Bukan Pangeran

Bukan Pangeran
tetap lebih baik


__ADS_3

Willy menghempaskan tubuhnya di atas kasur dan menidurkan dirinya di sana. “ coba loe kasih satu alasan buat gue supaya gue bisa jadi orang dewasa dan berfikir buat jadi orang baik.” jelas Willy tanpa melirik Cessy yang berada di bawah.


Cessy terkekeh pelan.” gampang kok.” Ujar Cessy, Willy melirik Cessy dan menelungkup tubuhnya di kasur, menyanggah kepalanya menatap Cessy. “ pribahasa bilang gini, lebih baik ngasih satu tangkai bunga kepada orang tua yang masih hidup dari pada seribu bunga pas dia udah meninggal.” Jelas Cessy dengan pelan kepada willy.,


Willy mendengarnya tercenung menatap Cess dalam tatapan rumit. “ loe masih dikasih kesempatan buat kasih yang terbaik untuk orang tua loe. Jadi jangan tunggu waktu lagi buat semakin buat dia bangga dan sayang sama loe. Buat mereka bahagia dengan cara milik loe.” Ujar Cessy kepadanya.


“ Gue bakal bahagian mereka kok, Cuma nanti pas gue udah tunjukin gue sukses dan bisa jadi penerus mereka.” Jelas willy menggebu kepada Cessy. “emang loe tau siapa yang bakal mati duluan di antara kalian? Loe? Mama loe? Papa loe?” Tanya Cessy kepada Willy pelan.


“ Cuma perkara umur loe bilang gitu? Sedangkan loe tau keluarga loe suka di incar sama musuh? Gimana sebelum loe sukses bapak dan mama loe udah meninggal? Akhirnya loe harus nerusin perusahaan tanpa persiapan atau bahkan loe kehilangan kesempatan buat bahagiaain dan banggain keluarga loe, itu lebih sakit dan lebih pahit. sejauh apapun kesuksesan Loe, Loe akan tetap ngerasa gagal.” Jelas Cessy dengan tenang.


“ tapi jangan ngomongin kematian dong. Ngeri.” Ujarnya Willy kepada Cessy sesak. Ia tidak pernah memikirkan bagaimana hidup tampa ayah dan ibunya, tidak pernah ia bayangkan jika keduanya meninggalkan Willy. Bisa jadi Willy merasa kehilangan dunianya.


“ kehilangan itu pasti, berpisah itu jelas,. Entah loe yang duluan pergi atau mereka, entah berpisah karena maut atau hal lain. mangkanya, selagi ada wkatu buat pembenahan diri berusaha lah, sebab loe masih beruntung dikasih kesempatan buat jadi orang lebih baik lagi dan bahagiakan mereka.” Jelas Cessy kepada Willy dengan tenang.


Willy berdecap pelan mengusap dadanya yang terasa sakit. “ loe tau nggak sih Mo. Gue tu bahkan lebih takut sama kematian mama papa gue ketimbang Diri gue sendiri? gue nggak tau bakal jadi apa hidup gue kalo mereka pergi.” Ujarnya lirih pada Cessy. Suara itu bukan hanya dari bibirnya tapi juga dari hatinya. Ia melirik Cessy yang diam aja.”loe gimana??” tanyanya pelan.


Cessy melirik Willy dan berdehem.” Gue kalo jadi loe juga gitu sih. secara mama dan papa loe orang tua yang sempurna dimata gue. “ ujarnya pelan dan jujur. Bertemu dengan mereka selama dua hari disini sudah sangat mengajarkan Cessy akan sikap mereka dan kebaikan mereka sebagai orang tua. Mana mungkin Cessy tidak menyukai mereka.


“ emangnya kalo mama dan papa loe gimana?” Tanya Willy kepada Cessy heran.


Cessy menggeleng pelan.” gue udah bilang. Loe beruntung, dan gue nggak beruntung segi keluarga. Bisa jadi gue sendiri yang bakal bawa orang tua gue kealam baka.” Ujar Cessy melirik willy dingin.


Willy mendengarnya melirik Cessy kaget dan mengerjab.”loe mnau bunuh mereka?” tanyanya pelan.


