
“Cleo.. hey sabar.. kamu sabar yah.. disini ada tante sama om.. ayoo ayo bangkit nak.”Dwi disana dnegan sigab mengangkat tubuh Cleo untuk ia gendong. Cleo memberontak.
Menendang apapun yang ada dan memukul Dwi untuk keluar dari gendongannya. Dwi disna atak berani lagi memeluknya meringis sakit memegang perutnya yang ditendang.
”Kakak Cleo pulang. KAKAK DIMANA?!!” Teriaknya disana berlari semakin berteriak.
“kakak. Cle benci kakak kalo nggak keluar keluar..!!” Teriaknya kuat dan menjatuhkan diri. Ia meenghentakgentakkan kakinya.”Kakak Cle nangis nih huaa kakak..” Teriaknya. Umurnya maish 7tahun. ciri khasnya menangis tetap saja sama dnegan anak-anak lain.
Fardan melihatnya dengan segera membawa Cleo kedalam gendongannya. Cleo disana menolak dan memberontak. Memukul Fardan kuat. fardan menahan rasa sakit tu. Ia yakin jika Cleo melakukanya penuh dendam tapi Fardan disana Menggeleng menghilangkan pikiran buruknya.
“KAKAKKkkk..” Teriak Cleo. Telinga Fardan berdenging mendengar teriakan membahana Cleo.
“He Ulet jangan teriak-teriak. Tenang dulu kita cari kakak kamu yah.. tapi jangan nangis. Masa anak kurang ajar nangis.”Ujarnya mengusap bahunya Cloe.
Cleo tidak peduli celotehan Fradan mengajaknya berkelahi.”Omm kakak nggak ada. Rumah hilang. Semuanya hilang.. hiks hiks. Cleo gimana? Cleo enggak mau sama papa.. Cleo enggak mau sama mereka. Cleo mau sama kakak Om huaa hiks hiks. Om gimana ini om. Cleo sendiri sekarang.”Ujarnya dengan menangis tersedu-sedu mengaduh isi hatinya pada Fardan.
Entah kenapa Fardan mendengarnya merasakan hatinya sakit. Ia mengusap kepalanya Cleo. Dwi sudah menangis mendengarnya.” Om gimana ini om.. dimana kakak? ini kenapa semuanya coklat-coklat? rumah Cle kemana om hiks hiks.. masa dimakan rayap om.”Gumamnya menangis lagi.”Rumah Cle memang suka bocor kena hujan. Memang banyak yang rapuh karrena digigit banyak rayap tapi kata kakak Caisar tetap kuat kok buat kami sampek dia beli rumah baru buat kami. Omm hiks hiks. Apa kakak Boong yah om.. tapi kakak Caisar enggak suka boong kok.’” liirhnya memeluk lehernya Fardan meluppakan aksi memberontak,
Fardan mengusap keringat dilehernya Clei dan mengusap rambut Cleo yang melekat ditubuhnya menganggu karena keringatan. Ia mengusap air mata Cleo.” Yah kakak Caisar enggak mungkin boong. Mungkin kakaknya udah beli rumah buat Cleo kan? jadi mangkanya nggak disini.”Ujarnya pelan. Entah dari mana ucapan itu tapi yang ia mau hanya Cleo yang baik-baik saja. Tidak menangis lagi begini.
__ADS_1
Cleo disana menghentikan tangisnya menatap Fardan dengan mengerjab ia mengusap air matanya dan mengerjab. Fardan terdiam tertegun melihatnya.”bener juga yah om. tumben orak omnya lancer bi aberfikir baik. Iya pasti kakak Caisar udah beli rumah buat kita kan hehe.”Ujarnya kembali ceria. Fardan melongo melihatnya. Perubahan dengan waktu singat cukup membuat ia kaget.
“tapi gimana kalo kakak sama mama? Hiks hiks.”Ia kembali menangis menggeleng.”Cle mau kakak hiks hiks.. dimana kakak Cle.”Ujarnya Cloe kembali menangis mengusap air matanya kembali lagi menangi. Ia menarik ingusnya yang terus-terus hendak keluar dari sarangnya. Dwi dan Fradan disana terdiam mendengarnya. Meringis pelan,
“Cleo jangan nangis. Kita cari kakaknya oke. Kami bantu.”
Cleo melihat tante Dwinya mengangguk.”Janji yah tante..”Ujarnya dengan lirih.
Dwi mengusap kepalanya yang basah karena keringat. Ia mengangguk. "Iya janji.. tapi Cle jangan nangis yah.”Ujarnya pelan. Cleo disana mengangguk semangat.
