
Sudah lima hati Dafa masih tetap tak ada perkembangan, masih tetap sama. Caisar Cessy dan Disya gentian menjaga mereka karena memang dituntut sekolah. Baik Caisar maupun Cessy tidak bisa terlalu lama alpa dikarenakan mereka anak beasiswa, jika terlalu lama nanti maka beasiswa mereka akan dicabut, dan lagi Caisar menjabat sebagai ketua osis dan Cessy sebagai ketua basket membuat tuntutan mereka semakin besar.
Kenapa Caisar tidak jadi Osis saja berhemnti kan aduknya lebih penting dibanding uang? Pertanyaan yang dilontarkan oleh orang yang tidak diposisi Caisar. Pada dasarnya Caisar sanggup memberikan jantung, beluk hati, semua organ dalam hingga nafasnya pada adiknya. Tapi tak bisa, ia butuh uang untuk kehidupan adiknya bukan hanya waktu, dan ia tak bisa bekerja paru waktu untuk menjaga sang adik, ia masih tetap harus mencari uang untuk mengisi perutnya dan obat-obatan. Tak ada yang mau memberikan dia uang atau makanan secara Cuma-Cuma. Hey ia juga harusnya sadar diri tidak terus-terusan bergantung dengan Disya. Lagi pula Rafa diruangan yang sudah terjadim penjagaannya.
Sedangkan Cessy? Dia itu keua basket tidak bisa sembarangan berhenti, ia digaji juga..!! karena sebelumnya dia pernh menolak ditawar untuk mejadi ketua basket putri, tapi karena iming—iming gaji dari guru pelatihnya jadi yah dia terima. Lumayan ia bisa membantu kakaknya sekaligus dapat piala. Hanya Disya yang stay disana menjaga Farel dan Rafa.
Seperti sekarang Dsya memilih tidak memanfaatkan keadaan adiknya Caisar. Hehhe maafkan dirinya yah, ia sangat tidak menyukai pelajaran yang membuat ia sakit kepala. Ia bukan anak pintar atau abisius jadi jangan salahkan dia. Dia bukan anak genius z hanya otak biasa-biasa saja dan untuk masih naik kelas saja dia sudah untung. Ia bahkan pernah mendapatkan peringkat nomor 3dari terakhir.
Ia menghela nafas melihat Frael yang tidak mau makan. Wajahnya sangat pucat saat ini menangis semalaman. Ia bagai orang gila dan ia benci itu.. Ia benci orang gila yang tidak mau mana yang nyata dan mana yang bukan!
Farel sendiri mengidap penyakit Depersonalisasi terjadi ketika seseorang merasa jiwanya terlepas dari raganya. Orang yang mengalami gangguan depersonalisasi merasa bahwa ia berada di luar raganya dan sedang mengawasi raganya tersebut, atau merasa seolah ia sedang bermimpi. Selain itu ia juga terancam terkena penyakit Penyakit yang tidak bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan dinamakan skizofrenia. Ya, skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Masyarakat sering menyebut skizofrenia dengan “gila”. Penyakit ini seringkali membuat pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir, mengingat, atau pun memahami masalah tertentu.
Tak.. Disya membanting sendok itu keras. Ia kesal.
Aaahhhh...
Farel kaget memegang kepalanya. Disya pun ikut kaget melihat respon nya yang terlihat sangat berlebihan, ia hanya membanting sendok bukan orangnya. Tapi Farel malah terlihat panic dan juga ketakutan. Ia terlihat menggigil seakan yang ia lemparkan Bom saja.
“Woy.. sadar.. loe nggak boleh gila, nambahin beban Pangeran tau nggak..!!” Ujar Disya keras disana tak suka. ia tak suka Caisar semakin menimba beban dipundaknya.
Farel memeluk kepalanya menatap Disya dnegan tatapan tajam dan tak sika.”Pergi..!!!!” ujarnya ketus. Ia tak suka.”Gue mau bangun.. bangun bodoh.. loe terlalu lama mimpi. Bangun..!” Ia kembali memukul kepalanya sendiri dihadapan Disya.
Disya menghela naafs menaruh bubur diatas meja, ia menarikl tangan Farel dan menatap Farel tajam.
Bugh.. argh.. Frael terjatuh dengan infus yang ikut jatuh karena sang empu jatuh. Hidung nya berdarah banyak. Disya tak juga berhenti, ia mendekat dan bugh.. Bugh.. Bugh.. ia memukul wajah Farel membabi buta Farel disana tak terimapun membalik tubuhnya sampai infusnya terlepas.
__ADS_1
Bugh.. Bugh.. ia kembali memukul Disya yang berani memukulnya.”Brangs3k,,!” Teriak farel disana. disya diam merasakan pukulan disana. sampai di Farel yang memukulnya lagi berkali-kali.
Bugh. Disya membalik badan dan dia yang diatas Farel sekarang, Ia memegang tangan Farel. Farel terdiam menatap Disya. Disya memegang tanganya erat dan menekan titik lumpu dipundaknya. Ia tak bisa bergerak.”Sadarkan loe kalo ini bukan mimpi..!!!!” Ujar Disya tajam. Hidungnya mengeluarkan darah. Pipnya lecet. Sudut bibirnya berdarah. Matanya tajam menatap farel.
Nafas farel naik turun menatap Disya terdiam. Disya disana Bugh.. Ia memukul lagi kepala Farel hingga wajahnya menghadap kesamping kanan.
