Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Teman


__ADS_3

Caisar menatap mereka.”Salah yah kalo orang minta tolong meksipun bukan sama orang yang kita kenal atau yang kita deket?”Tanyanya Caisra pelan.”Gue nggak punya apapun buat gue sewa yang punya kelebihan itu. Atau kalo kalian bisa ajarin gue aja deh. Gue janji bakal buatin tugas kalian selama sebulan sebagai gantinya kalo memang kalian Mau.” Tawarnya.


Sejujurnya Caisar tau jika Faro temannya Fadly itu salah satu hacker dan pemenang TIK diskeolahnya mangkanya ia meminta tolong. Dia ketua OSIS banyak tau tentang murid disini. Bukan tanpa alasan ia melakukanya.


“Emang buat apa?” Fadly angkat bicara. Ia marah pada caisra bagaimana bisa membiarkan Cleo dijalanan mangkanya dari tadi diam menatap Caisar saja. Ia juga tak ada niatan untuk mengatakan tentang keberadaan Cleo dirumahnya. Biar saja dia sadar diri dan juga Cloe jadi milik keluarganya.


Caisar disana terlihat lemah namun tetap berdiri tegar. “ Adik gue ketabrak dan nyaris mati dijalanan.” Ujarnya. Ketiganya terkejut.


”Ada juga adek terakhir gue dibawa mereka, gue enggak tau dia dimana sekarang. Gue harus nyari mereka sedangkan kalian tau gue nggak punya uang kan? “ Jujurnya. Tak ada yang ia tutupi toh juga ia butuh.


Fadly mendengarnya kaget juga. Faro dan Alfi disana terdiam kaku cukup kaget mendengar Caisar, beberapa hari ini Caisar terlihat baik-baik saja, tak ada berita apapun atau Caisar menangis dan lainnya. Ini cukup mengejutkan batin mereka.


Caisra menghela nafas.”Gue ngak tau lagi mau gimana, gue butuh kalo memang ada dari kalian yang mau bantu gue. biar kalian mau bully gue nggak papa asal kalian bisa bantu gue. gue tau kalo Faro anak genius TIK yang juara satu internasional. Alfi juga masuk salah satu intelgen kan? dan Fadly. Loe kenal adek gue. gue mohon bantuan loe buat nyari adik gue. adik kita.”Ujarnya dengan pelan.


Alfi dan Faro kaget lagi mendengar nya. Apalagi Alfi sebab hanya kepala sekolah yang tau dia Intel disalah satu agensi negara. Tapi lebih kaget dengan kalimat 'Adek Kita.'


“Adik kita?”Tanya kedua teman Fadly. Fadly disana melidik kedua temanya dan kaget juga pas Caisar mengatakan Cleo adik kita bukan adiknya.


“Gue pernah ketemu adiknya dia si. Adiknya lucu hehe.”Fadly terkekeh kepada teannya. Teman-temanya menatapnya menyipit menuntut penjelasan. Fadly membuang muka tak mau bicara lebih lanjut.


“Jadi gimana?”Tanyanya Caisra pelan.


Faro, Alfi saling lirik disana. “Kenapa baru sekarang dateng minta tolong? Dulu aja pas kita ajak main loe enggak mau, pas ada maunya baru loe mau temenan sama kita? apa karena kita berandalan mangkanya loe enggak mau temenan sama kita?”Mereka temanan dari SD kenal Caisar juga Dari SD mereka sering mengajak Caisar bermain tapi Caisar selalu menolak, dia selalu belajar-belajar dan belajar. Dipas pulang Caisar juga tidak pernah menegur mereka. Adahal Caisar itu mengagumkan bagi mereka. Caisar pintar dan mereka mau belajar tapi Caisar bagai kutup utara yang sangat dingin tidak bisa mereka dekatkan.


“kalian nggak tau apapun tentang hidup gue diwaktu kecil. Nggak ada waktu buat gue main, nggak ada.. kita beda “ Ujar Caiisar dengan tegas.

__ADS_1


Faro menghembuskan nafas gusar. Rasa kesal mereka membuat mereka membully Caisar, mengganggu Caiisar. Caisar itu baik bagi mereka ingin sekali punya teman sebaik Caisar namun apa daya Caisar sangat tak tersentu. Ia juga iri karena Caisar jadi anak kesayangan guru padahalkan dia juga pintar meski hanya juara tiga tapi tetap saja caisar yang dilirik. Dia bagai debu yang tak terlihat saat itu.


Itu salah satu alasan ia menjadi nakal sebab jika mau diperhatiin itu harus menjadi pintar atau menjadi paling nakal bukan?


“Kita bantu.”Ujar Fadly disana pelan.


Kedua temanya disana menatap Fdaly kaget. “Nanti gue ceritain sama kalian kenapa gue mau bantu Caisar tapi kita harus bantu dia.”Ujarnya dengan tenang dan juga datar.


