
Semua murid di kumpulkan di lapangan, kepala sekolah di atas mimbar berdri menatap murid yang mulai berbisik bisik dan bicara. Ada yang bercanda juga dibarisan paling belakang. Di belakang kepala skeolah ada Disya yang berdiri sendiri, Hana dan kedua orang tuanya. “ mohon perhatian anak anaknya sbeentar.. tolong lihat ke sini jangan sibuk sendiri. Itu yang dibelakang lihat disini sejenak.,” perintah kepada sekolah kepara murid murid,.
Mureid mulai terdiam menatap kedepan. Kepala sekolah berdehem sejenak.” Baik bapak disini ingin bertanya kepada kalian semua.” Jelasnya lalu melirik Hana.” Nah Hana silahkan ke atas dulu di dekat saya. “ panggilnya. Ibu Hana melototi anaknya dan mendorong anaknya agar berdiri di atas fodium yang sama dnegan kepala skeolah.
“ nak Hana ini katanya dibully oleh nak Disya. Apakah dari kalian ada video atau menjadi saksi saat kejadian tersebut?” Tanya kepala sekolah kepada sleuruh murid. Semua berbisik bisik menatap Hana prihatin, Hana memasang wajah memelas dan juga meringis kesakitan semakin membuat anak anak berbisik heboh.
Kepala skeolah memandang seluruh murid yang tidak ada angkat tangan atau angkat bicara.” Anak anak jika ada video atau yang menjadi saksi di saat tersebut apakah bisa menemui kami keisni? Angkat tangan kalian juga boleh.” Ujar kepala sekolah kepada murid murid yang belum ada yang mau mengaku. Hana disana menatap semua temannya memelas tapi tidak ada yang berani mengaku atau keatas member,.
Hana melihat teman temanya nanar. tidak ada yang mau membantunya, bahkan teman dekatnya sendiri. Ayah dan ibu Hana menatap murid murid tajam” anak anak semua. Silahkan maju jika ada yang memenag bukti.” Jelas dari kepala skeolah tegas lagi. Tidak ada yang mau membantu.
Hana meminjam microphone dari kepala sekolah menatap nanar smeua siswa siswi.” Kalian.. kalian semua lihatkan saat itu, aku juga tau kalian ada yang videoin aku. Kenapa kalian nggak mau bantu aku?” Tanya Hana nanar.
Hana melirik Disya yang hanya berdiri tenang dibawah member.” Kalian pasti takut sama dia kan?” Hana menunjuk dyisya yang tadinya menatap ke depan sekarang menatap kearahnya. Hana mengeraskan rahangnya.,” pasti karena dia kan kalian nggak mau ngaku kalo kalian lihat semuanya. Bilang aja nggak apa apa biar dia masuk penjara sekalian dan enggak akan ada yang ganggu kita lagi.” teriak Hana menggebu gebu kepada teman teman,
Semuanya menatap Hana penuh prihatin, tidak ada yang mau mengaku bukan karena hanya takut pada Disya. Disya itu dijuluki devil bukan tanpa sebab, dia bukan lagi manusia. Perwujutannya saja manusia sedangkan tingkah lakunya melebihi iblis. Siapa yang berani mengusiknya akan tidak pernah selamat. Tak hanya satu atau dua orang yang seusai bermasalah dengannya hilang, sudah lebih dari puluhan kali.
Hana disana mengepalkan tangan menatap tak ada yang mau membantunya. Ayah Han apun ikut geram dan berdiri di dekat Hana, merebut microopon itu tegas Hana pun kaget.
Ayah Hana menatap tajam semua murid disana.” saya ayah Hana akan memberikan kalian hadiah mobil baru jika ada yang mau memberikan bukti dan juga kesaksian, dan saya akan menjamin semua keselamatan kalian. Saya tau kalian pasti di tekan dan dipaksa bungkam oleh dia kan?? jadi silahkan kalian kedepan dan beri kami bukti dan saksi.” Jelas nya tegas.
Hana tersenyum miring lagi melirik Disya. Hanya dirinya yang tau dirinya tersenyum miring sebab di mata orang lain ia tersenyum masam.
Tapi lagi lagi, semua murid di sini lebih sayang nyawa ketimbang mobil.
Disya yang ditatap dan ditubuh menaiki satu alisnya. Tapi ia tak menjawab dan tetap diam di sana menatap semua murid yang berada di depannya. Siapa yang berani keluar demi satu unit mobil dan keamanan yang di janjikan oleh ayah Hana?
