Caisar mengangguk pelan.” jika bentuk yang begini berapa kak?” Tanya Caisar menunjukan satu cincin yang berbentuk dedaunan yang melingkar, dan di atasnya ada berbentuk kupu kupu dan mutiara sebagai pemanis. Itu sangat cantik dimata Caisar.
Penjaga toloh menatap pilihan caisar.” Itu perhiasan terbaik milik kami kak. Satu cincinnya dua setengah gram kak, dengan harga jual dua juta delapan ratus ribu, dan mutiara pemanis kami ambil dari Kristal murni, “ jelasnya.
Caisar berdehem mengingat uangnya. Jika ia ambil empat totalnya akan habis11,2 sedangkan ia hanya punya uang 10juta. “ kak jika yang ini kak.” Ujar caisar kepada penjaga toloh lagi, menuju pada cincin yang lebih simple, hanya emas yang polos di taro manik murtiara kecil di tengahnya.
Mbaknya tersenyum tulus.” Jika ini lebih murah kak, masnya dua gram persatuannya dan hanya 1,8 juta.” Jelasnya tenang.
Caisar berdehem sejenak.” Tapi saya suka yang ini.” jelas caisar menunjukkan cincin yang ia pilih pertama tadi.
Penjaga nya terkekeh pelan mendengarnya.” Memang untuk siapa kak membeli empat? Atau mau menjual lagi?” Tanya penjaga tokoh.
Caisar menatap penjaga tokoh mengeleng sembari tersenyum.” Oh tidak, saya mau memberikan dengan orang orang special bagi saya.” Ujar caisar.
“ wah mas banyak pacar rupanya. Memang tampan tampan buaya yah.” ujar penjaga terkekeh masam.
__ADS_1
Caisar disana malah tertawa mendengarnya.” Mbak bisa saja. Hehe nggak bukan, pacar saya Cuma satu, tapi saya punya dua aduk perempuan dan satu ibu angkat. Jadi saya harus bersikap adil agar nanti tidak ada yang cemburu saya kasih cincin. Lagi pula sedari awal saya memang ingin memberikan mereka cincin atau perhiasan.” Ujar Caisar pelan.