Caisar mendengarnya tersenyum manis.”beneran?”Tanyanya. fadky mengangguk pelan.”Thanks broo..” Caisra memeluknya pelan sebagaimana pelukan lelaki lalu memeluk Frao dan Alfi bergantian.


“Nggak gratis.” Ujar Alfi ketus.


Caisar yang mau memeluknya pun tertegun dan terkaku menatap Alfi.” Gue nggak punya apapun sebagaimana kalian tau. Jadi kalo minta bayaran jangan materi tolong.”Ujarnya tegas kepada Alfi.


” Tapi gue mau loe deket sama kita bukan Cuma ada maunya doang. Loe tau ada banyak orang yang mau temnan sama loe termasuk kita. tapi loe terlalu asik sama dunia loe. “Ujarnya ketus," Buka mata lor lebar-lebar. Jangan nunggu ada musibah baru mau liat orang lain dan sadar kalo loe butuh orang lain..!"


Caisar terdiam menunduk, “Disaat kita ngajak loe makan bareng SD loe enngak mau malah milih makan disudut seakan loe pelit. Pas kita ngajak loe belajar bareng pas pulang sekolah loe nolak. Disaat kita ajak loe main disaat istirahat loe menolak karena loe belajar. Pliiss lah jangan gitu amat jadi orang. “Ujarnya ketus. Ia geram juga dengan Caisar.


Caisar menatap Alfi dengan helaan nafas.”Iya.. kita temen dan mafain gue.”


“Nah gitu dong.”Alfi memeluknya juga diikuti Fadly.


”Kita bakal bantu loe kalo gitu. Dari dulu kek gini. Kenapa adik loe enggak dari dulu aja kecelakaan kan kita punya temen biar nyontek matematika asama boil-“


“Mulut loe Faro..!” Ketusnya Fadly.

__ADS_1


Faro terkekeh.”Maafin Sar. Sumpah gue lalot banget sama itu pelajaran mana temen –temen nggak ada yang pinter. Orang kelas pada pelit. Kalo ada loe kan damai hidup gue. nggak bakal lagi ada emak dan bapak gue yang ngomel liat nilai gue nol.”Ujarnya bergurau.


Caisar tersenyum tipis mengangguk. Bukan tanpa alasan ia menjauh dai kecil. Ia makan disudut kelas bukan karena pelit hanya saja ia kadang malu makan dengan nasi putih saja atau dengan telor yang seupil, atau ia hanya sayur kangkung yang jumlah banyak tapi nasi hanya segengam. Atau hanya ubi satu buah. Ia juga bukan tak mau main disaat istirahat tapi jika istirahat kapan dia belajarnya kan diluar ia kerja,? jika diajak kerja kelommpok bukan ia menolak tapi ia harus cari uang. Ia tidak seperti anak lain. Ia tak mau menjelaskan semuanya. Cukup ia yang tahu ia.. ia tidak mau terlalu dikasihani. Ini saja ia sudah cukup dikasihani kan.


“Jadi mau belajar dimana nih? Dan mau nyelidikin kapan?”Tanyanya Faro kepada Caisar yang termenung drai tadi.”Ehh bentar-bentar. Kita nggak dihukum kan sar. Kitakan sekarang preennnnn sar Preeen... jadi janganlah preen kita dihukum.” Alfi menyenggol bahu Caisar untuk membujuk supaya merteka bebas dari hukum.


Caisar disana menggeleng.” Kalian tetep dihukum." tegasnya.


“Yah Sar. Gila aja loe. Kita udah temen loe.. masa gitu sama preennnnn..” Fadly ikut menarik tangan Caisra merengek.


”Yah sar yah.”Ujarnya Faro ikut membujuk.


Caisar terkekeh pelan.” Nggak. Canda, serius aje hidupnya..” Ujar Caisar dengan pelan, ia hanya menjahili mereka.


“Beneran Sarr? Kita nggak dihukum beneran?”Semangat Fadly.


Caisar mengangguk.”Nah ini yang gue demen punya temen ketua osis.. bebas hidup gue bebas..!!” Faro disana berteriak bahagia juga.


“Cuma kali ini aja, selebihnya nggak lagi ye.”Moodnya Faro langsung turun mendengar Caiisar.


“BTW Panggil kai aja jangan Sar, gue berasa diipanggil Sari kalo kaloan manggilnya Sar,” Ujar Caisra pelan


“Iya juga yah haha.”Gelak Alfi.”Yaudah Kai.. kapan kita mulai nyari adik loe dan nyari dalang penabrakan adik loe?”Tanya AlFI semangat. Ia suka melakoni pekerjaan ini.


“Tapi sebelumnya gue mau bicara sama loe Kai.” Ujar Fadly serius.

__ADS_1


__ADS_2