“ bisa jadi sih. lihat aja nanti mana yang baiknya. dibunuh atau dihancurkan.” Gumamnya dingin. Cessy sangat membenci mereka yang sudah menghancurkan keluarganya,.


Tring... Cessy melirik HPnya yang begetar. Ia tersenyum melihat pesan dari Cessy yang mengirim dirinya foto Farel yang sudah bisa membuat angka love dari tangannya sendiri. Dengan caption untuk kak Cessy. Cessy menjadi terharu.


“ loe lihat apa?” Willy segera mendekatinya Cessy untuk melihat pesan yang dibaca Cessy, tapi segera cessy menutup hpnya, meliriknya dan berdehem. Willy bisa lihat sekilas tadi foto profilnya adalah perempuan. Ia menyipitkan mata menatap cessy.


” Oh itu temen.” Ujar Cessy pelan.


“ temen cewek?” Tanya Willy mengejek sewot.


Cessy berdehem pelan.” emang nggak boleh?” tanyanya lagi pada Willy yang terlihat tak suka.


” nggak ada temenan cowo sama cewek. Apalagi loe ganteng, pasti dia suka sama loe.” Ujarnya dengan pelan dan duduk lagi didekat Cessy.


Cessy bergeder melirik Willy dengan tatapan Tanya.” Nggak mungkin dia suka sama gue. loe kenapa sih wil? Loe kayak cowok yang sedang cemburu sama ceweknya tau ngak.” Ujar Cessy terkekeh kepada wiylly yang sangat sinis.


“ gue nggak cemburu yah. gue Cuma ngingetin.” Ujarnya kepada Cessy malas


“ yah gimana yah loe ngingetinnya sama muka kesel tauk.” Ujar Cessy terkekeh.


“nggak sih. gue kesel karena laper tapi ngak bisa keluar.” Jelas Willy melirik kelain arah.

__ADS_1


“Kenapa nggak telpon aja pembantu buat mereka masak lagi?” Tanya Cessy.


Willy mendesis.”loe nggak tau nikmat mie yang dibuat sendiri itu sama orang lain yang buat Morgan.. au akh kesel gue sama loe.” Ujar Willy beranjak tidur lagi.


“ dih.. aneh loe.” Ujar Cessy melirik Willy yang menjatuhka lagi dirinya dikasur.


Cessy segera membuka hpnya lagi dan membaca pesan dari disya tadi, tersenyum tipis melihat pesan yang dikirim Disya tentang adiknya tadi. Farel sudah sangat tampan, sekarang Farel semakin putih tidak lagi seperti dulu yang sedikit coklat., dia sangat tampan. Willy melihat Cessy tersenyum menatap Hpnya memutar bola mata jengah. Hatinya panas.


” Duh Mo matiin aja apinya. Gue gerah.” Ujarnya Willy. Cessy yang tak paham hanya mengangguk saja.


...----------------...


“: duh duuh duh.. “ ujar Disya memainkan Hpnya usai mengirim foto Farel pada Cessy


Melirik semua data dan informasi milik Viona yang dikirim Demon kepadanya. “ kakak ngapain lihat foto mama Viona?” Tanya Dava kepada Disya yang kepergok melihat foto Viona.


“ oh nggak ada. Cuma rencananya mau main sama dia, Cuma belum kepikiran mau main bagian mana dulu, mau bagian tangan atau kepala gitu kan.” ujarnya pada Dava yang duduk di sisinya.


“ Farel suka kepala. Rasanya enyak.” Ujar farel berbinar pada Disya.


“ itu sih kelapa bukan kepala. Kalo kepala itu ini.” Disya menunjuk kepalanya.


“ ini kelapa.” Ujar Farel.


“ apa mereka kembar seperti Farel dan Dava yang sama? dan namanya sama seperti Davael dan Farel? Jadi kepala dan kelapa juga kembar karena namanya sama dan bentuknya bundar?” Tanya Farel kepada disya polos nan lugu.


Disya mendengarnya mengerjab pelan dan menggeleng, melirik Farel yang bertanya begitu membuatnya pusing. “ Farel lihat itu?” dava menunjukan sapu di ujung tempat membuat Farel menbatapnya dengan bingung.


” Sapu?” Tanya Farel pada Dava.


Dava mengangguk pelan.” benar. Dan gunanya untuk apa?” tanyanya pelan.


