Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Hilang


__ADS_3

Fadly mengangkat bahu acuhnya dan berkata.” Gue nggak tau si, Cuma tadi pagi dikejutin sama papa gue dia bawa dia pulang kerumah. Pas mau gue Tanya-tanya inget kita harus masuk sekolah jadi yah gue tinnggal dulu. Mau bolos dimarahin sama mama..”Dengusnya kesal.. “Gue bahkan tadi udah telat mangkanya gue bolos mereka juga bolos dibanding kena hukum.” Ujarnya dengan pelan diakhir.


Caisar mendengarnya terdiam.”Gimana keadaan adek gue Ly, dia baik-baik aja kan? gue mau liat dia Dly tolong.”Ujarnya disana lirih.


Fadly mengangguk.”Nanti pulang bareng gue aja. Kita liat adik loe.”Ujarnya menepuk bahu Caisar.


“Gue mau ikut.”Ujat Faro dan Alfi barengan. Fadly menatap mereka tak suka.


“Boleh.”Ujarnya tak ikhlas. Keduanya tos dan terkekeh..


Caisar disama tersenyum. ” Maksih yah Ly. Gue ngak tau harus apa kalo nggak ketemu loe hari ini.”Ujarnya. Fadly hanya berdehem saja sejujurnya tak mau juga ngasih tahu Caisar tapi ia juga aksihan melihat Caisar yang pusing mencari eksana kemari. Dia yang tahu ,malah diam-diam saja. Bukankah itu sangat jahat.


.......


“Disya kok ngelamun..”Disya disana menatap Caisar dengan tatapan kaget. Ia ingat semua itu sebab ia mendengar semuanya. Ia ada disana dikalah itu, itu juga yang membuat ia pergi dan mencari Cleo adiknya Caisar sendiri. Ketika ia tau Cleo mendapatkan tidak penganiayaan Ia mencari dimana keluarga Caisar asli dan berkahir ia meretas akun CCTV rumah ayah Caisar namun ternyata semua CCTV sudah diformat tanpa sisa tak ada satupun jejak yang tertingggal. Akhirnya ia pun memilih menyewa salah satu pelayan untuk mencari tau dna mencari bukjti jika Cleo mengalami penganiayaan.


Tapi apa daya??? Semuanya sia-sia... ia ketahuan diakhiri orang yang dia suruh pun mengakuh jika dirinya yang menyuruhnya. Dia diserang banyak orang dan ia tak bisa melawan. Hukum newton tetap berlaku. Ia sebagai prempuan kalah dengan sepuluh lelaki yang mengepungnya mengenakan senjata.. ia tidak sehebat itu hanya mengalahkan sepuluh orang terlatih hanya mengenakan satu pisau kecil miliknya.


“Hey..!!” Caisar kembali mengguncang bahunya Disya yang kembali melamun. Disya disana kembali kaget menatap Caisar. Caisar mengernyit menatap Disya.” Kamu kenapa? Ada masalah hmm?”Tanyanya lembut,

__ADS_1


Disya menggeleng pelan.”Gimana Cleo? Aku denger kamu udah ketemu sama dia??? Apa dia baik-baik aja?”Tanyanya Disya. Caisar mendengarnya pun tersenyum menatap Disya. Ia pun menceritakan kepada Disya semua tanpa sisa. Disya mendengar semuanya tanpa celah tak ada sedetikpun ia berlarih dari mata Caisar yang terlihat bahagia namun meredup setelahnya.


........


Dua hari yang lalu Cleo yang dikeluarkan Fardan pun dirawat dengan baik, diberi makan, tetapi Cleo dengan tegas berkata pada Fardan untuk pulang kerumahnya Caisar milik mereka dulu. Fardan awalnya menolak tapi Dwi malah mengajak Cleo dengan tanganya sendiri mengenakan supir. Ia juga tidak tau sebenarnya tapi Cleo hafal nama jalan dan nama gang rumahnya. Supirnya pun tau tempat itu dan menghantarkan mereka. Tak jauh dari sana. Hanya dua puluh menit.


Fardan yang mendengarnya pun entah kenapa tidak suka, ia yang bersiap kekantor pun memilih ikut saja dengan mereka. Entah kenapa ia juga merasa perasaan yang tidak enak. Jadilah merka bertiga kerumah lama Cleo. Hanya memakan 20menit mereka sampai disana. mereka harus berjalan masuk kedalam gang. Fardan sempat menolak dan menggerutu tapi ingat jaga image ia pun hanya diam saja menutui Cleo.