Tidak juga ada yang mau mengaku. Ayah Hana mengepalkan tangan nelirik Disya yang terlihat tenang. Apa yang dilakukan oleh anak ini hingga tidak ada yang berani maju dan mengaku. Tidak ada yang berani buka suara, ayah Hana jadi tertantang melihat Disya yang sangat ditakuti oleh muris lain. “ jika tidak juga ada yang mau mengaku saya akan kasih kalian uang satu miliyar untuk yang mau mengaku, “ tegas ayah Hana lagi tega smelirik disya.
Semua murid berseru heboh mendengar ucapan dari Ayah Hana. Tidak juga ada yang berani maju di sana., dan disya tersenyum miring melihat hal tersebut. Arah guru pun yang melihat kejadian itu bungkam tak berani angkat bicara.
__ADS_1
Sampai satu anak siswa yang berani maju dan angkat wajah. Disya meluhat siapa siswa itu datar. Beda dengan Hana dan keluarganya yang tersenyum puas.
Siswa itu membasahi bibir bawahnya melirik Disya gentar. Ia mengerjab menatap ayah Hana yang mendekatinya bersama kepala sekolah.” Kamu memiliki bukti video dan saksi?” Tanya kepala sekolah tenang kepada sang anak.
Sang anak mengangguk pelan memberikan HPnya.” saya punya buk. Pak.” Jelasnya dengan gugup.
Disya di sana mendengarnya mengangguk pelan. dan ayah Hana tersneyum membawa anak itu mendekati Disya dna kepala sekolah.” Ayo kamu ikut kami.” Jelas kepala sekolah, Disya diam melirik anak itu dengan tatapan memindai semua hal darinya. Sang anak yang ditatap melirik Disya dengan tatapan gugup dan takut.
Mereka kembali memasuki ruang Bk dan seluru murid dibubarkan. Gerry disana menatap Disya dengan helaan nafas. “ gue harus bilang sama Caisar nggak yah?” gumamnya pelan.
Gerry jadi tidak tega melihat Disya yang sendiri berebda dengan Hana bersama keluarganya. Gerry melirik Fadly yang tak jauh darinya. Ia mendekatiku Fadly dan menyapa pelan.” Ly. Kasih tau nggak sama Kai?” Tanya Gerry pelan.
Fadluy yang bersama teman temannya menatap Gerry heran.” Caisar lagi ada kerjaan. Nggak usah lagian dia pasti bisa nyelesaiin masalahnya sendiri.” Jelas Fadly pelan.
“ bukan gitu, tapi menyelesaikan sendiri sama di selesaikan sama sama itu beda rasanya.” Tegas nya kepada fadly,
Gerry melihat fadly yang terdiam menghela nafas pelan. yah mereka harus membantu Disya untuk menyesaikan masalahnya kan?
Di ruangan kepala sekolah Disya sudha kembali duduk dengan biasa saja bak ini bukan hal besar.” Beri kami videonya nak Javar.” Tegas kepala sekolah. Javar memberikan HPnya kepada kepoala sekolah, disana ia membuka galeri dan juga filenya.
Tapi seperkian dteik ia mengerjab pelan dan membuka galerinya. Kosong. Tidak ada apa apa. Javar melirik disya dan semuanya linglung. Kepala 🏫 melihat itu menatap Javar heran.” Javar? Mana?” tanyanya.
Javar tercemas melirik Disya yang tersenyum melihatnya, senyum yang mengerahkan dimata Javar. Javar menatap keluarga hana dan kepala skeolah.” Pak filenya hilang.” Jelas Javar pelan.
“ coba kamu cek kembali.” Tegas ibu Hana keras kepada Javar yang sudah panic duluan.
Javar mengangguk dan mengambil posisi mencari video yang kemarin dia rekam. Javar sangat ingat kemarin ia rekam videonya. “ oh jangan jangan saya lupa klik tombolnya saat rekam yah pak.” Tegas Javar kepada kepala sekolah.
“ tapi kmau jadi saksinya kan saat itu jika anak saya dia buly?” ibu Hana menunjuk Disya dnegan telunjuknya. Javar mengangguk kaku nyaris patah patah melirik disya yang diam di sana. “ tu pak dia jadi saksinya. Dia yang bully anak saya.” Tegas ibu Hana lagi kepada kepala sekolah. Ayah Hana diam saja menatap Disya tajam. wanita ini pasti melakukan sesuatu terhadap vudeo tersebut.