“ buat sapu lantai, lantainya kotor bisa bersih lagi,. bisa main lahgi.” Ujar Farel lagi menjelaskan pengetahuannya. “nah kalo ini apa?” Tanya Dava menunjukan rambutnya..


“tu rambut.” Ujar Farel dengan pelan.


“ tapi miripkan sama Sapu?"


"tapi mereka beda?” ujarnya pada Farel.


“ tapikkan namanya beda, sapu dan rambut jadi meeka tidak kembar. Hehe. Kak Disya tidak punya rambut jadi lebih mirip seperti bola.” Ujarnya dnegan senang.


Disya melebarkan matanya Dava mendengarnya terkekeh pelan.” nah itu boleh.”


“ dih kalian ini.” gumam Disya kepada mereka kesal. Keduanya malah tertawa bodoh kepada disya.

__ADS_1


“ duh kepala Disya pusing.” Ujar disya memegang kepalanya.


“ loh pusing kenapa?” Tanya Dava memegang kepala disya.


” Pusing karena nggak di chat ayang.” Jelasnya.


Dava menatap Disya mencebikkan bibirnya. “ males ah nanya sama kak Disya. Kak Disya bucin.” Ujarnya.


Disya malah tertawa mendengarnya melirik dava.” Beli bakso yyuk. Disya ngidam bakso rasanya.” Ujar disya memegang perutnya.


“ loh emang kak Disya hamil?” Tanya dava melotot pada Disya.


Disya mengangguk pelan.” kayaknya sih iya. Selamatkan yah kalian akan punya ponakan.” Ujarnya polos membuat Dava sontak menatap disya kaget.” Beeesk lahir ini kayaknya di wc tapi.” Ujar disya tercengir lagi.


“ kak Disya akh.” Ujar Dava melirik disya kesal membuat Disya terkekeh melihatnya kesal. “ ayuk makan bakso.” Ujar Disya kepadanya lagi.


“ mau baksonya juga.” Ujar Farel kepada keduanya merengek.


”iya kamu tunggu di sini kak disya dan kak Dava akan beli bakso. Kamu mau bakso harus sabar.” Ujar Disya kepada Farel dengan tenang.


Farel mengangguk.” Farel mau dua bungkus.” Ujarnya.


Disya mendelik.” Mau dobel lagi.” ujarnya. Tapi Farel hanya tersneyum.


“ yaudah kalo gitu skuy lah.” Uijar Disya pada Dava. Dava mengangguk segera bangkit.


Memilih membawa motor biasa bersama disya. “mau kemana Dav?” Tanya Dwi yang ada id ruang tamu sembari bermain HP.


“ mau beli bakso ma.” Ujar Dava jujur.


“ mama satu yah tapi mie ayam campur bakso gitu.” ujarnya berteriak.


Dava mengangguk pelan kepada Dwi.” Poh iya satu lagi, beli goreng juga yah dua puliuh ribu, goreng tahu, “ lanjutnya.


Dava mengangguk-ngangguk lagi dan segera pergi.” Disya jagain Dava yah.” ujar Dwi pada disya yang ikut Dava.


“ mama kebalik dan Disya yang cewek. Harusnya Dava yang jagain Disya.” Ujar Disya tak terima., kenapa jadi dunia kebalik begini.


“ kamu lebih strong sya.Jajdi mama percayakan semuanya sama kamu.” Ujar dwi pada Disya. Disya meliriknya dan mengerjab malas. Dava mendengarnya terkekeh melirik disya. Segera keduanya menuju tukang bakso langganan di depan tempat konplek perumamanan. Harganya hanya dua pulih ribu perporsi untuk yang urat dan campur dua puluh lima ribu, rasanya lezat dna bergizi sehingga mereka sreing langganan.


“ aku beli goreng di sana dulu yah kak.” Ujart dava menunjuk kios gorengan.


Disya mengangguk setuju menunggu bakso tenang. Sampai matanya melirik orang yang sedang lewat menggunakan baju putih dan juga mab coklat. Disya melambaikan tangan dengan riang.


” Papa? Lagi cari kerja yah?” tanyanya terkekeh menatap sang Alam. Alam melirik anaknya yang melambaikan tangan pun tersenyum masam. Anak nakal ini,

__ADS_1


__ADS_2