”Sadar loe enggak mimpi, ini nyata berhenti jadi beban. BERHENTI JADI BEBAN FAREL..!!” Bentaknya kuat ditelinga Frael.
Farel memejamkan matanya. jantungnya terpacuh kuat,. jadi ia bukan mimpi ini nyata? Kakaknya? Kembaranya kecelakaan? Jadi itu semua nyata. Kepalanya terasa sangat sakit, tubuhnya gemetar tak karuan merasa bayang-bayang nyata.
Ia menggeleng tak terima. ”Enggak ini Cuma mimpi..!! kak Rafa nggak bakal ninggalin gue. NGGAK AKAN.! PERGI..! PERGI GUE MAU BANGUN..!” BENTAKNYA BERTERIAK. IA MEMBERONTAK TAKUT.
“DIEM..!!” Disya berteriak kuat diwajah Frael.
Farel yang bergetar hebat menatap Disya dengan tatapan nanar dan takut. Disya disana menekan pipinya Frael yang terluka dan berdarah. Keadaan Farel tak kalah buruk dari Diysa. Malah lebih buruk. Pipinya biru, sudut matanya biru. Sudut bibir yang terlihat biru dna setitik darah. Gigi yang Nampak merah karena bercampur darah.
Farel gemetar menatap Disya, nafasnya naik turun tak beraturan tapi Diysa tak peduli. Disya kembali menekan tubuh Farel dibawanya dengan tak berperasaan.”Berhentikan semuanya. Liat kakak-kaka loe. Liat, semuanya nyata. Semuanya nyata..!! jangan gini berhenti buat hidup loe menderita..!! berhenti nambahin beban.” Teriaknya.
“ENGGAK..!! INI CUMA MIMPI. INI CUMA MIMPI. LOE BOHONG. GUE BENCI LOE. GUE BENCI..!!''| Teriak Farel mendorong tubuh disya. Disya disana terkaget dengan kepala yang terkena dinding. Kepalanya terasa sangat pening, telinganya berdengung.
Farel berdiri disana lalu hendak menyerang Diysa, namun sebelumnya dia ditahan beberapa suster dan dokter yang sudah melihatnya tadi, mereka mendengar keributan diruangan sini memancing meeka kemari. Yang mereka lihat sangat mengejutkan tapi tak bisa meleraikan takut dimarah oleh Disya.”Lepasin...,,! gue mau bangun..!! lepas..!” Teriak farel menggila.
Disya tetrap diam duduk mmegang kepalanya yang pening luar biasa. Nafasnya naik turun tak beraturan.”Nona tak apa? sini saya bantu.”Ujar dokter Anda yang disana memegang bahu Disya untuk keluar ruangan.
Disana Farel berteriak kuat menatrap Disya dengan tatapan marah dan benci, beberapa suster dan dokter menanganinya cukup kewalahan memberikan ia obat bius barulah ia tak lagi memberontak. Mereka memperbaiki infusnya dan Ia kembali tertidur.
__ADS_1
Disya diduduki oleh dokter dikursi dengan pelan. Disya disana memegang kepalanya yang terasa ngilu.
Dokter Andi hendak menyentu kepalanya tapi ditahan oleh Disya.” Tidak usah.”Ujarnya pelan.
Dokyter Andi tersneyum tiipis mengangguk pelan.”Tapi ini terlihat sangat sakit. Saya takut –“
“Saya bilang tidak yah tidak. Anda tidak menerti bahasa manusia?”Tanya Disya membentak.
Dokter Anda menatap Disya kaget, suara Diisya mengagetkan dirinya. Ia kan berniat baik kenapa dibentak? Syukurnya dokter Anda adalah dokter yang sudah bisa menangani keluarga yang mengamuk tak jelas pada dokter jika keluarga pasien tyak puas atau tak terima akan takdir. Jadi ia memilih diam saja.
Dokter perempuan tinggi berkulit putih susu dan bermata sipit itu keluar menatap memincing Disya mendekatinya. Kepalanya sekarang bengkak cukup besar dan biru, ia mulai bersikjap dingin.”Gimana keadaannya?”Tanyanya pelan.
Dokter Gea disana tersenyum tipis menggeleng.”Nona, jangan memaksanya untuk menyadari nya jika ini dunia nyata. Itu cukup menyakiti mentalnya yang sudah terganggu. Saya takutnya jika dipaksa dia malah semakin parah. Dia belum bisa menerima kenyataan jadi tolong mengerti.” Ujarnya pelan namun tegas.
Disya disana mendengus.”lemah.”Gumamnya mengepalkan tangan kesal. Sejujurnya ia kesal pada dirinya sendiri yang menyakiri Farel dan memaksa keadaan. ia kesal kepada Frael yang malah gangguan jiwa disaat begini.
Seharusnyakan farel bisa membantu pencarian siapa ydalam Rafa ditabrak. Eh malah gangguan jiwa., menambah beban. Ia juga sendiri tak kuat melihat Farel yang sakit... Caisar terlalu banyak beban jika harus memikirkan dua sekaligus yang sakit. satu saja dia kelimpungan apa lagi dua!
.
.
.
Kak kenapa semangat bngt akhir-akhir ini up Doble. yahjj karena mood aku kalo banyak yang like, komen itu naik bangt. suer nggak boong. Jadi kalo mao banyak Up jangan diem aekkkk
__ADS_1
Komentar, vote, dan like yang banyak yah... aku buat Up lagi nanti.. paypay..!