“Terimakasih tante baik dan Om jahat.”Ujar Cleo dengan riang memeluk Fardan. Fardan disana menjitak kening Cleo pelan. Saat ini saja masih saja menghindanya adahal krang baik apa dia?
Cleo disana tak peduli tetap saja menatap tanah rumahnya. Sejujurnya Cleo merasa jika imni tak benar.. ada banyak bekas api. Rumahnya kebakaran ia sadar tapi ia tak mau menangis lebih lanjut. Ia tak mau kakak-kakaknya melihatnya sedih. Jadilah ia pura-pura tidak tau saja. Ia tidak mau berfikir jika kakak-kakaknya mengalami hal buruk.
Cleo yang dipelukanya Fradan menatap sang pelaku. Matanya membesar.”Mang Yanto.. Mang yanto liat rumah Cleo ilang. Kakak-kakak Cleo ilang.. mang Yanto tau nggak dimana kakak—kakaknya Cleo?”tanyanya disana.
Mang Yanto adalah salah satu tetanganya Cleo. Ia hanya pemulung jalanan biasa yang sudah berusia 50tahunan. Ia menatap Cleo prihatin.”Rumah Cleo sebulan yang lau kebakaran Neng. Ada banyak kabar kalo kakak-kakaknya Cleo udah meninggal ada juga yang bilang enggak karena kebakaran itu semuanya ada diddalem sampek nggak ada yang tersisa Neng. Jad—“
“Enggak mungkin. Kakak Cle masih hdup. Cle enggak mau denger. Nggak mau denger.”Cleo menutup telinganya menulikan semua yang ia dengar. Ia disana mengepalkan tangan marah, ia tak percaya akan apa yang ia dengar dan ia pikirkan,
__ADS_1
Yanto disana menatapnya sendu. Dwi disana menatapnya dengan tatapan merasa bersalah.”Mang Yanto maafin yah. mungkin Cleonya sedang belum bisa mendengar apapun. jadi makasih yah mang Yanto. Kami pergi dulu dari sini. Oh iya ini kartu mama saya jika mang Yanto bertemu dengan caisar atau kakaknya Cleo tolong kabarin saya yah.”Ia memberikan kartu nama miliknya yang tertera alamat dan nomor telepon disana.
Mang Yanto menerimanya dengan tangan kanan dan tanan kiri dibawa tangan kanan sopan santun yang kentara.”Njeh nyonya. Nggak apa memang Cleo wajar begitu kan masih kecil. Lagi pula Cleo itu kesayangannya mereka nyonya jadi Cleo pasti sayang banget sama kakak-kakaknya.” Ujarnya dnegan sedih. Ingat jika Caisar dan semua adiknya menyayangi Cleo tak pernah membiarkan Cleo main jauh.
“Yaudah kita pulang dulu yah mang. Udah panas banget takutnya Cleo nanti demam. Permisi mang Yanto.” Ia tersenyum ramah.
”Monggo nyonya. Silahkan. titip yah Cleo nya. Kami sayang Cleo...”Ujarnya lirih. Siapa yang tak sayang Cleo yang ceria? Jahil dan juga semua tingkah dewasanya? Semua menyukai Cleo disini termasuk dirinya yang sudah dewasa.
Dwi mengangguk. "Iya mang. Mariiii.”Ia dan Fardan melangkah membawa Cleo. Cleo menarik ingusnya dan menaruh kepalanya dibahunya Fradan. Menahan tangis tidak semudah yang ia bayangkan. Liquen yang ia tahan mengalir tanpa aba-aba. Ia menutupi matanya menangis dalam diam. Ia tak mau berfikir buruk tentang kakaknya. selalu berkata pada dirinya jika semua baik-baik saja.
Kakaknya tidak apa-apa. Tapi tetap saja pemikiran negatif mempengaruhi semua yang ia pikirkan, ia menangis tertahan hanya sesekali isakanya terdengar lirih disana tak tertahan. Sekuat tenaga ia tidak mengeluarkan suara tetapi suara out mengkhianati dirinya suara isaknya tetap terdengra oleh Fardan
Fardan merasakan bahunya basah. Ia mengusap kepala Cleo yang berjalan menuju mobil. Dwo disana diam menatap Cloe iba. Fardan disana menghela nafas.”Jangan menangis. Kakak kamu baik-baik saja.”Bisiknya pelan menenangkan Cleo....
“Cleo tau... “Ujarnya dengan membentak parau.
Fardan disana terdiam. Memang orang yang sedang bersedih tidak bisa mengontrol diri. Cleo tetap diam menangis dalam kesesakan. Ia tak mau lemah.. tapi tetap percaya jika Tuhan akan kembali mempertemukan mereka dengan atau dimanapun mereka nanti...
.
__ADS_1
.
.