
“ bunuh saya. Andrian bunuh..!!” ayah Andrian memegang tangan anaknya memukul kepalanya sendiri.
Andrian menahan tangannya tak tahan menangis lebih keras. Menggeleng pelan menatap betapa rapuh dan hancurnya sang ayah ketika dirinya ketahuan menyukai caisar.
“ papa jangan gini. Maafin andrian hiks hiks. Andrian nggak bisa jaga perasaan andrian, andrian juga nggak mau kayak gini papa. Hiks hiks mafain andrian.” Bjsikk andrian menahan tangannya yang ditarik ayahnya untuk memukul dirinya.
Ayahnya menangis di depan Andrian bersujud nanar.” bunuh saja papa nak bunuh. Papa nggak sanggup, papa gagal jadi ayah kamu, mendidik kamu. Tapi kamu dijalan kotor dan buruk. Andrian bunuh saja papa nak.” Tangisan ayahnya sangat sesak, terdengar nyaris tak beresuara saking sakitnya. Andrian didepan ayahnya menangis dengan pelan, bahunya bergetar menggeleng.
’ papa Andrian tau, andrian salah. Tapi tolong jangan gini papa. Tolong maafin Andrian, Andrian janji nggak gini lagi. andrian janji papa., papa tolong jangan gini.” Bisik andrian nanar pada ayahnya.
Ibunya andrian menangis nanar di depan anak dan suaminya yang bertengkar begini, menatap Ayah Andrian menangis pilu di depan anaknya. tidka ada soerang ayah yang ingin anaknya salah jalan, termasuk dirinya, mendengar dan mengetahui kabar buruk tentang penyimpangan anaknya sangat memukul talak dirinya sebagai seorang ayah. apakah selama ini dirinya kurang tegas memberi dirinya pelajaran? Mendidiknya?
Kakek Andrian menghela nafas pelan melihat anak dan cucunya.” Pertunangan kamu dengan anak Bram akan dipercepat andrian. “ jelansya tegas.
Andrian menatap kakeknya nanar dna menggeleng tegas.” Aku nggak cinta sama dia kakek. Aku.. “
“ kamu kan cintanya sama laki laki. Apa kami harus menunggu kamu mendapatkan laki laki yang tepat lalu membuang kotoran di wajah kami..! Andrian kamu sadar tidak, bahkan binatang saja tidak pernah mengawinkan laki laki..!! mereka bahkan tidak menyukai sesama jenisnya kecuali bab1..!! jika kamu ingin begitu kamu bukan keturnan kami lagi..!!” tegas kakeknya tegas menatap Andrian tajam.
Andrian menggeleng tidak setuju, dirinya sama sekali tidak menyukai Alice. Alice bukan pilihannya tapi kenapa dirinya malah mau dinikahi dnegan alice? Itu buruk dan dirinya tidak setujuh hal itu terjadi. “ kekk. Aku janji aku tidak akan lagi menyukai Caisar tapi tolong aku nggak mau nikah sama Alice. Aku nggak mau, dia anak penyakitan dan manja..!!! “ tegas Andrian pada keluarganya.
“kamu tunangan dan menikah dengan alice, atau Papa akan cabut semua kerja sama kamu dengan Caisar..!! dan kamu akan papa kirim ke Turkei mulai besok. Biar sekalian dirajam kamu disana kalo melakukan penyimpangan begini.. pilih saja..!” tegas kakeknya kepada andrian dingin. Alasan besar mengapa tidak mencabut kerja sama dengan Caisar, Caisar memiliki potensi besar dalam bisnisnya, sehingga agak rugi jika harus dilepas. Lagi pula Caisar anak baik tidak pernah membawa pengaruh buruk pada Andrian. Andriannya saja yang salah dalam bertindak,
Andrian menatap kakeknya dan kedua orang tua nya nanar. tidak, dirinya tidak bisa di turkey atau bahkan keluar kota, andrian tidak menyukai orang orang baru, memulai kehidupan baru, apalagi hal itu melibatkan putusnya hubungan kerja dengan caisar.
Dirinya sudah berjanji akan membantu Caisar dalam segi biaya proyek dan juga beberapa lain. ia tidak bisa membiarkan Caisar jatuh dalam awal usahanya. Andrian jamin jika dirinya mencabut keseluruhan biaya dan meminta pengembalian dana,. Caisar akan benar benar panic dan jatuh kembali.
