Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
Disya 2


__ADS_3

Disya senyum miring bangkit dari tempat duduknya menatap sang ayah lalu menunjukkan pipinya yang penampakan bekas tamparan dari sang ayah yang menghasilkan warna merah dan juga bibir yang berdarah, matanya merah menatap sang ayah nya tajam " dan ayah yang mana tega memukul dan menghukum sang anak kandungnya sendiri hanya karena selingkuhannya!!!"


Kalian ingat ketika bertemu kaisar kemarin dirinya di hajar oleh orang-orang yang ayah dari Caisar, bukan karena sudah jelaskan bahwasannya darah membunuhnya itu sangat-sangat besar.


Setelah penyerangan orang tua Caisar kemarin, Di saat dia pulang ke rumah, yang membuat dia semakin marah dan juga semakin menggebu-gebu ingin membunuh adalah ia lihat ayahnya membawa selingkuhannya untuk menginap di rumah dengan alasan jika sedang hujan.


On Flashback....


Disya yang keras dan juga tidak mau dibantah pun akhirnya menyeret selingkuhan dari ayahnya itu keluar rumah dengan keadaan diluar hujan deras


"Bawa dia keluar dari rumah ini atau saya sendiri yang mengeluarkan dia dengan tangan saya!!!" Tegas Disya kepada ayahnya dengan penuh penekanan sebelum ia bertindak keji dan kejam sesuai karakter miliknya. Anak mana yang suka melihat ayahnya membawa sungguhan nya di rumah ketika dirinya sedang sangat-sangat lelah, penuh beban yang sedang ia pikul.


Hei hatinya juga sakit ketika melihat sang ayah membawanya ke rumah, orang yang paling dirinya benci.


Alam sang ayahnya di sana menggeleng menatap sang anak penuh penegasan, "Apa-apaan sih kamu Disya, Kamu tahu nggak di depan itu hujan, bahaya pulang sekarang biarkan dia untuk menginap satu malam saja di sini itu tidak akan membuat kamu rugi sama sekali."jawabnya dengan penegasan.


Wanita yang dibawa oleh Alam ayahnya dia pun menatap sang suami eh ralat sang pacar dengan tatapan nanar dan juga takut. Disya kembali berujar "Saya sama sekali tidak peduli, yang saya peduli dia pergi dari sini secepatnya atau tangan saya yang membawanya pergi dari sini sekarang!." Sekali lagi ditegaskan bahwa sannya Disya tidak suka dibantah. Suaranya terdengar sangat menyeramkan ditelinga ayahnya tapi ayahnya tetap kekeh tak mau kalah kepada sang anaknya.


Alam menatap anaknya nanar lupa jika sang anak gadisnya adalah iblis. "Disya kamu benar-benar!!!" Ujarnya geram. " masuk ke kamar sekarang juga atau papa pukul kamu...?!" Tegasnya.


Disya tersenyum iblis "Berani????" Tanya tegas.


Langkah dengan lebar mendekati sang pacar ayahnya menarik rambutnya sampai perempuan itu berteriak histeris " Arggg Alam tolong..." Ia menahan rambutnya memegang tangan Disya erat. Rambut kepalanya terasa dicabut paksa dari kepalanya hingga ia bisa bisa membuka matanya ketika membuka mata hanya warna putih yang terlihat.


Senyum Disya cetak mengejek. " Disya lepas...!" Alam menarik tangan disya dari depan kekasihnya kuat tetapi cengkraman tangan Disya di kepala dan rambutnya kekasihnya nya lebih erat membuat ia kesulitan untuk mererainya.


Bukannya terlepas malah semakin membuat tangan Disya menarik rambutnya semakin erat semakin mengencang, ditangan Disya sudah sudah banyak luka cakaran dan juga kebiru-biruan dari tangan punya Alam yang menarik tangannya sangat erat dan kencang sehingga melukai tangannya, dan juga cakaran dari kuku-kuku panjang milik kekasih ayahnya. Bahkan sampai terkoyak tapi sama sekali tidak terlepas seakan ada Lem ditangan Disya


"Saya tidak pernah main-main Dengan apa yang saya katakan. jadi terima konsekuensinya dari saya... " bisik Disya pelan.


Kekasih ayahnya merinding kaku dan gemetar takut, sebab kata Disya itu seperti mimpi buruk baginya, Disya tidak pernah bermain-main dengan ucapannya disya dulu bahkan pernah hampir menusuknya menggunakan pisau, Bahkan ia pernah didorong dari lantai 2 balkon rumahnya hingga ia mengalami kritis 2 bulan lamanya dengan kaki dan tangan yang luka parah bahkan tulang lehernya patah.


Plak...


" Disya lepas atau ayah sangat marah!!!" Alam menampar Disya kuat karena kamu terhadap anaknya yang tidak bisa diatur.

__ADS_1


Disya yang merasakan sudut bibirnya terasa perih ayahnya dengan tatapan datar tangan di atas kepala kekasih ayahnya tidak berperasaan sama sekali bahkan semakin mengerat.


Aghhh tolong..


Teriakan kekasih ayahnya terdengar sangat diri persamaan dengan dirinya yang menari rambut itu kuat dengan kaki yang melangkah menuju kearah tangga rumahnya, ini lantai dua karena memang ayahnya membawa kekasihnya kekamar miliknya. Inilah yang membuat Disya sangat marah. Kamar almarhum ibunya digunakan oleh selingkuhan ayahnya, ayahnya terlihat sangat panik mengejarnya dan juga menahan nya. namun Disya sudah sangat marah.


" Disya lepaskan dia...!!"


