
...Hai hai... aku datang lagi... Tolong tinggalkan jejak sebanyak banyak nya yah buat mood aku naik lagi hehe .....
Dalam ruang gelap terdapat sosok mungil yang tertidur diatas kursi kayu jati sangat tua, bersama dengan tangan dan kaki yang terikat kuat tali tambang. Didepannya sudah ada seorang gadis yang menatapnya sedari lima menit lalu,
Disya... disana ia tersenyum menatap kulit mulus Romi.
“ Yaampun, bagian mana dulu aku potong??? Rasanya aku ingin mengoleksinya dan membuatnya patung.”Gumamnya menatap binar kulit kencang dari sang anak.
Tangan kananya memutar bola mata malas.” Nona... kau mau membunuhnya tadi bukan mengoleksinya.”Ujar dari Fren, ia sudah bersama Disya sedari isya kecil, bisa dikatakan ia penjaga Disya sedari dulu.
Disya berdecak kesal.” Kau menghancurkan kesenanganku Pren... “
“Freen Nona Freen pakai F bukan P...!!!” Tekan Fren tak senang,
Disya menatap Fren dingin “Sama saja tetap satu keluarga. P, F DAN V.” Decak Disya menekan perkataannya namun semua ia sebut p tanpa ada beda. Fren merasakan gemas ingin meremukkan tubuh nonanya..
“Nona Anda sangat-sangat bodoh.. Ya Tuhan.. F disebut Ffgfff... bibir menyentuh gigi, jika P itu bibir bertemu bibir, sedangkan V itu bibir tidak bertemu apapun dan dihembuskan VIIII... Beda nona Beda.” Jelas Fren tentang pelafalan huruf gregetan.
“Yaampun Preen. Bibir bertemu bibir itu namanya Cip0ks. Kissing muach ...” Ujar Disya dengan senyum evilnya.
Fren mengelus dada.”Anda memang benar.. tapi anda juga salah nona.. “ Gumam Fren mengerjab kesal.
“Stop Pren.. kita tidak Preen lagi nanti..”
Fren mengepalkan tangan kesal sedangkan Disya? ia melirik mengedikkan bahu acuh. Fren dan Disya memang cukup akrab, tapi mereka jarang bertemu, dikarenakan Fren itu bertugas didalam perusahaan atau bisa dikatakan pengontrol apabila harta milik Disya jatuh ditangan yang salah, dia tangan kanan Disya yang diutus ibunya,
__ADS_1
Disya mendengus mendekati Romi, “Dia murni, polos. Tetapi dididik oleh manusia iblis, membuat darahnya pekat suram dan berwarna gelap. Usia belum cukup 9tahun tetapi memiliki sikap yang sangat menjijikan, beri tau aku harus dari mana untuk mengajarkan dia menjadi iblis Fren.” Tanya Disya pada Fren.
Fren diam menatap Disya miris. Disya bahkan lebih iblis dari si anak, malah bertanya bagaimana caranya? Disya mengeluarkan pisau peraknya yang terselip dibagian sakunya, menampilkan ujung yang runcing. “Uhhh aku ingin mencongkel matanya... tapi itu nanti, bagian terakhir “gumamnya pelan.
“Fren ambilkan air garam... aku ingin dia menjerit kenikmatan..!” Titah Disya. Fren mengangguk mengambil air garam yang sudah disiapkan didalam ember sampingnya. Berselang beberapa detik Burr... tak berperasaan Fren menyiram Romi dengan air..
Terlihat anak tersebut langsung bangun dengan tampang menyedihkan karena kaget mulutnya terbuka dengan mata yang melebarkan..”Au mataku peri hikss..” ia menangis kencang membuat Disya senang bertepuk tangan.
Disya disana menatap sang anak sangat bahagia. tangisan, jeritan semakin menjadi setelah Disya mulai melukainya, dimulai dari nencabut kuku-kukunya, memukulnya dan mencongkel mata kanannya sebagaimana mata yang Cleo rasakan.
...----------------...
Di sisi lain keluarga dari Romi sendiri terdengar sangat kaget dan gempar karena sang anak hilang tadi malam dirumah sakit. Lebih kaget ketika sang anak ditemukan di kamarnya sendiri, dirumah dalam keadaan yang sangat mengerikan. Tubuhnya terkoyak tak berbentuk, mata nya keluar dan digenggam oleh anak itu sendiri, kukunya sudah tak ada, kaki yang dijahit ditangan dan tangan dijahit di kaki. Perut yang menganga berisikan rerumputan dan kotoran sapi yang berbau busuk. Sang pembantu yang pertama kali menemukan Romi berteriak histeris dan juga ketakutan hingga jatuh pingsan.