“ iya andrian akan menikah dengan alice.” Gegas Andrian.
Ayah dan ibunya memandang anaknya sendu dan lirih. Ibu Andrian mendekati anaknya dan memeluknya nanar.” kami tau, jika cinta tidak pernah bisa di kontrol nak, tapi kamu harus tau perasaan kamu salah, dan kamu tidak bisa begini. Kamu harus keluar dari penyakit ini nak.”
Penyakit? Iya ini adalah penyakit buruk, tidak akan ada obatnya kecuali kesadaran dan pendekatan kepada Tuhan.
...----------------...
__ADS_1
Disya mengeliat pelan memandang langit hotel. Kalian pikir dirinya satu hotel dengan Caisar? Tentu saj tidak, dirinya dan Caisar beda hotel, hotel Caisar ada di lantai dua dan dirinya lantai lima. Karena memang Disya lamban dalam memesan hotel ini saja sisa yang tersedia lagi.
Disya menatap kearah balkon kamarnya dan menatap kedepan. Menatap kagum akan pemandangan yang begitu memanjakan mata, di depannya itu adalah warna pemukiman warga, ditambah tak jauh dari sana ada air terjun yang cukup besar dan dekat dari sini bisa ia lihat. Tak jauh lagi dari sana ada yang namanya danau batu kambing karena memang ditengah tengah danau ada batu yang sangat besar, airnya sangat biru dan jerni bisa disya lihat dari sini.
“ ehem.”
Disya melirik suara yang berdehem cukup keras, di sana ada Andrian, rupanya ada Andrian yang tidur di sebelah kamarnya.
Disya tersneyum lebar melihat Andrian yang masih menggunakan baju tidur meliriknya dengan tatapan malas.” Kok gue baru tau yah kamarnya deketan sama nenek lampir kayak loe.” Sindir Andrian pada disya
Disya menegakkan tubuhnya dari pembatas balkon lalu mendekati sisi balkon yang mengarah pada balkon milik Andrian, Disya menaiki pembatas balkon membuat andrian melebarkan mata.
Hap. “ Disya..!!” teriak Andrian saat Disya malah melompat kearah balkon miliknya. Jantung Andrian hampir copot melihat hal tersebut.
Disya dengan tenang mengambil bunga di belakang Andrian dan memetiknya tenang,
Andrian menatap kebawah balkon dengan gemetar, ini lantai lima dan bisa bisanya disya melakukan hal senekat tadi. Apa dia tidak takut mati? Apa sih yang ada di otak dangkalnya disya??
“ wah selamat yah atas pertunangan kalian., maaf yah nggak lihat acaranya semalam, soalnya gue telat.” Ujar Disya berdiri di sebelah Andrian tenang memainkan bunga mawar yang dirinya petik.
Andrian mendelik melirik Disya yang bertanya. Disya tersenyum miring menatap andrian.” Nggak mau ngucap terimakasih sama gue? karena gue kalian bisa lebih cepat tunangan dan nikah loh.” Ujar disya terkekeh,
Andrian melebarkan mata menatap Disya dengan tatapan tajam dan tak suka.” loe yang ngomong sama nyokap bokap gue kalo gue nggak normal?” Tanya andrian hampir berteriak shok. Disya terkekeh mengambil tempat di kursi santai belakang Andrian.
Andrian menatap pergerakan Disya yang malah bersandar dan bergumam.” Hmmm iya?” Tanya Disya.
Andrian mengangah mnatap Disya yang terlihat sangat santai.” Soalnya loe parasit dalam hidup gue, dibanding loe gue bunuh kan, kalo loe gue bunuh nanti Caisar sedih, dan usaha pangeran jadi jatuh. Jadi nggak ada cara lain.” jelas Disya dengan pelan dan tenang kepada Andrian.
Andrian semakin shok mendengar jawaban Disya yang kelewat tenang.” Disya. Loe serius? Gue nggak suka main main..” tegas Andrian. Menatap Disya lebh tajam dari sebelumnya.
Dista nengangguk pelan.” tapi gue nggak suka main main kecuali sama Caisar.” Ujar Disya terkekeh pelan. melirik Andrian dnegan sorot mata sinis.” Andrian, gue nggak bakal ngebuka cela kecil buat loe ngambil milik gue. kalo sekarang gue ngelakuin hal yang buat loe masih aman, bisa jadi kedepannya loe nggak aman, atau bahkan keluarga loe..” bisiknya.