__ADS_1
“ kenapa tidak cek CCTV nya?” Tanya Disya yang sedari tadi diam saja.
“ kenapa tidak sedari tadi bilangnya?” Tanya ibu Hana tegas kepada Disya tapi tunggu mengapa anak ini malah menyarankan cek CCTv padahalkan dirinya sebagai tersangka???
" Karena kalian bodoh mungkin??" Ujar Disya tersenyum lebar. Mereka semua melotot menatap Disya. Kurang ajar!
Kepala sekolah menggeleng pelan.” bukan tidak mau, saya hanya mau kejujuran dari anak anak. Ditambah membuka CCTv sekolah haru ada prosedurnya juga. Dan dari Tim kami juga sebelumnya sudah mengecek CCTV tanpa sepengetahuan kalian kok.” Jelas kepala sekolah tenang. “ tunggu sebentar pihak keamanan dari sekolah akan ke sini membawa CCTV dari kejadian yang dijelaskan Oleh Hana.” Jelas kepala sekolah tegas,. Ayah dan ibu Hana terlihat tenang dan mengangguk. Sedangkan Disya malah tersenyum melihat mereka. Anak gila.
Toktok. Sesoerang masuk membawa laptop dan memberinya kepada kepala skeolah. Disana juga ada Fadly dan Gerry yang terlihat hendak masuk tapi ditahan oleh guru dan beberapa pengamanan.
Kepala sekolah mengangguk.” Ini rekaman saat di jam sata itu. silahkan kita tonton bersama.” Jelas kepala sekolah. Kembali semuanya merapat, di jam sata yang sama. hana disana menatap sceara detail jam dan waktu di sana. Hingga di scan dirinya jatuh.
” Iya pak itu coba mundur ulangi.” Jelas Hana kepada pak kepala sekolah untuk mengulangi ke belakang videonya.
Kepala skeolah memundurkan video dan disana terpampang saat dimana Hana dengan sengaja menabrakkan dirinya pada. Semua memandang Hana kaget. Terlihat jelas disana Hana yang menabrak secara sengaja. Hana gelagapan dan hanya diam dengan wajah semkain pucat. Disya tersenyum tipis melihatnya tapi jika diteliti lagi itu seringaian.
“ itu ak aku nggak sengaja.” Jelas Hana gugup. Ayah dna ibu Hana terlihat merah padam kembali melihat video. Disya yang disana terlihat santai dan meninggalkan anaknya, tapi anaknya malah memegang kaki Disya dan memohon seakan akan sedang dibuly. Percakapan mereka bahkan nyaris terdengar tapi hanya samar samar saja.
Setelahnya disya disana menghempaskan kakinya dan pergi dari sana. Tidak ada aksi bullying membuat Hana menegang disana. dan disya yang tersenyum tipis lagi. ? “ tidak itu editan. Pasti kamu edit kan?” teriak Hana kuat kepada Disya yang terlihat santai disana.
Disya menaiki satu alisnya “ Apa iya?. Coba Tanya dengan penjaga CCTV apa gue pernah masuk ke ruang CCTV?” Tanya Disya lagi tenang.” Dan pas sesudah kejadian itu gue dirumah pacar gue seharian bahkan sampek besoknya Karena gue nginep di sana.” Jelas Disya menekan kata pacar di hadapan Hana sebab itu Hana semakin memanas. Kenapa juga Disya tidak tau tuujuan Hana melakukan ini?
Karena pangerannya lah.
Hana melempar pena ditangannya kearah Disya.” Dia nipu pak. Dia yang sudah bully saya. Dia pak.” Teriak Hana.
Disya tersneyum lebvar.” Tadi katanya buka mulut aja sakit. Ini ko teriak teriak,. Yang tadi ekting yah?” Tanya Disya pelan dan mengejek kepada Hana yang berdiri di hadapannya.
“ kamu yah.” teriak ibu Hana menenangkan anaknya. Hana bersembunyi dibelakang ibunya menahan sesak dan malu. “ anak saya nggak pernah berbohong. Kamu yang bully anak saya dan di sana jelas jelas anak saya bilang dia tidak sengaja tapi kamu tendang itu artinya tetap kamu yang salah.” Tegas ibu Hana. Masih mencari pembenaran.
__ADS_1