Fardan menunggu dengan cemas didepan ruang kamar Cleo. Mata Cleo cukup parah mengakibatkan syarafnya bermasalah. Cleo melakukan operasi pagi ini dibagian mata, lalu akan melakukan oprasi plastik dibagian kulit yang rusak. Fardan sangat geram sekaligus sedih dibuatnya.
“Ditemukan anak dari konglomerat XXX sudah tak bernyawa di kamarnya dalam keadaan yang mengerikan. Bola mata yang ia genggam ditangan sendiri, lalu kaki yang dijahit ditangan dyna tangan dijahit di kaki, kulit penuh lebam Dan tulang remuk., bahkan sangat sulit mendeteksi korban. Perut koban ditusuk dengan semua organ dalam yang dikeluarkan diganti dengan kotoran sapi sehingga bau busuk menyeruak dari sang korban. Diterangkan jika pembantu pertama melihatnya berteriak kencang dan pingsan memancing semua orang untuk----“
Fardan mendengar dari TV ruang tunggu menole ke arah berita. Keningnya mengernyit heranb menatap konglomerat yang diberitakan.”Itu keluarga dari Erik papa dari Cleo asli kan???? dia yang meninggal anak yang mencelakai Cleo?” Gumamnya lirih dalam benar.
“ Ngeri banget yaampun..” Gumam Via menatap berita dalam kengerian, “ Yang bunuh pasti berdarah dingin. Bisa segitunya bunbun orang. pasti dia ada dendam.” Gumam Via menatap lanjutan berita yang ada menggenggam tangan Fardan.
Fardan melepaskan tangan Via.” Saya menelpon seseorang dulu, kamu tunggu disini yah.”Ujarnya.
Via mengangguk menatap berita. Fardan segera menjauh dan mencari toilet, menatap keadaan sepi ia mengambil bilik paling pojok menghindar CCTV. Mencari kontak Disya.Tut... panggilan pertama tidak dijawab membuat ia segera menelpon lagi.
__ADS_1
Sampai panggilan ketiga baru diangkat membuat Fardan segera berkata.”Disya... kamu sedang berada dimana?”Tanyanya dengan cepat. Diseberang terdengar Disya yang mengendarai mobil.
” Sedang bersenang-senang.... Fardan kau dengar berita yang ada? Bukankah itu menyenangkan?”Tanya Disya diseberang sana kepada Fardan. Suaranya terdengar sangat bahagia dan berbinar... terdengar sekali ia sangat bahagia.
Fardan melotot.”Jadi benar itu kau yang melakukannya ha?”Tanya Fardan melotot.
Disya berdehem, dan terkekeh.,” Kurang menyenangkan membunuhnya, sebab tangisannya sangat memekakkan telinga, tak bisa merengek meminta ampun, jadi aku kesal dan memberikan pelajaran kecil..” Ujar Disya santai.
“Kecil katamu?”Tanya Fardan melotot.
Disya terdengar terkikik ditelepon. Fardan mendengarnya pun berdesis.”Kamu gila Disya..!!!!” Tekannya.
Disya berdehem.” Dan kamu baru tau... HAHAHAHA... Tut..” telepon dari Disya dimatikan oleh orang seberang.
Fardan mendengarnya gemetar menatap hpnya. Mengusap bibir dengan ludah lidahnya.
“Gilak... dia gila..”Gumamnya. ia orang yang kejam, berdarah dingin, tetapi yang dilakukan oleh Disya bagai manusia yang tidak waras., siapa yang berani memiliki kewarasan memotong tangan dan kaki, menjahitnya sampai berbalik arah. Dengan bola mata yang dicongkel—Hueekkk
Fardan bahkan hendak muntah mengingat semua itu. fardan pernah membunuh pengkhianat tapi bukan dengan cara begini.
Diseberang Disya terlihat bersenandung bahagia didalam mobil, menyaksikan jalanan seakan dirinya tak memiliki beban, katakana dia tak waras, tapi memang dirinya tak waras. Sesekali Disya menyalip.. yah dia akan kerumah caisar bertemu dengan Dava untuk melakukan perbincangan masalah mobil..
.
.
__ADS_1