Seruan ayahnya bagai angin lalu bagi Disya.


ketika sampai di depan lantai menuju tangga Disya menatap sang ayah dengan tajam." Karena aku anak baik, aku akan menuruti untuk melepaskan nya... Welcome hall.." Bisiknya pelan. Lalu menyeringai menyeramkan.


Bugh .. Tanpa hati ia mendorong kekasih ayahnya dianak tangga. Ayahnya melotot Menatap kekasihnya yang menggelinding kaget "Disya kamu keterlaluan..!" bentak ayahnya, Segera mengejar kekasihnya untuk membantu.


Namun tubuhnya ditahan oleh disya, Disya memegang tangan ayahnya erat disana tersenyum miring....


Plak.... Dari Disya untuk ayahnya, Ayahnya mendapatkan tamparan tersebut sangat kaget merasa pipinya terbakar sakit, tapi hatinya jatuh lebih sakit. Ia menatap mata Disya nanar "ka_--


"Enak???"Segera dipotong Disya dingin membuat ayahnya terdiam menatap sang anak lirih.


Disya yang sudah menampar ayahnya turun dari tangga melihat kekasih ayahnya, tangannya dengan sigap menarik lagi rambut perempuan itu kuat. Aromi disana Meringis merasakan kepalanya terasa ingin terlepas dari kepalanya... " Am ampun.tol_long maafkan saya..." Gumamnya lirih dengan tubuh yang terseret tak berperasaan oleh Disya tanpa berperasaan. Disya menyeret Aromi dengan tangan yang menarik rambutnya kuat. Aromi merasa kepalanya putus, dengan tubuh yang terkoyak...


Lantai ditetesi banyak darah Aromi dan darah yang ikut terseret semakin menambah keseraman Disya yang tak ataupun pelayan atau penjaga yang berani membantu atau mereraikan. Bahkan ayahnya terdiam kaku menatap anaknya yang kejam. Alam tidak tau dari mana anaknya bisa menjadi sekejam itu.


" Ampun...!!" Lirih Aromi...


"Disya lepaskan Aromi....!!!" Ujar ayahnya pelan.


Disya?


Memangnya dirinya peduli? Disya malah semakin menariknya sampai didepan pintu.


Suara ayah nya mengejarnya dan juga menarik kekasihnya bangkit tetapi tidak digubris. " Penjaga bantu saya. Tangkap dia..."Perintahnya pada para pelayan.


" Satu langkah kaki kalian maju saya pastikan kaki kalian saya ku patahkan detik ini juga...!" Suara Disya menggema keras seakan raja yang menaklukkan bawahannya

__ADS_1


Semua penjaga dan pelayan menunduk gemetar takut, tak ada yang berani maju untuk membantu sang tuan dan kekasih. Disya tidak pernah main main dalam bicara. Bahkan dulu Disya pernah mencongkel mata pelayan hanya karena pelayan itu mengintipnya dikamar, lalu memotong tangan pelayan karena sudah berani mencuri barangnya, Bukan hal lumrah lagi sebab Disya memang antagonis dalam semua hal bagi mereka.


"Disya jika kamu tidak lepas maka papa pastikan semua fasilitas kamu papa sita...!!!"


Bbugh.. Bugh.. Tepat didepan pintu Disya disana melepaskan rambut kekasih ayahnya keras dan mendorong nya kuat hingga wanita itu terhempas keluar dari teras rumah yang masih ih basah karena hujan yang sangat deras.


Aromi kekasih Alan disana meringis dengan tubuh yang lemah dan sakit merasakan semakin sakit karena terkena air hujan. Ia terkapar dilantai dengan tubuh basah kuyup. Luka ditubuhnya terasa sangat perih, kepalanya seperti dicopot paksa. Ia merasa dirinya tak sanggup membuka matanya.


Disya tersenyum miring. " Sudah ku lepas Papa ..Aku baik bukan!" Disya tersenyum mengerikan.


"Disya kamu keterlaluan...!" Lagi dan. lagi ayahnya mengatakan hal yang sama dikejadian dan tempat yang sama.


Disya bosan mendengarnya. Disya disana mengangguk. " Ini hanya bagian kecil asal kamu tau. Tapi jika mau yang keterlaluan tidak masalah, bukankah kalian sendiri tau jika aku tidak pernah bermain-main dalam suatu hal hmmm??" Tanya nya pelan.


Alam segera membantu kekasih ya menatap Disya Tajam. "Kamu gila Disya. Papa tidak mengajari kamu menjadi jahat seperti ini....!!!"


Hahahaha " Dan papa baru sadar jika tidak pernah mengajarkan ku saat ini? " Ia mengangguk tersenyum miring.


Ia mengibas-ngibaskan tangannya dihadapan Alam. " Bawa j4langmu dari sini. aku mual melihatnya... Dan selamat menikmati hati suram dengan patah tulang.." Ujarnya menyeramkan lalu masuk menutup pintu tak lupa ia menguncinya meninggalkan ayah Disya yang terdiam lirih melihat anaknya yang menjauh.


Tanpa sadar kekasihnya sudah pingsan dan kehilangan banyak darah.... Alam segara membopong Aromi dan keluar tapi teringat kunci mobil didalam ia menjadi kaget segera masuk. namun pintu di kunci..." Disya bila pintunya....!!!!"


" Gendong saja sampai rumah sakit biar sekalian mati dijalan.....!!!!!!!"


.


.


.


.


.


Kalo kalian bilang siapa pemeran utamanya maka jawabannya Caisar tapi semua tokoh penting termasuk Disya.. Just ada banyak kisah yang bisa kalian ambil. buang buruk ya yah guys ..

__ADS_1


__ADS_2