“ anjing loe..!” teriak Andrian mendekati Disya dan menendang kursi Diysa duduki.
__ADS_1
Disya hanya santai menatap amarahnya andrian yang meluap-luap .” Loe ngak tau resiko yang loe buat ini gimana? Gara gara loe gue hapir dibunuh bokap gue. “ teriak Andrian dengan nafas yang naik turun.
“ masih bersyukur yang turun tangan bokap loe. Bukan gue andrian.” Bisik Disya tapi masih sangat jelas di dengar andrian.
Andrian menggeleng menatap Disya nanar." gila loe... kenapa caisar dapat cewek gilak kayak loe. Loe nggak pantes buat dia..” bisik Andrian penuh penekanan,
Disya terbahak mendnegarnya, tapi siapa sangkah jika Disya segera bergerak dan mencekik Andrian. Andrian melebarkan mata mendorong disya.
Tapi disya mencekiknya lebih kuat. Andrian mendongak tak bisa bernafas dan urat dilehernya tercekat sakit.
Disya sangat kuat mencekiknya. Bahkan tubuh andtrian mundur dan menabrak pembatas balkon. Andrian menggeleng menendang disya sekuat tenaga. Tapi Disya sama sekali tidak melepaskan atau bahkan mengendorkan cekikannya.
“ Andrian, seenggaknya pantes gue jadi sama Caisar. Loe jauh lebih nggak pantes. “ jelas disya tersneyum miring.
Andrian mendongak memegang tangan Disya pasrah. Tak bisa bernafas. Bahkan rasa skait itu sampai melepaskan seluruh sendi tubuhnya. “ coba loe lihat kebawah. Gimana kalo loe gue dorong kebawah?” Tanya Disya melirik Andrian den tersenyum iblis.
Andrian membuka mata lemah melirik kebawah. Ia semakin lemas tak berdaya.
Bugh. Disya melempar tubuh andrian kuat ke kanan sampai tubuhnya menabrak kursi yang disya duduki.” Loe beruntung karena disini ada CCTV. Tapi lain kali, nggak.” Bisik disya bersedekap dada.
Andrian mendengarnya memegang lehernya yang terasa perih, menghirup pasokan udara secara buas, menatap Disya dengan tatapan merah, matanya memerah akiubat rasa skait yang sangat menyekat lehernya.
“ dan ini peringatan terakhir dari gue,.” Ujar Disya tersenyum lalu menaiki atasan balkon dan kembali melompat kearah balkonnya meninggalkan Andrian yang masih terduduk di lantai lemas..
Andrian mengepalkan tangan menatap disya yang menjauh dan begitu mudah mengalahkannya, padahal Andrian belum melakukan perlawanan sedikitpun, apa yang dirinya lakukan supaya Disya tidak berprolaku semena menanya??? Menginjak harga dirinya.
Disya melompat dan mendarat di balkonnya santai, mengusap keringat di kepala botaknya, ia melirik Andrian lagi, tapi tatapannya kembali menajam menatap satu titik lain yang sedang berdiri tak jauh dari balkon Andrian.
Tatapannya semakin dingin saat sosok itu tersenyum menatapnya dan menunjukan minuman yang berwarna merah di gelasnya, senada dengan Dresden baju yang ia kenakan. Disya membuang muka dan segera memasuki kamar hotelnya.
Sosok yang menatap disya tadi menggeleng pelan, dirinya melihat semua pertunjukan, sampai kagum akan Disya. Disya mengingatkan dirinya saat muda dulu, usianya sekarang sudah hampir lima puluh tahun, dan masa masa sebesar Disya dirinya menjadi pembunuh bayaran.
Ia menghela nafas pelan.” saya jadi kasihan pada Caisar. Laki laki baik dan polos itu malah mendapatkan perempuan iblis.” Gumamnya pelan mengingat bagaimana wajah polos dan santunnya Caisar. Sekali lihat saja dirinya bisa tau jika Caisar adalah anak baik baik. tapi lihat pasangan yang dirinya dapatkan?
__ADS_1
Padahal dirinya sangat tertarik untuk mengenalkan Disya dengan anak perempuan nya