“Cleo jangan lari.,,!! Nanti jatuh..!” Teriak Dwi khawatir melihat Cleo memegang tali ranselnya erat berlari dijalan kerikil. Ia takut Cleo jatuh. Apalagi Cleo hanya mengenakan Singlet kebangaanya dan juga celana pendek. Jika jatuhkan akan sangat parah.


Cleo disana tersenyum mengabaikannya.”Ayo cepet Tante.. Om..” Ia memang sudah memanggil Om pada Fardan dikarenakan permintaan Fardan yang tidak suka dipanggil Tuan. Dwi sendiri meminta dipanggil Mama tapi Cleo tidak mau dan tetap kekeh memanggilnya tante. Jadilah begitu.


Langkah kaki Cleo terhenti menatap ujung lapangan. Dwi dan Fardan yang dari tadi melihat Cleo semangat berlari dan sekarang terhentipun bertanyatanaya.” Kenapa Cle? Kita udah sampek? Dimana rumah kalian?”Ia melirik sekitar. Riumah disini tidak ada yang besar. Banyak rumah papan, rumah kardus, rumah biasa saja. Rumah dari pelepah kayu..


Fardan disana melihat sekeliling.”Kamu miskin yah Cle. Katanya banyak uang.” Ejeknya melirik kekanan dan kekiri. Dwi mencubit perutnya membuat Fardan mendelik sakit melototi istrinya. Dwi memutar bola mata malas melihat suaminya.


Cleo disana kembali berlari tak mengindahkan ucapan Dwi dan Fardan. Ia berdiri tepat dilapangan yang kosong. Hanya ada tanah yang berwarna coklat dan puing-puing yang bergeletakan yang sudah menjari arang.”Kakak..!! Cleo pulang.ini kenapa rumah kita gini?”Jnatung Cleo mencelos bagai jatuh seaaat melihat rumahnya. Ia mengucek matanya nanar dan melompat-lompat meminta untuk bangun.


”KAKAK CLEO PULANG. KENAPA RUMAH KITA ILANG..”! Teriaknya has anak-anak sedang mara.”Kakak cleo marah dimana kakak. KAKAK..!!” Teriaknya sekuat tenaga memacing beberapa orang sekitar keluar melihatnya.

__ADS_1


“Cleo..!” teriak Dwi kaget melihat Cleo yang berteriak. Fardan pun terdiam melihat tempat yang dimaksud Cleo. Ia mendekati mereka dengan diam . Cleo disana berlari kesana kemari melihat sekitarnya.


”Ini beneran tempat rumahnya Cle. Tapi kenapa ilang? Kenapa engggak ada apa-apa? Dimana pintunya?”Gumamnya dengan takut. Matanya sudah berkaca-kaca hendak menumpahkan air matanya. adanya sesak merasakan sakit dan juga takut.


“Cleo ada apa?? Kenapa?”Tanya Dwi memeluk Cleo.


Tapi Cleo memberontak dan menolak menatap Dwi.,”Tante disini rumah Cle. Tapi-tapi..”Ucapanya terhenti. Dadanya sesak air matanya jatuh. Ia berlari dan menunjuk sisi kosong tak jauh dari ia berdiri sekarang berada.


”Disini pintu depan rumah Cle. Disana harusnya ada batang mangga sama banyak bunga yang Cle taman sama-sama kakak Cessy. Tapi semuanya ilang.”Ujarnya melebarkan tanganya bercerita jika di mana letak banyak bunga lalu memperagakan bentuk pintu yang berbentuk petak dan besar.


Dwi menatapnya nanar dan kaget melihat sekeliling. Ia bisa tebak rumah ini dibakar. Cleo disn menggigit biboir bawahnya mengusap kasar air matanya dnegan lengannya. Ia menatap kearah dalam lagi dan berlari.”Disini tu kamarnya Cleo temparnya Cleo tidur sama kak Cessy.. “Ujarnya lirih menatap tempatnya yang ia pijaki.


Ia berlatri lagi mengitari tempat ini.”Dibelakang tu harusnya ada buah tomat sama sayur kangkung buat kita makan kalo nggak ada apa-apa jadi kakak akan masak sayur kangkung banyak-banyak buat kita makan. Ada juga sayur bayam sama cabe rawit putih. Tapi kenapa udah nggak ada? Nanti kalo kami laper kami makan apa?” Gumamnya lirih disana.


Ia terjatuh memegang tasnya erat dan menangis dengan pelan mengepalkan tangannya.”Kakakkk semuanya kenapa ilang hiks hiks. Cle mau sama kakak.. Cle mau sama kakak hiks hiks KAKAK..!” Teriaknya hingga parau tak kuat melhat rumahnya yang hilang.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2